📑 Table of Contents
Struktur 3-dimensi hemoglobin

Hemoglobin adalah metaloprotein (protein yang mengandung zat besi) di dalam sel darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh,[1] pada mamalia dan hewan lainnya. Hemoglobin juga pengusung karbon dioksida kembali menuju paru-paru untuk dihembuskan keluar tubuh. Molekul hemoglobin terdiri dari globin, apoprotein, dan empat gugus heme, suatu molekul organik dengan satu atom besi.

Mutasi pada gen protein hemoglobin mengakibatkan suatu golongan penyakit menurun yang disebut hemoglobinopati, di antaranya yang paling sering ditemui adalah anemia sel sabit dan talasemia.

Struktur

sunting

Pada pusat molekul terdapat cincin heterosiklik yang dikenal dengan porfirin yang menahan satu atom besi; atom besi ini merupakan situs/loka ikatan oksigen. Porfirin yang mengandung besi disebut heme. Nama hemoglobin merupakan gabungan dari heme dan globin; globin sebagai istilah generik untuk protein globular. Ada beberapa protein mengandung heme, dan hemoglobin adalah yang paling dikenal dan paling banyak dipelajari.

Gugus heme

Pada manusia dewasa, hemoglobin berupa tetramer (mengandung 4 subunit protein), yang terdiri dari masing-masing dua subunit alfa dan beta yang terikat secara nonkovalen. Subunit-subunitnya mirip secara struktural dan berukuran hampir sama. Tiap subunit memiliki berat molekul kurang lebih 16,000 Dalton, sehingga berat molekul total tetramernya menjadi sekitar 64,000 Dalton. Tiap subunit hemoglobin mengandung satu heme, sehingga secara keseluruhan hemoglobin memiliki kapasitas empat molekul oksigen:

Reaksi bertahap:

  • Hb + O2 <-> HbO2
  • HbO2 + O2 <-> Hb(O2)2
  • Hb(O2)2 + O2 <-> Hb(O2)3
  • Hb(O2)3 + O2 <-> Hb(O2)4

Reaksi keseluruhan:

  • Hb + 4O2 -> Hb(O2)4

Referensi

sunting
  1. ^ "Hemoglobin". WebMD. Diarsipkan dari asli tanggal 2010-02-04. Diakses tanggal 2010-02-20.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Hemoglobin A

Hemoglobin A (HbA), dikenal pula dengan nama hemoglobin dewasa, hemoglobin A1, atau ฮฑ2ฮฒ2, adalah tetramer hemoglobin manusia yang paling banyak ditemukan

Sel darah merah

mm3. Bagian dalam eritrosit terdiri dari hemoglobin, sebuah biomolekul yang dapat mengikat oksigen. Hemoglobin akan mengambil oksigen dari paru-paru dan

Darah

tua apabila kekurangan oksigen. Warna merah pada darah disebabkan oleh hemoglobin, protein pernapasan (respiratory protein), yang terdapat dalam eritrosit

Kalium nitrat

mesiu (bubuk hitam). Dalam daging olahan, kalium nitrat bereaksi dengan hemoglobin dan mioglobin yang kemudian menghasilkan warna merah muda. Kalium nitrat

Aeromonas hydrophila

maupun anaerobik serta bisa mencerna bahan-bahan seperti gelatin dan hemoglobin. Hydrophila diisolasi dari manusia dan hewan pada 1950-an. Bakteri ini

Hitung darah lengkap

menunjukkan jumlah sel darah putih, sel darah merah dan trombosit, konsentrasi hemoglobin, dan hematokrit (persentase volume sel darah merah). Termasuk di dalamnya

Anemia

merah atau jumlah hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada di bawah normal. Sel darah merah mengandung hemoglobin yang berperan mengangkut

Besi

penting dalam biologi, membentuk kompleks dengan oksigen molekuler dalam hemoglobin dan myoglobin; kedua senyawa ini adalah protein pengangkut oksigen dalam