Periode interglasial (alternatif: interglasiasi) adalah interval geologis dari suhu rata-rata global yang lebih hangat yang berlangsung ribuan tahun yang memisahkan periode glasial berturut-turut dalam zaman es. Interglasial Holosen saat ini dimulai pada akhir Pleistosen, sekitar 11.700 tahun yang lalu.

Gambar yang menunjukkan pola perubahan suhu dan volume es yang terkait dengan glasial dan interglasial baru-baru ini

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Zaman es

rata-rata, dengan fluktuasi antara periode glasial (lebih dingin) dan interglasial (lebih hangat). Zaman Es telah terjadi berulang kali sepanjang sejarah

Pleistosen

dari empat atau lima tahap glasial utama yang dipisahkan oleh tahap interglasial dengan iklim umumnya mirip dengan hari ini. Dimulai dengan penelitian

Sejarah Bangka

glasial (ditandai meluasnya lapisan es di kedua kutub bumi) dan zaman interglasial (zaman es kembali mencair). Penjelasan geologi tersebut diperjelas dengan

Belanda

pesisir, dan hasil aeolian yang terbentuk pada periode glasial dan interglasial Pleistosen. Hampir seluruh wilayah barat Belanda merupakan muara Sungai

Paleolitikum

paleolitikum atau Zaman Batu Tua. Zaman Batu Tua ini tampaknya mulai di tahapan interglasial ketiga dan mungkin berlangsung lebih dari seratus ribu tahun. Tidak dibutuhkan

Periode glasial

kali dengan diselingi masa-masa yang lebih hangat yang disebut masa interglasial. Pada zaman es air laut membeku sehingga permukaan air laut turun sampai

Metana

nmol/mol selama periode glasial/zaman es dan 600-700 nmol/mol pada periode interglasial. Level konsentrasi metana ini bahkan bertambah jauh lebih besar daripada

Landas benua

laut dangkal (dikenal dengan laut landas) atau teluk pada kurun waktu interglasial. Tepian benua, yang terletak di antara landas benua dan dataran abisal