Jalur kereta api Purwokerto–Wonosobo
Jembatan Kali Ponggawa di lintas ini

Jalur kereta api Purwokerto–Wonosobo
Peta
Ikhtisar
JenisJalur kereta api lintas cabang
SistemJalur kereta api rel ringan
StatusTidak beroperasi
TerminusPurwokerto
Operasi
Dibangun olehSerajoedal Stoomtram Maatschappij
Dibuka1896-1917
Ditutup
  • 1 Agustus 1978 (Segmen Mantrianom - Wonosobo)
  • 1986 (Segmen Purwokerto Timur - Mantrianom)
  • Pertengahan dekade 2000-an (Segmen Purwokerto - Purwokerto Timur)
PemilikPT Kereta Api Indonesia
OperatorWilayah Aset V Purwokerto
Data teknis
Panjang rel88 kilometer (55 mi)
Lebar sepur1.067 mm (3 ft 6 in)
Kecepatan operasi40–60 kilometer per jam (25–37 mph)
Peta rute
elev (M)
atau panjang (m)
dalam meter

CKP–CN–KYA
ke Karanggede arah Maos
Purwokerto Timur
Pasar Wage
Sangkal Putung
Sokaraja
Banjarsari
ke Jompo arah Purbalingga
Muntang
Karangkemiri
Kemangkon
Purwareja
ke Kandis
Gandulekor
Bantar
Mandiraja
Purwonegoro
Gumiwang
Binorong
Mantrianom
Pucang
Wangon
Banjarnegara
Sukanandi
Singomerto
Sigaluh
Prigi
Bandingan
Bojanegara
Tunggoro
Selokromo
Krasak
Selomerto
Penawangan
Wonosobo
elev. (M)
atau panjang (m)
dalam meter

Banjarsari
Jompo
Kalimanah
Purbalingga
elev. (M)
atau panjang (m)
dalam meter

Purwareja
Kandis


 
elev (M)
atau panjang (m)
dalam meter

Jalur kereta api Purwokerto–Wonosobo beserta lintas cabang Banjarsari–Purbalingga adalah jalur kereta api yang pernah menghubungkan Stasiun Purwokerto dengan Stasiun Wonosobo. Jalur ini panjangnya 88 km dan termasuk dalam Wilayah Aset V Purwokerto. Jalur ini dahulu merupakan lintas utama dari Serajoedal Stoomtram Maatschappij (SDS) dan dalam perkembangannya, jalurnya disambung dengan jalur SS Prupuk–Kroya.

Sejarah

sunting
Sisa jalur di segmen Mandiraja.
Jembatan di lintas Purwokerto-Purwokerto Timur
Peta jaringan kereta api SDS pada Juli 1918

Karena kebutuhan angkut wilayah Bumi Banyumas sangat besar maka diperlukan suatu jalur kereta api yang dapat menjangkau kawasan-kawasan penting di Bumi Banyumas, seperti Banjarnegara dan Purbalingga.[1] Oleh karenanya, kereta api menjadi jawaban bagi setiap persoalan pengangkutan barang di Bumi Banyumas. Pelayanan kereta api ini mengharuskan adanya suatu perusahaan; perusahaan itu kelak diberi nama Serajoedal Stoomtram Maatschappij (SDS). SDS diberi izin berdasarkan besluit tertanggal 24 April 1894 yang disahkan oleh Pemerintah Kolonial Hindia Belanda. Perusahaan ini segera melaksanakan konsesi pembangunan jalur kereta api dari Maos menuju Purwokerto Timur bersambung ke Banjarnegara.[2]: 112 

Dengan bermodal awal 1.500.000 gulden, jalur kereta api pertama SDS, Maos–Purwokerto Timur, akhirnya selesai pada tanggal 16 Juli 1896. Selanjutnya jalur ini diperpanjang hingga Sokaraja pada tanggal 5 Desember 1896.[3]

Pembangunan jalur menuju Wonosobo baru dimulai dengan keluarnya besluit tertanggal 22 Juni 1912 No. 12. Proyek ini masih dilanjutkan menuju Banjarnegara, yang selesai pada 18 Mei 1898, dan keseluruhan proyek dapat diselesaikan pada 7 Juni 1917.[2]: 78 

Tujuan dari dibentuknya perusahaan jasa angkutan kereta api ini adalah mengintegrasikan perusahaan-perusahaan gula. Pabrik-pabrik gula yang terintegrasi antara lain Pabrik Gula Purwokerto, Pabrik Gula Kalibagor, Pabrik Gula Kalimanah, Pabrik Gula Bojong, dan Pabrik Gula Klampok. SDS juga mengepakkan sayap bisnisnya ke pengangkutan hasil bumi seperti teh, kayu manis, dan tembakau, karena di wilayah tersebut memang ditanami tanaman tersebut.

Dalam verslag yang dibuat oleh SDS, jalur kereta apinya dibuka dalam beberapa tahap, termasuk dua percabangan menuju Kandis dari Purwareja dan percabangan menuju Purbalingga dari Banjarsari.[4]

Segmen Panjang (km) Dibuka
Purwokerto SDS–Sokaraja 9 5 Desember 1896
Sokaraja–Purwareja 16 2 Juli 1897
Purwareja–Banjarnegara 30 18 Mei 1898
Banjarnegara–Selokromo 19 1 Mei 1916
Selokromo–Wonosobo 14 7 Juni 1917
Purwareja–Kandis 7 16 Juli 1898
Banjarsari–Purbalingga 7 1 Juli 1900

Pada tanggal 1 Juli 1916, segmen jalur SS PatuguranKroya Staatsspoorwegen (SS) telah selesai dibangun. Agar memungkinkan pengguna jasa SS berpindah moda untuk ke Wonosobo, dibangunlah jalur kereta api transit dari Purwokerto menuju Purwokerto Timur.[4]

Penutupan

sunting

Jalur-jalur ini tetap beroperasi pasca-kemerdekaan, kecuali jalur menuju Kandis. Pada tahun 1960-an, jalur ini masih mengandalkan lokomotif uap eks-SDS untuk menunjang operasinya. Karena kesulitan bahan bakar, maka pada 1970-an, lokomotif lama tersebut digantikan dengan lokomotif diesel. Menurut keterangan dari seorang mantan Kepala Stasiun Wonosobo, jalur tersebut mulai menyusut nilai ekonomisnya, dan pada 1976, jalur tersebut akhirnya mulai jarang melayani penumpang.[5] Pada 1 Agustus 1978, jalur ini diubah menjadi semiaktif oleh PJKA, dengan catatan lori motor masih dapat melewatinya.[6]

Pada tahun 1982, jalur ini sempat dibuka kembali untuk pembangunan dua PLTA: Telaga Menjer dan Mrica hingga proyek tersebut hampir rampung, dengan membangun sepur simpang yang terletak di antara Halte Gumiwang dan Halte Binorong, dan pemberhentian kereta api di Stasiun Mantrianom.[7] Hingga tahun 1984, lori inspeksi masih dapat dijalankan di jalur tersebut.[5] Selain itu, kereta api Pupuk Sriwidjaja dengan rute Purwokerto–Singomerto juga masih tetap dijalankan sampai kedua proyek tersebut selesai. Untuk lintas Purwokerto–Purwokerto Timur dinonaktifkan pada pertengahan tahun 2000-an.

Reaktivasi

sunting

Berdasarkan Lampiran Perpres No. 79 tahun 2019, jalur kereta api ini direncanakan akan diaktifkan kembali guna mendukung pembangunan infrastruktur dalam rangka meningkatkan konektivitas antar kawasan melalui pengembangan angkutan massa yang mudah dan cepat.[8]

Sebelumnya, pada bulan April 2018 PT KAI telah melakukan survei dan pendataan stasiun di jalur ini. Tidak ada progres reaktivasi untuk jalur ini.[9] Pada tanggal 23 November 2018, PT KAI Daop V Purwokerto resmi meluncurkan angkutan terusan berupa minibus dinas yang akan melayani rute Purwokerto–Wonosobo dan Purwokerto–Purbalingga.[10]

Pada bulan Oktober 2019, PT KAI juga telah melakukan survei kembali tanah reaktivasi dan melakukan pemasangan patok DJKA berupa CP dan BM dari Purwokerto sampai Wonosobo.

Jalur terhubung

sunting

Lintas aktif

sunting

Lintas nonaktif

sunting

Layanan kereta api

sunting

Tidak ada layanan yang dijalankan di jalur ini.

Daftar stasiun

sunting

Purwokerto–Wonosobo

sunting
Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
Lintas Purwokerto–Wonosobo
Segmen Purwokerto–Purwokerto Timur
Diresmikan pada tanggal 1916
oleh Serajoedal Stoomtram Maatschappij
Termasuk dalam Daerah Operasi V Purwokerto
2110 Purwokerto PWT Jalan Stasiun Purwokerto, Kober, Purwokerto Barat, Banyumas km 349+955 lintas JakartaJatinegaraCikampekCirebon PrujakanPrupukPurwokertoKroya
km 0+200 lintas PurwokertoPurwokerto Timur
+75 m Beroperasi
Segmen Purwokerto–Sokaraja
Diresmikan pada tanggal 5 Desember 1896
2240 Purwokerto Timur PKT Kranji, Purwokerto Timur, Banyumas km 28+986 lintas MaosPurwokerto TimurBanjarnegaraStasiun Wonosobo
km 2+739 (dari Purwokerto SS)
+75 m Tidak beroperasi
2232 Pasar Wage PWE Jalan Jenderal Soedirman, Purwokerto Wetan, Purwokerto Timur, Banyumas km 30+400 Tidak beroperasi
2231 Sangkal Putung SPT Sokaraja Tengah, Sokaraja, Banyumas km 36+100 +36 m Tidak beroperasi
2229 Sokaraja SOK Jalan Amad II, Sokaraja Kidul, Sokaraja, Banyumas km 37+578 Tidak beroperasi
Segmen Sokaraja–Purwareja
Diresmikan pada tanggal 2 Juli 1897
2228 Banjarsari BJRS Banjaranyar, Sokaraja, Banyumas km 41+309 lintas MaosPurwokerto TimurBanjarnegaraWonosobo
km 0+000 lintas BanjarsariPurbalingga
+28 m Tidak beroperasi
2227 Muntang MT Jalan Semilir, Sumilir, Kemangkon, Purbalingga km 44+275 Tidak beroperasi
2226 Karangkemiri KKI Jalan Raya Karangkemiri, Karangkemiri, Kemangkon, Purbalingga km 47+783 Tidak beroperasi
2225 Kemangkon KMA km 49+100 Tidak beroperasi
2224 Purwareja PWJ Nasional 15 Jalan Raya Ajibarang–Wonosobo, Kaliwinasuh, Purworejo Klampok, Banjarnegara km 53+704 +36 m Tidak beroperasi
Segmen Purwareja–Banjarnegara
Diresmikan pada tanggal 18 Mei 1898
2223 Gandulekor GDK Nasional 15 Jalan Raya Ajibarang–Wonosobo, Panggisari, Mandiraja, Banjarnegara km 58+065 Tidak beroperasi
2222 Bantar BTR km 61+000 Tidak beroperasi
2221 Mandiraja MRJ Nasional 15 Jalan Raya Ajibarang–Wonosobo, Mandirajakulon, Mandiraja, Banjarnegara km 63+517 +116 m Tidak beroperasi
2219 Purwonegoro PRW Nasional 15 Jalan Raya Ajibarang–Wonosobo, Purwonegoro, Purwanegara, Banjarnegara km 68+671 +157 m Tidak beroperasi
2218 Gumiwang GMW Nasional 15 Jalan Raya Ajibarang–Wonosobo, Gumiwang, Purwanegara, Banjarnegara km 72+629 +188 m Tidak beroperasi
2217 Binorong BNN Jalan KH Burso, Bawang, Bawang, Banjarnegara km 75+900 Tidak beroperasi
2216 Mantrianom MTA Bandingan, Bawang, Banjarnegara km 77+491 +232 m Tidak beroperasi
2215 Pucang PUC Nasional 15 Jalan Raya Ajibarang–Wonosobo, Pucang, Bawang, Banjarnegara km 80+645 Tidak beroperasi
2214 Wangon WGN Jalan Raya Wangon, Wangon, Banjarnegara, Banjarnegara km 83+600 +281 m Tidak beroperasi
2213 Banjarnegara BA Jalan Mayjend Bambang Sugeng, Semarang, Banjarnegara, Banjarnegara km 86+212 +291 m Tidak beroperasi
Segmen Banjarnegara–Selokromo
Diresmikan pada tanggal 1 Mei 1916
2212 Sukanandi SAN Sokanandi, Banjarnegara, Banjarnegara km 88+030 +318 m Tidak beroperasi
2211 Singomerto SGM Nasional 15 Jalan Raya Banjarnegara–Wonosobo 586 Singomerto, Sigaluh, Banjarnegara km 90+113 Tidak beroperasi
2209 Sigaluh SGL km 92+600 Tidak beroperasi
2208 Prigi PRG Nasional 15 Jalan Raya Banjarnegara–Wonosobo, Prigi, Sigaluh, Banjarnegara km 95+800 Tidak beroperasi
2207 Bandingan BNI Nasional 15 Jalan Raya Banjarnegara–Wonosobo, Bandingan, Sigaluh, Banjarnegara km 97+440 Tidak beroperasi
2206 Bojanegara BOJ Bojanegara, Sigaluh, Banjarnegara km 99+626 Tidak beroperasi
2205 Tunggoro TGO Nasional 15 Jalan Raya Banjarnegara–Wonosobo, Tunggara, Sigaluh, Banjarnegara km 101+720 Tidak beroperasi
2204 Selokromo SOR Nasional 15 Jalan Raya Brengkok–Banjarnegara 18 Selokromo, Leksono, Wonosobo km 105+145 Tidak beroperasi
Segmen Selokromo–Wonosobo
Diresmikan pada tanggal 7 Juni 1917
2203 Krasak KSK Jalan Raya Gunung Tawang, Krasak, Selomerto, Wonosobo km 106+192 Tidak beroperasi
2202 Selomerto SER Selomerto, Wonosobo km 110+782 Tidak beroperasi
2244 Penawangan PEA Jalan Pacarmulyo, Mlipak, Wonosobo, Wonosobo km 114+110 Tidak beroperasi
2201 Wonosobo WS Jalan Raden Kolonel Karjono, Wonosobo Barat, Wonosobo, Wonosobo km 119+229 +772 m Tidak beroperasi

Percabangan menuju Purbalingga

sunting
Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
Segmen Banjarsari–Purbalingga
Diresmikan pada tanggal 1 Juli 1900
2228 Banjarsari BJRS Banjaranyar, Sokaraja, Banyumas km 41+309 lintas MaosPurwokerto TimurBanjarnegaraWonosobo
km 0+000 lintas BanjarsariPurbalingga
Tidak beroperasi
2243 Jompo JPO Jalan Raya Mayjen Sungkono, Jompo, Kalimanah, Purbalingga km 1+626 Tidak beroperasi
2242 Kalimanah KLH Jalan Raya Mayjen Sungkono, Kalimanah Wetan, Kalimanah, Purbalingga km 4+535 Tidak beroperasi
2241 Purbalingga PBG Jalan Ahmad Yani, Kandang Gampang, Purbalingga, Purbalingga km 6+516 Tidak beroperasi

Keterangan:

  • Stasiun yang dicetak tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang dicetak miring merupakan stasiun nonaktif.

Referensi:

  • Letak stasiun: [11][12]
  • Pengidentifikasi stasiun: [13]
  • Tanggal pembukaan jalur: [2]: 106–124 


Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Oemar, Mohammad; Sudarjo; Abu Suud (1994). Sejarah Daerah Jawa Tengah. Jakarta: Direktorat Jenderal Kebudayaan, Depdikbud RI.
  2. ^ a b c Reitsma, S.A. (1928). Korte Geschiedenis der Nederlandsch-Indische Spoor- en Tramwegen. Weltevreden: G. Kolff & Co.
  3. ^ Zuhdi, Susanto (2002). Cilacap (1830-1942): bangkit dan runtuhnya suatu pelabuhan di Jawa. Jakarta: Gramedia.
  4. ^ a b Serajoedal Stoomtram Maatschappij (1917). Verslag der Serajoedal Stoomtram Maatschappij. SDS.
  5. ^ a b "Mengenang Jalur KA Wonosobo - Banjarnegara - Purwokerto". Suara Merdeka. 8 Januari 2012.
  6. ^ Kantor Pusat KAI (2010). "Dokumen Lintas Cabang yang Masih Aktif dan Tidak Aktif (PPK.8-2011/OR/ORP-KP.BD)" (Document). Bandung: PT Kereta Api Indonesia (Persero).
  7. ^ Mediatama, Grahanusa (2016-01-19). "KAI aktifkan kembali rute Purwokerto-Banjarnegara". PT. Kontan Grahanusa Mediatama. Diakses tanggal 2024-09-11.
  8. ^ Lampiran Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2019 Tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan Kendal – Semarang – Salatiga – Demak – Grobogan, Kawasan Purworejo – Wonosobo – Magelang – Temanggung, Dan Kawasan Brebes – Tegal – Pemalang
  9. ^ Luciana, Anisa (2018-04-05). "KAI Survei Pengaktifan Kembali Jalur Kereta Purwokerto-Wonosobo". Tempo. Diakses tanggal 2018-10-15.
  10. ^ "PT KAI Luncurkan Feeder Wonosobo-Stasiun Purwokerto". Suara Merdeka. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-11-25. Diakses tanggal 2018-11-25.
  11. ^ Subdirektorat Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). ;
  12. ^ Perusahaan Umum Kereta Api (1992). Ikhtisar Lintas Jawa.
  13. ^ Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Stasiun Wonosobo

mengoperasikan jalur kereta api Purwokerto-Wonosobo. Stasiun ini dahulu mempunyai gudang penyimpanan barang, depo lokomotif, serta 4 jalur kereta api. Sayangnya

Serajoedal Stoomtram Maatschappij

untuk ke Wonosobo, dibangunlah jalur kereta api transit dari Purwokerto menuju Purwokerto Timur. Khusus untuk jalur kereta api Maos–Purwokerto Timur dinonaktifkan

Jalur kereta api Maos–Purwokerto Timur

Jalur kereta api Maos–Purwokerto Timur adalah jalur kereta api non-aktif di Jawa Tengah sepanjang 30 km. Jalur ini termasuk dalam Daerah Operasi V Purwokerto

Jalur kereta api Surabaya–Bangil–Kalisat

Jalur kereta api Surabaya–Bangil–Kalisat adalah jalur kereta api di Indonesia yang menghubungkan Stasiun Surabaya Kota dengan Stasiun Kalisat. Jalur ini

Jalur kereta api Cikampek–Cirebon–Kroya

Jalur kereta api Cikampek–Cirebon–Kroya merupakan jalur kereta api utama di Pulau Jawa yang menghubungkan Stasiun Cikampek di Daerah Operasi I Jakarta

Kereta api Serayu

Banjarnegara, dan Kabupaten Wonosobo bernama Sungai Serayu. Sejarah pengoperasian kereta api Serayu berawal dari peluncuran kereta api Patas Bandung–Jakarta

Kabupaten Wonosobo

Kabupaten Wonosobo memiliki 4 stasiun di Jalur kereta api Purwokerto–Wonosobo yang sudah berhenti beroperasi, di antaranya: Stasiun Wonosobo Stasiun Selomerto

Purwokerto (kota)

Pulau Jawa. Purwokerto juga dilintasi oleh jalur rel nonaktif yang termasuk dalam Jalur kereta api Maos–Purwokerto Timur dan Purwokerto–Wonosobo yang dahulunya