Havdalah adalah suatu upacara yang menandakan bahwa hari Shabbat / Sabat telah berakhir. Havdalah dilakukan setelah Sabat berakhir, bukan menjelang Sabat berakhir. Yang menjadi patokan umum dalam pelaksanaan Havdalah ialah:

  • Idealnya, Havdalah dilaksanakan jika dapat terlihat setidaknya 3 Bintang yang bersinar dilangit namun jika cuaca tak memungkinkan, dapat menggunakan patokan lain di bawah ini
  • Havdalah harus dilaksanakan sekitar 45 Menit hingga 1 Jam setelah Sabat berakhir
  • Jika tidak yakin akan waktu Sabat berakhir, maka dapat menunggu hingga matahari benar - benar terbenam (malam hari)

Peralatan Selama Havdalah

sunting

Dalam mempersiapkan Havdalah, ada tiga hal yang perlu dipersiapkan. Tiga hal tersebut adalah:

  • 2 Buah Lilin berwarna Biru dan Putih, melambangkan pemisahan antara hari biasa dan hari Sabat. Atau bisa juga menggunakan Lilin Khusus Havdalah (Special Havdalah Candle)
  • Anggur, Cawan Anggur, serta penadah / alas cawan
  • Rempah - rempah, misalnya Kayu Manis dan Cengkih

Tata Cara Pelaksanaan Havdalah

sunting

Dalam pelaksanaan Havdalah, pertama-tama pemimpin / kepala keluarga menyalakan lilin sebagai tanda bahwa upacara Havdalah akan dimulai. Setelah itu pemimpin menuangkan anggur keatas cawan hingga tumpah ke alas cawan. Hal ini melambangkan rezeki berlimpah yang akan kita terima pada minggu yang baru.

Setelah itu, pemimpin memberkati anggur dengan doa yang diucapkan dalam bahasa Ibrani. Setelah pemberkatan, pemimpin meminum anggur tersebut untuk pertama kali diikuti oleh peserta Havdalah yang lain.

Setelah itu, dilakukan pemberkatan rempah-rempah dan penghirupan aroma rempah-rempah oleh pemimpin dan peserta lain. Aroma wangi rempah melambangkan hari Sabat yang indah yang telah kita lalui dan penghirupan aroma rempah bertujuan agar kita selalu mengingat keindahan hari Sabat yang tecermin melalui aroma rempah tersebut dan supaya kita selalu merindukan hari Sabat berikutnya

Lalu, perayaan Havdalah ditutup dengan mematikan lilin dengan cara bagian nyala api dicelup kedalam tumpahan di alas cawan. Setelah itu setiap peserta Havdalah mencelupkan kedua ibu jari kedalam tumpahan dan menggosokkannya ke bagian belakang telinga (agar pendengaran kita selalu terjaga dari yang buruk), kelopak mata (agar pengelihatan kita selalu terjaga dari yang buruk), serta kedalam seluruh kantung pakaian dan celana (agar rezeki selalu dicukupkan)

Dalam perayaan Havdalah, semua doa diucapkan dalam bahasa Ibrani[1] Diarsipkan 2015-09-07 di Wayback Machine..

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Elia

Talmud, Mishnah. Dalam agama Yahudi, nama Elia disebut pada ibadah mingguan Havdalah yang menandai akhir dari Sabat serta dalam kebiasaan lain, misalnya seder

Sabat

kebanyakan pandangan tradisional). Mempelajari Torah (lihat bawah); Mengucapkan Havdalah pada berakhirnya Sabat pada Sabtu malam (diucapkan pada secawan anggur

Gereja Jemaat Pentakosta Indonesia

munculnya tiga bintang di langit. Beberapa komunitas menunda Havdalah untuk memperpanjang Sabat. Havdalah dibacakan lebih dari anggur halal atau halal jus anggur

Yahwe

(Sh'ma) Amidah Aleinu Kaddish Minyan Birkat Hamazon Shehecheyanu Hallel Havdalah Tachanun Kol Nidre Selichot (S'lichot) Agama lain Yudaisme dan Kekristenan

Bani Quraizhah

(Sh'ma) Amidah Aleinu Kaddish Minyan Birkat Hamazon Shehecheyanu Hallel Havdalah Tachanun Kol Nidre Selichot (S'lichot) Agama lain Yudaisme dan Kekristenan

Mazmur 20

yang dibacakan sebagai pembukaan ibadah sore Maariv, dan bagian dari doa Havdalah yang menandai akhir hari Sabat. Dianggap pantas dibacakan di waktu kesusahan

Mazmur 84

ibadah pagi Pesukei Dezimra dipakai dalam Uva Letzion, dan bagian dari Havdalah. Ayat 6 "Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau" sejalan

Mazmur 3

delapan dari V'hu Rachum dalam Pesukei Dezimra dan juga dipakai dalam Havdalah. Di ayat 2-4 Daud mengeluh kepada Allah mengenai musuh-musuhnya dan tetap