Ivermektin
Data klinis
Nama dagangStromectol, Soolantra, Sklice, dan lainnya
AHFS/Drugs.com sistemik
topikal
MedlinePlusa607069
License data
Kategori
kehamilan
Rute
pemberian
Oral, topikal
Kode ATC
Status hukum
Status hukum
  • US: hanya diresepkan /ย OTC[1]
  • EU: Rx-only [2]
Data farmakokinetika
Bioavailabilitasโ€“
Pengikatan protein93%
MetabolismeHati (CYP450)
Waktu paruh eliminasi18 jam
EkskresiTinja; <1% urine
Pengenal
  • 22,23-dihidroavermektin B1a + 22,23-dihidroavermektin B1b
Nomor CAS
PubChem CID
DrugBank
ChemSpider
UNII
KEGG
ChEBI
ChEMBL
Ligan PDB
CompTox Dashboard (EPA)
ECHA InfoCard100.067.738 Sunting di Wikidata
Data sifat kimia dan fisik
RumusC48H74O14 (22,23-dihydroavermectinย B1a)
C47H72O14 (22,23-dihydroavermectinย B1b)
Massa molar875.106ย gยทmolโˆ’1 (22,23-dihydroavermectinย B1a)
861.079ย gยทmolโˆ’1 (22,23-dihydroavermectinย B1b)
Model 3D (JSmol)
  • CC[C@H](C)[C@@H]1[C@H](CC[C@@]2(O1)C[C@@H]3C[C@H](O2)C/C=C(/[C@H]([C@H](/C=C/C=C/4\CO[C@H]5[C@@]4([C@@H](C=C([C@H]5O)C)C(=O)O3)O)C)O[C@H]6C[C@@H]([C@H]([C@@H](O6)C)O[C@H]7C[C@@H]([C@H]([C@@H](O7)C)O)OC)OC)\C)C.C[C@H]1CC[C@]2(C[C@@H]3C[C@H](O2)C/C=C(/[C@H]([C@H](/C=C/C=C/4\CO[C@H]5[C@@]4([C@@H](C=C([C@H]5O)C)C(=O)O3)O)C)O[C@H]6C[C@@H]([C@H]([C@@H](O6)C)O[C@H]7C[C@@H]([C@H]([C@@H](O7)C)O)OC)OC)\C)O[C@@H]1C(C)C
ย โ˜’NcheckYย (what is this?)ย ย (verify)

Ivermektin (bahasa Inggris: ivermectin) adalah medikasi yang digunakan untuk mengobati berbagai jenis infestasi parasit.[3] Pada manusia, penyakit-penyakit yang diobati dengan ivermektin misalnya infestasi kutu kepala, kudis, kebutaan sungai, strongiloidiasis, trikuriasis, askariasis, dan filariasis limfatik.[3][4][5][6] Dalam kedokteran hewan, ivermektin digunakan untuk mencegah dan mengobati penyakit cacing jantung dan akariasis, serta berbagai indikasi lainnya.[5] Obat ini dapat diminum atau dioleskan ke kulit untuk kasus infestasi eksternal.[3][7]

Efek samping yang umum ditemukan misalnya demam, gatal, dan ruam kulit saat diminum,[3] serta mata merah, kulit kering, dan sensasi kulit terbakar saat digunakan secara topikal untuk mengobati kutu rambut.[8] Obat ini belum memiliki kejelasan apakah aman digunakan selama masa kehamilan, tetapi mungkin dapat diterima untuk digunakan selama menyusui.[9] Ivermektin termasuk dalam keluarga obat avermektin, dan bekerja melalui banyak mekanisme aksi yang mengakibatkan kematian parasit yang ditargetkan.[3]

Ivermektin ditemukan pada tahun 1975 dan mulai digunakan untuk keperluan medis pada tahun 1981.[10][11] Obat ini termasuk dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia.[12] Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat menyetujui ivermektin sebagai obat antiparasit.[13]

Selama pandemi Covid-19, banyak informasi keliru yang tersebar luas yang mengklaim bahwa ivermektin bermanfaat untuk mengobati dan mencegah Covid-19.[14][15] Klaim-klaim tersebut tidak didukung oleh bukti-bukti yang kuat.[16][17][18][19]

Penggunaan medis

sunting

Cacing

sunting

Untuk penyakit kebutaan sungai (onkoserkiasis) dan filariasis limfatik, ivermektin biasanya diberikan sebagai bagian dari kampanye pemberian obat massal yang mendistribusikan obat ke semua anggota masyarakat yang terkena penyakit.[20] Untuk kebutaan sungai, satu dosis oral ivermektin (150 mikrogram per kilogram berat badan) membersihkan tubuh dari larva cacing Onchocerca volvulus selama beberapa bulan, serta mencegah penularan dan perkembangan penyakit.[20] Cacing dewasa dapat bertahan hidup di kulit dan akhirnya sembuh untuk menghasilkan larva cacing lagi. Untuk mencegah cacingan, ivermektin diberikan setidaknya sekali per tahun selama 10 hingga 15 tahun.[21] Untuk filariasis limfatik, ivermektin oral (200 mikrogram per kilogram berat badan) merupakan bagian dari pengobatan kombinasi yang diberikan setiap tahun, yaitu ivermektin, dietilkarbamazin sitrat, dan albendazol di tempat-tempat tanpa onkoserkiasis; dan kombinasi ivermektin dengan albendazol di tempat-tempat dengan onkoserkiasis.[22][a]

Tungau dan serangga

sunting

Ivermektin juga digunakan untuk mengobati serangan artropoda parasitik. Kudis, yang merupakan infestasi tungau Sarcoptes scabiei, paling sering diobati dengan permetrin topikal atau ivermektin oral. Untuk sebagian besar kasus skabies, ivermektin diberikan dalam dua dosis. Dosis pertama membunuh tungau aktif, tetapi tidak membunuh telurnya. Selama minggu berikutnya setelah telur menetas, dosis kedua digunakan untuk membunuh tungau yang baru menetas.[24][25] Untuk "kudis berkrusta" yang parah, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) merekomendasikan hingga tujuh dosis ivermektin selama sebulan, bersama dengan antiparasit topikal.[25] Baik kutu rambut kepala maupun kutu rambut kemaluan dapat diobati dengan ivermektin oral maupun ivermektin losion 0,5% yang dioleskan langsung ke area yang terkena, atau dengan berbagai insektisida lainnya.[26][27] Ivermektin juga digunakan untuk mengobati rosasea dan blefaritis, keduanya dapat disebabkan atau diperburuk oleh tungau Demodex folliculorum.[28][29]

Kontraindikasi

sunting

Ivermektin dikontraindikasikan untuk anak berusia di bawah lima tahun atau mereka yang beratnya kurang dari 15 kilogram,[30] serta individu dengan penyakit hati atau ginjal.[31] Ivermektin disekresikan dalam konsentrasi yang sangat rendah dalam air susu ibu.[32] Masih belum jelas apakah ivermektin aman digunakan selama kehamilan.[33]

Efek samping

sunting

Efek samping yang serius setelah pengobatan dengan ivermektin lebih sering terjadi pada orang yang dalam darahnya terdapat sejumlah besar larva cacing Loa loa.[34] Mereka yang memiliki lebih dari 30.000 mikrofilaria per mililiter darah berisiko mengalami peradangan dan penyumbatan kapiler karena terjadi kematian mikrofilaria yang cepat setelah pemberian ivermektin.[34]

Dampak utama pemberian ivermektin adalah neurotoksisitas, yang pada sebagian besar spesies mamalia dapat bermanifestasi sebagai depresi sistem saraf pusat dan ataksia, yang bisa terjadi akibat potensiasi sinapsis asam gamma-aminobutirat (GABA) inhibitori. Karena obat yang menghambat enzim CYP3A4 juga sering menghambat transpor P-glikoprotein, risiko peningkatan penyerapan melewati sawar darah otak timbul ketika ivermektin diberikan bersamaan dengan inhibitor CYP3A4 lainnya. Obat-obat jenis ini termasuk statin, inhibitor protease HIV, obat penghambat saluran kalsium, lidokain, benzodiazepin, dan glukokortikoid seperti deksametasona.[35]

Selama pengobatan dengan cara yang umum, ivermektin dapat menyebabkan peningkatan aminotransferase secara minor, dan pada kondisi yang jarang, mengakibatkan gangguan hati ringan yang tampak secara klinis.[36] Untuk anjing, insektisida spinosad mungkin memiliki efek meningkatkan toksisitas ivermektin.[37]

Farmakologi

sunting
Ivermektin (IVM) berikatan dengan protein cacing C. elegans, GluClR. Molekul IVM berinteraksi dengan kantong pengikatan yang dibentuk oleh domain transmembran di dekat subunit GluClR, โ€œmengunciโ€ dalam konformasi teraktivasi (terbuka) yang memungkinkan aliran ion klorida (Clโˆ’) masuk tak terhalang ke dalam sel. (Membran plasma digambarkan dengan gradien biruโ€“merah muda)

Mekanisme aksi

sunting

Ivermektin dan obat-obatan sejenisnya bekerja dengan mengganggu fungsi saraf dan otot cacing dan serangga.[38] Obat ini berikatan dengan gerbang glutamat pada saluran klorida yang umum ditemukan di sel-sel saraf dan sel-sel otot invertebrata.[39] Pengikatan ivermektin mengakibatkan saluran ini terbuka dan meningkatkan aliran ion klorida serta hiperpolarisasi membran sel.[38][39] Hiperpolarisasi ini melumpuhkan jaringan yang terkena dan akhirnya membunuh invertebrata. Pada mamalia (termasuk manusia) saluran klorida bergerbang glutamat hanya terbatas di otak dan sumsum tulang belakang; ivermektin tidak dapat melewati sawar darah otak sehingga tidak sampai ke otak untuk dapat memengaruhi saluran klorida mamalia.[39]

Farmakokinetika

sunting

Ivermektin dapat diberikan melalui mulut, secara topikal, atau melalui suntikan. Obat ini tidak mudah melintasi sawar darah otak mamalia karena adanya P-glikoprotein (mutasi gen MDR1 memengaruhi fungsi protein ini).[40] Pelintasan mungkin terjadi secara signifikan jika ivermektin diberikan dengan dosis tinggi (dalam kasus ini, kadar ivermektin dalam otak mencapai puncaknya 2โ€“5 jam setelah diberikan). Berbeda dengan mamalia, ivermektin dapat melewati sawar darah otak pada kura-kura, sering kali diikuti dengan konsekuensi yang fatal.

Ekotoksisitas

sunting

Studi lapangan telah menunjukkan kotoran hewan yang diobati dengan ivermektin menurunkan keanekaragaman invertebrata secara signifikan, dan kotoran tersebut bertahan lebih lama.[41]

Kimia

sunting
Avermektin yang dihasilkan dari fermentasi merupakan titik awal kimiawi untuk menghasilkan ivermektin

Fermentasi Streptomyces avermitilis menghasilkan delapan homolog avermektin yang serupa, dengan B1a dan B1b menjadi sebagian besar produk yang diisolasi. Pada langkah kimia terpisah, campuran tersebut dihidrogenasi untuk menghasilkan ivermektin, yang merupakan campuran dari dua senyawa 22,23-dihidroavermektin dengan perbandingan sekitar 80:20.[42][43][44]

Sejarah

sunting

Keluarga senyawa avermektin ditemukan oleh Satoshi ลŒmura dari Universitas Kitasato dan William Campbell dari Merck. Pada tahun 1970, ลŒmura mengisolasi bakteri Streptomyces yang sifatnya tidak biasa dari tanah dekat lapangan golf di sepanjang pantai tenggara Honshu, Jepang.[44] ลŒmura mengirim bakteri tersebut ke William Campbell, yang menunjukkan bahwa kultur bakteri tersebut dapat menyembuhkan tikus yang terinfeksi cacing gelang Heligmosomoides polygyrus.[44] Campbell mengisolasi senyawa aktif dari kultur bakteri tersebut dan menamakannya "avermektin" dan menamakan bakterinya sebagai Streptomyces avermitilis karena memiliki senyawa yang mampu membersihkan cacing dalam tikus (dalam bahasa Latin: a 'tanpa', vermis 'cacing').[44] Dari berbagai avermektin, kelompok Campbell menemukan bahwa senyawa "avermektin B1" paling ampuh bila diminum secara oral.[44] Mereka menyintesis bentuk termodifikasi dari avermektin B1 untuk meningkatkan sifat farmasetiknya, hingga akhirnya memilih campuran setidaknya 80% 22,23-dihidroavermektin B1a dan hingga 20% 22,23-dihidroavermektin B1b, kombinasi yang mereka sebut "ivermektin".[44][45]

Ivermektin diperkenalkan pada tahun 1981.[46] Separuh dari Penghargaan Nobel Fisiologi atau Kedokteran 2015 dianugerahkan bersama-sama kepada Campbell dan ลŒmura karena menemukan avermektin, "turunannya yang secara radikal menurunkan insiden kebutaan sungai dan filariasis limfatik, serta memperlihatkan kemanjuran terhadap penyakit-penyakit parasitik lainnya yang semakin meluas".[47]

Penelitian

sunting

Covid-19

sunting

Pada penelitian in vitro, ivermektin mempunyai efek antivirus yang efektif terhadap beberapa Virus RNA sense positif untai tunggal seperti SARS-CoV-2.[48] Studi lanjutan menyatakan bahwa ivermektin dapat menghambat replikasi SARS-CoV-2 pada kultur sel ginjal kera dengan IC50 sebesar 2.2โ€“2.8ย ฮผM.[49][50] Namun berdasarkan informasi tersebut, maka diperlukan dosis yang lebih tinggi dari dosis maksimum yang disetujui untuk penggunaan pada manusia agar ivermektin dapat memiliki efek antivirus.[51][52] Ivermektin dosis tinggi dapat berbahaya bagi manusia karena mekanisme kerja efek antivirus ivermektin berkaitan dengan penghambatan proses seluler dari inang,[51] khususnya penghambatan transpor inti sel oleh importin ฮฑ/ฮฒ1.[53] Maka, dasar untuk menjadikan ivermektin sebagai terapi Covid-19 masih tidak cukup kuat.[19] Penggunaan obat secara asal tanpa adanya resep dari dokter dengan dosis yang tinggi telah menyebabkan beberapa orang harus dirawat di rumah sakit. Lalu, overdosis ivermektin dapat menyebabkan kematian, kemungkinan karena disebabkan adanya interaksi dengan obat lain.[54] Untuk menjawab ketidakpastian dari penelitian skala kecil atau dengan kualitas yang buruk, per juni sedang dilakukan penelitian skala besar di Amerika Serikat dan Britania Raya.[55][56]

Banyak penelitian mengenai penggunaan ivermektin untuk Covid-19 memiliki keterbatasan dalam metode penelitian, sehingga bukti yang dihasilkan berkualitas rendah.[19][57][58] Hal ini membuat beberapa pihak secara terbuka menyatakan bahwa bukti efektivitas ivermektin terhadap Covid-19 sangat lemah. Pada Februari 2021, Merck Sharp Dohme yang merupakan penemu obat tersebut mengeluarkan pernyataan bahwa tidak terdapat bukti yang cukup untuk efektivitas ivermektin melawan Covid-19 dan mencoba untuk menggunakan ivermektin dalam kasus tersebut mungkin tidak aman bagi manusia.[59][60] Panduan penatalaksanaan Covid-19 dari Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat menyatakan bahwa penggunaan ivermektin tidak dapat ditentukan apakah direkomendasikan atau dilarang digunakan untuk Covid-19 karena bukti yang sangat terbatas.[61] Di Britania Raya, Badan Penasihat Terapi Covid-19 menyatakan bahwa dasar bukti penggunaan ivermektin sebagai terapi Covid-19 belum mencukupi untuk dapat dilakukan penelitian lanjutan.[62]

Ivermektin belum disetujui oleh FDA untuk digunakan dalam mengobati penyakit yang disebabkan oleh virus.[61] Selain itu, European Medicines Agency (EMA) juga belum memberikan persetujuan penggunaan ivermektin untuk mengobati Covid-19. EMA menyatakan bahwa After reviewing the evidence on ivermectin, "data yang ada saat ini tidak mendukung penggunaan ivermektin untuk COVID-19 di luar untuk kepentingan uji klinis yang dirancang dengan baik".[63] Pada bulan Maret 2021, baik FDA dan EMA mengeluarkan panduan bahwa ivermektin sebaiknya tidak digunakan untuk mengobati atau mencegah Covid-19.[54][63] WHO juga menyatakan bahwa ivermektin sebaiknya tidak digunakan untuk mengobati Covid-19 kecuali dalam uji klinis.[64] Badan Pengawas Kesehatan Brasil, Brazilian Society of Infectious Diseases, dan Perhimpunan Dokter Paru Brasil mengeluarkan pernyataan bersama yang menyarankan untuk tidak menggunakan ivermektin dalam pencegahan atau pengobatan COVID-19 pada tahap awal.[65][66][67]

Misinformasi, rendahnya kepercayaan masyarakat, perasaan hilang kendali, dan keputusasaan karena meningkatnya jumlah kasus dan kematian menyebabkan peningkatan penggunaan obat ini dan menjamurnya pasar gelap di Eropa Tengah dan Timur, Amerika Latin,[68][69] dan Afrika Selatan. Hal ini menimbulkan masalah tersendiri dalam hal swamedikasi, keamanan, dan kelayakan uji klinis di masa mendatang.[70] Walau tidak terdapat bukti yang kuat mengenai efektivitas ivermektin untuk mengobati Covid-19, beberapa pemerintah dari berbagai negara memperbolehkan penggunan ivermektin di luar indikasi yang disetujui (off-label), seperti Ceko,[70] Slowakia,[70] Peru (yang kemudian menarik pernyataan tersebut, tetapi masih digunakan di lapangan),[71][72] dan India.[73][74]

Catatan

sunting
  1. ^ Pada orang dengan onkoserkiasis, dietilkarbamazin sitrat dapat menyebabkan serangkaian efek samping berbahaya yang disebut reaksi Mazzotti. Karena itu, dietilkarbamazin sitrat dihindari di tempat-tempat yang sering ditemukan onkoserkiasis.[23]

Referensi

sunting
  1. ^ "FDA Approves Lotion for Nonprescription Use to Treat Head Lice". U.S. Food and Drug Administration (FDA) (Press release). 27 October 2020. Diakses tanggal 27 October 2020. Artikel ini memuat teks dari sumber tersebut, yang berada dalam ranah publik.
  2. ^ "List of nationally authorised medicinal products", European Medicines Agency, 26 November 2020.
  3. ^ a b c d e "Ivermectin". The American Society of Health-System Pharmacists. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Januari 3, 2016. Diakses tanggal Januari 16, 2016.
  4. ^ Sneader W (2005). Drug Discovery a History. Chichester: John Wiley & Sons. hlm.ย 333. ISBNย 978-0-470-01552-0.
  5. ^ a b Saunders Handbook of Veterinary Drugs: Small and Large Animal (Edisi 4). Elsevier Health Sciences. 2015. hlm.ย 420. ISBNย 978-0-323-24486-2. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Januari 31, 2016.
  6. ^ CDC-Centers for Disease Control and Prevention (23 August 2019). "Ascariasis - Resources for Health Professionals". www.cdc.gov. Diakses tanggal 28 December 2019.
  7. ^ Panahi Y, Poursaleh Z, Goldust M (2015). "The efficacy of topical and oral ivermectin in the treatment of human scabies" (PDF). Annals of Parasitology. 61 (1): 11โ€“16. PMIDย 25911032. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2020-04-04. Diakses tanggal 2021-06-29.
  8. ^ "Ivermectin (topical)". The American Society of Health-System Pharmacists. Juli 27, 2020. Diakses tanggal Januari 16, 2021.
  9. ^ "Ivermectin Levels and Effects while Breastfeeding". Drugs.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Januari 1, 2016. Diakses tanggal Januari 16, 2016.
  10. ^ Mehlhorn H (2008). Encyclopedia of parasitology (Edisi 3rd). Berlin: Springer. hlm.ย 646. ISBNย 978-3-540-48994-8. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Juni 26, 2020.
  11. ^ Vercruysse J, Rew RS, ed. (2002). Macrocyclic lactones in antiparasitic therapy. Oxon, UK: CABI Pub. hlm.ย Preface. ISBNย 978-0-85199-840-4. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Januari 31, 2016.
  12. ^ World Health Organization (2019). World Health Organization model list of essential medicines: 21st list 2019. Geneva: World Health Organization. hdl:10665/325771. WHO/MVP/EMP/IAU/2019.06. License: CC BY-NC-SA 3.0 IGO.
  13. ^ Ahmed S, Karim MM, Ross AG, Hossain MS, Clemens JD, Sumiya MK, etย al. (December 2020). "A five-day course of ivermectin for the treatment of COVID-19 may reduce the duration of illness". International Journal of Infectious Diseases. 103: 214โ€“216. doi:10.1016/j.ijid.2020.11.191. PMCย 7709596. PMIDย 33278625.
  14. ^ KCUR, Alex Smith (2020-11-12). "When False Information Goes Viral, COVID-19 Patient Groups Fight Back". Kaiser Health News. Diakses tanggal 26 May 2021.[Verifikasi gagal]
  15. ^ Evershed, Nick; McGowan, Michael; Ball, Andy; Evershed, Nick; McGowan, Michael; Ball, Andy. "Anatomy of a conspiracy theory: how misinformation travels on Facebook". The Guardian. Diakses tanggal 26 May 2021.
  16. ^ "EMA advises against use of ivermectin for the prevention or treatment of COVID-19 outside randomised clinical trials". European Medicines Agency. March 22, 2021. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  17. ^ Washington, District of Columbia 1100 Connecticut Ave NW Suite 1300B. "PolitiFact - Fact-checking claim about the use of ivermectin to treat COVID-19". @politifact. Diakses tanggal 26 May 2021. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  18. ^ "Frontiers Pulls Special COVID-19 Issue After Content Dispute". The Scientist Magazineยฎ (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 26 May 2021.
  19. ^ a b c Garegnani LI, Madrid E, Meza N (2021-04-22). "Misleading clinical evidence and systematic reviews on ivermectin for COVID-19". BMJ Evidence-Based Medicine. doi:10.1136/bmjebm-2021-111678. ISSNย 2515-446X. PMIDย 33888547.
  20. ^ a b Ashour DS (August 2019). "Ivermectin: From theory to clinical application". Int J Antimicrob Agents. 54 (2): 134โ€“142. doi:10.1016/j.ijantimicag.2019.05.003. PMIDย 31071469.
  21. ^ "Onchocerciasis". World Health Organization. 14 June 2019. Diakses tanggal 11 January 2021.
  22. ^ "Lymphatic filariasis". World Health Organization. 2 March 2020. Diakses tanggal 11 January 2021.
  23. ^ Babalola OE (2011). "Ocular onchocerciasis: current management and future prospects". Clin Ophthalmol. 5: 1479โ€“91. doi:10.2147/OPTH.S8372. PMCย 3206119. PMIDย 22069350. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  24. ^ Thomas C, Coates SJ, Engelman D, Chosidow O, Chang AY (March 2020). "Ectoparasites: Scabies". J Am Acad Dermatol. 82 (3): 533โ€“548. doi:10.1016/j.jaad.2019.05.109. PMIDย 31310840.
  25. ^ a b "Scabies - Medications". U.S. Centers for Disease Control and Prevention. Diakses tanggal 11 February 2021.
  26. ^ Gunning K, Kiraly B, Pippitt K (May 2019). "Lice and Scabies: Treatment Update". Am Fam Physician. 99 (10): 635โ€“642. PMIDย 31083883.
  27. ^ "Pubic "Crab" Lice - Treatment". U.S. Centers for Disease Control and Prevention. Diakses tanggal 11 February 2021.
  28. ^ vaan Zuuren EJ (November 2017). "Rosacea". N Engl J Med. 377 (18): 1754โ€“1764. doi:10.1056/NEJMcp1506630. PMIDย 29091565.
  29. ^ Elston CA, Elston DM (2014). "Demodex mites". Clin Dermatol. 32 (6): 739โ€“43. doi:10.1016/j.clindermatol.2014.02.012. PMIDย 25441466.
  30. ^ Dourmishev AL, Dourmishev LA, Schwartz RA (December 2005). "Ivermectin: pharmacology and application in dermatology". International Journal of Dermatology. 44 (12): 981โ€“8. doi:10.1111/j.1365-4632.2004.02253.x. PMIDย 16409259. S2CIDย 27019223.
  31. ^ Heukelbach J, Winter B, Wilcke T, Muehlen M, Albrecht S, de Oliveira FA, Kerr-Pontes LR, Liesenfeld O, Feldmeier H (August 2004). "Selective mass treatment with ivermectin to control intestinal helminthiases and parasitic skin diseases in a severely affected population". Bulletin of the World Health Organization. 82 (8): 563โ€“71. PMCย 2622929. PMIDย 15375445.
  32. ^ Koh YP, Tian EA, Oon HH (September 2019). "New changes in pregnancy and lactation labelling: Review of dermatologic drugs". Int J Womens Dermatol. 5 (4): 216โ€“226. doi:10.1016/j.ijwd.2019.05.002. PMCย 6831768. PMIDย 31700976.
  33. ^ Nicolas P, Maia MF, Bassat Q, Kobylinski KC, Monteiro W, Rabinovich NR, Menรฉndez C, Bardajรญ A, Chaccour C (January 2020). "Safety of oral ivermectin during pregnancy: a systematic review and meta-analysis". Lancet Glob Health. 8 (1): e92 โ€“ e100. doi:10.1016/S2214-109X(19)30453-X. PMIDย 31839144.
  34. ^ a b Pion SD, Tchatchueng-Mbougua JB, Chesnais CB, Kamgno J, Gardon J, Chippaux JP, etย al. (April 2019). "Effect of a Single Standard Dose (150โ€“200 ฮผg/kg) of Ivermectin on Loa loa Microfilaremia: Systematic Review and Meta-analysis". Open Forum Infectious Diseases. 6 (4): ofz019. doi:10.1093/ofid/ofz019. PMCย 6449757. PMIDย 30968052.
  35. ^ Goodman and Gilman's The Pharmacological Basis of Therapeutics], 11th edition, pages 1084โ€“1087.
  36. ^ Ivermectin. Bethesda, Maryland: National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. 2012. PMIDย 31644227. Diakses tanggal 2021-05-30.
  37. ^ "COMFORTISยฎ and ivermectin interaction Safety Warning Notification". U.S. Food and Drug Administration (FDA) Center for Veterinary Medicine (CVM). Diarsipkan dari asli tanggal August 29, 2009.
  38. ^ a b Martin RJ, Robertson AP, Choudhary S (January 2021). "Ivermectin: An Anthelmintic, an Insecticide, and Much More". Trends Parasitol. 37 (1): 48โ€“64. doi:10.1016/j.pt.2020.10.005. PMCย 7853155. PMIDย 33189582. S2CIDย 226972704. Pemeliharaan CS1: Embargo PMC kedaluwarsa (link)
  39. ^ a b c Omura S, Crump A (September 2014). "Ivermectin: panacea for resource-poor communities?". Trends Parasitol. 30 (9): 445โ€“55. doi:10.1016/j.pt.2014.07.005. PMIDย 25130507.
  40. ^ Borst P, Schinkel AH (June 1996). "What have we learnt thus far from mice with disrupted P-glycoprotein genes?". European Journal of Cancer. 32A (6): 985โ€“90. doi:10.1016/0959-8049(96)00063-9. PMIDย 8763339.
  41. ^ Iglesias LE, Saumell CA, Fernรกndez AS, Fusรฉ LA, Lifschitz AL, Rodrรญguez EM, Steffan PE, Fiel CA (December 2006). "Environmental impact of ivermectin excreted by cattle treated in autumn on dung fauna and degradation of faeces on pasture". Parasitology Research. 100 (1): 93โ€“102. doi:10.1007/s00436-006-0240-x. PMIDย 16821034. S2CIDย 28765870.
  42. ^ Lasota JA, Dybas RA (1991). "Avermectins, a novel class of compounds: implications for use in arthropod pest control". Annual Review of Entomology. 36: 91โ€“117. doi:10.1146/annurev.en.36.010191.000515. PMIDย 2006872.
  43. ^ Jansson RK, Dybas RA (1998). "Avermectins: Biochemical Mode of Action, Biological Activity and Agricultural Importance". Insecticides with Novel Modes of Action. Applied Agriculture. Berlin, Heidelberg: Springer. hlm.ย 152โ€“170. doi:10.1007/978-3-662-03565-8_9. ISBNย 978-3-642-08314-3.
  44. ^ a b c d e f Laing R, Gillan V, Devaney E (June 2017). "Ivermectin - Old Drug, New Tricks?". Trends Parasitol. 33 (6): 463โ€“472. doi:10.1016/j.pt.2017.02.004. PMCย 5446326. PMIDย 28285851.
  45. ^ Campbell WC, Fisher MH, Stapley EO, Albers-Schรถnberg G, Jacob TA (August 1983). "Ivermectin: a potent new antiparasitic agent". Science. 221 (4613): 823โ€“8. Bibcode:1983Sci...221..823C. doi:10.1126/science.6308762. PMIDย 6308762.
  46. ^ Campbell WC, Burg RW, Fisher MH, Dybas RA (June 26, 1984). "Chapter 1: The discovery of ivermectin and other avermectins". Pesticide Synthesis Through Rational Approaches. ACS Symposium Series. Vol.ย 255. American Chemical Society. hlm.ย 5โ€“20. doi:10.1021/bk-1984-0255.ch001. ISBNย 978-0-8412-1083-7.
  47. ^ "The Nobel Prize in Physiology or Medicine 2015" (PDF). Nobel Foundation. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal Oktober 6, 2015. Diakses tanggal Oktober 7, 2015.
  48. ^ Heidary F, Gharebaghi R (September 2020). "Ivermectin: a systematic review from antiviral effects to COVID-19 complementary regimen". The Journal of Antibiotics. 73 (9): 593โ€“602. doi:10.1038/s41429-020-0336-z. PMCย 7290143. PMIDย 32533071.
  49. ^ Caly L, Druce JD, Catton MG, Jans DA, Wagstaff KM (April 2020). "The FDA-approved drug ivermectin inhibits the replication of SARS-CoV-2 in vitro". Antiviral Research. 178: 104787. doi:10.1016/j.antiviral.2020.104787. PMCย 7129059. PMIDย 32251768.
  50. ^ ลžimลŸek Yavuz S, รœnal S (April 2020). "Antiviral treatment of COVID-19". Turkish Journal of Medical Sciences. 50 (SI-1): 611โ€“619. doi:10.3906/sag-2004-145. PMCย 7195979. PMIDย 32293834.
  51. ^ a b Bray M, Rayner C, Noรซl F, Jans D, Wagstaff K (June 2020). "Ivermectin and COVID-19: A report in Antiviral Research, widespread interest, an FDA warning, two letters to the editor and the authors' responses". Antiviral Research. 178: 104805. doi:10.1016/j.antiviral.2020.104805. PMCย 7172803. PMIDย 32330482.
  52. ^ Lรณpez-Medina E, Lรณpez P, Hurtado IC, Dรกvalos DM, Ramirez O, Martรญnez E, etย al. (2021-03-04). "Effect of Ivermectin on Time to Resolution of Symptoms Among Adults With Mild COVID-19". JAMA. 325 (14): 1426โ€“1435. doi:10.1001/jama.2021.3071. ISSNย 0098-7484. PMCย 7934083. PMIDย 33662102. Pemeliharaan CS1: Embargo PMC kedaluwarsa (link)
  53. ^ Yang SN, Atkinson SC, Wang C, Lee A, Bogoyevitch MA, Borg NA, Jans DA (May 2020). "The broad spectrum antiviral ivermectin targets the host nuclear transport importin ฮฑ/ฮฒ1 heterodimer" (PDF). Antiviral Research. 177: 104760. doi:10.1016/j.antiviral.2020.104760. PMIDย 32135219.
  54. ^ a b "Why You Should Not Use Ivermectin to Treat or Prevent COVID-19". Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA). 5 Maret 2021. Diakses tanggal 5 Maret 2021.
  55. ^ Schraer, Rachel (23 Juni 2021). "Covid: Ivermectin to be studied as possible treatment in UK". BBC News. Diakses tanggal 23 Juni 2021.
  56. ^ "COVID-19 Therapeutics Prioritized for Testing in Clinical Trials". National Institutes of Health. Diakses tanggal 27 Juni 2021.
  57. ^ Bartoszko JJ, Siemieniuk RA, Kum E, Qasim A, Zeraatkar D, etย al. (April 2021). "Prophylaxis against covid-19: living systematic review and network meta-analysis". BMJ (Systematic review). 373: n949. doi:10.1136/bmj.n949. PMCย 8073806. PMIDย 33903131.
  58. ^ Roman YM, Burela PA, Pasupuleti V, Piscoya A, Vidal JE, Hernandez AV (28 June 2021). "Ivermectin for the treatment of COVID-19: A systematic review and meta-analysis of randomized controlled trials". Clinical Infectious Diseases. doi:10.1093/cid/ciab591. ISSNย 1058-4838. PMIDย 34181716.
  59. ^ Gorski DH (15 April 2021). "Ivermectin is the new hydroxychloroquine". Science-Based Medicine.
  60. ^ "Merck Statement on Ivermectin use During the COVID-19 Pandemic". Merck. 4 Februari 2021.
  61. ^ a b "The COVID-19 Treatment Guidelines Panel's Statement on the Use of Ivermectin for the Treatment of COVID-19". National Institutes of Health. 14 Januari 2020.
  62. ^ Wadvalla BA (April 2021). "Covid-19: Ivermectin's politicisation is a warning sign for doctors turning to orphan treatments". BMJ. 373: n747. doi:10.1136/bmj.n747. PMIDย 33795225. S2CIDย 232484313.
  63. ^ a b "EMA advises against use of ivermectin for the prevention or treatment of COVID-19 outside randomised clinical trials" (Press release). European Medicines Agency. 22 Maret 2021.
  64. ^ "WHO advises that ivermectin only be used to treat COVID-19 within clinical trials". World Health Organisation. 31 Maret 2021.
  65. ^ Quintanilha, Dayana de Oliveira (2020-07-13). "Anvisa se manifesta contra o uso da ivermectina na Covid-19" [Anvisa speaks out against the use of ivermectin in Covid-19]. PEBMED (dalam bahasa Portuguese). Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  66. ^ "Atualizaรงรตes e Recomendaรงรตes sobre a Covid-19" [Updates and recommendations on Covid-19] (PDF) (dalam bahasa Portuguese). Sociedade Brasileira de Infectologia. 2020-12-09. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  67. ^ "Posicionamento da Sociedade Brasileira de Pneumologia e Tisiologia Sobre o Colapso em Manaus e Tratamento Preventivo e Precoce da Covid-19" [Brazilian Thoracic Society Position Statement on the Collapse in Manaus and the Preventive and Early Treatment of Covid-19] (dalam bahasa Portuguese). Sociedade Brasileira de Pneumologia e Tisiologia. 2021-01-17. Diakses tanggal 2021-01-18. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  68. ^ Mega ER (October 2020). "Latin America's embrace of an unproven COVID treatment is hindering drug trials". Nature. 586 (7830): 481โ€“482. Bibcode:2020Natur.586..481M. doi:10.1038/d41586-020-02958-2. PMIDย 33077974.
  69. ^ Molento MB (December 2020). "COVID-19 and the rush for self-medication and self-dosing with ivermectin: A word of caution". One Health. 10. Elsevier BV: 100148. doi:10.1016/j.onehlt.2020.100148. PMCย 7313521. PMIDย 32632377.
  70. ^ a b c "The rise and fall of a coronavirus 'miracle cure'". POLITICO. 2021-03-30. Diakses tanggal 2021-05-31.
  71. ^ Andina (13 Oktober 2020). "Covid-19: Minsa aprueba resoluciรณn que deja sin efecto el uso de tres medicamentos" (dalam bahasa Spanish). Agencia Peruana de Noticias. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  72. ^ "Ivermectina vuelve a ser incluida en tratamiento covid-19" (dalam bahasa Spanyol). Extra. 22 Januari 2021.
  73. ^ Mishra, Manas (2021-05-13). "Indian states turn to anti-parasitic drug to fight COVID-19 against WHO advice". Reuters. Diakses tanggal 2021-05-30.
  74. ^ "Fact check: No link between India's falling COVID-19 cases and hydroxychloroquine". USA Today. 21 May 2021. Diakses tanggal 25 Mei 2021.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Nirmatrelvir/ritonavir

'repackaged ivermectin'". Science-Based Medicine. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 December 2021. Diakses tanggal 5 January 2022. "Ivermectin: How false

Demodikosis

lain yang dapat digunakan termasuk doramektin dan milbemisin. Penggunaan ivermectin per oral tidak boleh digunaan bersamaan dengan obat yang berkerja sebagai

Strongyloides

ratti, ditemukan pada tikus. Perawatan untuk infeksi strongyloides adalah ivermectin atau thiabendazole. "Strongyloides - Overview". Encyclopedia of Life (dalam

Abamektin

526โ€“531. doi:10.1038/nbt820. PMIDย 12692562. Campbell WC (6 December 2012). Ivermectin and Abamectin. Springer Science & Business Media. hlm.ย 304โ€“. ISBNย 978-1-4612-3626-9

Impala

elongata, Linognathus aepycerus, dan L. nevilli; dalam sebuah studi, ivermectin (obat untuk melawan parasit) ditemukan memiliki efek pada spesies Boophilus

Radang telinga luar

tetes telinga yang mengandung anti ektoparasit atau injeksi obat golongan ivermectin dan selemectin bisa diberikan bila otitis disebabkan oleh tungau telinga

Loa loa

Molyneux, DH (2000). "Satellite mapping of Loa loa prevalence in relation to ivermectin use in west and central Africa". The Lancet. 356 (9235): 1077โ€“1078. doi:10

Penangguhan YouTube

selama seminggu karena misinformasi melalui promosi Hydroxychloroquine dan Ivermectin sebagai pengobatan alternatif COVID-19. 27,600~ Sky News Australia Saluran