| Jalan Nasional Rute 1 | ||||
|---|---|---|---|---|
Jalur Pantai Utara Jawa, membentang dari Pelabuhan Merak sampai dengan Pelabuhan Banyuwangi. | ||||
| Informasi rute | ||||
| Panjang | 1.316ย km (818ย mi) | |||
| Persimpangan besar | ||||
| Ujungย Barat | Pelabuhan Merak (Kota Cilegon, Banten) | |||
| Ujungย Timur | Pelabuhan Ketapang (Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur) | |||
| Lokasi | ||||
| Negara | Indonesia | |||
| Sistem jalan | ||||
| ||||
Jalan Nasional Rute 1 merupakan salah satu jaringan jalan nasional yang berada di Pulau Jawa, Sumatra, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi. Karena nomor rutenya ganjil, jaringan jalan ini memanjang sejajar dengan garis pantai pulau lokasi jalan tersebut.
Pada Pulau Jawa, jalan ini memanjang dari Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten di bagian barat hingga Pelabuhan Ketapang, Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur di bagian timur atau dikenal juga sebagai AH 2 Jalur Pantura.
Di Pulau Sumatera, jaringan jalan ini memanjang dari titik nol di Kota Banda Aceh, Aceh di bagian utara hingga Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung di bagian selatan. Jalan nasional ini dikenal juga sebagai AH 25 Jalan Raya Lintas Timur Sumatera
Selain itu, di Pulau Bali jaringan jalan ini memanjang dari Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, melewati pantai utara dan timur Pulau Bali hingga Nusa Dua, Kabupaten Badung di bagian selatan.
Pulau Jawa
suntingJalan Nasional Rute 1 adalah jalan utama di Pulau Jawa yang lebih dikenal dengan nama Jalur Pantura (Jalur Pantai Utara). Jalan ini melewati 5 provinsi sepanjang 1.316ย km di sepanjang pesisir pantai utara Jawa, yaitu Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Rute ini menghubungkan dua pelabuhan penyeberangan, yaitu Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten di ujung barat Pulau Jawa dan Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur di ujung timur Pulau Jawa. Pelabuhan Merak merupakan pelabuhan penyeberangan menuju Sumatra sementara Pelabuhan Ketapang merupakan pelabuhan penyeberangan menuju Bali. Jalan ini juga menjadi bagian dari AH 2.
Jalur ini memiliki signifikansi yang sangat tinggi dan menjadi urat nadi utama transportasi darat, karena setiap hari dilalui 20.000-70.000 kendaraan. Jalur Pantura menjadi perhatian utama saat menjelang Hari Raya Idulfitri, di mana arus mudik melimpah dari barat ke timur. Arus paling padat terdapat di ruas JakartaโCirebonโSemarang. Di Cikampek, terdapat percabangan menuju ke Bandung (dan kota-kota di Jawa Barat bagian selatan). Di Tegal, terdapat percabangan menuju ke Purwokerto (dan kota-kota di Jawa Tengah bagian selatan). Di Semarang, terdapat percabangan menuju ke timur (Kudus-Lamongan-Surabaya-Banyuwangi) dan menuju ke selatan (Yogya-Solo-Ngawi-Surabaya). Di Gempol, terdapat percabangan menuju ke timur (Pasuruan-Probolinggo) dan menuju ke selatan (Malang dan kota-kota di bagian selatan Jawa Timur). Di Probolinggo, terdapat percabangan menuju ke timur (Situbondo-Bondowoso-Banyuwangi via utara) dan menuju ke selatan (Lumajang-Jember-Banyuwangi via selatan).
Jalur tersebut sangat sering dilalui saat mudik lebaran tiap tahunnya dan kini telah dipasangi CCTV agar kondisi lalu lintas dapat dipantau secara online oleh para pemudik. Hal tersebut sangat membantu pemudik untuk menghindari kemacetan dan memilih jalur alternatif lainnya selama arus mudik lebaran. Dengan adanya CCTV online, kepraktisan dan kenyamanan mudik menjadi meningkat.
Sejarah
sunting
Jalur ini sebagian besar pertama kali dibuat oleh Daendels yang membangun Jalan Raya Pos (De Grote Postweg) dari Anyer ke Panarukan pada tahun 1808-an. Tujuan pembangunan Jalan Raya Pos adalah untuk mempertahankan pulau Jawa dari serbuan Inggris. Pada era perang Napoleon, Belanda ditaklukkan oleh Prancis dan dalam keadaan perang dengan Inggris.
Rute
sunting
Jalur Pantura melintasi sejumlah kota besar di Jawa, selain Jakarta, antara lain Kota Serang, Kota Cirebon, Kota Tegal, Kota Pekalongan, Kota Semarang, Kota Surabaya, Kota Pasuruan, dan Kota Probolinggo.
Segmen MerakโDKI Jakarta
sunting| Kota/Kabupaten | Logo Kab/Kota | Destinasi | Alternatif |
|---|---|---|---|
Jalan Nasional di Aceh Rute 1 Rute Jalan Berawal/Berakhir | |||
| Kota Cilegon | |||
SELATAN |
|||
| Kabupaten Serang | KasemenโPontangโTirtayasaโTanaraโMekar BaruโKronjoโMaukโTegal Kunir LorโTegal Kunir KidulโSukadiriโSepatan | ||
| Kota Serang | SELATAN | ||
| Kabupaten Serang | SELATAN | ||
| Kabupaten Tangerang | |||
| Kota Tangerang | |||
Jalan Nasional di Banten Rute 1 Rute Jalan Berawal/Berakhir | |||
Segmen DKI JakartaโBanyuwangi
suntingJalan tol
suntingRute jalan ini sejajar dengan Jalan Tol Trans Jawa, antara lain ruas:
Jalan Tol TangerangโMerak
Jalan Tol JakartaโTangerang
Jalan Tol JakartaโCikampek
Jalan Tol CikopoโPalimanan
Jalan Tol PalimananโKanci
Jalan Tol KanciโPejagan
Jalan Tol PejaganโPemalang
Jalan Tol PemalangโBatang
Jalan Tol SemarangโBatang
Jalan Tol Semarang
- Seksi A (KrapyakโManyaran-Jatingaleh-Jangli)
- Seksi B (JangliโSrondol) dilanjutkan sampai dengan Kota Surakarta, Yogyakarta, dan Jawa Timur
Jalan Tol SemarangโDemak
Jalan Tol DemakโTuban (rencana)
Jalan Tol TubanโGresik (rencana)
Jalan Tol SurabayaโGresik
Jalan Tol SurabayaโGempol
Jalan Tol Gempol-Pandaan (Ruas GempolโGempol Junction)
Jalan Tol GempolโPasuruan
Jalan Tol PasuruanโProbolinggo
Jalan Tol ProbolinggoโBanyuwangi (rencana)
Pulau Sumatra
sunting| Jalan Nasional Rute 1 | ||||
|---|---|---|---|---|
| Persimpangan besar | ||||
| Ujungย Utara | Kota Banda Aceh, Aceh | |||
| Ujungย Selatan | Pelabuhan Bakauheni (Kabupaten Lampung Selatan, Lampung) | |||
| Lokasi | ||||
| Negara | Indonesia | |||
| Sistem jalan | ||||
| ||||
Jalan Nasional Rute 1 adalah salah satu jaringan jalan nasional di Pulau Sumatra yang dikenal juga sebagai Jalan Raya Lintas Timur (Jalintim). Jalan ini melintasi 6 provinsi di pesisir timur Sumatra yang di antaranya provinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, dan Lampung. Rute ini membentang dari utara hingga selatan Sumatra dan sejajar dengan garis pantai pesisir timur Sumatra sehingga bernomor ganjil. Rute ini menghubungkan titik nol di Kota Banda Aceh, Aceh di utara dengan Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung di selatan. Jaringan jalan ini menjadi bagian dari AH 25
Sejarah
suntingJaringan jalan ini diputuskan dibangun pada masa pemerintahan Presiden Soekarno tahun 1965. Pembangunan jaringan jalan ini dianggap sebagai proyek nasional maharaksasa yang saat itu dilaksanakan sepanjang sekitar 2.400ย km. Pembangunannya sendiri dibagi menjadi delapan proyek dengan jangka waktu selesai dalam sepuluh tahun.
Rute
suntingBagian ini memerlukan pengembangan. Anda dapat membantu dengan mengembangkannya. |
Jalan tol
suntingRute jalan ini sejajar dengan Jalan Tol Trans Sumatra, antara lain ruas:
Jalan Tol MedanโBinjai
Jalan Tol BelawanโMedanโTanjung Morawa
- Dari Tanjung Mulia hingga Tanjung Morawa
Jalan Tol MedanโKualanamuโTebing Tinggi
Jalan Tol Terbanggi BesarโPematang PanggangโKayu Agung
Jalan Tol BakauheniโTerbanggi Besar
Pulau Bali
sunting| Jalan Nasional Rute 1 | ||||
|---|---|---|---|---|
| Persimpangan besar | ||||
| Ujungย Barat | Gilimanuk | |||
| Ujungย Timur | Nusa Dua | |||
| Lokasi | ||||
| Negara | Indonesia | |||
| Sistem jalan | ||||
| ||||
Jalan Nasional Rute 1 adalah salah satu jaringan jalan di Pulau Bali yang membentang dari Pelabuhan Gilimanuk di barat laut hingga Nusa Dua di tenggaranya. Rute jalan ini sejajar dengan pantai utara dan timur Bali. Jalan rute ini melintasi setidaknya tujuh kabupaten/kota di Bali diantaranya yaitu Kabupaten Jembrana, Kabupaten Buleleng, Kabupaten Karangasem, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Gianyar, Kota Denpasar, dan Kabupaten Badung.
Rute
suntingBagian ini memerlukan pengembangan. Anda dapat membantu dengan mengembangkannya. |
| Kota/Kabupaten | Logo Kab/Kota | Destinasi | Alternatif |
|---|---|---|---|
Jalan Nasional di Bali Rute 1 Rute Jalan Berawal/Berakhir | |||
| Kabupaten Jembrana | SELATAN |
||
| Kabupaten Buleleng | Singaraja SELATAN |
||
| Kabupaten Karangasem | |||
| Kabupaten Klungkung | UTARA |
||
| Kabupaten Gianyar | |||
| Kota Denpasar | BARAT |
||
| Kabupaten Badung | UTARA SELATAN |
||
Jalan Nasional di Bali Rute 1 Rute Jalan Berawal/Berakhir | |||
Jalan tol
suntingRute jalan ini sejajar dengan satu-satunya jalan tol di Bali, yaitu:
Lihat pula
suntingReferensi
sunting- Pemerintah Indonesia (2019), Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor KP.1324/AJ.001/DRJD.2019 tentang Pedoman Penomoran Rute Jalan (PDF), Jakarta: Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2020-04-13, diakses tanggal 2020-05-05
- Pemerintah Indonesia (2019), Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor KP.2058/AJ.001/DRJD.2019 tentang Penomoran Rute Jalan di Pulau Sumatra (PDF), Jakarta: Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2020-10-14, diakses tanggal 2020-05-05
- Pemerintah Indonesia (2019), Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor KP.2072/AJ.001/DRJD.2019 tentang Penomoran Rute Jalan di Pulau Jawa (PDF), Jakarta: Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2020-10-31, diakses tanggal 2020-05-26
- Pemerintah Indonesia (2019), Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor KP.2073/AJ.001/DRJD.2019 tentang Penomoran Rute Jalan di Pulau Bali (PDF), Jakarta: Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2020-12-01, diakses tanggal 2020-05-26
- (Indonesia) Proyek Pantura di Situs Departemen Pekerjaan Umum RI Diarsipkan 2008-12-12 di Wayback Machine.
- (Indonesia) CCTV Online Mudik 2015 Diarsipkan 2015-10-27 di Wayback Machine.
|}