Ibrani 4
Sebagian naskah Papirus 13, yang memuat Surat Ibrani 2:14-5:5; 10:8-22; 10:29-11:13; 11:28-12:17, dibuat sekitar tahun 225-250 M.
KitabSurat Ibrani
KategoriSurat-surat Paulus/Surat-surat Am
Bagian Alkitab KristenPerjanjian Baru
Urutan dalam
Kitab Kristen
19
โ† pasal 3
pasal 5 โ†’

Ibrani 4 (disingkat Ibr 4) adalah bagian dari Surat kepada Orang Ibrani dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen.[1][2] Tidak diketahui pengarangnya, selain dari informasi bahwa ia seorang laki-laki (berdasarkan jenis kata yang dipakainya, misalnya di ayat 11:32)[3] dan kenal dekat dengan Timotius.[4]

Teks

sunting

Struktur

sunting

Pembagian isi pasal menurut Terjemahan Baru:

Ayat 3

sunting
Sebab kita yang beriman, akan masuk ke tempat perhentian seperti yang Ia katakan: "Sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku," sekalipun pekerjaan-Nya sudah selesai sejak dunia dijadikan.[5]

Referensi silang: Mazmur 95:11; Ulangan 1:34,35; Ibrani 3:11

Ayat 12

sunting
Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam daripada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.[6]

Ayat 14

sunting
Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.[8]
  • "Imam Besar Agung...Yesus": Setelah Kristus sendiri menanggung hukuman atas dosa-dosa umat manusia dengan mempersembahkan hidup-Nya sebagai korban, Ia masuk sorga di mana Ia melayani di hadapan Allah demi orang percaya. Pelayanan Yesus sebagai Imam Besar (bandingkan Ibrani 2:17) meliputi enam bidang:

Ayat 15

sunting
Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.[9]

Referensi silang: menderita karena pencobaan (Ibrani 2:18; 4:16; 5:2,7โ€“9; Matius 4:1โ€“10 26:37โ€“39; Lukas 22:53); Ia dapat menolong (Ibrani 7:25,26; Yohanes 10:29; Filipi 3:21; 2 Timotius 1:12; Yudas 1:24); yang dicobai (1 Korintus 10:13; 2 Korintus 12:7โ€“10; 2 Petrus 2:9; Wahyu 3:10)
Pada saat orang percaya tergoda untuk tidak setia kepada Allah dan menyerah kepada dosa, ia harus berdoa kepada Kristus yang telah menang atas segala pencobaan dan kini, selaku Imam Besar, berjanji untuk memberikan kekuatan dan kasih karunia untuk mengalahkan dosa. Tanggung jawab orang percaya adalah mendekat kepada-Nya pada saat mengalami kesulitan; tanggung jawab-Nya adalah memberikan pertolongan manakala diperlukan (Ibrani 4:16).[7]

Ayat 16

sunting
Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.[10]

Karena Kristus dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan orang beriman (Ibrani 4:15), orang itu dapat dengan penuh keberanian menghampiri takhta sorgawi, karena mengetahui bahwa doa dan permohonannya diterima dan diinginkan oleh Bapa di sorga (bandingkan Ibrani 10:19โ€“20). Tempat itu disebut "takhta kasih karunia" karena dari takhta itu mengalir kasih, pertolongan, kemurahan, pengampunan, kuasa rohani, pencurahan Roh Kudus, karunia-karunia rohani, buah roh, dan semua yang diperlukan oleh orang beriman dari Allah. Salah satu berkat terbesar dari keselamatan ialah bahwa Kristus kini merupakan Imam Besar orang-orang beriman yang membuka jalan langsung ke hadapan Dia sehingga orang beriman selalu dapat meminta bantuan yang diperlukan.[7]

Referensi

sunting
  1. ^ Willi Marxsen. Introduction to the New Testament. Pengantar Perjanjian Baru: pendekatan kristis terhadap masalah-masalahnya. Jakarta:Gunung Mulia. 2008. ISBN 9789794159219.
  2. ^ John Drane. Introducing the New Testament. Memahami Perjanjian Baru: Pengantar historis-teologis. Jakarta:Gunung Mulia. 2005. ISBN 979-415-905-0.
  3. ^ Ibrani 11:32
  4. ^ Ibrani 13:23
  5. ^ Ibrani 4:3
  6. ^ Ibrani 4:12
  7. ^ a b c d The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.
  8. ^ Ibrani 4:14
  9. ^ Ibrani 4:15
  10. ^ Ibrani 4:16

Lihat pula

sunting

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Ibrani 2

Ibrani 2 (disingkat Ibr 2) adalah pasal kedua Surat kepada Orang Ibrani dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen. Tidak diketahui pengarangnya, selain

Ibrani 8

Ibrani 8 (disingkat Ibr 8) adalah pasal kedelapan Surat kepada Orang Ibrani dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen. Tidak diketahui pengarangnya, selain

Surat kepada Orang Ibrani

Surat kepada Orang Ibrani (Yunani Koine: ฮ ฯแฝธฯ‚ แผ™ฮฒฯฮฑฮฏฮฟฯ…ฯ‚|Prรฒs Hebraรญous|kepada orang Ibrani) adalah salah satu kitab dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen

Ibrani 7

Ibrani 7 (disingkat Ibr 7) adalah pasal ketujuh Surat kepada Orang Ibrani dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen. Tidak diketahui pengarangnya, selain

Bahasa Ibrani

hanya didukung oleh beberapa antarmuka Halaman bahasa acak Bahasa Ibrani (Alfabet Ibrani: ืขึดื‘ึฐืจึดื™ืช, สฟฤชvrฤซt, diucapkanย [ivหˆสit]ย simak or [ส•ivหˆriฮธ]ย simak;

Abjad Ibrani

Abjad Ibrani atau Alfabet Ibrani adalah sebuah abjad yang digunakan untuk menulis bahasa Ibrani dan bahasa-bahasa Yahudi lainnya seperti bahasa Yiddish

Ibrani 9

Ibrani 9 (disingkat Ibr 9) adalah bagian dari Surat kepada Orang Ibrani dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen. Tidak diketahui pengarangnya, selain

Ibrani 13

Ibrani 13 (disingkat Ibr 13) adalah bagian terakhir dari Surat kepada Orang Ibrani dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen. Tidak diketahui pengarangnya