Bentuk molekul enzim tidak selalu sama pada suatu spesies. Variasi bentuk dapat muncul pada suatu enzim dengan fungsi yang sama karena mutasi atau "kesalahan" dalam proses transkripsi. Jika variasi terjadi pada bagian enzim yang aktif (gugus aktif), kemungkinan besar enzim tidak berfungsi sama sekali. Sementara itu, jika variasi terjadi pada bagian enzim yang tidak aktif yang terjadi biasanya perubahan pada daya kerja enzim tetapi enzim masih tetap berfungsi. Variasi ini dikenal sebagai isoenzim atau isozim.

Isoenzim merupakan produk dari gen-gen yang homolog sehingga belum tentu berasal dari lokus yang sama. Isoenzim yang berasal dari lokus yang sama dikenal sebagai allozim (dari allozyme, "allelic enzyme").

Variasi yang disebabkan oleh mutasi dapat diwariskan dan dapat digunakan sebagai pembeda antara satu varietas dengan varietas yang lain karena menunjukkan polimorfisme.

Setiap isoenzim bermuatan listrik berbeda-beda (karena perubahan urutan asam amino penyusunnya) sehingga akan bergerak dengan kecepatan yang berbeda pula pada elektroforesis. Perilaku ini dimanfaatkan dalam genetika molekular untuk membedakan suatu sampel dengan sampel yang lain.

Lihat pula

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Suweg

Beevy, S. Suhara (2014-10-02). "Diversity Analysis in Amorphophallus Using Isozyme Markers". International Journal of Vegetable Science. 20 (4): 305โ€“321.

Jati

penelitian marker genetik menggunakan teknik isoenzyme/pengujian variasi isozyme yang dilakukan oleh Kertadikara pada tahun 1994. Hasil penelitiannya menunjukan

Kelapa

I. (15 April 2004). "Analysis of coconut cultivars and hybrids using isozyme polymorphism". Acta Botanica Croatica. 63 (1): 69โ€“74. Sukendah; Volkaert

Piruvat dehidrogenase kinase

Biotechnology Information [NCBI]. 2008. PDK4 pyruvate dehydrogenase kinase, isozyme 4 [Homo sapiens]. [terhubung berkala]. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/sites/entrez

Amentotaxus formosana

(1996). "Low genetic variation in Amentotaxus formosana Li revealed by isozyme analysis and random amplified polymorphic DNA markers". Heredity. 77 (4):

Armillaria luteobubalina

Wingfield BD (2009). "Characterisation of Armillaria species based on pectic isozyme analyses" (PDF). Fungal Diversity. 36: 9โ€“16. Coetzee MP, Wingfield BD,

Reboulia

delimitation in Reboulia investigated with morphological, cytological, and isozyme markers". The Bryologist. 101 (1): 61โ€“69. doi:10.2307/3244074. JSTORย 3244074

Penghambat 5ฮฑ-reduktase

Azzouni F, Godoy A, Li Y, Mohler J, etย al. (2012). "The 5 alpha-reductase isozyme family: a review of basic biology and their role in human diseases". Adv