| Sungai Jagir | |
|---|---|
Kali Jagir | |
Peta OpenStreetMap |
Kali Jagir adalah salah satu anak Sungai Mas yang merupakan sungai buatan pada zaman penjajahan Belanda[butuh rujukan] dan mengalir ke arah timur di Kota Surabaya. Kali Jangir terletak di sepanjang Jl. Jagir Wonokromo. Zaman dahulu, Kali Jagir berair jernih, sehingga banyak dimanfaatkan masyarakat untuk MCK, atau sekadar berenang. Namun, akibat pencemaran air Kali Jagir berwarna keruh, dan saat ini Pemkot Surabaya telah memulai membersihkan Kali Jagir.[butuh rujukan]
Di sungai ini juga terdapat pintu air peninggalan Belanda yang saat ini masih dipergunakan untuk pengaturan debit air Kali Mas, yaitu pecahan Sungai Brantas di kota Surabaya untuk dibuang ke Kali Jagir. Letak pintu air tersebut berada di sebelah Stasiun Kereta Api Wonokromo dan PDAM Surabaya. Air dari Kali Jagir juga diolah menjadi Air PAM dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga Surabaya.[butuh rujukan]
Dalam Kali Jagir, terdapat juga berbagai macam sumber daya, di antaranya ikan air tawar, yang terkenal salah satunya ialah Iwak Keting, ada juga udang. Setiap beberapa periode sekali terdapat pembuangan endapan lumpur dari PDAM atau yang sering disebut warga sebagai "pengglontoran" ke aliran Kali Jagir, biasanya ini menyebabkan ikan, udang, serta beberapa jenis hewan air tawar lainnya mabuk, hal ini dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk mendapat ikan tanpa bersusah payah, hanya dengan menggunakan jaring maka akan terjaring ikan-ikan yang mabuk tadi.[butuh rujukan]
Legenda dan mitos
suntingArah timur Kali Jagir terdapat jembatan "Tretek Ijo" atau Jembatan Hijau yang dibangun dengan konstruksi jembatan zeni tentara dan bewarna hijau. Namun, sekarang jembatan tersebut telah dibongkar. Terdapat mitos di masayarakat sekitar bahwa di bawah jembatan ini banyak makhluk halus yang berwujud buaya berwarna putih, dan disebut "Boyo putih".[butuh rujukan]
Kali Jagir juga berkaitan dengan "Pak Pesek", yang dikenal sebagai pawang Kali Jagir dan Kali Mas di sekitar Wonokromo. Ia biasanya ditunjuk untuk mencari seseorang yang hanyut di Kali Jagir dan Kali Mas. Ia dipercaya memiliki kemampuan menyelam dalam waktu yang cukup lama tanpa alat bantu, dan memanggil makhluk halus untuk membantu pencarian.[butuh rujukan]

