Sungai Jagir
Kali Jagir
PetaKoordinat: 7°18′15″S 112°50′44″E / 7.30417°S 112.84556°E / -7.30417; 112.84556


Kali Jagir adalah salah satu anak Sungai Mas yang merupakan sungai buatan pada zaman penjajahan Belanda[butuh rujukan] dan mengalir ke arah timur di Kota Surabaya. Kali Jangir terletak di sepanjang Jl. Jagir Wonokromo. Zaman dahulu, Kali Jagir berair jernih, sehingga banyak dimanfaatkan masyarakat untuk MCK, atau sekadar berenang. Namun, akibat pencemaran air Kali Jagir berwarna keruh, dan saat ini Pemkot Surabaya telah memulai membersihkan Kali Jagir.[butuh rujukan]

Di sungai ini juga terdapat pintu air peninggalan Belanda yang saat ini masih dipergunakan untuk pengaturan debit air Kali Mas, yaitu pecahan Sungai Brantas di kota Surabaya untuk dibuang ke Kali Jagir. Letak pintu air tersebut berada di sebelah Stasiun Kereta Api Wonokromo dan PDAM Surabaya. Air dari Kali Jagir juga diolah menjadi Air PAM dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga Surabaya.[butuh rujukan]

Dalam Kali Jagir, terdapat juga berbagai macam sumber daya, di antaranya ikan air tawar, yang terkenal salah satunya ialah Iwak Keting, ada juga udang. Setiap beberapa periode sekali terdapat pembuangan endapan lumpur dari PDAM atau yang sering disebut warga sebagai "pengglontoran" ke aliran Kali Jagir, biasanya ini menyebabkan ikan, udang, serta beberapa jenis hewan air tawar lainnya mabuk, hal ini dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk mendapat ikan tanpa bersusah payah, hanya dengan menggunakan jaring maka akan terjaring ikan-ikan yang mabuk tadi.[butuh rujukan]

Legenda dan mitos

sunting

Arah timur Kali Jagir terdapat jembatan "Tretek Ijo" atau Jembatan Hijau yang dibangun dengan konstruksi jembatan zeni tentara dan bewarna hijau. Namun, sekarang jembatan tersebut telah dibongkar. Terdapat mitos di masayarakat sekitar bahwa di bawah jembatan ini banyak makhluk halus yang berwujud buaya berwarna putih, dan disebut "Boyo putih".[butuh rujukan]

Kali Jagir juga berkaitan dengan "Pak Pesek", yang dikenal sebagai pawang Kali Jagir dan Kali Mas di sekitar Wonokromo. Ia biasanya ditunjuk untuk mencari seseorang yang hanyut di Kali Jagir dan Kali Mas. Ia dipercaya memiliki kemampuan menyelam dalam waktu yang cukup lama tanpa alat bantu, dan memanggil makhluk halus untuk membantu pencarian.[butuh rujukan]

Peta
Kali Jagir, Surabaya

Referensi

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Pintu Air Jagir

Pintu Air Jagir adalah pintu air yang terletak di Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Pintu Air Jagir telah ditetapkan sebagai salah satu cagar

Jagir, Wonokromo, Surabaya

Jagir (bahasa Jawa: ꦗꦒꦶꦂcode: jv is deprecated , translit. Jagir, [dʒagɪr]) adalah sebuah kelurahan di wilayah Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, Provinsi

Jagir, Sine, Ngawi

Jagir adalah sebuah desa di wilayah Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Di Desa Jagir terdapat perbekunan karet bernama Perkebunan Karet

Stasiun Wonokromo

Wonokromo (WO) adalah stasiun kereta api kelas besar tipe C yang terletak di Jagir, Wonokromo, Surabaya; termasuk dalam pengelolaan Daerah Operasi VIII Surabaya

Sungai Brantas

tahun 1865 dan 1870, pemerintah Hindia Belanda membangun Kali Jagir dan Pintu Air Jagir untuk mengurangi jumlah air Kali Surabaya yang mengalir ke Kali

Daftar sungai di Indonesia

Madiun Bengawan Solo Kali/Sungai Brantas Kali/Sungai Grindulu Kali/Sungai Jagir Kali/Sungai Konto Kali/Sungai Mas Kali/Sungai Porong Kali/Sungai Sanen Kali/Sungai

Kota Surabaya

Merisi Jemur Wonosari Margorejo Sidosermo Siwalan Kerto 35.78.04 Wonokromo 60241-60246 6 Darmo Jagir Ngagel Ngagelrejo Sawunggaling Wonokromo TOTAL 153

Jalur kereta api Surabaya–Bangil–Kalisat

Surabaya Kota–Wonokromo, proyeknya belum selesai, karena jembatan Kali Jagir saat itu belum kunjung dibangun. Pada November 1924, SS merencanakan akan