Hasti
हस्ति
Tokoh dalam mitologi Hindu
NamaHasti
Ejaan Dewanagariहस्ति
Ejaan IASTHasti
Arti namagajah
Kitab referensiMahabharata, Bhagawatapurana
KediamanHastinapura
Kastakesatria
DinastiCandra

Hasti (Dewanagari: हस्ति; ,IASTHasti, हस्ति) atau Hastin (Dewanagari: हस्तिन्; ,IASTHastin, हस्तिन्), dalam wiracarita Mahabharata dan legenda India, adalah nama seorang raja dari kalangan Dinasti Candra yang mendirikan Hastinapura, kota di antara sungai Gangga dan Yamuna.[1] Ia disebutkan sebagai keturunan Raja Bharata. Menurut kitab Mahabharata, ia putra Suhotra dan Suwarna.[2] Keturunan Hasti ialah Kuru, yang mendirikan Kurukshetra.

Konteks sejarah

sunting

Tidak banyak yang diketahui tentang Hasti, sebagaimana ia hanya disebutkan sekilas dalam Mahabharata dan Bhagawatapurana, terutama pada bagian yang menguraikan silsilah para raja. Nama "Suhotra" yang disebut dalam Mahabharata sebagai ayah Hasti, dan "Ajamida" yang disebut sebagai putra Hasti,[3] juga tercantum dalam Regweda, tetapi nama Hasti tidak ada.[4] Ada kemungkinan bahwa Hasti merupakan "sekadar nama" yang ditambahkan pada silsilah antara Suhotra dan Ajamida untuk menegaskan bahwa kota Hastinapura lebih tua daripada Ajamida, nenek moyang bersama bagi bangsa Kusika, Panchala, dan Kuru.[4]

Legenda

sunting
Hastinapura masa kini.

Nama Hasti berarti "gajah"; Hasti terkenal akan pasukan gajahnya.[5] J.P. Mittal dalam bukunya History of Ancient India menulis bahwa Hasti mengubah nama pusat pemerintahannya, dari Nagwapura menjadi Hastinapura.[5] Maka dari itu, ia disebut pendiri Hastinapura.[6] Namun menurut sejarawan Omesh K. Chopra, ada kemungkinan bahwa Hastinapura sebelumnya merupakan kota kaum Nishadha. Kemudian Hasti memugarnya dan menjadikannya pusat pemerintahan.[7] Selain menurunkan para raja Hastinapura, Hasti juga menurunkan para raja Panchala.[8]

Silsilah keluarga

sunting

Mahabharata (The Mahabharata of Krishna Dvaipayana Vyasa, 1885–1896) terjemahan Kisari Mohan Ganguli memberikan catatan yang tidak konsisten tentang silsilah Hasti. Dalam Adiparwa bagian Shambawaparwa:94 dinyatakan bahwa Suhotra menikahi Aiksaki dan berputra Ajamida,[3] sedangkan pada bagian berikutnya (Shambawaparwa:95) dinyatakan bahwa Suhotra menikahi Suwarna dari keturunan Ikswaku dan berputra Hasti, lalu Hasti berputra Ajamida.

Dalam buku History of Ancient India dinyatakan bahwa Suhotra merupakan putra Wrehadkesatra,[5] sehingga Hasti merupakan cucu Wrehadkesatra. Namun, pada silsilah keturunan Bharata yang ada dalam Shrimad-Bhagawatam dinyatakan bahwa Hasti putra Wrehadkesatra, dan tidak menyebut nama Suhotra.[6]

Menurut Mahabharata (Shambawapara:95), Hasti menikah dengan Yasodara, putri Raja Trigarta. Ia memiliki putra bernama Wikuntana. Wikuntana berputra Ajamida, Dwimida, dan Purumida. Namun, Shrimad Bhagawatam tidak menyebut nama Wikuntana sebagai putra Hasti, tetapi menyatakan bahwa Hasti memiliki tiga putra, yaitu Ajamida, Dwimida, dan Purumida.[6]

Referensi

sunting
  1. ^ Bharadvaja Sarma (2008), Vyasa's Mahabharatam, Academic Publisher, ISBN 9788189781682
  2. ^ Kisari Mohan Ganguli (1885), "Section XCV: Shambava Parva", The Mahabharata of Krishna Dvaipayana Vyasa: Adi Parva, Sacred-Text.com
  3. ^ a b Kisari Mohan Ganguli (1885), "Section XCIV: Shambava Parva", The Mahabharata of Krishna Dvaipayana Vyasa: Adi Parva, Sacred-Text.com
  4. ^ a b Jijith Nadumuri Ravi (2024), The Geography of Mahabharata: A Geographical Journey into the Pandava-Era, vol. 1, Notion Press, ISBN 9798892775908
  5. ^ a b c J.P. Mittal. "History of Ancient India: From 7300 BC to 4250 BC". Diarsipkan dari asli tanggal 2023-08-17. Diakses tanggal 2010-08-21.
  6. ^ a b c "Chapter 21–24", Shrimad Bhagavatam: Canto 9, diarsipkan dari asli tanggal 2022-01-26, diakses tanggal 2010-08-21
  7. ^ Omesh K. Chopra (2020), History of Ancient India Revisited, A Vedic-Puranic View, BlueRose Publishers
  8. ^ Harihara Krishnan (2024), Reimagining Bhāgavatam: A Book on Ancient Indian Philosophy, Partridge Publishing India, ISBN 9781543704679

Didahului oleh:
Suhotra
Raja Dinasti Candra Diteruskan oleh:
Ajamida

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Mahabharata

Asia Selatan. Bharata menurunkan Hasti, yang kemudian mendirikan sebuah pusat pemerintahan bernama Hastinapura. Sang Hasti menurunkan para raja Hastinapura

Hastinapura

Sejarahnya dimulai pada periode Mahabharata. Konon kota ini dinamai Raja Hasti. Disebutkan juga dalam Ramayana, ayat ke-13 dan ke-14 yang berbunyi (diterjemahkan):

Stasiun Jombang

KA Jayabaya Selatan yang ditarik oleh lokomotif CC 201 101 menabrak Bus Hasti. Kecelakaan ini disebabkan oleh kelalaian petugas jaga lintasan yang tertidur

Kerajaan Kuru

puteri Ikswaku. Suhotra menurunkan Hasti, pendiri Hastinapura. Hasti menikahi Yasodara, puteri dari Kerajaan Trigarta. Hasti menurunkan Wikuntana. Wikunthana

Dinasti Candra

Utara). Kemudian, garis keturunan Kuru sampai pada nama Raja Hasti. Menurut Mahabharata, Raja Hasti membangun pusat pemerintahan yang disebut Hastinapura. Kemudian

Aswatama

Aswatama manusia, melainkan seekor gajah perang yang bernama Hastitama (hasti berarti "gajah") tetapi terdengar seperti Aswatama. Lalu Durna menjadi putus

Gatotkaca

Pururawa Ayu Nahusa Yayati Puru Pracinwan Duswanta Sakuntala Bharata Bumanyu Hasti Ajamida Reksa Sambarana Kuru Keluarga Kuru (Korawa) Abimanyu Ambika Ambalika

Adhitya Putri

karena Fitnah (2017) FTV Ramadan: Ulah Culas Pedagang Sembako (2024) sebagai Hasti Jeritan Hati: Misteri Kematian Istri Muda (2024) Jeritan Hati: Siasat Mertua