📑 Table of Contents

Intaglio atau cetak dalam (bahasa Belanda: diepdruk, har.ย 'cetak dalam') adalah teknik cetak dengan prinsip penggoresan gambar ke atas permukaan. Biasanya pelat tembaga atau seng digunakan sebagai bahan acuan utama, dan permukaan cetak dibentuk dengan teknik etsa, gravir, drypoint, atau mezzotint. Penggunaan pelat ini dengan menyelimuti permukaan acuan dengan tinta, kemudian tinta di permukaan yang tinggi dihapus dengan kain tarlatan atau kertas koran sehingga yang tertinggal hanyalah tinta di bagian rendah. Kertas cetak kemudian ditekan ke atas pelat intaglio sehingga tinta berpindah.

Etsa bisa disebut salah satu proses intaglio. Berbeda dengan gravir, di dalam etsa pembentukan bagian rendah dilakukan dengan korosi senyawa asam sementara gravir menggunakan alat-alat mekanik untuk mendapatkan efek yang sama.

Sejarah

sunting

Seni gravir intaglio (Intaglio Engraving) sebagai metode cetak sudah dikembangkan sejak pertengahan abad ke-15, kemungkinan besar di Jerman. Contohnya bisa ditemukan di hiasan senjata, baju zirah, alat musik, dan benda-benda religius.

Di dalam seni grafis, penggunaan gravir berbahan tembaga pertama kali diketahui digunakan oleh Martin Schongauer. Albrecht Dรผrer adalah salah satu seniman intaglio terkenal. Pada abad ke-17 dan ke-18 teknik ini mencapai masa keemasannya, bahkan dipakai untuk mereproduksi gambar-gambar potret. Banyak pula ditemukan perangko-perangko bernilai tinggi yang dicetak dengan teknik ini.

Penggunaan

sunting

Teknik intaglio banyak digunakan untuk materi cetak massal, sebagai contoh uang kertas, sertifikat saham, koran, buku, peta dan majalah, kain, wallpaper, dan lembaran musik. Saat ini, ukiran intaglio digunakan sebagian besar untuk mata uang kertas atau plastik, uang kertas, paspor, dan kadang-kadang untuk prangko bernilai tinggi. Tampilan ukiran terkadang ditiru untuk item seperti undangan pernikahan dengan membuat embos di sekitar tulisan yang dicetak dengan proses lain (seperti litografi atau percetakan offset) untuk memberi kesan tepi pelat ukiran.

Lihat juga

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Uang kertas rupiah

tidak kasat mata menjadi kasat mata dan terasa kasar apabila diraba (cetak intaglio). Sejak berdirinya pemerintahan Presiden Joko Widodo, presiden meresmikan

Rp100.000

pada tahun 2011 menambahkan cetakan pelangi, cincin Omron, dua lingkaran intaglio di kiri bawah sebagai kode tunanetra baru, dan menghilangkan Irisafe yang

Rp2.000

cetakan relief, dan kode tunanetra berbentuk persegi panjang dengan ukiran intaglio di sisi kiri bawah sisi depannya. Edisi kedua uang kertas Rp2.000 diterbitkan

Pound sterling

terlihat di bawah lampu UV. Tiga teknik pencetakan terlibat: offset litho, intaglio dan letterpress; dan catatan tersebut menggabungkan total 85 tinta khusus

Peso Filipina

500-peso, tetapi ini akhirnya disadari karena keterbatasan warna pencetakan intaglio. Nama-nama ilmiah hewan yang ditampilkan di sisi belakang semua uang kertas

Kartografi

dua jenis teknik seni grafis pada zaman Renaisans, yaitu cukil kayu dan intaglio pelat tembaga. Huruf dalam pembuatan peta penting untuk menunjukkan informasi

Uang kertas 1000 yen

dalam uang kertas terbaru. Langkah-langkah tersebut termasuk pencetakan intaglio, hologram, pencetakan mikro, tinta fluoresens, gambar laten, tanda air

Drypoint

Drypoint adalah teknik pembuatan cetakan dari kelompok intaglio, di mana gambar diukir ke dalam pelat (atau "matriks") dengan "jarum" berujung keras dari