Jam molekuler atau lebih dikenal dalam bahasa Inggris Molecular clock adalah sebuah cara dalam evolusi molekul yang menggunakan pembatasan dan perbandingan perkembangan fosil akan perubahan molekul untuk menyimpulkan waktu sejarah geologis terhadap penyimpangan antara kedua spesies atau taxa lainnya. Hal ini digunakan untuk memperkirakan waktu terjadinya peristiwa yang disebut spesiasi atau radiasi. Data molekul yang biasanya digunakan untuk perhitungan seperti ini adalah susunan nukleotida dari DNA atau susunan asam amino dari protein. Jam molekuler sering kali disebut sebagai jam genetik atau jam evolusi.


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Paleontologi

DNA pada genom hewan. Namun ada kontroversi mengenai keandalan dari jam molekuler, karena estimasinya yang beragam. Definisi paling sederhana dari paleontologi

Lancelet

dengan lancelet telah diragukan oleh beberapa peneliti lainnya. Analisis jam molekuler menyarankan bahwa lancelet modern barangkali berdiversifikasi jauh lebih

Evolusi molekuler

Evolusi molekuler merupakan proses evolusi yang terjadi pada skala DNA, RNA, dan protein. Evolusi molekuler muncul sebagai bidang ilmu pengetahuan pada

Emile Zuckerkandl

molekuler. Bersama dengan Linus Pauling, ia dikenal karena mengenalkan konsep "jam molekuler", yang dapat mengungkap teori netral evolusi molekuler.

Garis besar biologi

pohon evolusi – kladistika – sinapomorfi dan apomorfi – homologi – jam molekuler Autekologi: autotrof – heterotrof – aklimatisasi – termoregulasi hewan

Euarchonta

satu dari empat klad eutheria. Hipotesis masa kini, bedasarkan bukti jam molekuler, menyarankan bahwa Euarchonta pertama hadir pada periode Kapur Akhir

Stylommatophora

Stylommatophora diketahui dari periode Kapur hingga masa kini. Sebuah perkiraan jam molekuler juga menempatkan asal mula kelompok mahkotanya pada periode Kapur. Stylommatophora

Gruimorphae

ordo Charadriiformes dan Gruiformes yang teridentifikasi oleh analisis molekuler. Pengelompokan tersebut memiliki dukungan historis, sebagaimana berbagai