📑 Table of Contents
Kesinambungan antara teks-teks kuni dengan resensi Perjanjian Lama (Septuaginta)

Heksapla (berarti: lipat enam) adalah edisi Alkitab bagian Perjanjian Lama dalam 6 versi yang disusun secara sistematis oleh Origenes sekitar tahun 240 Masehi.[1] Teks ini sangat berguna sebagai sumber teks Alkitab.[1] Karyanya "Heksapla" merupakan prestasi dalam bidang kritik teks.[2] Dengan tabulasi heksapla, Origenes mencoba mengidentifikasi terjemahan Yunani yang terbaik bagi Perjanjian Lama dan Alkitab Ibrani. Dalam enam kolom sejajar Origenes menyejajarkan Perjanjian Lama Ibrani, sebuah transliterasi Yunani, tiga terjemahan Yunani dan Septuaginta.[2]

Susunan

sunting

Karya ini terdiri dari enam kolom pararel, tetapi karena penambahan-penambahan pada bagian tertentu menjadi sembilan kolom.[1] Enam teks yang pokok adalah naskah-naskah Perjanjian Lama yang terdiri dari:

  1. naskah Bahasa Ibrani (mirip dengan Teks Masoret).[1]
  2. Secunda โ€“ Naskah Ibrani yang ditulis/ditransliterasi dalam huruf-huruf Yunani
  3. naskah bahasa Yunani yang disusun oleh Aquila dari Sinope
  4. naskah bahasa Yunani yang disusun oleh Symmachus orang Ebionit
  5. naskah resensi Septuaginta, dengan
    1. interpolasi untuk mengindikasikan di mana kata Ibrani tidak direpresentasikan dalam Septuaginta โ€” ini terutama diambil dari teks Theodotion dan ditandai dengan "asteris" (tanda bintang "*"), dan
    2. indikasi, menggunakan tanda-tanda yang disebut obeloi (bentuk tunggal: obelus), yaitu pada kata-kata, frasa, atau kadang kala bagian yang lebih besar dalam Septuaginta yang tidak mencerminkan kata-kata Ibrani yang mendasarinya.
  6. naskah bahasa Yunani yang disusun oleh Theodotion.

Karya ini mulai dikerjakan oleh Origenes sebelum meninggalkan Alexandria sebelum ia pada tahun 231 pergi ke Kaisarea dan belum selesai hingga pada tahun 245.[1] Karya ini dipergunakan oleh Hieronimus dan ditemukan di perpustakaan di Kaisarea.[1] Menurut Hieronimus, Eusebius dan beberapa bapa-bapa gereja saat itu menggunakannya secara terpisah dan disebut Tetrapla.[1]

Referensi

sunting
  1. ^ a b c d e f g (Indonesia) F.D Wellem., Kamus Sejarah Gereja, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2006
  2. ^ a b (Indonesia)A. Kenneth Curtis, J. Stephen Lang & Randy Petersen, 100 Peristiwa Penting dalam Sejarah Kristen, Immanuel, 1999. Dapat dibaca di sini Diarsipkan 2023-04-08 di Wayback Machine.

Pranala luar

sunting
  • Pindaian lengkap Origen of Alexandria, Hexapla Vol I
  • Pindaian lengkap Origen of Alexandria, Hexapla Vol II
  • Sebuah naskah Hexapla Diarsipkan 2016-03-04 di Wayback Machine.
  • Naskah Hexapla lain Diarsipkan 2012-10-22 di Wayback Machine.
  • ย Herbermann, Charles, ed. (1913). "Hexapla"ย . Catholic Encyclopedia. New York: Robert Appleton Company.
  • Jewish Encyclopedia: Origen: His "Hexapla" Diarsipkan 2011-09-27 di Wayback Machine.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Septuaginta

terlestarikan selain dalam bentuk fragmen (beberapa bagian darinya dikenali dari Heksapla karya Origen, suatu perbandingan enam terjemahan dalam kolom-kolom yang

Perjanjian Lama

paling diakui adalah Akwila dari Sinope, Symmakus, dan Theodotion; dalam Heksapla karyanya, Origen menempatkan edisi teks Ibrani di sebelah salinannya dalam

1 Esdras

tetapi dipandang apokrif dalam Kekristenan Barat. 1 Esdras ditemukan dalam Heksapla karya Origenes. Versi-versi Alkitab Yunani, dan yang berkaitan, memuat

Alkitab bahasa Armenia

lagi dari bahasa Yunani, berdasarkan teks Septuaginta dan karya Origenes, Heksapla. Versi ini, yang sampai sekarang digunakan di dalam Gereja Armenia, selesai

Symmachus orang Ebionit

bahasa Yunani. Penerjemahannya dimasukkan oleh Origen (Origenes) dalam Heksapla dan Tetrapla, yang membandingkan berbagai versi Perjanjian Lama secara

Kodeks Vaticanus

seperti Hort dan Cornill, dianggap secara substansial mendasari edisi Heksapla karya Origenes, yang diselesaikannya di Kaisarea dan diterbitkan sebagai

Secunda (Hexapla)

Secunda (Sekunda) adalah kolom kedua dalam karya Origenes, Heksapla, yaitu kompilasi Alkitab Ibrani dan sejumlah versi terjemahan bahasa Yunani. Kolom

Aquila dari Sinope

Old Cairo Geniza di Fustat, Mesir, sedangkan kutipan yang diambil dari Heksapla tertulis dalam glosses manuskrip tertentu Septuaginta dikumpulkan sebelumnya