| Bagian dari seri tentang |
| Jembatanย |
|---|
| ย ย |
|
|
| Struktur dasar |
|
|
| Gerak |
|
|
| Bentuk dan jenis lain |
|
|
| Rekor ukuran |
Jembatan adalah suatu struktur yang dirancang untuk membentangi rintangan, seperti sungai atau rel kereta api, yang memungkinkan kendaraan, pejalan kaki, dan beban lainnya untuk melintas. Sebagian besar jembatan terdiri dari geladak datar, yang ditopang oleh gelagar, pelengkung, atau kabel. Struktur-struktur ini bertumpu pada sebuah fondasi yang dirancang secara saksama untuk menyalurkan beban jembatan ke tanah dasar tanpa mengalami penurunan.
Jembatan dapat dibangun dalam berbagai macam bentuk, yang ditentukan oleh lokasi, tujuan penggunaan, dan teknologi konstruksi yang tersedia. Struktur jembatan sederhana meliputi jembatan gelagar yang terbuat dari batang kayu, dan jembatan gantung yang terbuat dari tali atau tanaman rambat. Bangsa Romawi dan bangsa Tiongkok kuno membangun jembatan pelengkung berukuran besar dari kayu, batu, dan batu bata. Pada masa Renaisans, kemajuan dalam sains dan teknik menghasilkan bentang jembatan yang lebih lebar dan desain yang lebih elegan. Beton disempurnakan pada awal abad ke-19, dan saat ini jembatan pelengkung dibangun terutama menggunakan beton atau baja.
Bersamaan dengan Revolusi Industri, muncul produksi baja massal yang memungkinkan terciptanya bentuk-bentuk yang lebih kompleksย โ termasuk rangka batang dan jembatan kantileverย โ sehingga memungkinkan jembatan melintasi sungai yang lebar atau lembah yang dalam. Bentang terpanjang menggunakan desain gantung atau kabel pancang, yang keduanya mengandalkan kabel baja berkekuatan tinggi untuk menopang geladaknya. Seiring berjalannya waktu, bentang jembatan maksimum yang dapat dicapai terus meningkat, mencapai 2 kilometer (1,2ย mi) pada tahun 2022. Bentuk jembatan lainnya mencakup viaduk bentang majemuk, yang dapat melintasi lembah lebar; perancah, desain yang umum untuk menopang kereta api berat; dan jembatan gerak termasuk jembatan angkat dan jembatan putar.
Desain sebuah jembatan harus memenuhi banyak persyaratan, yaitu terhubung ke jaringan transportasi, memberikan ruang bebas yang memadai, dan memindahkan penggunanya dengan aman. Jembatan harus cukup kuat untuk menopang beratnya sendiri maupun berat lalu lintas yang melintas di atasnya. Jembatan juga harus mampu menahan tekanan hebat yang sulit diprediksi dari lingkungan sekitarnya, termasuk angin, banjir, dan gempa bumi. Untuk memenuhi semua sasaran ini, para insinyur jembatan umumnya menggunakan proses desain keadaan batas dan metode elemen hingga.
Banyak jembatan yang dikagumi karena keindahannya, dan beberapa jembatan yang spektakuler berfungsi sebagai markah tanah ikonis yang memberikan rasa kebanggaan dan identitas bagi masyarakat setempat. Dalam seni dan sastra, jembatan sering digunakan sebagai metafora untuk melambangkan koneksi atau transisi. Jembatan dapat memberikan dampak menguntungkan bagi masyarakat, termasuk waktu tempuh yang lebih singkat dan peningkatan produk domestik bruto; serta dampak negatif seperti peningkatan polusi dan kontribusi terhadap pemanasan global.
Sejarah
suntingZaman Kuno
sunting
Bentuk jembatan terawal adalah struktur sederhana untuk melintasi lahan basah dan anak sungai, yang terdiri dari jalur pejalan kaki dari kayu atau batang kayu.[2][a] Tiang pancangย โ yang merupakan elemen penting dalam konstruksi jembatanย โ digunakan di Swiss sekitar tahun 4.000ย SM untuk menopang rumah panggung yang dibangun di atas air.[4] Beberapa jembatan pelengkung korbel dibangun ca abad ke-13 SM oleh kebudayaan Yunani Mykenai, termasuk Jembatan Arkadiko, yang masih ada hingga saat ini.[5] Pada abad ke-7ย SM, raja Asyur dari Kekaisaran Asyur Baru, Sanherib, membangun akuaduk batu untuk menyalurkan air di dekat kota Niniwe; salah satu akuaduk melintasi lembah kecil di Jerwan dengan lima pelengkung korbel, dan memiliki panjang 280 meter (920ย ft) serta lebar 20 meter (66ย ft).[6] Di Babilonia pada tahun 626 SM, sebuah jembatan yang melintasi sungai Efrat dibangun dengan perkiraan panjang 120 hingga 200 meter (390 hingga 660ย ft).[7] Di India, risalah Arthashastra karya Kautilya menyebutkan tentang pembangunan jembatan dan bendungan.[8] Tiongkok Kuno memiliki sejarah panjang dalam pembangunan jembatan, termasuk jembatan kantilever, jembatan tali, dan jembatan yang dibangun di atas perahu mengapung.[9]
Bangsa Romawi kuno membangun banyak jembatan yang tahan lama menggunakan teknik rekayasa tingkat lanjut.[10] Banyak akuaduk Romawiย โ beberapa masih berdiri hingga saat iniย โ menggunakan gaya pelengkung setengah lingkaran.[10] Contohnya meliputi Jembatan Alcรกntara di Spanyol dan Pont du Gard di Prancis.[11] Bangsa Romawi menggunakan semen sebagai bahan konstruksi, yang dapat dicampur dengan batuan kecil untuk membentuk beton, atau dicampur dengan pasir untuk membentuk mortar guna menyatukan batu bata atau batu.[12] Beberapa semen Romawi, khususnya yang mengandung abu vulkanik, bersifat kedap air.[13][b] Jembatan Trayanus dari kayu dan batu yang sangat besar (ca 105 M) melintasi sungai Donau dan memiliki panjang lebih dari 900 meter (3.000ย ft).[14]
300 hingga 1400
sunting
Jembatan batu tertua yang masih bertahan di Tiongkok adalah Jembatan Anji, dibangun dari tahun 595 hingga 605 M pada masa Dinasti Sui. Jembatan ini juga memiliki nilai sejarah yang penting karena merupakan jembatan pelengkung segmental batu dengan spandrel terbuka tertua di dunia.[16]Jembatan tali, jenis jembatan gantung sederhana, digunakan oleh peradaban Inka di pegunungan Andes di Amerika Selatan sebelum penjajahan Eropa pada abad ke-16.[17]
Di Eropa pada Abad Pertengahan, kemampuan desain jembatan menurun setelah keruntuhan Romawi, tetapi bangkit kembali pada Puncak Abad Pertengahan di Prancis, Inggris, dan Italia dengan dibangunnya jembatan-jembatan seperti Pont d'Avignon, jembatan-jembatan di sungai Durance, dan Jembatan London Lama.[18] Contoh yang masih bertahan meliputi Ponte Vecchio di Firenze, Jembatan Exe Lama, dan Jembatan Monnow di Wales.[18]
1400 hingga 1750
sunting
Pada abad ke-15 dan ke-16 di Eropa, Renaisans membawa penekanan baru pada sains dan teknik.[19] Tokoh-tokoh seperti Galileo Galilei, Fausto Veranzio, dan Andrea Palladio (penulis I quattro libri dell'architettura) menulis risalah yang menerapkan pendekatan analitis yang ketat pada arsitektur dan bangunan.[20] Inovasi mereka meliputi jembatan rangka batang dan pelengkung segmental batu, yang menghasilkan Ponte Santa Trinita di Firenze, Jembatan Rialto di Venesia, dan Pont Neuf di Paris.[21] Jembatan militer dan komersial dibangun di India oleh pemerintahan Mughal.[22] Kekaisaran Asante di Afrika membangun jembatan di atas anak sungai dan sungai menggunakan batang pohon dan gelagar.[23]
1750 hingga 1900
suntingPada akhir abad ke-18, desain jembatan pelengkung direvolusi di Eropa oleh Jean-Rodolphe Perronet dan John Rennie. Mereka merancang pelengkung yang lebih datar dari pelengkung setengah lingkaran Romawi, yang menghasilkan waktu konstruksi yang lebih cepat, aliran air yang lebih baik di bawah jembatan, dan pilar yang lebih ramping. Desain ini digunakan untuk Pont de la Concorde dan Jembatan London Baru.[24]

Dengan munculnya Revolusi Industri, besi menjadi bahan konstruksi yang penting untuk jembatan.[26] Baik besi cor (yang kuat menahan kompresi, tetapi rapuh) maupun besi tempa (yang lebih ulet dan lebih baik menahan tegangan) digunakan untuk membangun jembatan.[27] The Iron Bridge di Inggrisย โ terbuat dari besi cor dan selesai dibangun pada tahun 1781ย โ adalah jembatan besar pertama yang seluruhnya terbuat dari logam.[28] Beberapa jembatan gantung panjang dibangun pada awal abad ke-19 menggunakan batang mata besi (kawat baja, yang jauh lebih unggul, tersedia di kemudian hari pada abad tersebut).[29] Era kereta api dimulai pada tahun 1820-an, dan memicu inovasi besar dalam desain jembatan.[30] Inggris merupakan contoh tentang bagaimana kereta api memengaruhi pembangunan jembatan di negara-negara industri: dipelopori oleh para perancang Isambard Kingdom Brunel, Robert Stephenson, dan Joseph Locke, jembatan kereta api Inggris terus bertambah besar seiring bergantinya dekade.[31] Jembatan-jembatan terkenal dari era tersebut meliputi High Level Bridge (1849),[32] Royal Border Bridge (1850),[32] Jembatan Britannia (1850),[33] Jembatan Royal Albert (1859),[34] dan Jembatan Gantung Clifton (1864).[35] Jumlah jembatan kereta api di Inggris meningkat dari 30.000 menjadi 60.000 selama era Railway Mania.[36] Jembatan kereta api pada dasarnya menggunakan desain pelengkung bata dan batu, karena dapat menahan beban luar biasa yang ditimbulkan oleh kereta api, tetapi desain gelagar besi (pada pilar bata atau batu) juga digunakan.[37] Melimpahnya kayu murah di Amerika Utara menyebabkan benua tersebut lebih memilih kayu sebagai bahan jembatan: menggunakan desain rangka batang (untuk bentang panjang) dan desain perancah (untuk melintasi jurang yang dalam).[38]
Produksi massal baja pada akhir abad ke-19 menyediakan bahan baru untuk jembatan, yang memungkinkan terciptanya jembatan rangka batang dan jembatan kantilever yang lebih ringan dan lebih kuat; dan kawat baja menggantikan batangan besi sebagai bahan pilihan untuk kabel jembatan gantung.[39]Betonย โ yang pada awalnya digunakan dalam Kekaisaran Romawiย โ disempurnakan dengan penemuan semen Portland pada awal abad ke-19, dan menggantikan batu serta batu bata sebagai bahan utama untuk fondasi jembatan. Ketika besi atau baja ditanamkan di dalam beton, seperti pada beton bertulang atau beton prategang, ia menjadi bahan yang kuat dan murah yang dapat digunakan untuk elemen horizontal jembatan gelagar dan jembatan gelagar kotak.[40]
1900 hingga sekarang
suntingSepanjang abad ke-20, jembatan-jembatan baruย โ karya perancang Othmar Ammann dan lainnyaย โ berkali-kali memecahkan rekor jarak bentang, memungkinkan jaringan transportasi untuk melintasi sungai dan lembah yang semakin lebar.[42] Jembatan kabel pancangย โ yang menggunakan kabel pancang sebagai sarana penopang eksklusifย โ menjadi desain jembatan yang populer setelah Perang Dunia II.[43][c] Akhir abad ke-20 menyaksikan beberapa inovasi besar dalam desain jembatan. Jembatan ekstrados diperkenalkan dan digunakan secara luas, terutama di Jepang.[47] Di Tiongkok, tabung baja berisi beton diadopsi sebagai pendekatan baru untuk membangun jembatan pelengkung.[48] Polimer diperkuat seratย โ yang tidak mengalami masalah karat seperti bajaย โ digunakan pada jembatan untuk berbagai pengaplikasian, seperti gelagar, pelat geladak, kabel prategang, pembungkus bagian luar elemen beton, dan penulangan internal di dalam beton.[49][d] Pada abad ke-21, bentang jembatan melampaui 2 kilometer (1,2ย mi) untuk pertama kalinya dengan dibangunnya Jembatan รanakkale 1915.[50][e]
Penggunaan
suntingTujuan dari setiap jembatan adalah untuk melintasi rintangan. Jembatan dapat menyediakan dukungan dan transportasi untuk jalur kereta api, mobil, pejalan kaki, jalur pipa, kabel, atau kombinasi apa pun dari semuanya.[52] Akuaduk dikembangkan pada awal sejarah manusia, dan menyalurkan air ke berbagai kota.[53] Sistem kanal terkadang mencakup akuaduk yang dapat dilayari (juga disebut jembatan kanal) untuk membawa perahu melintasi lembah atau jurang.[54]
Transportasi
sunting
Hingga awal abad ke-19, sebagian besar jembatan dirancang untuk pejalan kaki, kuda, dan kereta kuda.[30] Setelah penemuan kereta api, banyak jembatan rel dibangun; di Inggris, jumlah jembatan berlipat ganda selama ledakan pembangunan kereta api pada pertengahan abad ke-19.[30] Jembatan kereta api memiliki persyaratan unik karena beban berat yang ditopangnyaย โ sebuah lokomotif dapat memiliki berat 197 tonnes[convert: unit tak dikenal].[56]Jembatan kereta api dirancang untuk meminimalkan lendutan (pembengkokan di bawah beban), memaksimalkan ketahanan (melokalisasi kerusakan yang disebabkan oleh kecelakaan), dan menoleransi dampak berat (kejutan tiba-tiba dari, misalnya, roda rel yang membentur ketidaksempurnaan pada lintasan).[57] Persyaratan ini membuat perkeretaapian menghindari jembatan lengkung, jembatan gantung, dan jembatan kabel pancang; sebagai gantinya, jembatan balok lurus atau rangka batang umum digunakan.[58] Pertumbuhan jaringan jalan raya yang pesat pada abad ke-20 mengharuskan jembatan membentang pada jarak yang lebih panjang untuk mencapai pulau dan melintasi lembah,[59] bersamaan dengan pengenalan jalur kereta api layang dan monorel di perkotaan.
Pemisahan bidang
suntingPenerapan penting jembatan adalah meningkatkan keselamatan dan kelancaran lalu lintas di persimpangan lalu lintas tempat jalan atau jalur kereta api melintas di permukaan tanah. Persimpangan semacam itu mengharuskan kendaraan untuk berhenti, dan menyebabkan lalu lintas menjadi lebih lambat, pemborosan bahan bakar, dan insiden tabrakan yang lebih tinggi. Salah satu teknik untuk memitigasi masalah ini adalah dengan membangun jembatan, yang memungkinkan salah satu jalan untuk melintas di atas jalan lainnya: proses ini dikenal sebagai pemisahan bidang.[60][f] Pemisahan bidang dapat diterapkan pada persimpangan kereta api-jalan[61] atau persimpangan jalan-jalan.[62]
Pejalan kaki
suntingBeberapa jembatan, yang dikenal sebagai jembatan penyeberangan, dikhususkan untuk lalu lintas pejalan kaki.[63] Jembatan-jembatan ini bervariasi dari jalur pejalan kaki sederhana yang memungkinkan orang lewat di atas tanah berawa hingga jembatan udara layangย โ termasuk Sistem Skyway Minneapolisย โ yang melindungi pejalan kaki dari cuaca musim dingin yang ekstrem.[64] Ketika digunakan untuk menyeberang jalan di daerah perkotaan yang sibuk, jembatan penyeberangan umumnya lebih aman daripada pelican crossing, tetapi dikritik oleh para ahli tata kota dan penganjur hak-hak penyandang disabilitas karena merepotkan pejalan kaki, menghambat aksesibilitas, menurunkan kualitas kehidupan kota, dan melanggengkan ketergantungan pada mobil.[65]
Militer
suntingJembatan militer merupakan peralatan penting dalam bidang zeni. Jembatan ini memiliki berbagai peran di masa perang, yaitu dengan cepat melintasi rintangan di tengah pertempuran, atau memfasilitasi pasokan ulang di belakang garis depan.[66] Jembatan militer dapat dikategorikan sebagai jembatan basah yang bertumpu pada pelampung ponton, dan jembatan kering yang bertumpu pada pilar, tepi sungai, atau jangkar.[66] Mekanisme kasar untuk melintasi jurang kecil adalah dengan menempatkan sebuah fasin (ikatan besar pipa atau batang kayu) ke dalam jurang guna memungkinkan kendaraan melintas di atasnya.[67]

Jembatan luncur kendaraan lapis baja diangkut oleh kendaraan yang dibuat khusus.[67] Kendaraan ini umumnya memiliki performa lintas alam yang sama dengan tank, dan dapat membawa jembatan menuju rintangan serta mengerahkan ("meluncurkan") jembatan tersebut.[69] Kendaraan Chieftain Inggris dapat meluncurkan jembatan sejauh 23-meter (75ย ft)ย โ yang mampu menopang beban sebesar 54-tonne[convert: unit tak dikenal]ย โ dalam waktu 3 menit.[70] Jembatan militer telah digunakan dalam pengaplikasian sipil. Jembatan Bailey pada awalnya diciptakan pada tahun 1940 untuk digunakan dalam Perang Dunia II, tetapi terus digunakan di masa damai. Jembatan Bailey digunakan sebagai jembatan permanen berukuran kecil, serta jembatan sementara saat jembatan permanen sedang diganti atau diperbaiki.[68]
Pada masa perang, jembatan sering rusak akibat pengeboman atau oleh zeni tempur. Jembatan dapat menjadi sasaran yang berharga karena tidak dapat dipindahkan, relatif mudah dikenali dari udara, dan kerusakan pada jembatan dapat mengganggu jaringan transportasi musuh.[71] Jembatan telah menjadi sasaran artileri sejak zaman kuno, dan munculnya teknologi yang lebih baruย โ khususnya, pesawat terbang dan pesawat nirawak (drone)ย โ telah membuat jembatan lebih mudah untuk diserang. Jerman menggunakan pesawat Stuka untuk melakukan serangan bom tukik ke jembatan pada Perang Dunia II,[72] dan Ukraina merusak Jembatan Krimea melalui sebuah serangan pesawat nirawak pada tahun 2023.[73]
Lainnya
suntingBeberapa jembatan mengakomodasi penggunaan selain transportasi. Jembatan pipa membawa pipa minyak atau pipa air melintasi lembah atau sungai.[74] Banyak jembatan bersejarah menopang bangunan, termasuk kuil, pabrik, toko, restoran, dan rumah. Contoh terkemukanya adalah Jembatan London Lama dan Ponte Vecchio.[75] Beberapa jembatan yang dibangun di Eropa pada Abad Pertengahan memasukkan kapel ke dalam desainnya.[76] Pada era modern, jembatan restoran dapat ditemukan di beberapa tempat istirahat jalan raya; jembatan ini menopang restoran atau pertokoan tepat di atas jalan raya dan dapat diakses oleh pengemudi yang melintas dari kedua arah.[77] Contohnya meliputi Will Rogers Archway di atas Oklahoma Turnpike[78] dan beberapa lokasi oasis Jalan Tol Illinois. Jembatan Novรฝ Most di Bratislava memiliki restoran yang terletak di puncak menara tunggalnya.[79] Para ahli konservasi menggunakan jembatan satwa liar untuk mengurangi fragmentasi habitat dan tabrakan antara hewan dan kendaraan.[80] Perlintasan satwa liar pertama dibangun pada tahun 1950-an, dan jembatan jenis ini sekarang telah digunakan di seluruh dunia.[81]
Struktur dan bentuk
suntingJembatan pada utamanya diklasifikasikan berdasarkan desain struktur dasarnya: pelengkung, rangka batang, kantilever, gantung, kabel pancang, atau balok.[82][g] Beberapa istilah lain dapat digunakan untuk menunjuk berbagai aspek bentuk atau desain jembatan, termasuk viaduk, perancah, dan jalan lintas.
Struktur dasar
suntingPemilihan struktur jembatan untuk digunakan dalam situasi tertentu didasarkan pada banyak faktor, termasuk estetika, lingkungan, biaya, dan tujuan.[84] Beberapa bentang jembatan menggabungkan dua jenis struktur dasar; misalnya, Jembatan Brooklyn pada utamanya adalah struktur gantung, tetapi juga menggunakan kabel pancang.[85] Beberapa jembatan bentang majemukย โ yang disebut jembatan hibridaย โ menggunakan struktur dasar yang berbeda untuk bentang yang berbeda.[86]
Jembatan pelengkung
suntingJembatan pelengkung terdiri dari sebuah pelengkung melengkung, di bawah kompresi, yang menopang geladak baik di atas maupun di bawah pelengkung.[87] Bentuk pelengkung dapat berupa setengah lingkaran, elips, pelengkung runcing, atau segmen lingkaran.[88] Pelengkung memberikan gaya diagonal di kedua ujungnya, yang membutuhkan penopang kuat atau pangkal jembatan untuk mencegah pelengkung melebar atau runtuh.[89] Jembatan pelengkung geladak menahan geladak di atas pelengkung; jembatan pelengkung terikat menggantung geladak di bawah pelengkung; dan jembatan pelengkung tembus memosisikan geladak menembus bagian tengah pelengkung.[90]
Jembatan rangka batang
suntingSebuah jembatan rangka batang tersusun dari berbagai elemen segitiga yang saling terhubung.[91]Kumpulan segitiga tersebut membentuk suatu kesatuan yang kaku, yang bertumpu pada fondasi di kedua ujungnya, memberikan gaya vertikal ke bawah.[92] Geladak dapat diletakkan di atas rangka batang ("rangka batang geladak") atau di bagian bawah rangka batang ("rangka batang tembus").[93] Rangka batang tembus berguna ketika dibutuhkan lebih banyak ruang bebas di bawah jembatan; rangka batang geladak memungkinkan muatan berukuran lebih dan tidak mengganggu objek di atas kepala, seperti saluran listrik.[94] Batang-batang individualnya dapat terbuat dari besi atau kayu, tetapi sebagian besar jembatan rangka batang modern terbuat dari baja.[95] Batang-batang horizontal di bagian atas biasanya menahan kompresi, dan batang-batang horizontal di bagian bawah biasanya menahan tegangan.[92] Batang-batang yang menghubungkan bagian atas dan bawah bisa berada dalam tegangan atau kompresi, tergantung pada tata letak segitiganya.[96] Rangka batang umumnya memiliki rasio bentang-ke-kedalaman (lebar struktur dibagi tingginya) mulai dari 10 hingga 16, dibandingkan dengan jembatan balok yang umumnya memiliki rasio antara 20 hingga 30.[97] Rangka batang cenderung relatif kaku, dan umumnya digunakan untuk jembatan rel yang diharuskan menahan beban yang sangat berat.[97]
Jembatan kantilever
suntingJembatan kantilever terdiri dari balok atau rangka batang yang terpasang secara kaku pada sebuah penopang (pilar atau jangkar) dan membentang secara horizontal dari penopang tersebut tanpa penopang tambahan.[98] Di Asia kuno, jembatan kantilever yang terbuat dari bebatuan besar atau kayu digunakan untuk melintasi rintangan kecil.[99] Pada tahun 1880-an, beberapa jembatan kantilever awal dibangun dari besi tempa, tetapi baja menjadi umum mulai akhir abad ke-19.[100] Sebuah jembatan kantilever seimbang terdiri dari dua kantilever terhubung yang membentang ke luar pada arah berlawanan dari satu penopang tengah tunggal.[101] Jembatan kantilever lainnya memiliki dua kantilever, yang dijangkarkan di setiap ujung bentang, membentang ke arah tengah, dan bertemu di tengah.[102] Konstruksi kantilever adalah sebuah metode pembangunan bangunan atas jembatan, yang dapat dimanfaatkan untuk jembatan pelengkung dan kabel pancang, maupun jembatan kantilever. Dalam teknik ini, konstruksi dimulai pada sebuah penopang (khususnya pilar, pangkal jembatan, atau menara) dan membentang ke luar melintasi rintangan, tanpa dukungan penopang dari bawah.[103]
Jembatan gantung
suntingJembatan gantung memiliki kabel melengkung berukuran besar yang dipasang di puncak menara-menara tinggi,[h] dan menggantung geladak jembatan dari kabel-kabel tersebut.[104][i] Pada awal abad ke-19, jembatan gantung modern pertamaย โ seperti Jembatan Jacob's Creekย โ adalah jembatan rantai yang menggunakan batangan besi sebagai pengganti bundel kawat untuk kabelnya.[106] Setelah kawat baja tersedia secara luas, kabel yang lebih panjang dapat dibuat dengan merangkai ratusan kawat di antara menara dan mengikatnya menjadi satu,[107] yang memungkinkan jembatan gantung mencapai bentangan sepanjang 2 kilometer ([convert: unit tak dikenal]). Ketika jembatan melintasi sungai, merangkai kawat melintasi bentangan yang luas merupakan proses yang rumit.[108] Kabel jembatan gantung membentuk katenari saat pertama kali digantung di antara menara jembatan; namun, setelah beban seragam dari geladak jembatan diterapkan, kabel tersebut akan membentuk bentuk parabola.[109] Menara yang lebih pendek membutuhkan lendutan kabel yang lebih kecil, yang mana meningkatkan tegangan pada kabel, sehingga membutuhkan menara dan jangkar yang lebih kuat.[110]
Jembatan kabel pancang
suntingJembatan kabel pancang mirip dengan jembatan gantung, tetapi kabel yang menopang geladak terhubung langsung ke menara.[111][h] Kabel miring tersebut dapat diatur dalam pola kipas atau pola harpa.[114][j] Jembatan kabel pancang modern menjadi populer setelah Perang Dunia II, ketika desain ini digunakan untuk banyak jembatan baru di Jerman.[116] Saat melintasi rintangan yang lebar, para perancang memiliki pilihan struktur gantung atau kabel pancang. Jembatan gantung dapat mencapai bentang yang lebih panjang, tetapi jembatan kabel pancang menggunakan lebih sedikit kabel untuk ukuran bentang tertentu, tidak membutuhkan jangkar, dan geladaknya dapat dengan mudah dibangun dengan cara mengkantilever ke luar dari menara.[117]
Jembatan balok
suntingJembatan balok adalah struktur sederhana yang terdiri dari satu atau lebih balok atau gelagar horizontal sejajar yang melintasi sebuah rintangan.[118] Jembatan gelagar kotak adalah varian yang umumnya lebih dangkal (tipis) daripada jembatan berukuran setara yang menggunakan balok I, yang memungkinkan jalan pendekatan yang lebih pendek dan lebih rendah untuk melintasi rintangan dengan ketinggian tertentu.[119] Jembatan balok umum digunakan untuk jalur kereta api maupun jalan raya.[118] Jembatan balok sering kali digunakan untuk bentangan yang lebih pendek dari sekitar 50 meter (160ย ft); untuk bentang yang lebih panjang, rangka batang atau struktur serupa umumnya lebih efisien.[120] Sebagian besar jembatan balok memiliki bagian bawah yang datar dan horizontal; tetapi ada pula yang bagian bawahnya melengkung ke atas, yang disebut haunching (penebalan tumpuan). Haunching terlihat lebih anggun daripada bagian bawah yang datar, dan dapat memberikan ruang bebas yang lebih besar di bawah jembatan, tetapi cenderung lebih memakan biaya karena balok dengan dasar datar lebih mudah untuk dibangun.[121]
Bentuk lainnya
suntingSelain struktur jembatan dasar, terdapat banyak bentuk jembatan lainnya. Bagian berikut ini menjelaskan beberapa bentuk yang lebih umum, tetapi ini bukanlah daftar yang lengkap.
Jembatan gerak
sunting
Jembatan gerak dirancang sedemikian rupa sehingga seluruh atau sebagian geladak jembatan dapat digerakkan, biasanya untuk memungkinkan lalu lintas yang tinggiย โ seperti perahu atau kapal tinggiย โ untuk melintas.[123] Jembatan gerak awal meliputi jembatan angkat yang berporos pada salah satu ujungnya, dan membutuhkan usaha besar untuk diangkat. Penambahan penyeimbang di sisi poros jembatan angkat menciptakan sebuah jembatan bascule, dan membuat pergerakan jembatan menjadi lebih mudah dan aman.[124] Jembatan putar berputar secara horizontal mengelilingi titik jangkar di tepi kanal, atau terkadang dari sebuah pilar di tengah air.[125] Jembatan angkat vertikal dinaikkan secara vertikal di antara dua menara menggunakan kabel yang melewati katrol di puncak menara.[126] Jembatan gerak yang terkenal meliputi Jembatan Kereta Api El Ferdan di Mesir, bascule Erasmusbrug di Rotterdam, dan jembatan penyeberangan Limehouse Basin di London.[127] Pada era modern, para perancang terkadang menciptakan jembatan gerak yang tidak biasa dengan maksud untuk membangun jembatan ikonis bagi sebuah kota atau daerah.[127] Contohnya meliputi jembatan putar Puente de la Mujer di Buenos Aires, Gateshead Millenniumย โ contoh langka dari jembatan miringย โ di atas Sungai Tyne, dan Jembatan Hรถrn di Jerman.[128][k]
Jembatan bentang majemuk panjang
suntingAda berbagai istilah yang menggambarkan jembatan bentang majemuk panjangย โ termasuk viaduk, perancah, menerus, dan jalan lintas. Penggunaan istilah-istilah ini dapat saling tumpang tindih, tetapi masing-masing memiliki fokus yang spesifik.[130] Viaduk (membawa kendaraan) dan akuaduk (menyalurkan air) adalah jembatan yang melintasi lembah atau jalan bawah tanah, ditopang oleh beberapa pelengkung atau pilar.[131] Bangsa Romawi membangun banyak akuaduk, beberapa di antaranya masih berdiri hingga saat ini.[132] Viaduk yang terkenal meliputi Viaduk Penponds di Inggris,[133] Viaduk Garabit di Prancis,[134] Viaduk Tunkhannock di Pennsylvania,[135] dan Viaduk Millau di Prancis.[129]
Sebuah jembatan perancahย โ umumnya digunakan pada abad ke-19 untuk jembatan kereta apiย โ terdiri dari beberapa bentang pendek yang ditopang oleh elemen struktur berjarak rapat.[136] Perancah mirip dengan viaduk, tetapi viaduk umumnya memiliki penopang pilar yang lebih tinggi dan bentang yang lebih panjang.[137] Sebuah jembatan rangka batang menerus adalah rangka batang tunggal yang panjang yang bertumpu pada beberapa penopang. Jembatan rangka batang menerus dapat menggunakan lebih sedikit material daripada serangkaian rangka batang sederhana karena rangka batang menerus mendistribusikan beban hidup ke seluruh bentang (berbeda dengan serangkaian rangka batang sederhana, yang masing-masing rangka batang harus mampu menopang seluruh beban hidup). Secara visual, rangka batang menerus terlihat mirip dengan jembatan kantilever, tetapi rangka batang menerus mengalami tegangan lentur cembung (hogging) pada penopang dan tegangan lentur cekung (sagging) di antara penopang-penopang tersebut.[138][l] Sebuah jalan lintas (causeway) adalah jalan rendah, biasanya melintasi rawa paya, rawa, danau, atau perairan lainnya.[140] Banyak jalan lintas merupakan tanggul tanah, tetapi beberapa adalah jembatan yang ditinggikan, seperti Jalan Lintas Danau Pontchartrain sepanjang 384-kilometer ([convert: unit tak dikenal]) di Louisiana.[140]
Ekstrados
sunting
Sebuah jembatan ekstrados menggabungkan fitur jembatan gelagar kotak dan jembatan kabel pancang.[142] Secara visual, jembatan ekstrados dapat dibedakan dari jembatan kabel pancang karena tinggi menaranya (di atas geladak) relatif rendah: antara tujuh hingga tiga belas persen dari lebar bentang.[143]Jembatan ekstrados sesuai untuk bentang mulai dari 100 meter (330ย ft) hingga 250 meter (820ย ft).[143] Tidak seperti jembatan gantung atau jembatan kabel pancang, menara pada jembatan ekstrados sering kali bertumpu pada geladak (bukan pada fondasi tapak) dan terhubung dengan kokoh ke geladak tersebut.[144] Karena sudut kabel yang relatif datar, kabel-kabel pada jembatan ekstrados menekan geladak secara horizontal, menjalankan fungsi yang sebanding dengan kawat prategang yang digunakan di dalam gelagar beton.[145] Jembatan ekstrados dapat sesuai untuk pengaplikasian di mana geladak harus memiliki kedalaman yang dangkal (tipis) untuk memaksimalkan ruang bebas di bawah jembatan; atau di mana menara harus relatif pendek untuk mematuhi batasan keselamatan penerbangan.[146]
Jembatan ponton
sunting
Sebuah jembatan ponton, juga dikenal sebagai jembatan apung, menggunakan pelampung atau perahu sarat air dangkal untuk menopang geladak menerus untuk perjalanan pejalan kaki atau kendaraan di atas air.[148] Jembatan ponton umumnya digunakan di perairan yang terlalu dalam untuk membangun pilar, atau sebagai mekanisme untuk menerapkan jembatan putar gerak pada sebuah kanal.[149] Selama Invasi Persia kedua ke Yunani, penguasa Persia Xerxes membangun sebuah jembatan ponton besar melintasi Hellespontos, yang terdiri dari dua baris paralel dari 360 perahu.[150]
Beberapa jembatan ponton masih digunakan di dunia modern. Negara bagian Washington di AS memiliki beberapa di antaranya, termasuk Jembatan Terusan Hood.[151] Di Norwegia, Jembatan Nordhordland melintasi fyord yang dalam dengan bertumpu pada ponton beton apung.[147] Banyak angkatan darat memiliki jembatan ponton yang dapat dikerahkan dengan cepat, termasuk Jembatan Apung PMP, yang dirancang oleh Uni Soviet.[152]
Desain
suntingProses desain
suntingProses desain jembatan baru umumnya melewati beberapa tahapan, yang secara progresif menyempurnakan desain tersebut.[153] Langkah awal dalam proses desainย โ terkadang disebut desain konseptualย โ adalah mempertimbangkan berbagai persyaratan yang harus dipenuhi oleh sebuah jembatan.[153] Persyaratan yang berkaitan langsung dengan fungsi meliputi umur pakai, keselamatan, iklim, kondisi tanah, volume lalu lintas, ukuran dan sifat rintangan yang akan dilintasi, serta ruang bebas yang dibutuhkan untuk melintas di bawahnya.[154] Kendala lainnya dapat meliputi biaya konstruksi, biaya perawatan, estetika, waktu yang tersedia untuk konstruksi, preferensi pemilik, dan pengalaman para pembangun.[154] Beberapa desain jembatan mempertimbangkan faktor-faktor seperti dampak terhadap lingkungan dan satwa liar, serta hubungan ekonomi, sosial, dan sejarah jembatan tersebut dengan masyarakat setempat.[155] Setelah persyaratan sebuah jembatan ditetapkan, seorang perancang jembatan menggunakan metode analisis struktur untuk mengidentifikasi desain-desain kandidat.[156] Beberapa desain mungkin memenuhi persyaratan tersebut. Metodologi rekayasa nilai dapat digunakan untuk memilih desain akhir dari beberapa alternatif.[157] Metodologi ini mengevaluasi desain kandidat berdasarkan skor berbobot yang diberikan pada beberapa kriteria berbeda, termasuk biaya, umur layan, ketahanan, ketersediaan sumber daya, kemudahan konstruksi, waktu konstruksi, dan biaya perawatan.[157]
Persyaratan penting yang dipertimbangkan selama proses desain adalah umur layan, yang merupakan jumlah tahun spesifik yang diharapkan bagi jembatan untuk tetap beroperasi dengan perawatan rutin (dan tanpa memerlukan perbaikan besar).[158][m] Sebagai contoh, bangunan atas jembatan kayu umumnya memiliki umur layan 10 hingga 50 tahun.[160][n] Jembatan jalan raya beton dapat memiliki umur layan 75 hingga 150 tahun.[159] Sebuah metodologi desain jembatan memasukkan umur layan tersebut ke dalam proses desain.[162]
Spesifikasi dan standar
suntingSalah satu persyaratan yang harus dipenuhi oleh jembatan baru adalah kepatuhan terhadap spesifikasi desain jembatan setempat dan peraturan bangunan yangย โ di beberapa negaraย โ mungkin merupakan persyaratan yang mengikat secara hukum.[163] Di banyak negara, spesifikasi-spesifikasi ini dikembangkan dan diterbitkan oleh organisasi standar yang menetapkan praktik dan desain pembangunan jembatan yang dapat diterima. Di Eropa, organisasi tersebut adalah Komite Standardisasi Eropa, dan standar yang diterbitkannya adalah Eurocode.[164] Di Amerika Serikat, Asosiasi Pejabat Jalan Raya dan Transportasi Negara Bagian Amerika (AASHTO) menerbitkan Spesifikasi Desain Jembatan LRFD AASHTO.[165][o] Standar jembatan Kanada adalah Kode Desain Jembatan Jalan Raya Kanada, yang dikembangkan oleh kelompok nirlaba CSA Group.[167] Lembaga-lembaga yang mengatur penerbangan atau jalur air juga dapat memberlakukan standar yang mendikte beberapa aspek desain jembatan, seperti persyaratan untuk lampu peringatan penerbangan di puncak menara jembatan, atau lampu peringatan navigasi pada penopang jembatan yang terletak di jalur air yang dapat dilayari.[168]
Estetika
sunting
Penampilan sebuah jembatan adalah salah satu faktor yang dipertimbangkan selama desainnya.[170] Jembatan yang menarik dapat memberikan dampak positif pada masyarakat, dan beberapa jembatan bahkan dapat dianggap sebagai karya seni.[171] Perancang jembatan yang dikenal karena menekankan daya tarik visual pada jembatan mereka di antaranya Thomas Telford, Gustave Eiffel, John Roebling, Robert Maillart, dan Santiago Calatrava.[172] Kualitas yang memengaruhi daya tarik sebuah jembatan yang dirasakan meliputi proporsi, warna, tekstur, keteraturan, kehalusan, integrasi lingkungan, dan fungsionalitas.[173]
Sejarawan seni Dan Cruickshank mencatat bahwa jembatan dianggap sebagai perwujudan dari imajinasi dan ambisi manusia, dan banyak jembatan melampaui peran utilitarian aslinya serta menjadi sebuah karya seni.[174] Ia menulis "[sebuah] jembatan yang hebat memiliki dampak emosional, ia memiliki kualitas yang agung dan keindahan heroik yang menggerakkan bahkan mereka yang tidak terbiasa memiliki indra mereka dikobarkan oleh seni visual."[174]
Material
suntingSeorang perancang jembatan dapat memilih dari berbagai macam material, termasuk kayu, batu bata, tali, batu, besi, baja, dan beton.[175][p] Sebuah jembatan yang terbuat dari dua material yang berbeda atau lebih (misalnya, baja dan beton) dikenal sebagai jembatan komposit.[177] Beberapa jembatan pelengkung terbesar merupakan jembatan komposit, karena terbuat dari beton dan baja.[48]
Kayu merupakan sumber daya terbarukan yang murah dengan rasio kekuatan terhadap berat yang tinggi, tetapi jarang digunakan untuk jembatan jalan raya modern karena rentan terhadap degradasi dari lingkungan, dan jauh lebih lemah daripada baja atau beton.[178] Kayu terutama digunakan pada jembatan balok atau rangka batang termasuk jembatan beratap, dan juga digunakan untuk membangun jembatan perancah besar untuk jalur kereta api.[179] Ketika kayu digunakan, ia sering kali dalam bentuk kayu laminasi lem.[178] Kriya batu mencakup batu dan batu bata, dan hanya sesuai untuk elemen-elemen jembatan yang berada di bawah kompresi (berlawanan dengan tegangan), oleh karena itu, kriya batu terbatas pada struktur seperti pelengkung atau fondasi.[180] Pada abad ke-20, jembatan kriya batu berukuran besar ย โ meskipun digantikan oleh beton di Baratย โ terus dibangun di Tiongkok.[181]

Besiย โ termasuk besi cor dan besi tempaย โ digunakan secara luas dari akhir abad ke-18 hingga akhir abad ke-19, terutama untuk struktur pelengkung dan rangka batang. Besi relatif rapuh, dan telah digantikan oleh baja untuk seluruh penggunaan selain keperluan hiasan.[182] Baja adalah salah satu material yang paling umum digunakan pada jembatan modern karena baja kuat menahan kompresi maupun tegangan.[183] Baja dibuat dalam jumlah kecil pada zaman kuno, tetapi menjadi tersedia secara luas pada akhir abad ke-19 setelah penemuan proses peleburan yang baru. Jembatan rangka batang dan jembatan balok sering kali terbuat dari baja, dan kawat baja adalah komponen penting dari hampir semua jembatan gantung dan jembatan kabel pancang.[184] Baja merupakan komponen kritis pada jembatan beton, karena tulangan baja atau kabel baja prategang harus ditanamkan di dalam beton untuk membuatnya cukup kuat.[185] Jembatan baja lebih memakan biaya daripada jembatan beton yang sebanding, tetapi ukurannya jauh lebih ringan (untuk kekuatan yang sama), lebih cepat dibangun, dan menawarkan lebih banyak fleksibilitas selama konstruksi dan perbaikan.[186]
Beton umumnya digunakan pada jembatan modern, dan banyak jembatan jalan raya dibangun terutama dengan struktur balok beton bertulang, yang sering kali dari variasi gelagar kotak.[187][q] Bentuk elemen beton ditentukan oleh bekisting (cetakan) tempat beton tersebut dituangkan (dicetak): beton akan mengikuti bentuk bekisting saat ia mengeras.[189] Balok dapat dipracetak di luar lokasi dan diangkut ke lokasi jembatan, atau dicor di tempat.[190] Jembatan menggunakan beton yang mengandung tulangan baja tertanamย โ ditempatkan di dalam beton pada saat pertama kali dituangkanย โ yang mana sangat meningkatkan kekuatannya.[191] Beton merupakan material yang kuat dan murah, tetapi rapuh dan dapat retak ketika berada dalam tegangan.[192] Jika beton digunakan pada elemen yang mungkin mengalami tegangan, kabel prategang biasanya ditanam di dalam beton dan dikencangkan, yang mana akan menekan beton tersebut.[193] Ketika sebuah balok horizontal dipasang ke dalam jembatan dan menahan beban, tegangan yang tidak diinginkan (dihasilkan oleh kecenderungan balok untuk melentur) dilawan oleh kompresi dari kabel prategang.[194] Kabel prategang tersebut dapat berupa pratarik (diregangkan sebelumย โ dan selamaย โ beton mengeras); atau pascatarik (ditempatkan di dalam tabung di dalam beton, dan dikencangkan setelah beton mengeras).[194]
Jembatan geladak ganda
suntingPara perancang dapat memilih untuk menggunakan desain geladak ganda (juga dikenal sebagai jembatan bertingkat), yang menopang dua geladak bersusun. Teknik ini dapat digunakan untuk meningkatkan jumlah lalu lintas yang dapat ditampung oleh sebuah jembatan; atau ketika lokasi membatasi ukuran jembatan tersebut.[195] Jembatan geladak ganda juga memungkinkan dua jenis lalu lintas yang berbeda untuk melintas dengan aman. Misalnya, kendaraan bermotor dapat dipisahkan dari pejalan kaki atau jalur kereta api.[195] Beberapa jembatan geladak ganda menampung jalur kereta api di satu geladak, dan kendaraan di geladak lainnya. Contoh awalnya adalah Jembatan Gantung Air Terjun Niagara,[196] dan contoh modernnya adalah Jembatan Dom Luรญs I di Portugal.[197] Karena kemampuannya menampung kendaraan bermotor dalam jumlah besar, jembatan geladak ganda sering ditemukan di dekat kota-kota besar untuk menampung mobil di kedua geladaknya, contohnya Jembatan DuSable di Chicago, Jembatan Tsing Ma di Hong Kong,[198] Jembatan รresund yang menghubungkan Kopenhagen dan Malmรถ,[199] serta Jembatan Shimotsui-Seto di dekat Kurashiki.[200] Jembatan George Washington di New York menampung 14 lajur kendaraan bermotor (delapan di atas, enam di bawah), dan merupakan jembatan tersibuk di dunia, yang dilintasi lebih dari 100 juta kendaraan setiap tahunnya.[201]
Analisis beban
sunting
Desain jembatan harus mengakomodasi semua beban dan gaya yang mungkin dialami oleh jembatan secara wajar. Keseluruhan gaya yang harus ditoleransi oleh jembatan adalah beban struktur, yang sering kali dibagi menjadi tiga komponen: beban mati, beban hidup, dan beban lingkungan. Beban mati adalah berat dari jembatan itu sendiri.[203][r] Beban hidup adalah semua gaya dan getaran yang disebabkan oleh lalu lintas yang melintasi jembatan, termasuk berat, pengereman, dan percepatan.[203]Beban lingkungan mencakup semua gaya yang diberikan oleh lingkungan sekitar jembatan, termasuk cuaca, gempa bumi, tanah longsor, arus air, banjir, penurunan tanah, pengangkatan akibat embun beku, fluktuasi suhu, dan tabrakan.[203]Untuk kejadian sporadis seperti banjir, gempa bumi, tabrakan, dan badai, perancang jembatan memilih tingkat keparahan maksimum yang harus diakomodasi oleh desain tersebut.[205] Tingkat keparahan ini didasarkan pada periode ulang, yaitu waktu rata-rata antara kejadian dengan besaran tertentu. Periode ulang berkisar antara 10 hingga 2.500 tahun, bergantung pada jenis kejadian dan negara tempat jembatan tersebut berada.[206][s] Periode ulang yang lebih lama digunakan untuk jembatan yang menjadi bagian penting dari infrastruktur transportasi. Misalnya, jika jembatan tersebut merupakan jalur penyelamat utama jika terjadi keadaan darurat, perancang mungkin memanfaatkan periode ulang yang relatif panjang, misalnya, 2.000 tahun; dalam contoh ini, desain jembatan harus mampu bertahan terhadap badai terkuat yang diperkirakan terjadi sekali setiap 2.000 tahun.[207]
Tegangan dan regangan
suntingGaya beban yang bekerja pada sebuah jembatan menyebabkan komponen-komponen jembatan mengalami tegangan. Tegangan adalah ukuran gaya internal yang dialami di dalam suatu material. Regangan adalah ukuran seberapa banyak komponen jembatan melengkung, meregang, atau memuntir sebagai respons terhadap tegangan. Beberapa regangan (pelengkungan atau pemuntiran) mungkin dapat diterima pada komponen jembatan jika materialnya bersifat elastis. Sebagai contoh, baja dapat menoleransi peregangan atau pelengkungan tertentu tanpa mengalami kegagalan. Sebaliknya, beton bersifat inelastis, dan perubahan bentuknya ketika mengalami tegangan sangatlah dapat diabaikan (hingga tegangannya menjadi berlebihan dan beton tersebut mengalami kegagalan).[208]
Fase kritis dari proses desain adalah menghitung tegangan maksimum yang akan dialami oleh setiap komponen jembatan, dan memilih desain serta ukuran yang sesuai untuk komponen-komponen tersebut guna memastikan semuanya akan menoleransi beban pada jembatan dengan aman. Tegangan dikategorikan berdasarkan sifat gaya yang menyebabkan tegangan tersebut, yaitu: kompresi, tegangan (tarikan), geser, dan torsi. Gaya kompresi memampatkan suatu komponen dengan mendorongnya ke dalam (misalnya, seperti yang dirasakan oleh fondasi jembatan saat sebuah menara berat bertumpu di atasnya). Tegangan adalah gaya regangan yang dialami suatu komponen saat ditarik (misalnya oleh kabel-kabel pada jembatan gantung). Geser adalah gaya luncur yang dialami oleh suatu komponen ketika dua gaya eksternal yang tidak sejajar diterapkan pada arah yang berlawanan (misalnya, selama gempa bumi ketika bagian atas struktur ditarik ke utara, dan bagian bawahnya ditarik ke selatan). Torsi adalah gaya puntir.[209]
Proses desain jembatan umumnya menggunakan metode analisis struktur yang membagi jembatan menjadi komponen-komponen yang lebih kecil, dan menganalisis komponen-komponen tersebut secara individual, tunduk pada batasan-batasan tertentu.[210] Desain jembatan yang diusulkan kemudian biasanya dimodelkan dengan rumus atau aplikasi komputer.[211] Model-model tersebut memasukkan beban yang akan dialami jembatan, menghitung tegangan di dalam jembatan, dan memberikan data kepada perancang yang menunjukkan apakah desain tersebut memenuhi sasaran desain yang disyaratkan.[211][t]Guna memastikan bahwa desain jembatan yang diusulkan cukup kuat untuk menahan tegangan yang dapat diperkirakan, banyak perancang jembatan menggunakan metodologi desain keadaan batas (digunakan di Eropa dan Tiongkok) atau metodologi Load and Resistance Factor Design (LRFD) (digunakan di AS).[213]
Getaran
sunting
Banyak beban yang dikenakan pada jembatanย โ angin, gempa bumi, dan lalu lintas kendaraanย โ dapat menyebabkan jembatan mengalami gaya yang tidak teratur atau periodik, yang dapat menyebabkan komponen jembatan bergetar atau berosilasi.[215] Beberapa komponen jembatan memiliki frekuensi resonansi inheren yang membuatnya sangat rentan, dan getaran di dekat frekuensi tersebut dapat menyebabkan tegangan yang sangat besar.[216]
Angin dapat menghasilkan berbagai gaya getaran pada jembatan, termasuk geletar (flutter), pacu (galloping), dan pelepasan pusaran (vortex shedding).[217] Mempertimbangkan gaya angin selama proses desain sangatlah penting untuk jembatan yang panjang dan ramping (biasanya jembatan gantung atau kabel pancang).[218] Jika masalah resonansi teridentifikasi dalam proses desain, masalah tersebut harus dimitigasi. Teknik umum untuk mengatasi getaran meliputi peningkatan kekakuan geladak jembatan dengan menambahkan rangka batang serta menambahkan peredam ke kabel dan menara.[219]Kegagalan dalam memperhitungkan getaran dan osilasi dapat menyebabkan kegagalan jembatan.Jembatan Tacoma Narrows runtuh pada tahun 1940 dalam kecepatan angin 68ย km/h (42ย mph), meskipun jembatan tersebut dirancang untuk menahan angin hingga 206ย km/h (128ย mph). Investigasi mengungkapkan bahwa perancangnya gagal memperhitungkan geletar yang diinduksi angin dan getaran resonansi.[220] Jembatan dapat mengalami kerusakan parah jika terkena guncangan tanah dari gempa bumi.[221] Selama peristiwa seismik, beberapa fenomena dapat terjadi, seperti pulsa kecepatan periode panjang, retakan geser, pergerakan tanah yang besar, percepatan vertikal, dan likuifaksi tanah.[222] Untuk memitigasi risiko, insinyur gempa bumi mempelajari data seismik untuk mengklasifikasikan dan menghitung pergerakan yang dialami oleh jembatan.[223] Studi-studi ini digunakan oleh pemerintah untuk menyusun dan merevisi standar desain yang menetapkan jenis pergerakan seismik yang harus dapat ditahan oleh jembatan baru.[224]
Konstruksi
suntingElemen struktural dari sebuah jembatan umumnya dibagi menjadi bangunan bawah (substruktur) dan bangunan atas (superstruktur).[225] Bangunan bawah terdiri dari bagian bawah jembatan, termasuk fondasi tapak (footing),[u] pangkal jembatan, pilar, tiang pancang, jangkar, dan bantalan.[227] Bangunan atas bertumpu pada bangunan bawah, dan terdiri dari geladak, rangka batang, pelengkung, menara, kabel, balok, dan gelagar.[228]
Proses konstruksi
sunting
Konstruksi jembatan umumnya dikelola oleh insinyur konstruksi, yang bertanggung jawab untuk merencanakan dan mengawasi proses konstruksinya. Aspek penting dari peran ini mencakup penganggaran, penjadwalan, melakukan tinjauan desain formal secara berkala, dan berkomunikasi dengan para perancang jembatan untuk menginterpretasikan serta memperbarui rencana desain.[230][v] Ketika jembatan yang sudah ada sedang diganti atau diperbaiki, dampaknya terhadap kelancaran lalu lintas dapat memberikan efek yang merugikan bagi penduduk dan layanan publik. Proses konstruksi jembatan yang dipercepatย โ yang berfokus pada penggunaan komponen prafabrikasi dan jadwal yang cepatย โ dapat digunakan untuk memitigasi dampak tersebut.[232]
Gaya yang dialami oleh jembatan selama masa konstruksi dapat lebih besar atau memiliki sifat yang berbeda dari gaya yang akan dialaminya setelah selesai dibangun. Proses desain jembatan umumnya berfokus pada kekuatan jembatan yang telah selesai sepenuhnya, tetapi juga harus mempertimbangkan tegangan tidak biasa yang akan dialami elemen individu selama konstruksi. Teknik khusus mungkin diperlukan selama konstruksi untuk menghindari tegangan berlebih, seperti penopang sementara di bawah jembatan, penyangga atau penguat sementara, atau penguatan permanen pada elemen tertentu.[233] Sebagai contoh, ketika jembatan kabel pancang dengan menara beton selesai dibangun, menara tersebut akan mengalami gaya kompresi yang diinginkan dari beban berat kabel-kabelnya; tetapi selama masa konstruksi, tanpa beban tersebut, menara tersebut dapat mengalami gaya tegangan tidak diinginkan yang disebabkan oleh angin lateral.[234]
Bangunan bawah
sunting
Konstruksi dari semua jenis jembatan diawali dengan pembuatan bangunan bawah. Elemen pertama yang dibangun umumnya adalah fondasi tapak dan pangkal jembatan, yang biasanya berupa balok besar beton bertulang, yang seluruhnya atau sebagian terkubur di bawah tanah. Fondasi tapak dan pangkal jembatan menopang seluruh berat jembatan, dan menyalurkannya ke tanah dasar.[235] Berdasarkan rasio tinggi terhadap lebarnya, fondasi tapak dikategorikan sebagai: dangkal (tinggi lebih kecil dari lebar) atau dalam (tinggi lebih besar dari lebar).[236] Jika tanah dasar tidak dapat menopang beban yang ditempatkan pada fondasi tapak, tiang pancang harus dipancangkan terlebih dahulu di bawah fondasi tapak: tiang pancang adalah struktur panjangย โ yang terbuat dari kayu, baja, atau betonย โ yang ditempatkan secara vertikal di bawah fondasi tapak.[237] Beberapa tiang pancang menjangkau ke bawah dan bertumpu pada batuan dasar; yang lainnya mengandalkan gesekan untuk mencegah fondasi tapak merosot lebih dalam.[237]
Pangkal jembatan biasanya terletak di ujung geladak jembatan, tempat jembatan itu bersentuhan dengan tanah dasar.[238] Pangkal jembatan menyalurkan beban ke dalam tanah dasar, baik secara vertikal maupun diagonal.[89] Pangkal jembatan juga dapat berfungsi sebagai dinding penahan tanah, untuk mencegah terjadinya erosi pada tanah dasar di bawah jalan pendekat jembatan.[238] Setelah fondasi tapak untuk pilar jembatan dibuat, pilar dan kepala pilar dibangun untuk merampungkan bangunan bawah.[239][w] Jembatan gantung umumnya membutuhkan angkur, yang merupakan balok besar beton bertulang yang dijangkarkan secara kokoh ke dalam tanahย โ angkur atau jangkar tersebut harus luar biasa berat dan diikatkan ke dalam tanah dasar karena harus menahan tarikan lateral dari kabel-kabel besar yang menahan seluruh geladak dan beban hidup.[241][x]
Membangun penopang di air
sunting
Ketika penopang jembatan (pilar atau menara) dibangun di sungai, danau, atau samudra, teknologi khusus harus dimanfaatkan.[244] Kaison dapat digunakan untuk menyediakan ruang kerja saat membangun bagian penopang yang terendam air. Kaison adalah struktur berongga kedap air berukuran besar yang terbuka di bagian bawah. Biasanya, kaison ditenggelamkan ke dasar air dan para pekerja dapat bekerja di dalamnya untuk mempersiapkan tanah dasar bagi fondasi tapak. Setelah penggalian selesai, kaison umumnya diisi dengan beton untuk membuat seluruh atau sebagian fondasi tapak tersebut.[245] Tekanan udara di dalam kaison yang tertutup rapat harus dijaga tetap tinggi untuk mencegah air merembes masuk.[246] Para pekerja, jika mereka tidak melakukan dekompresi dengan benar saat keluar dari kaison, dapat terkena penyakit dekompresi.[247] Para pembangun jembatan pada masa awal tidak memahami dekompresi, dan kematian sering terjadi: tiga belas pekerja meninggal akibat penyakit dekompresi saat membangun Jembatan Eads (selesai dibangun pada tahun 1874).[247]
Pendekatan lain untuk membangun fondasi di air adalah kaison kotak, yang merupakan kotak baja atau beton besar yang terbuka di bagian atas, yang ditarik oleh kapal tunda ke lokasi jembatan, lalu ditenggelamkan ke dasar dan diisi dengan beton.[248] Jembatan gantung Akashi Kaikyo menggunakan kaison kotak untuk kedua fondasinyaย โ masing-masing memiliki tinggi 70 meter (230ย ft) dan diameter 80 meter (260ย ft). Kaison-kaison tersebut ditenggelamkan ke dasar air dengan kedalaman 60 meter (200ย ft), dan masing-masing diisi dengan 355.000 meter kubik beton. Fondasi-fondasi tersebut bertumpu langsung di dasar laut, tanpa tiang pancang atau fondasi tapak.[248] Alternatif dari kaison adalah kofendam, yaitu bendungan sementara yang mengelilingi lokasi penopang, terbuka di bagian atas, tempat pekerja dapat bekerja saat membangun fondasi tapak.[249]
Bantalan
sunting
Bantalan sering kali ditempatkan di antara bangunan atas dan bangunan bawah pada titik-titik kontak. Bantalan adalah perangkat mekanis yang memungkinkan terjadinya pergerakan kecilย โ yang dapat diakibatkan oleh ekspansi dan kontraksi termal, mulur material, atau peristiwa seismik kecil. Tanpa bantalan, struktur jembatan dapat mengalami kerusakan ketika pergerakan tersebut terjadi. Bantalan dapat dipilih untuk memungkinkan pergerakan rotasi atau selip kecil pada arah tertentu, tanpa memungkinkan pergerakan pada arah lainnya. Jenis-jenis bantalan yang digunakan pada jembatan meliputi bantalan engsel, bantalan rol, bantalan ayun, bantalan geser, bantalan pegas, dan bantalan jembatan elastomerik.[251]
Bangunan atas
suntingSetelah bangunan bawah selesai, bangunan atas dibangun dengan bertumpu pada bangunan bawah. Bangunan atas jembatan balok dapat dibangun di tempat, atau dibuat di luar lokasi (pracetak) dan diangkut ke lokasi jembatan.[252] Balok pracetak dapat ditempatkan di atas penopang menggunakan derek atau derek gantri.[253] Jika jembatan tersebut melintasi jurang yang dalam, teknik yang dikenal sebagai peluncuran bertahap dapat digunakan: balok dan geladak dirakit di jalan pendekat, lalu didorong secara horizontal melintasi rintangan.[254][y]

Metode konstruksi bangunan atas jembatan pelengkung bergantung pada materialnya. Pelengkung beton atau batu menggunakan struktur kayu sementara yang dikenal sebagai perancah atau pemusatan (centering) untuk menopang pelengkung selama proses pembangunannya.[256] Beberapa jembatan pelengkung baja dibangun dengan perancah, tetapi yang lain menggunakan metode kantilever untuk membangun kedua paruh pelengkung dari pangkal jembatan ke arah luar.[257]
Bangunan atas jembatan kantilever biasanya dibangun secara bertahap dengan memanjang ke arah luar dari jangkar atau pilar. Sebagian besar bangunan atas kantilever dapat dibangun tanpa pilar penopang sementara, karena jembatan tersebut dapat menopang dirinya sendiri saat membentang ke luar. Proses yang serupa digunakan untuk kantilever baja atau beton: bagian prafabrikasi dapat diposisikan di permukaan tanah (atau air) dan diangkat ke posisinya menggunakan gantri, atau dapat diangkut secara horizontal di sepanjang bagian kantilever yang telah diselesaikan sebelumnya. Kantilever beton membutuhkan kabel baja prategang yang disalurkan melalui tabung di dalam setiap bagiannya dan dikencangkan, yang mana akan memberikan kompresi pada beton tersebut.[258] Jembatan rangka batang dibangun menggunakan berbagai macam metode, termasuk potong-demi-potong, pengkantileveran, atau perancah.[259]
Bangunan atas jembatan kabel pancang diawali dengan pembangunan satu atau lebih menara yang bertumpu secara langsung pada fondasi tapak yang merupakan bagian dari bangunan bawah. Geladak dibangun per bagian dengan memulai dari menara[h] dan bergerak ke arah luar. Bagian-bagian ini dapat ditempatkan pada posisinya melalui pengangkatan, penopangan dari bawah, peluncuran, atau pengkantileveran dari bagian geladak yang telah dirakit.[260] Seiring ditambahkannya setiap bagian geladak, bagian itu dihubungkan ke menara menggunakan kabel baja, dan kabel tersebut dikencangkan untuk menahan beban geladak.[260] Konstruksi bangunan atas jembatan gantung biasanya dimulai dengan menaranya.[261][h] Menara tersebut dapat terbuat dari baja atau beton, dan bertumpu langsung pada fondasi tapak. Kabel-kabel besarnya dibuat dengan menarik katrol besar bolak-balik melintasi bentangan, merangkai beberapa kawat di antara jangkar pada setiap lintasannya, dalam sebuah proses yang diistilahkan sebagai pemintalan. Setelah kawat-kawat tersebut dipintal, kawat tersebut diikat menjadi satu untuk membentuk kabel.[z] Kabel tersebut dikencangkan dengan kuat ke jangkar di kedua ujungnya.[aa] Kawat vertikal yang disebut penggantung digantung dari kabel tersebut, kemudian bagian-bagian kecil geladak dipasang pada penggantung tersebut, dan bagian-bagian geladak tersebut disambungkan satu sama lain.[264]
Menara
sunting
Menara, yang terbuat dari beton maupun baja, merupakan komponen penting dari bangunan atas jembatan kabel pancang dan jembatan gantung.[ab] Beton umumnya sesuai untuk menara dengan tinggi hingga sekitar 250 meter (820ย ft), sedangkan menara baja dapat berukuran lebih tinggi.[266][ac] Menara menopang kabel jembatan, yang menahan berat geladak dan lalu lintas. Sebagian besar beban yang dikenakan pada sebuah menara diterapkan secara vertikal ke bawah pada menara tersebut, bukan ke samping.[268] Menara mengalami tegangan kompresi, berbeda dengan kabel, yang mengalami tegangan tarikan.[105] Terdapat dua mekanisme yang digunakan untuk memasang kabel ke sebuah menara: sadel atau jangkar. Sadel adalah struktur melengkung yang memungkinkan kabel untuk lewat di dalam (atau di atas) menara. Sebuah jangkar menahan bagian ujung dari sebuah kabel. Sadel sering digunakan pada jembatan gantung, dan jangkar sering digunakan pada jembatan kabel pancang.[269]
Kabel
sunting
Kabel baja adalah sebuah elemen pada jembatan kabel pancang maupun jembatan gantung. Kabel terbuat dari satu atau beberapa untaian, dan setiap untaian terdiri dari banyak kawat. Kawat adalah potongan baja padat yang tipis dan fleksibel, dengan kekuatan tarik yang lebih tinggi daripada baja biasa, dan berdiameter 3mm hingga 7mm.[271][ad]
Kabel biasanya dikonstruksi di lokasi jembatan dengan mengurai kawat atau untaian dari gulungan yang besar.[273]Jembatan gantung berukuran besar dapat menggunakan kabel yang berdiameter lebih dari 1 meter (3ย ft 3ย in) dan memiliki berat lebih dari 20.000 tonne[convert: unit tak dikenal].[274]
Sebelum membangun kabel pada jembatan gantung, jalur pejalan kaki perancah sementara harus dibangun guna menopang kawat saat ditarik melintasi bentangan dan melewati puncak menara.[275] Terdapat dua pendekatan untuk menarik kawat melintasi bentangan: metode pemintalan udara (di mana kawat-kawat individual dibawa menyeberang oleh katrol); dan metode untaian prafabrikasi (di mana seluruh untaian ditarik menyeberang sekaligus).[276][ae]
Metode pemintalan udara digunakan untuk semua jembatan gantung hingga metode untaian prafabrikasi ditemukan pada tahun 1960-an.[277] Setelah 300 hingga 500 kawat ditarik, pita aluminium digunakan untuk menyatukan kawat-kawat tersebut menjadi untaian.[278][af] Kawat-kawat di dalam sebuah untaian dapat sejajar, atau dapat saling melilit dalam pola melintir (spiral).[280] Pemintalan udara selalu menghasilkan untaian yang berisi kawat-kawat sejajar. Metode untaian prafabrikasi dapat memanfaatkan untaian dengan kawat sejajar maupun melintir.[280][ag]
Geladak
sunting
Geladak sebuah jembatan adalah permukaan datar dan horizontal yang membentang melintasi seluruh bentangan jembatan. Geladak umumnya bertumpu pada balok atau gelagar kotak. Ketika geladak terpasang kaku pada balok atau gelagar penopangnya, semuanya berfungsi secara bersama-sama sebagai struktur tunggal.[282]Dua jenis geladak yang umum adalah geladak beton dan geladak baja ortotropik.[283][ah] Geladak beton adalah pelat beton datar dari beton bertulang. Pelat ini dapat dipracetak di luar lokasi, atau dicor di tempat dengan menuangkan beton ke dalam cetakan pada bangunan atas jembatan.[286][ai] Geladak baja ortotropik terdiri dari sebuah pelat baja datar, yang dilapisi dengan sebuah permukaan aus.[288] Banyak rusuk baja kecil dilas ke bagian bawah pelat atas, membentang searah dengan jalan raya jembatan.[aj] Di bawah rusuk-rusuk tersebut terdapat balok lantai baja, yang ditempatkan melintang terhadap rusuk.[290][ak] Geladak baja ortotropik memakan lebih banyak biaya daripada geladak beton, tetapi beratnya lebih ringan. Geladak ini berguna dalam penerapan di mana berat sangatlah penting, membutuhkan geladak yang tipis, atau lingkungannya rentan terhadap gempa bumi maupun cuaca dingin yang ekstrem.[291]
Banyak geladak yang memiliki permukaan aus di bagian atasnya, yang merupakan lapisan material yang dirancang untuk diganti secara berkala setelah aus akibat lalu lintas kendaraan. Permukaan aus umumnya terbuat dari agregat (batuan kecil) yang dicampur dengan bahan pengikat seperti aspal, poliuretana, resin epoksi, atau poliester.[292][al] Geladak jembatan kereta api dikategorikan sebagai geladak terbuka (bantalan rel bertumpu langsung di atas balok atau gelagar, dengan celah udara di antaranya) dan geladak kricak (bantalan bertumpu di atas bebatuan kricak, dan kricak bertumpu di atas pelat geladak).[294]
Membangun geladak (beserta balok atau gelagar penopangnya) dapat menjadi sulit ketika jembatan berada di atas perairan atau lembah yang dalam. Terdapat berbagai macam teknik, dan pemilihannya bergantung pada topografi lokasi, material geladak (beton atau baja), lalu lintas atau rintangan di bawah jembatan, serta apakah bagian-bagiannya dapat dibangun di luar lokasi dan diangkut ke jembatan. Metode konstruksi geladak meliputi pembangunan di atas penopang sementara, pendongkrakan (dongkrak) dari tanah, peluncuran bertahap (membangun seluruh geladak di jalan pendekat dan mendorongnya secara horizontal), pengangkatan dari bawah menggunakan kerek yang dipasang pada jembatan, pengkantileveran (memperpanjang geladak secara bertahap, dimulai dari menara atau pangkal jembatan), dan pengangkatan dengan kapal derek.[295]
Perlindungan
suntingUntuk mencapai umur layan yang direncanakan, sebuah jembatan harus dilindungi dari kerusakan dengan memasukkan fitur-fitur tertentu ke dalam desainnya. Jembatan dapat mengalami kerusakan akibat berbagai penyebab, termasuk karat, korosi, reaksi kimia, dan abrasi mekanis. Kerusakan terkadang terlihat sebagai karat pada komponen baja, atau retakan dan penyerpihan (spalling) pada beton.[296] Kerusakan dapat diperlambat dengan berbagai langkah, yang terutama bertujuan untuk menjauhkan air dan oksigen dari elemen-elemen jembatan.[297] Teknik untuk mencegah kerusakan akibat air meliputi sistem drainase, membran kedap air (seperti film polimer), dan penghilangan siar muai.[298][am] Elemen jembatan beton dapat dilindungi dengan segel dan lapisan kedap air.[300][an] Baja tulangan di dalam beton dapat dilindungi dengan menggunakan beton berkualitas tinggi dan meningkatkan ketebalan beton yang mengelilingi baja tersebut.[302] Elemen baja pada sebuah jembatan dapat dilindungi menggunakan cat atau dengan menggalvanisasinya menggunakan seng.[303] Penggunaan cat dapat dihindari sepenuhnya pada elemen baja dengan menggunakan baja nirkarat atau baja cuaca (paduan baja yang meniadakan kebutuhan akan cat, dengan membentuk lapisan karat pelindung di bagian luarnya).[304]
Gerusan jembatan merupakan masalah yang berpotensi serius ketika fondasi tapak jembatan berada di dalam air. Arus air dapat menyebabkan pasir dan bebatuan di sekitar dan di bawah fondasi tapak hanyut seiring berjalannya waktu. Efek ini dapat dimitigasi dengan menempatkan kofendam di sekeliling fondasi tapak, atau mengelilingi fondasi tapak dengan batu berukuran besar yang ditempatkan secara saksama.[305][ao] Jembatan gantung dan jembatan kabel pancang memiliki kabel besar yang berisi ratusan kawat baja. Beberapa teknik digunakan untuk meminimalkan korosi di dalam kabel, termasuk membungkus kabel dengan kawat galvanis, menyuntikkan kabel dengan nat atau epoksi, menggunakan kawat profil S yang saling mengunci, dan menyirkulasikan udara kering ke bagian dalam kabel.[307] Jembatan dengan penopang di jalur air yang dapat dilayari dirancang untuk menahan tabrakan kapal hingga besaran spesifik yang telah ditentukan sebelumnya. Selain markah jalur air dan sistem peringatan pandu, penopang jembatan di air dapat dikelilingi oleh perlindungan fisik seperti fender, struktur tiang (dolphin), atau pulau buatan kecil.[308]
Operasional dan pembiayaan
suntingManajemen
suntingSetelah jembatan selesai dibangun dan mulai beroperasi, proses manajemen digunakan untuk memastikan bahwa jembatan tersebut tetap terbuka untuk lalu lintas, menghindari insiden keselamatan, dan mencapai umur layan yang direncanakan. Proses-proses iniย โ yang secara kolektif disebut sebagai manajemen jembatanย โ mencakup kegiatan teknisย โ yaitu, pemeliharaan, inspeksi, pemantauan, dan pengujian.[309] Selain tugas-tugas teknis, manajemen mencakup perencanaan, penganggaran, dan penentuan prioritas kegiatan pemeliharaan.[309] Manajer jembatan menggunakan sistem manajemen jembatan dan metodologi analisis biaya siklus hidup untuk mengelola jembatan dan memperkirakan biaya pemeliharaan jembatan di sepanjang umur pakainya.[310] Biaya pemeliharaan tahunan akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia dan terdegradasinya jembatan.[311]
Pemeliharaan
suntingKegiatan pemeliharaan bertujuan untuk memperpanjang umur jembatan, mengurangi biaya siklus hidup, dan memastikan keselamatan masyarakat.[312] Tugas pemeliharaan dapat dikategorikan sebagai tugas perbaikan (korektif) dan tugas pencegahan (preventif).[313] Tugas perbaikan diimplementasikan sebagai respons terhadap masalah tak terduga yang muncul, misalnya, memperbaiki elemen struktural (pilar, balok, gelagar, menara, atau kabel) dan mengganti bantalan.[314]
Tugas pencegahan meliputi pencucian, pengecatan, pelumasan bantalan, penyegelan geladak, penambalan retakan, pembersihan salju, penambalan lubang jalan, dan perbaikan masalah kecil pada struktur dan perlengkapan listrik.[315] Beberapa tugas pencegahan dilakukan berdasarkan jadwal berkala. Contoh jadwal untuk tugas pemeliharaan jembatan secara berkala adalah: pencucian seluruh struktur (1โ2 tahun); penyegelan permukaan geladak (4โ6 tahun); pelumasan bantalan (4 tahun); pengecatan komponen jembatan baja (12โ15 tahun); penggantian permukaan aus geladak (12 tahun); penyegelan trotoar (5 tahun); penambalan retakan (4 tahun); dan pembersihan saluran air (2 tahun).[316]
Inspeksi dan pemantauan
sunting
Bagian penting dari pemeliharaan adalah menginspeksi jembatan untuk mendeteksi kerusakan atau degradasi, dan mengambil langkah-langkah untuk memitigasi setiap masalah yang ditemukan. Degradasi dapat berasal dari sumber lingkungan, termasuk pemuaian/penyusutan akibat siklus beku/cair, hujan, oksidasi baja, dan percikan air laut. Aktivitas manusia juga dapat menyebabkan kerusakan, misalnya: lalu lintas kendaraan, abrasi mekanis, desain jembatan yang buruk, dan prosedur perbaikan yang tidak tepat.[318] Beberapa negara mewajibkan jadwal inspeksi berkala, misalnya, inspeksi rutin setiap 24 bulan, atau menginspeksi fondasi bawah air dari kemungkinan tergerus setiap 60 bulan.[319]
Hanya mengandalkan inspeksi visual untuk menilai degradasi jembatan dapat menjadi tidak dapat diandalkan, sehingga para inspektur menggunakan berbagai teknik pengujian nondestruktif.[320] Teknik-teknik ini meliputi pengujian pukulan palu, pengujian kecepatan pulsa ultrasonik, tomografi seismik, dan radar penembus tanah.[321] Berbagai pengujian listrik yang menilai permeabilitas dan hambatan listrik dapat memberikan wawasan mengenai kondisi permukaan beton.[322] Sinar-X dapat dilewatkan menembus beton untuk memperoleh data tentang kepadatan dan kondisi beton.[323] Videografi menggunakan wahana pengintai yang ramping dapat digunakan di tempat yang memiliki akses yang tersedia.[324] Pengukuran terhadap kondisi jembatan dapat dilakukan secara otomatis dan berkala menggunakan teknologi pemantauan kesehatan struktural (SHM).[325] Beberapa pengujianย โ yang diistilahkan sebagai pengujian destruktifย โ membutuhkan pengambilan sampel dari jembatan dan membawanya ke laboratorium guna dianalisis dengan mikroskop, perangkat sonik, atau difraksi sinar-X.[326] Pengujian destruktif dilakukan dengan mengambil sampel inti bor dari beton, atau potongan kecil kawat baja yang dipotong dari kabel.[326]
Pembiayaan
suntingPendanaan untuk pembangunan dan pengoperasian jembatan berasal dari berbagai sumber, termasuk pajak bahan bakar, biaya tahunan pelat nomor kendaraan, tol, biaya kemacetan, dan biaya penggunaan berdasarkan pelacakan satelit.[327] Beberapa jembatanย โ terutama di negara berkembangย โ dibiayai oleh sumber-sumber internasional termasuk Bank Dunia atau Inisiatif Sabuk dan Jalan milik Tiongkok.[328] Sistem tol umumnya merupakan mekanisme yang tidak efisien untuk mengumpulkan pendanaan, khususnya ketika gerbang tol digunakan, karena pembuatannya dan pengelolaannya memakan biaya besar. Gerbang tol dapat memperlambat lalu lintas dan mengganggu pembangunan titik masuk atau keluar.[329]
Biaya pembangunan jembatan umumnya ditanggung oleh instansi pemerintah, tetapi sejak tahun 1990 semakin banyak jembatan yang dibangun dan dibiayai oleh perusahaan swasta menggunakan perjanjian kemitraan pemerintah swasta (KPS). Dalam proyek KPS, pemerintah memberikan hak untuk membangun jembatan kepada sebuah perusahaan, dan perusahaan tersebut menutup pengeluarannya dengan memungut tol untuk jangka waktu tertentu.[330][ap] Pada akhir periode tersebut, jembatan dipindahtangankan menjadi milik pemerintah, dan pemerintah dapat memilih untuk terus memungut tol atau tidak. Jembatan-jembatan terkenal yang dibangun dengan model KPS meliputi Jembatan Queen Elizabeth II (dibangun pada 1991, masa pemungutan tol 20 tahun) dan Penyeberangan Severn Kedua (dibangun pada 1996, masa pemungutan tol 30 tahun).[331]
Kegagalan
sunting

Kegagalan jembatan memiliki arti yang sangat penting bagi para insinyur struktur, karena analisis atas kegagalan tersebut memberikan pembelajaran yang dipetik yang berfungsi untuk meningkatkan proses desain dan konstruksi.[333] Kegagalan jembatan memiliki berbagai macam penyebab, yang dapat dikategorikan sebagai faktor alam (banjir, gerusan, gempa bumi, tanah longsor, dan angin) dan faktor manusia (metode desain dan konstruksi yang tidak tepat, tabrakan, kelebihan beban, kebakaran, korosi, serta kurangnya inspeksi dan pemeliharaan).[334] Seiring berjalannya waktu, kegagalan jembatan telah mendorong perbaikan yang signifikan dalam praktik desain, konstruksi, dan pemeliharaan jembatan.[335] Sebelum munculnya prosedur rekayasa jembatan yang didasarkan pada prinsip-prinsip ilmiah yang ketat, jembatan sering kali mengalami kegagalan. Kegagalan paling umum terjadi pada pertengahan abad ke-19, ketika jaringan kereta api yang berkembang pesat sedang membangun ratusan jembatan baru setiap tahunnya di seluruh dunia.[336] Di Amerika Serikat, 40 jembatan per tahun mengalami kegagalan pada tahun 1870-an, yang setara dengan 25% dari seluruh jembatan yang dibangun pada dekade tersebut.[337]
Di era modern, terlepas dari kemajuan dalam metodologi rekayasa jembatan, kegagalan jembatan terus terjadi secara rutin.[338] Di Australia, Jembatan King Street runtuh pada tahun 1962, setahun setelah dibuka, akibat teknik pengelasan yang tidak tepat.[339] Di Palau, Jembatan KororโBabeldaob runtuh pada tahun 1996, tiga bulan setelah operasi perbaikan yang membuat perubahan besar pada jembatan tersebut.[340] Pada tahun 1998, Jembatan Turag-Bhakurta di Bangladesh runtuh akibat air sungai yang menggerus tanah di sekitar penopang jembatan.[341] Jembatan Milenium di London dibuka pada tahun 2000, tetapi ditutup dua hari kemudian akibat goyangan yang berlebihan.Jembatan ini baru dibuka dua tahun kemudianย โ setelah peredam dipasang.[342] Sekitar separuh dari semua kegagalan jembatan di awal abad ke-21 di AS disebabkan oleh kerusakan akibat banjir atau gerusan (arus air yang mengikis bagian bawah penopang jembatan).[343]
Masyarakat dan budaya
suntingJembatan ikonis
sunting
Banyak jembatanย โ yang dikenal sebagai jembatan ikonisย โ sangat diidentikkan dengan suatu masyarakat tertentu.[345][aq] Jembatan gantung besar, khususnya, sering kali dianggap sebagai markah tanah ikonis yang melambangkan kota tempat mereka berada. Contoh terkemukanya meliputi Jembatan Brooklyn di New York; Jembatan Golden Gate di San Francisco; Jembatan Gantung Clifton di Bristol; dan Jembatan Rantai Szรฉchenyi di Budapest.[346][ar] Beberapa jembatan yang secara visual mengesankan, seperti Jembatan Dagu di Tiongkok, dirancang dengan tujuan yang jelas untuk menciptakan sebuah markah tanah bagi kota tuan rumah.[348] Dan Cruickshank mencatat bahwa beberapa jembatan memiliki kemampuan untuk "mengubah suatu tempat, suatu komunitas dan ... dapat meninggalkan jejaknya pada lanskap dan di benak manusia, memikat imajinasi, menumbuhkan kebanggaan serta rasa identitas, dan mendefinisikan sebuah waktu serta tempat."[174]
Dampak ekonomi dan lingkungan
suntingJembatan dapat memberikan dampak yang signifikanย โ baik positif maupun negatifย โ terhadap lingkungan, masyarakat, dan ekonomi suatu komunitas. Selama proses desain jembatan, efek-efek ini dapat dimodelkan dengan penilaian keberlanjutan siklus hidup atau pemodelan informasi bangunan, dan hasilnya dapat digunakan untuk menyesuaikan desain jembatan guna memperbaiki dampaknya terhadap lingkungan, masyarakat, dan ekonomi.[349]
Efek positif dari sebuah jembatan baru dapat meliputi waktu transportasi yang lebih singkat, peluang kerja, peningkatan kesetaraan sosial, peningkatan produktivitas, dan peningkatan pada produk domestik bruto (PDB).[349] Pembangunan jembatan baru dapat meningkatkan upah di wilayah sekitarnya, tetapi juga dapat meningkatkan ketimpangan pendapatan antargender (pria mengalami kenaikan upah yang lebih besar daripada wanita) dan antartingkat pendidikan (orang yang berpendidikan lebih tinggi mengalami lebih banyak peningkatan daripada orang yang berpendidikan lebih rendah).[350] Di lokasi yang sering dilanda banjir, jembatan dapat meningkatkan pendapatan secara keseluruhan dengan menyediakan tempat penyeberangan sungai yang dapat diandalkan.[351] Di daerah tertinggal dengan topografi pegunungan, pembangunan jembatan yang melintasi lembah yang dalam dapat memberikan manfaat besar bagi komunitas yang dihubungkannya. Tanpa jembatan, wilayah-wilayah semacam itu sering kali memiliki kawasan inti yang lebih makmur, dikelilingi oleh wilayah pinggiran yang kurang berkembang. Membangun jembatan di atas lembah yang dalam dapat mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah, serta menghasilkan pembangunan ekonomi, dan meningkatkan aksesibilitas terhadap barang dan jasa.[352]
Pemanasan global dapat diperburuk oleh pembuatan jembatan baru, karena produksi beton berkontribusi secara signifikan terhadap efek rumah kaca.[353][as] Walaupun jembatan dapat mendorong ekonomi wilayah sekitarnya, jembatan juga meningkatkan polusi lingkungan secara proporsional.[353] Korupsi yang endemik di industri konstruksi (termasuk pembangunan jembatan) dapat menimbulkan konsekuensi masyarakat dan ekonomi yang negatif.[354] Jembatan yang menampung jalan raya dapat mengakibatkan peningkatan tabrakan kendaraan, yang memiliki biaya ekonomi (perawatan medis dan hilangnya produktivitas) rata-rata lebih dari โฌ14.000 untuk setiap kejadian.[355]
Bunuh diri
suntingBunuh diri terkadang dilakukan dengan cara melompat dari jembatan. Metode ini dapat mencapai 20% hingga 70% dari kasus bunuh diri di daerah perkotaan yang memiliki akses ke jembatan tinggi.[at] Di beberapa wilayah, bunuh diri dengan melompat secara tidak proporsional berdampak pada orang dewasa muda, yang cenderung memiliki kontrol penghambatan yang lebih rendah. Jembatan-jembatan tertentu dapat memperoleh ketenaran buruk dan menarik orang-orang yang sedang mengalami krisis bunuh diri, yang mana hal ini menciptakan siklus umpan balik. Jembatan berisiko tinggi sering kali dipasangi penghalang pencegahan bunuh diri,[au] yang mana secara dramatis menurunkan tingkat bunuh diri di jembatan tersebut.[av] Pemasangan penghalang pada jembatan berisiko tinggi umumnya mengurangi tingkat bunuh diri dengan melompat di suatu wilayah, meskipun dalam beberapa kejadian, jembatan lain menjadi penggantinya.[356]
Profesi dan regulasi
suntingProfesi teknik sipilย โ yang mencakup disiplin ilmu pembangunan jembatanย โ mulai diresmikan pada abad ke-18 ketika sebuah sekolah teknik didirikan di Prancis di dalam badan Corps des Ponts et Chaussรฉes di รcole de Paris, di bawah arahan Jacques Gabriel.[357] Pada tahun 1747, sekolah pertama yang didedikasikan untuk pembangunan jembatan didirikan: รcole Nationale des Ponts et Chaussรฉesyang dipimpin oleh insinyur Prancis Daniel-Charles Trudaine dan Jean-Rodolphe Perronet.[357] Organisasi profesional pertama yang berfokus pada teknik sipil adalah Institution of Civil Engineers yang didirikan pada tahun 1818 di Inggris, pada awalnya dipimpin oleh Thomas Telford.[358]
Di era modern, rekayasa jembatan diatur oleh organisasi-organisasi nasional, seperti Dewan Penguji Nasional untuk Teknik dan Survei (AS), Dewan Insinyur Profesional Kanada (Kanada), dan Dewan Teknik (Inggris).[359] Di banyak negara, insinyur jembatan harus memiliki lisensi atau memenuhi persyaratan pendidikan minimal.[360] Beberapa negara mewajibkan insinyur untuk lulus ujian kualifikasi, misalnya, di AS para insinyur harus lulus ujian Dasar-Dasar Teknik yang diikuti dengan ujian Prinsip dan Praktik Teknik.[361] Di Polandia, insinyur jembatan diwajibkan untuk memperoleh sertifikasi dengan mengumpulkan beberapa tahun pengalaman di bawah bimbingan insinyur senior, dan lulus ujian yang diselenggarakan oleh Kamar Insinyur Sipil Polandia.[362] Kerja sama internasional di bidang teknik difasilitasi oleh Federasi Organisasi Teknik Dunia.[363]
Seni dan budaya
suntingJembatan muncul secara ekstensif dalam seni, legenda, dan sastra, sering kali digunakan sebagai metafora atau simbol pencapaian, rentang hidup, atau pengalaman manusia.[365] Dalam mitologi Nordik, tempat tinggal para dewaย โ Asgardย โ dihubungkan ke bumi oleh Bifrรถst, sebuah jembatan pelangi.[364] Banyak jembatan di Eropa dinamai Jembatan Iblis, dan dalam beberapa kasus memiliki cerita rakyat yang menjelaskan mengapa jembatan tersebut dikaitkan dengan iblis.[366] Legenda Kristen menyebutkan bahwa St. Bรฉnรฉzet mengangkat sebuah batu besar untuk memulai pembangunan jembatan Pont Saint-Bรฉnรฉzet, dan kemudian mendirikan Persaudaraan Pembangun Jembatan yang apokrif.[367] Jembatan banyak ditampilkan dalam lukisanย โ sering kali di latar belakangย โ seperti dalam Mona Lisa.[368]
Di era modern, jembatan terus menempati posisi penting dalam budaya. Jembatan sering menjadi latar tempat untuk arak-arakan, perayaan, dan prosesi.[369] Para penulis telah menggunakan jembatan sebagai pusat penceritaan novel, terutama The Bridge on the Drina karya Ivo Andriฤ dan The Bridge of San Luis Rey karya Thornton Wilder.[370] Penyair Inggris Philip Larkin, yang terinspirasi oleh pembangunan Jembatan Humber di dekat rumahnya, menulis "Bridge for the Living" pada tahun 1981.[371] Negara-negara bertetangga telah memilih untuk menetapkan beberapa jembatan bersama sebagai jembatan persahabatan atau jembatan perdamaian.[372][aw] Pada tahun 1996, Komisi Eropa mengadakan kompetisi untuk memilih karya seni bagi uang kertas euro. Robert Kalina, seorang desainer Austria, memenangkan kompetisi tersebut dengan serangkaian ilustrasi jembatan, yang dipilih karena melambangkan hubungan antarnegara dalam persatuan tersebut dan jalan menuju masa depan.[373]
Referensi
suntingCatatan kaki
sunting- ^ Contoh jembatan awal meliputi Sweet Track dan Post Track di Inggris, yang berusia sekitar 6.000 tahun.[3]
- ^ Abu vulkanik tersebut, yang disebut pozzolana, digunakan untuk membuat variasi beton yang disebut beton Romawi.[12]
- ^ Kabel lurus dan miringย โ yang dikenal sebagai pancangย โ digunakan untuk menghubungkan secara langsung geladak jembatan ke menara jembatan.[44] Salah satu jembatan kabel pancang awal adalah Jembatan Strรถmsund di Norwegia pada tahun 1955.[45] Kabel pancang digunakan sebagai penopang tambahan pada beberapa jembatan gantung di abad ke-19ย โ termasuk Jembatan Brooklyn.[46]
- ^ Polimer diperkuat serat meliputi serat karbon, kaca serat, dan aramid.
- ^ Panjang bentang teoretis maksimum, menggunakan bahan yang tersedia pada tahun 2014, adalah: Balok/gelagar: 550 meter (1.800ย ft). Pelengkung: 4.200 meter (13.800ย ft). Kabel pancang: 5.500 meter (18.000ย ft). Gantung: 8.000 meter (26.000ย ft). Sebagaimana dihitung oleh insinyur jembatan Man-Chung Tang.[51]
- ^ Contoh awal pemisahan bidang untuk jalan raya adalah Viaduk Holborn di London, yang selesai dibangun pada tahun 1869.
- ^ Dalam beberapa konteks, balok dan gelagar diperlakukan sebagai jenis struktur yang berbeda. Jembatan gantung dan kabel pancang terkadang dikelompokkan bersama sebagai jembatan bertopang kabel.[83]
- ^ a b c d Sebagian besar jembatan gantung dan jembatan kabel pancang memiliki dua menara atau lebih, tetapi beberapa hanya memiliki satu menara. Jembatan kabel pancang menara tunggal contohnya adalah Jembatan Flehe di Jerman,[112] dan jembatan gantung menara tunggal contohnya adalah bentang timur Jembatan San Francisco-Oakland Bay.[113]
- ^ Geladak tersebut digantung dari kabel menggunakan tali kawat besar yang disebut penggantung (hangers), disebut juga suspender.[105]
- ^ Dalam pola harpa semua kabel sejajar; dalam pola kipas semua kabel memancar dari dekat puncak menara. Jembatan Severins adalah jembatan kabel pancang pertama yang mengatur kabelnya dalam pola kipas, bukan pola harpa.[45] Pola kabel pancang lainnya meliputi bintang dan radial.[115]
- ^ Jembatan-jembatan ini dirancang oleh Santiago Calatrava (Spanyol), WilkinsonEyre (Inggris), dan Schlaich Bergermann (Jerman).[128]
- ^ Demikian pula, balok menerus terdiri dari sebuah balok kaku tunggal yang melintasi dua atau lebih bentang.[139]
- ^ Perawatan rutin meliputi penggantian elemen jembatan yang memang dirancang untuk diganti, khususnya permukaan aus pada geladak, atau kabel-kabel tertentu.[159]
- ^ Jembatan yang terbuat dari kayu laminasi lem, jika dirancang dengan baik, dapat memiliki umur layan lebih dari 50 tahun.[161]
- ^ Daftar beberapa spesifikasi terkait jembatan di AS terdapat dalam Planning and Design of Bridges.[166]
- ^ Jumlah jembatan di AS pada tahun 2018, berdasarkan material utamanya, adalah: 60% beton, 30% baja, dan 3% kayu (sisanya adalah kriya batu, besi aluminium, dll).[176]
- ^ Beton kinerja tinggi menjadi semakin umum digunakan pada jembatan (dibandingkan dengan beton konvensional) karena lebih tahan terhadap kerusakan akibat lalu lintas berat dan bertahan lebih lama.[188] Beton konvensional memiliki kekuatan sekitar 25 hingga 50 MPa, sedangkan beton kinerja tinggi memiliki kekuatan sekitar 50 hingga 100 MPa.[188]
- ^ Beban mati juga mencakup semua perlengkapan permanen pada jembatan, termasuk tiang lampu, rambu lalu lintas, dan pagar pembatas;[204]
- ^ Para penulis yang membahas kebijakan desain jembatan internasional memberikan contoh periode ulang selama 10, 50, 350, 475, 500, 1.000, 2.000, dan 2.500 tahun.[206]
- ^ Metode elemen hingga adalah model numerik yang umum digunakan untuk melakukan analisis terperinci dari tegangan dan beban pada suatu desain jembatan.[212]
- ^ Istilah fondasi terkadang digunakan untuk mewakili fondasi tapak, tetapi dalam konteks lain fondasi mungkin berarti seluruh atau sebagian besar bangunan bawah.[226]
- ^ Contoh jadwal untuk tinjauan desain adalah mengadakannya pada tingkat penyelesaian jembatan 33%, 65%, 95%, dan 100%.[231]
- ^ Kepala pilar adalah balok beton di puncak pilar, yang menjadi tempat bertumpunya geladak.[240]
- ^ jembatan gantung berangkur sendiri tidak membutuhkan angkur.[242]
- ^ Peluncuran bertahap dapat digunakan untuk beberapa jenis jembatan: jembatan balok, jembatan pelengkung geladak, dan jembatan kabel pancang dengan bentang pendek. Dalam semua kasus, bangunan bawah diselesaikan terlebih dahulu, lalu geladaknya didorong secara horizontal melintasi bagian atas bangunan bawah.[254]
- ^ Proses memintal kawat membutuhkan waktu 209 hari untuk Jembatan George Washington.[262]
- ^ Beberapa jembatan gantung, yang disebut jembatan gantung tertambat sendiri, tidak menggunakan jangkar.[263]
- ^ Dalam konteks jembatan, istilah pilon dapat dipertukarkan penggunaannya dengan kata menara.[265]
- ^ Sebagian besar menara terpasang secara kaku pada fondasi tapak di bawahnya, tetapi beberapa menara yang relatif pendek memiliki bantalan di bagian dasarnya yang memungkinkan perputaran poros.[267]
- ^ Jumlah kawat dalam sebuah untaian umumnya berkisar antara 37 hingga 127 (untuk konstruksi untaian prafabrikasi) dan 200 hingga 500 (untuk konstruksi pemintalan udara).[272]
- ^ Metode prafabrikasi terkadang disebut sebagai metode untaian kawat sejajar prafabrikasi (PPWS).[277]
- ^ Untuk jembatan gantung berukuran besar, panjang kawat atau untaian pada suatu gulungan mungkin tidak menjangkau seluruh bentangan, sehingga ketika gulungan tersebut mencapai ujungnya, kawat (atau untaian) harus disambungkan dengan kawat (atau untaian) dari gulungan yang baru.[279]
- ^ Metode untaian prafabrikasi digunakan untuk Jembatan Akashi Kaikyo, di mana setiap untaian memiliki berat 94 tonne[convert: unit tak dikenal] dan panjang 4 kilometer (2,5ย mi).[281]
- ^ Beberapa jembatan menggunakan kedua jenis geladak: beton di beberapa bagian jembatan, dan baja ortotropik di bagian lainnya.[284] Material lain (selain beton dan pelat baja) yang digunakan untuk membangun geladak meliputi papan kayu dan kisi-kisi baja terbuka.[285]
- ^ Keuntungan dari pelat pracetak adalah bahwaย โ setelah konstruksi jembatanย โ pelat tersebut tidak menyusut atau mengalami mulur sebanyak pelat cor di tempat.[287]
- ^ Ortotropik berarti (a) rusuk-rusuk tersebut tegak lurus terhadap balok lantai yang melintang (ortogonal); dan (b) rusuk-rusuk tersebut berjarak lebih rapat daripada balok lantai yang melintang (anisotropik).[289]
- ^ Balok lantai adalah balok kecil yang melintasi lebar jembatan, dan bertumpu pada balok yang lebih besar yang membentang memanjang dan melintasi jarak penuh di antara penopang jembatan.[290]
- ^ Permukaan aus sangat penting untuk geladak baja, tetapi geladak beton sering kali berfungsi sebagai permukaan ausnya sendiri. Geladak beton harus dirancang untuk mengakomodasi berat dari penambahan permukaan aus di masa depan, yang akan diterapkan ketika beton tersebut aus karena lalu lintas kendaraan.[293]
- ^ Siar muai melepaskan tegangan akibat ekspansi dan kontraksi termal, tetapi memungkinkan air merembes ke elemen jembatan yang rentan, yang dapat menyebabkan korosi dan degradasi. Konsep jembatan integral adalah alternatif untuk siar muai.[299]
- ^ Beton dapat rusak oleh proses karbonatasi, atau oleh penetrasi ion klorida, yang biasanya berasal dari garam. Garam tersebut dapat berasal dari air laut, atau dari garam jalan yang diaplikasikan selama prosedur pencairan es di musim dingin.[301]
- ^ Sebagai contoh langkah yang diambil untuk mengatasi gerusan: fondasi bawah air dari Jembatan Akashi Kaikyo dikelilingi dengan riprap setebal 8 meter (26ย ft).[306]
- ^ Beberapa perjanjian KPS menetapkan bahwa perjanjian berakhir pada akhir periode yang ditentukan, atau ketika perusahaan swasta telah menutup pengeluarannya, mana saja yang lebih dulu.[331] Lihat juga metode pembiayaan bangun-guna-serah.
- ^ Sebagian besar jembatan ikonis adalah jembatan jalan raya atau jembatan penyeberangan orang; pihak kereta api jarang membangun jembatan ikonis.[57]
- ^ Beberapa jembatan kabel pancang yang besar juga memiliki desain yang ikonis.[347]
- ^ Jembatan sering kali menggunakan beton dalam jumlah besar, yang merupakan sumber utama karbon dioksida, gas yang berkontribusi pada efek rumah kaca.[353]
- ^ Secara umum, kurang dari 10% kasus bunuh diri diakibatkan oleh melompat.[356]
- ^ Argumen yang menentang pemasangan langkah-langkah pencegahan bunuh diri meliputi pertimbangan biaya, estetika, dan pertanyaan tentang efektivitasnya.[356]
- ^ Banyak jembatan telah memasang penghalang untuk mencegah bunuh diri. Tingginya berkisar dari 2 meter (6,6ย ft) hingga 5 meter (16ย ft), dan umumnya berhasil mengurangi tingkat bunuh diri.[356]
- ^ Lihat daftar jembatan dengan nama "persahabatan", dan daftar jembatan dengan nama "perdamaian".
Kutipan
sunting- ^ Brown 2005, hlm.ย 22โ23.
- ^
- Bennett 2000, hlm.ย 1โ3.
- Bennett 1999, hlm.ย 9โ11.
- Brown 2005, hlm.ย 12โ13.
- Brunning 2001.
- ^ Brunning 2001.
- ^ Bennett 2000, hlm.ย 2.
- ^ Cruickshank 2010, hlm.ย 47.
- ^ Brown 2005, hlm.ย 18.
- ^ Brown 2005, hlm.ย 18โ19.
- ^ Dikshitar 1993, hlm.ย 332.
- ^
- Cruickshank 2010, hlm.ย 298.
- Bennett 1999, hlm.ย 11โ12.
- Shirley-Smith & Billington.
- ^ a b
- Bennett 1999, hlm.ย 14โ17.
- Bennett 2000, hlm.ย 3โ5.
- Brown 2005, hlm.ย 20โ25.
- Cruickshank 2010, hlm.ย 58, 63โ65, 68โ73.
- ^
- Brown 2005, hlm.ย 25.
- Cruickshank 2010, hlm.ย 71โ73.
- Shirley-Smith & Billington.
- Bennett 1999, hlm.ย 16โ17. Pont du Gard.
- ^ a b Delatte 2001.
- ^
- Brown 2005, hlm.ย 20โ25, 26.
- Bennett 2000, hlm.ย 3โ5.
- Delatte 2001.
- ^
- Brown 2005, hlm.ย 23. Caption.
- Bennett 1999, hlm.ย 101.
- Watson 1937, hlm.ย 84, 150.
- Bjeliฤ 2022.
- ^ Brown 2005, hlm.ย 26.
- ^
- Cruickshank 2010, hlm.ย 11โ12.
- Shirley-Smith & Billington.
- ^
- Brown 2005, hlm.ย 17.
- Squier 1877, hlm.ย 505โ506, 540, 544โ548, 558.
- ^ a b
- Bennett 2000, hlm.ย 5โ7.
- Brown 2005, hlm.ย 28โ32.
- Cruickshank 2010, hlm.ย 84, 86, 88โ91, 96, 109โ113.
- Shirley-Smith & Billington.
- ^
- Cruickshank 2010, hlm.ย 32โ33.
- Brown 2005, hlm.ย 36โ38.
- ^ Cruickshank 2010, hlm.ย 32โ33.
- ^
- Bennett 2000, hlm.ย 7โ10.
- Brown 2005, hlm.ย 36โ45.
- Shirley-Smith & Billington.
- ^ Nath 1982, hlm.ย 183โ185.
- ^
- Wilks 1989, hlm.ย 38.
- Edgerton 2010, hlm.ย 78.
- ^
- Bennett 2000, hlm.ย 11โ12.
- Brown 2005, hlm.ย 44โ45.
- ^ Bennett 2000, hlm.ย 22.
- ^ Brown 2005, hlm.ย 45โ51.
- ^
- Brown 2005, hlm.ย 47โ51.
- Bennett 2000, hlm.ย 16โ18.
- ^ a b Cruickshank 2010, hlm.ย 50โ51.
- ^
- Brown 2005, hlm.ย 58โ59.
- Shirley-Smith & Billington.
- ^ a b c Brown 2005, hlm.ย 64.
- ^ Brown 2005, hlm.ย 64โ65.
- ^ a b Brown 2005, hlm.ย 65.
- ^ Brown 2005, hlm.ย 65โ67.
- ^ Brown 2005, hlm.ย 74โ75.
- ^ Brown 2005, hlm.ย 70โ73.
- ^
- Brown 2005, hlm.ย 64.
- Hayward 2014, hlm.ย 59.
- ^ Brown 2005, hlm.ย 64-66.
- ^
- Bennett 2000, hlm.ย 12โ16.
- Brown 2005, hlm.ย 82โ84.
- Shirley-Smith & Billington.
- ^
- Bennett 2000, hlm.ย 16โ21.
- Brown 2005, hlm.ย 88โ104.
- ^
- Cruickshank 2010, hlm.ย 312โ318, 320โ327.
- Brown 2005, hlm.ย 126โ144.
- ^ Sakowski 2014, hlm.ย 1259โ1261.
- ^
- Bennett 2000, hlm.ย 22โ24.
- Brown 2005, hlm.ย 102, 106โ108, 110, 113โ114, 116โ119, 123, 152.
- Shirley-Smith & Billington.
- ^
- Bennett 2000, hlm.ย 27โ29.
- Brown 2005, hlm.ย 146โ154.
- Shirley-Smith & Billington.
- ^ Bennett 1999, hlm.ย 61.
- ^ a b Bennett 2000, hlm.ย 29.
- ^ Bennett 1999, hlm.ย 157.
- ^ Schlaich 2019, hlm.ย 1, 3, 6โ7.
- ^ a b Zheng & Wang 2018.
- ^ Svecova 2014, hlm.ย 371โ375, 382, 384โ386, 389โ392.
- ^ Gรผlkan 2023.
- ^ Tang 2014, hlm.ย 11โ15.
- ^ Tang 2014, hlm.ย 1.
- ^ Brown 2005, hlm.ย 8, 18, 20โ23.
- ^ Brown 2005, hlm.ย 53.
- ^ Denison 2012, hlm.ย 72.
- ^ Sorgenfrei 2014, hlm.ย 144..
- ^ a b Sorgenfrei 2014, hlm.ย 144.
- ^ Sorgenfrei 2014, hlm.ย 146.
- ^ Bennett 2000, hlm.ย 17.
- ^
- ^ Ogden & Cooper 2019.
- ^ Chase 2020.
- ^ "Footbridge". Merriam-Webster.
- ^
- ^
- Robertson 1988, hlm.ย 457โ459, 464โ477, 483โ484.
- Soliz & Pรฉrez-Lรณpez 2022.
- ^ a b Tytler 1985, hlm.ย 198.
- ^ a b Tytler 1985, hlm.ย 200.
- ^ a b Odrobiลรกk 2022.
- ^
- Tytler 1985, hlm.ย 200โ203.
- "Close Support Bridging". British Army.
- ^ Tytler 1985, hlm.ย 198, 200. The bridge could support a Chieftain Mark 5 tank..
- ^
- Price 1993.
- Bennett 1999, hlm.ย 102, 104, 108, 181.
- Brown 2005, hlm.ย 33, 105, 114โ115.
- Cruickshank 2010, hlm.ย 20, 40โ41, 43, 91, 327.
- ^ Price 1993.
- ^ McGarvey 2023.
- ^ Dusseau 2002.
- ^ Cruickshank 2010, hlm.ย 144- 175.
- ^ Cruickshank 2010, hlm.ย 91โ92,96.
- ^ Greco 2016, hlm.ย 89โ100.
- ^ "Will Rogers Archway". Travel Oklahoma.
- ^ "Bratislava UFO Classed One of the Craziest Places". Travel to Slovakia.
- ^
- ^ Newer 2012.
- ^
- Shirley-Smith & Billington.
- Barker 2007, hlm.ย 2โ21, 87โ96.
- ^ Shi 2014.
- ^ Barker 2007, hlm.ย 96โ108.
- ^
- Tang 2014, hlm.ย 4. Two types of structures.
- Bennett 1999, hlm.ย 157. Brooklyn bridge example.
- ^ Denison 2012, hlm.ย 35.
- ^ Bennett 1999, hlm.ย 70-75.
- ^
- Bennett 1999, hlm.ย 72.
- Bennett 2000, hlm.ย 11.
- Brown 2005, hlm.ย 46.
- ^ a b c
- Bennett 1999, hlm.ย 72, 228.
- Brown 2005, hlm.ย 15.
- Cruickshank 2010, hlm.ย 35, 64, 162, 207, 364โ365.
- ^ Bennett 1999, hlm.ย 75โ76.
- ^ Bennett 1999, hlm.ย 77-79.
- ^ a b Bennett 1999, hlm.ย 77โ79.
- ^
- Kulicki 2014, hlm.ย 284.
- Wright 2022, hlm.ย 7โ9, 19โ20.
- ^ Wright 2022, hlm.ย 4, 7โ9, 19โ20.
- ^ Bennett 2000, hlm.ย 14โ17, 21.
- ^ Bennett 1999, hlm.ย 77.
- ^ a b Collings 2000, hlm.ย 413.
- ^
- Cruickshank 2010, hlm.ย 292โ294, 361.
- Brown 2005, hlm.ย 202.
- ^
- Cruickshank 2010, hlm.ย 298.
- Brown 2005, hlm.ย 15.
- Bennett 1999, hlm.ย 12.
- ^
- Cruickshank 2010, hlm.ย 292โ294.
- Brown 2005, hlm.ย 78.
- ^
- Cruickshank 2010, hlm.ย 36, 294.
- Bennett 1999, hlm.ย 42, 53, 78, 94, 97, 145, 223.
- ^ Bennett 1999, hlm.ย 12.
- ^
- Collings 2000, hlm.ย 433.
- Cruickshank 2010, hlm.ย 262โ266.
- Bennett 1999, hlm.ย 74, 96, 113, 145.
- Brown 2005, hlm.ย 89, 105, 141, 149.
- ^ Brown 2005, hlm.ย 203.
- ^ a b Bennett 1999, hlm.ย 84.
- ^ Brown 2005, hlm.ย 58.
- ^ Bennett 1999, hlm.ย 84, 88โ90.
- ^
- Gimsing 1997, hlm.ย 37โ38.
- Bennett 1999, hlm.ย 84, 88โ90.
- ^ Cruickshank 2010, hlm.ย 232โ233.
- ^ Bennett 1999, hlm.ย 88โ89.
- ^ Bennett 1999, hlm.ย 92โ94, 228.
- ^ Troyano 2003, hlm.ย 623, 656, 664.
- ^ Brown 2005, hlm.ย 194โ195.
- ^
- Vejrum 2014, hlm.ย 407โ410.
- Cruickshank 2010, hlm.ย 347.
- Gimsing 1997, hlm.ย 194, 211, 351โ352.
- ^ Tang 2014, hlm.ย 13.
- ^ Bennett 2000, hlm.ย 27โ29.
- ^
- Bennett 2000, hlm.ย 27โ28.
- Cruickshank 2010, hlm.ย 343โ347.
- ^ a b
- Bennett 1999, hlm.ย 78.
- Bennett 2000, hlm.ย 24โ26.
- Barker 2007, hlm.ย 20โ21.
- Cruickshank 2010, hlm.ย 360, 362.
- ^ Bennett 2000, hlm.ย 24.
- ^
- Barker 2007, hlm.ย 20โ21.
- Bennett 1999, hlm.ย 78.
- ^
- Zhao 2017, hlm.ย 79, 214โ215.
- Troitsky 1994, hlm.ย 104.
- Shirley-Smith & Billington.
- ^ Birnstiel 2000, hlm.ย 688โ690.
- ^
- Brown 2005, hlm.ย 80โ81.
- Birnstiel 2000, hlm.ย 663โ664.
- ^
- Brown 2005, hlm.ย 80โ81.
- Birnstiel 2000, hlm.ย 668โ678, 684.
- ^
- Brown 2005, hlm.ย 80.
- Birnstiel 2000, hlm.ย 665โ668, 682โ683.
- ^
- Brown 2005, hlm.ย 80.
- Birnstiel 2000, hlm.ย 676โ679.
- ^ a b Brown 2005, hlm.ย 164โ165, 184โ185.
- ^ a b Brown 2005, hlm.ย 164.
- ^ a b Brown 2005, hlm.ย 192โ193.
- ^
- Cruickshank 2010, hlm.ย 349.
- Honan 2018.
- ^
- ^ Cruickshank 2010, hlm.ย 58, 60โ63, 70.
- ^ Brown 2005, hlm.ย 69.
- ^ Brown 2005, hlm.ย 92โ93.
- ^ Brown 2005, hlm.ย 130โ131.
- ^ Cruickshank 2010, hlm.ย 46โ47.
- ^ Honan 2018.
- ^
- Denison 2012, hlm.ย 153.
- Adams 1909, hlm.ย 168.
- ^ Shirley-Smith & Billington.
- ^ a b
- ^ Hu 2016, hlm.ย 40.
- ^
- Vejrum 2014, hlm.ย 410โ412.
- Schlaich 2019, hlm.ย 3.
- Hu 2016, hlm.ย i, 1, 7โ13.
- ^ a b Schlaich 2019, hlm.ย 3โ4.
- ^ Schlaich 2019, hlm.ย 5.
- ^ Schlaich 2019, hlm.ย 3โ7, 58.
- ^ Schlaich 2019, hlm.ย 6.
- ^ a b Watanabe 2003, hlm.ย 129โ130.
- ^
- Watanabe 2003, hlm.ย 128.
- Brown 2005, hlm.ย 203.
- Bennett 1999, hlm.ย 229.
- ^ Birnstiel 2000, hlm.ย 668, 679.
- ^
- Brown 2005, hlm.ย 8, 19, 80.
- Bennett 2000, hlm.ย 3.
- ^ Watanabe 2003, hlm.ย 128โ129.
- ^ "Handbook on Soviet Ground Forces". Department of the Army, hlm.ย 6.78โ6.80.
- ^ a b Tang 2014, hlm.ย 2.
- ^ a b
- Tang 2014, hlm.ย 3โ4.
- Barker 2007, hlm.ย 96โ101.
- Hu 2016, hlm.ย 98, 106โ108, 112.
- Cruickshank 2010, hlm.ย 38.
- ^ Hu 2016, hlm.ย 98, 106โ108.
- ^ Barker 2007, hlm.ย 45โ51.
- ^ a b Hu 2016, hlm.ย 66, 69โ72, 106โ109, 112.
- ^
- Hopper & Langlois 2022, hlm.ย 1โ5, 19โ20.
- Kulicki 2014, hlm.ย 113.
- Mangus 2014, hlm.ย 632.
- ^ a b Hopper & Langlois 2022, hlm.ย 5.
- ^ Fridley & Duan 2014, hlm.ย 348โ350.
- ^ Fridley & Duan 2014, hlm.ย 350.
- ^ Hopper & Langlois 2022, hlm.ย 5โ20.
- ^
- Tang 2014, hlm.ย 3.
- Barker 2007, hlm.ย 101.
- ^ "Eurocodes: Building the Future". European Commission.
- ^ "AASHTO LRFD Bridge Design Specifications".
- ^ Troitsky 1994, hlm.ย 177โ179.
- ^ "CSA S6:19, Canadian Highway Bridge Design Code". CSA Group.
- ^
- "Obstruction Marking and Lighting". FAA. Aviation.
- "Bridge Lighting". US National Archives. Navigable waterways.
- ^ "Rhaetian Railway in the Albula". UNESCO World Heritage Convention.
- ^ Tang 2014, hlm.ย 22โ24.
- ^
- Goettemoeller 2014, hlm.ย 49โ55, 75.
- Barker 2007, hlm.ย 51โ66.
- Cruickshank 2010, hlm.ย 312.
- ^
- Goettemoeller 2014, hlm.ย 52โ53. Telford, Eiffel, Roebling.
- Brown 2005, hlm.ย 164, 174โ17. Calatrava.
- Shirley-Smith & Billington. Maillart.
- ^ Leonhardt 2014, hlm.ย 43โ46.
- ^ a b c Cruickshank 2010, hlm.ย 8โ9.
- ^
- Collings 2000, hlm.ย 407โ408.
- Brown 2005, hlm.ย 6.
- ^ Nowak & Iatsko 2018.
- ^ Collings 2000, hlm.ย 407โ408.
- ^ a b Zhao 2017, hlm.ย 84โ85.
- ^
- Cruickshank 2010, hlm.ย 39โ47.
- Zhao 2017, hlm.ย 84โ85.
- ^
- Cruickshank 2010, hlm.ย 47โ50.
- Bennett 1999, hlm.ย 14โ16.
- ^ Ou & Chen 2005.
- ^
- Cruickshank 2010, hlm.ย 50โ52.
- Bennett 1999, hlm.ย 31โ33.
- Bennett 2000, hlm.ย 17โ18.
- Brown 2005, hlm.ย 92.
- ^ Bennett 2000, hlm.ย 16โ21.
- ^
- Bennett 1999, hlm.ย 36โ42.
- Bennett 2000, hlm.ย 18โ20.
- Brown 2005, hlm.ย 92โ104.
- ^
- Cruickshank 2010, hlm.ย 321โ327.
- Brown 2005, hlm.ย 140โ141.
- Bennett 1999, hlm.ย 68โ69.
- ^
- Bennett 1999, hlm.ย 70.
- Ellobody 2014, hlm.ย 1โ2.
- ^ Bennett 2000, hlm.ย 25โ27.
- ^ a b Blank 2014, hlm.ย 74, 76โ77, 81.
- ^
- Bennett 2000, hlm.ย 25.
- Blank 2014, hlm.ย 82.
- ^ Bennett 1999, hlm.ย 53.
- ^
- Bennett 1999, hlm.ย 68โ69,
- Brown 2005, hlm.ย 126โ134.
- Cruickshank 2010, hlm.ย 322โ327.
- ^ Bennett 1999, hlm.ย 68โ69.
- ^
- Bennett 1999, hlm.ย 68โ69.
- Cruickshank 2010, hlm.ย 322โ327.
- Hewson 2000, hlm.ย 241โ255.
- Zhao 2017, hlm.ย 290โ294.
- Blank 2014, hlm.ย 77โ78.
- ^ a b
- Cruickshank 2010, hlm.ย 322โ327.
- Hewson 2000, hlm.ย 241โ255.
- Blank 2014, hlm.ย 77โ78.
- ^ a b Kumar 2025.
- ^ Brown 2005, hlm.ย 87.
- ^ "Dom Luรญs I Bridge ". Structurae.
- ^ Brown 2005, hlm.ย 178โ179.
- ^ Brown 2005, hlm.ย 181.
- ^ Brown 2005, hlm.ย 170โ171.
- ^ "2024 Monthly Traffic and Percent of EโZPass Usage". Port Authority of New York and New Jersey.
- ^ "SAS Maintenance Travelers". California Department of Transportation.
- ^ a b c
- Cruickshank 2010, hlm.ย 34.
- Ryall 2000, hlm.ย 43โ44.
- Huff 2022, hlm.ย 23โ26.
- Barker 2007, hlm.ย 161โ165.
- Zhao 2017, hlm.ย 100โ109.
- ^ Barker 2007, hlm.ย 161.
- ^ Barker 2007, hlm.ย 197, 201.
- ^ a b
- Barker 2007, hlm.ย 197, 201.
- Kulicki 2014, hlm.ย 122.
- Chen & Duan 2014, hlm.ย 52, 99, 301, 334, 420, 435, 502, 539, 542, 645, 836, 918.
- ^ Barker 2007, hlm.ย 161, 197, 201.
- ^
- Ellobody 2014, hlm.ย 47โ54.
- Beer 2017, hlm.ย 7โ13, 28โ34, 55โ77, 100โ104, 119โ122, 237โ247.
- ^
- Brown 2005, hlm.ย 14โ15.
- Bennett 1999, hlm.ย 67โ70.
- ^ Barker 2007, hlm.ย 283โ288.
- ^ a b
- Krimotat 2014, hlm.ย 253โ257.
- Barker 2007, hlm.ย 283โ288.
- ^
- Yamaguchi 2014, hlm.ย 225โ226, 236.
- Ellobody 2014, hlm.ย 1โ7.
- Reddy 2004, hlm.ย 1โ23.
- ^
- Barker 2007, hlm.ย 113โ118.
- Zhao 2017, hlm.ย 125โ131, 341โ349.
- Du & Au 2005.
- ^
- ^
- Ryall 2000, hlm.ย 62โ68.
- Barker 2007, hlm.ย 178โ179, 195.
- O'Brien 2015, hlm.ย 40, 57โ58.
- ^
- Ellobody 2014, hlm.ย 24, 130, 142โ144.
- Cruickshank 2010, hlm.ย 252โ253.
- O'Brien 2015, hlm.ย 40, 57โ58.
- ^
- Cai 2014, hlm.ย 541โ547.
- Ryall 2000, hlm.ย 63โ66.
- Jones & Howells 2000, hlm.ย 641โ644.
- Scott 2001, hlm.ย 89โ93.
- ^
- Cai 2014, hlm.ย 535โ536.
- Ryall 2000, hlm.ย 63.
- Jones & Howells 2000, hlm.ย 641โ644.
- O'Brien 2015, hlm.ย 40, 57โ58.
- ^
- O'Brien 2015, hlm.ย 41โ46, 57.
- Cruickshank 2010, hlm.ย 243โ244.
- Brown 2005, hlm.ย 170, 184, 203.
- "Resisting the Twisting". Golden Gate Bridge Highway and Transportation District.
- ^
- Barker 2007, hlm.ย 12โ14.
- Cruickshank 2010, hlm.ย 252โ253.
- "Tacoma Narrows Bridge History". Washington Department of Transportation.
- ^
- Yashinsky 2014, hlm.ย 53โ55, 61, 77, 83, 94.
- Bennett 1999, hlm.ย 173.
- ^ Yashinsky 2014, hlm.ย 53โ56.
- ^ Yashinsky 2014, hlm.ย 53โ54.
- ^ Yashinsky 2014, hlm.ย 53.
- ^ Zhao 2017, hlm.ย 4โ7.
- ^ Elnashai 2000, hlm.ย 530โ531.
- ^ Zhao 2017, hlm.ย 6, 7.
- ^
- ^
- ^
- Durkee 2014, hlm.ย 24โ25.
- Blank 2014, hlm.ย 67โ71.
- ^ Blank 2014, hlm.ย 70.
- ^ Tang 2014a, hlm.ย 175โ179.
- ^
- Durkee 2014, hlm.ย 3โ4.
- Kulicki 2014a, hlm.ย 307โ308.
- Gimsing 1997, hlm.ย 375.
- ^ Gimsing 1997, hlm.ย 375.
- ^
- Zhao 2017, hlm.ย 6, 7.
- Islam & Malek 2014, hlm.ย 181โ182.
- Ma 2014, hlm.ย 239โ240.
- ^
- Islam & Malek 2014, hlm.ย 181โ182.
- Ma 2014, hlm.ย 239โ240.
- ^ a b
- Gerwick 2014, hlm.ย 138โ147.
- Ma 2014, hlm.ย 239โ244, 247, 272.
- Denison 2012, hlm.ย 233โ234, 246, 248.
- Cruickshank 2010, hlm.ย 206.
- ^ a b Zhao 2017, hlm.ย 6, 23, 356โ362.
- ^
- Rookhuyzen 2018.
- Zhao 2017, hlm.ย 395โ403.
- Shirley-Smith & Billington.
- ^ Zhao 2017, hlm.ย 33, 67, 397.
- ^
- Cruickshank 2010, hlm.ย 227, 249โ250, 343, 360.
- Brown 2005, hlm.ย 107โ108, 110, 113, 202.
- Bennett 1999, hlm.ย 84, 118, 228.
- ^ Brown 2005, hlm.ย 107.
- ^ "I-205 Abernethy Bridge". Oregon Department of Transportation.
- ^ Gerwick 2014, hlm.ย 137โ138.
- ^
- Gerwick 2014, hlm.ย 161โ162.
- Cruickshank 2010, hlm.ย 283โ285.
- Brown 2005, hlm.ย 77โ78, 92โ93.
- Bennett 1999, hlm.ย 111โ112.
- ^ Cruickshank 2010, hlm.ย 53.
- ^ a b
- Brown 2005, hlm.ย 89.
- Bennett 1999, hlm.ย 111โ112.
- ^ a b
- Sangree & Shafer 2003.
- Kashima & Sakamoto 1998, hlm.ย 71โ72.
- Gerwick 2014, hlm.ย 162โ163.
- ^
- Gerwick 2014, hlm.ย 148โ155.
- Bennett 1999, hlm.ย 228.
- Shi 2014, hlm.ย 88โ95.
- ^ Zhao 2017, hlm.ย 424โ434.
- ^
- Dornsife 2014, hlm.ย 1โ9.
- Zhao 2017, hlm.ย 424โ434.
- ^
- Bennett 2000, hlm.ย 25โ26.
- Hewson 2000, hlm.ย 283.
- Barker 2007, hlm.ย 94, 100, 103โ106.
- ^
- Hewson 2000, hlm.ย 286โ288.
- Brown 2005, hlm.ย 141.
- ^ a b c
- Hewson 2000, hlm.ย 302โ306.
- Collings 2000, hlm.ย 432โ433.
- Brown 2005, hlm.ย 193
- Shirley-Smith & Billington.
- ^
- Bennett 1999, hlm.ย 79โ80, 97, 226.
- Shi 2014, hlm.ย 102.
- ^
- Zhao 2017, hlm.ย 16.
- Cruickshank 2010, hlm.ย 64, 97, 334, 362.
- Brown 2005, hlm.ย 21, 44, 54, 101, 140, 202.
- Bennett 1999, hlm.ย 16, 70, 228.
- Shirley-Smith & Billington.
- ^
- Durkee 2014, hlm.ย 10โ12.
- Brown 2005, hlm.ย 101, 140.
- Shirley-Smith & Billington
- ^
- Theryo 2014, hlm.ย 97โ101.
- Kulicki 2014a, hlm.ย 283โ287, 293โ301.
- Cruickshank 2010, hlm.ย 292โ297.
- Brown 2005, hlm.ย 78โ79.
- Shirley-Smith & Billington.
- ^ Kulicki 2014a, hlm.ย 307โ308.
- ^ a b
- Shi 2014, hlm.ย 85โ87.
- Gimsing 1997, hlm.ย 437โ443.
- ^ Gimsing 1997, hlm.ย 434โ436.
- ^ Bennett 1999, hlm.ย 118.
- ^ Gimsing 1997, hlm.ย 192โ193.
- ^
- Gimsing 1997, hlm.ย 434โ436.
- Bennett 1999, hlm.ย 84, 89โ90, 118.
- Shirley-Smith & Billington.
- Brown 2005, hlm.ย 8, 87, 91, 106, 109, 202.
- ^ Gimsing 1997, hlm.ย 345.
- ^
- Gimsing 1997, hlm.ย 345.
- Shi 2014, hlm.ย 85.
- ^ Gimsing 1997, hlm.ย 347.
- ^ Gimsing 1997, hlm.ย 345โ347.
- ^
- Gimsing 1997, hlm.ย 377โ383, 395โ406, 427โ429.
- Shi 2014, hlm.ย 88.
- ^ Talese 2014, hlm.ย 65โ77.
- ^ Gimsing 1997, hlm.ย 87โ88.
- ^ Jones & Howells 2000, hlm.ย 602โ604.
- ^
- Gimsing 1997, hlm.ย 431โ433.
- Jones & Howells 2000, hlm.ย 652โ653.
- ^
- Gimsing 1997, hlm.ย 56. Diameter over 1m.
- Sangree & Shafer 2003. 290 strands per cable.
- Jones & Howells 2000, hlm.ย 599โ603. 94 tonnes per strand.
- ^
- Jones & Howells 2000, hlm.ย 650โ651.
- Gimsing 1997, hlm.ย 419โ424.
- ^
- Jones & Howells 2000, hlm.ย 602โ605.
- Gimsing 1997, hlm.ย 97โ99.
- ^ a b Gimsing 1997, hlm.ย 37โ38.
- ^ Gimsing 1997, hlm.ย 424โ425.
- ^ Gimsing 1997, hlm.ย 422โ423.
- ^ a b Jones & Howells 2000, hlm.ย 599โ602.
- ^ Jones & Howells 2000, hlm.ย 599โ603.
- ^
- Chavel 2022, hlm.ย 1.
- Vejrum 2014, hlm.ย 413.
- Mangus 2014, hlm.ย 592, 594, 596.
- Shi 2014, hlm.ย 85โ87. Uses term girder to refer to deck/girder structure.
- ^
- Mangus 2014, hlm.ย 590.
- Shen 2014, hlm.ย 573.
- ^ Mangus 2014, hlm.ย 604.
- ^ Chavel 2022, hlm.ย 20, 31โ32.
- ^
- Chavel 2022, hlm.ย 5โ6, 11โ13.
- Shen 2014, hlm.ย 573โ575.
- ^ Vejrum 2014, hlm.ย 413.
- ^
- Mangus 2014, hlm.ย 590, 602.
- Chavel 2022, hlm.ย 26โ28.
- ^ Dahlberg 2022, hlm.ย 2.
- ^ a b Mangus 2014, hlm.ย 590, 592.
- ^ Mangus 2014, hlm.ย 590, 604.
- ^
- Mangus 2014, hlm.ย 625โ628.
- Chavel 2022, hlm.ย 27, 29โ30.
- ^ Shen 2014, hlm.ย 279โ280.
- ^ Sorgenfrei 2014, hlm.ย 147โ148.
- ^
- Bakhoum 2014, hlm.ย 568โ578.
- Shi 2014, hlm.ย 86โ87.
- Hewson 2000, hlm.ย 283โ310.
- ^ Mulheron 2000, hlm.ย 805โ807.
- ^ Mulheron 2000, hlm.ย 807โ809.
- ^ Mulheron 2000, hlm.ย 810โ816.
- ^ Mulheron 2000, hlm.ย 815โ816.
- ^ Mulheron 2000, hlm.ย 816โ822.
- ^ Mulheron 2000, hlm.ย 806โ808, 817โ819, 821, 824.
- ^ Mulheron 2000, hlm.ย 822โ830.
- ^
- Mulheron 2000, hlm.ย 808, 822โ826, 830โ837.
- Zhao 2017, hlm.ย 252โ268, 284โ286.
- ^
- Mulheron 2000, hlm.ย 837โ842.
- Zhao 2017, hlm.ย 279โ284.
- ^
- Mulheron 2000, hlm.ย 842โ844.
- Kashima & Sakamoto 1998, hlm.ย 72.
- ^ Kashima & Sakamoto 1998, hlm.ย 72.
- ^
- Jones & Howells 2000, hlm.ย 557โ559, 604โ605.
- Gimsing 1997, hlm.ย 102โ108.
- ^ Knott & Prucz 2014, hlm.ย 107โ109.
- ^ a b Vassie 2000, hlm.ย 849.
- ^
- Hu 2016, hlm.ย 66โ69.
- Fu & Devaraj 2014, hlm.ย 233โ234.
- ^ Hu 2016, hlm.ย 67.
- ^ Alampalli 2014, hlm.ย 269โ272.
- ^ Alampalli 2014, hlm.ย 276, 282.
- ^ Alampalli 2014, hlm.ย 288โ292.
- ^ Alampalli 2014, hlm.ย 282โ288.
- ^ Alampalli 2014, hlm.ย 285โ286. Periode pemeliharaan yang ditampilkan berasal dari Departemen Transportasi Kota New York.
- ^ Quirchmair 2022.
- ^
- Abdunur 2000, hlm.ย 883โ895.
- Mulheron 2000, hlm.ย 804โ808, 834โ836.
- ^ Copelan 2014, hlm.ย 338.
- ^ Washer 2014, hlm.ย 301โ305.
- ^
- Abdunur 2000, hlm.ย 898โ907.
- Washer 2014, hlm.ย 305โ306, 317โ318.
- Alampalli 2014, hlm.ย 295.
- ^ Abdunur 2000, hlm.ย 904โ905.
- ^ Abdunur 2000, hlm.ย 907โ909.
- ^ Abdunur 2000, hlm.ย 910โ912.
- ^ Frangopol 2014, hlm.ย 247โ248.
- ^ a b Abdunur 2000, hlm.ย 896โ898, 955.
- ^ Queiroz 2016, hlm.ย 7โ9.
- ^
- ^ Queiroz 2016, hlm.ย 7โ8.
- ^
- Engel 2020, hlm.ย 3โ7.
- Queiroz 2016, hlm.ย 4โ5, 21.
- ^ a b Engel 2020, hlm.ย 28โ29.
- ^ "TTSB Details Reasons for Nanfang'ao Bridge Collapse". Focus Taiwan.
- ^
- Petroski 1994, hlm.ย 169โ171.
- "Bridge Failure". United Nations.
- Barker 2007, hlm.ย 21โ39.
- ^ Choudhury & Hasnat 2015, hlm.ย 26โ28.
- ^
- Barker 2007, hlm.ย 23โ25.
- Petroski 1994, hlm.ย 158โ171.
- ^ Barker 2007, hlm.ย 22.
- ^
- Barker 2007, hlm.ย 22.
- Bennett 1999, hlm.ย 31.
- ^
- Choudhury & Hasnat 2015, hlm.ย 26, 33.
- Cheng & Duan 2014, hlm.ย 445โ451.
- ^ Choudhury & Hasnat 2015, hlm.ย 30โ31.
- ^ Burgoyne & Scantlebury 2008.
- ^ Choudhury & Hasnat 2015, hlm.ย 32.
- ^
- ^
- ^ Tang 2014, hlm.ย 19โ20.
- ^
- Brown 2005, hlm.ย 130, 164โ165, 168, 186.
- Cruickshank 2010, hlm.ย 23, 233.
- ^ Cruickshank 2010, hlm.ย 233.
- ^ Vejrum 2014, hlm.ย 405โ407.
- ^
- Cruickshank 2010, hlm.ย 8โ9.
- Hu 2016, hlm.ย 103โ112.
- Tang 2014, hlm.ย 19โ20, 23. Dagu bridge.
- ^ a b
- ^
- ^ Brooks 2021.
- ^ Cai & Deng 2024.
- ^ a b c Zhou 2021.
- ^
- ^ Zhou 2021. Nilai per 2021.
- ^ a b c d Merli & Costanza 2024.
- ^ a b Bennett 1999, hlm.ย 24.
- ^ Watson 1988, hlm.ย viii, 14โ16, 53.
- ^ "The History of the National Council". NCEES, hlm.ย 1, 161, 366.
- ^ "Engineering: Issues Challenges and Opportunities". UNESCO, hlm.ย 27โ28, 135โ136, 358โ365.
- ^ "Occupational Outlook Handbook". Department of Labor, hlm.ย 148.
- ^ Biliszczuk 2014, hlm.ย 632.
- ^ "The History of the National Council". NCEES, hlm.ย 70โ71, 88, 123โ125, 366, 377.
- ^ a b Watson 1937, hlm.ย 1.
- ^
- Cruickshank 2010, hlm.ย 8โ20.
- Watson 1937, hlm.ย viiโviii, 65โ66, 71โ74, 231โ233.
- ^ Watson 1937, hlm.ย 33, 35โ39.
- ^ Watson 1937, hlm.ย 43โ48.
- ^ Cruickshank 2010, hlm.ย 14โ16.
- ^ Watson 1937, hlm.ย 103โ106.
- ^ Cruickshank 2010, hlm.ย 17โ19.
- ^
- Cruickshank 2010, hlm.ย 13โ14.
- French 1993.
- ^
- Brown 2005, hlm.ย 6.
- Watson 1937, hlm.ย 147.
- ^
Sumber
suntingBuku
sunting- Abdunur, Charles (2000). "Inspection, Monitoring, and Assessment". Dalam Ryall, Michael (ed.). The Manual of Bridge Engineering. Thomas Telford. hlm.ย 883โ942. ISBNย 978-0-7277-2774-9. Diakses tanggal 1 September 2025.
- Adams, Charles Kendall (1909). "Bridges". Universal Cyclopรฆdia and Atlas (dalam bahasa Inggris). D. Appleton and Company. hlm.ย 161โ174. OCLCย 707041389. Diakses tanggal September 1, 2022.
- Alampalli, Sreenivas (2014). "Bridge Maintenance". Dalam Chen, Wai-Fah; Duan, Lian (ed.). Bridge Engineering Handbook. Vol 5. Construction and Maintenance (Edisi Second). CRC Press. hlm.ย 269โ298. doi:10.1201/b16467. ISBNย 978-1-4398-5233-0.
- Bakhoum, Mourad (2014). "Bridge Construction Methods". Dalam Chen, Wai-Fah; Duan, Lian (ed.). Bridge Engineering Handbook. Vol 5. Construction and Maintenance (Edisi Second). CRC Press. hlm.ย 567โ627. doi:10.1201/b16467. ISBNย 978-1-4398-5233-0.
- Barker, Richard M. (2007). Design of Highway Bridges: An LRFD Approach. Wiley. ISBNย 978-1-119-64631-0. Diakses tanggal 1 September 2025.
- Beer, Ferdinand (2017). Mechanics of Materials. McGraw Hill. ISBNย 9789339217624. Diakses tanggal 17 September 2025.
- Bennett, David (1999). The Creation of Bridges: From Vision to Reality - the Ultimate Challenge of Architecture, Design and Distance. Aurum Press. ISBNย 978-1-55041-552-0. Diakses tanggal 1 September 2025.
- Bennett, David (2000). "The History and Aesthetic Development of Bridges". Dalam Ryall, Michael (ed.). The Manual of Bridge Engineering. Thomas Telford. hlm.ย 1โ42. ISBNย 978-0-7277-2774-9. Diakses tanggal 1 September 2025.
- Biliszczuk, Jan; etย al. (2014). "Bridge Engineering in Poland". Dalam Chen, Wai-Fah; Duan, Lian (ed.). Handbook of International Bridge Engineering. Taylor & Francis. hlm.ย 593โ634. ISBNย 978-1-4398-1029-3. Diakses tanggal 1 September 2025.
- Birnstiel, Charles (2000). "Moveable Bridges". Dalam Ryall, Michael (ed.). The Manual of Bridge Engineering. Thomas Telford. hlm.ย 663โ698. ISBNย 978-0-7277-2774-9. Diakses tanggal 1 September 2025.
- Blank, Simon; etย al. (2014). "Concrete Bridge Construction". Dalam Chen, Wai-Fah; Duan, Lian (ed.). Bridge Engineering Handbook. Vol 5. Construction and Maintenance (Edisi Second). CRC Press. hlm.ย 67โ84. doi:10.1201/b16467. ISBNย 978-1-4398-5233-0.
- Brown, David (2005). Bridges: Three Thousand Years of Defying Nature. Mitchell Beazley. ISBNย 978-1-84533-080-4. Diakses tanggal 1 September 2025.
- Cai, Steve; etย al. (2014). "Wind Effects on Long-Span Bridges". Dalam Chen, Wai-Fah; Duan, Lian (ed.). Bridge Engineering Handbook. Vol 1. Fundamentals (Edisi Second). CRC Press. hlm.ย 535โ554. doi:10.1201/b15616. ISBNย 978-1-4398-5234-7.
- Chavel, Brandon (2022). "Bridge Deck Design" (PDF). Steel Bridge Design Handbook. American Institute of Steel Construction. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 3 December 2025. Diakses tanggal 4 November 2025.
- Chen, Wai-Fah; Duan, Lian, ed. (2014). Handbook of International Bridge Engineering. Taylor & Francis. doi:10.1201/b15520. ISBNย 978-1-4398-1029-3. Diakses tanggal 1 September 2025.
- Cheng, Xiaohua; Duan, Lian (2014). "Rehabilitation and Strengthening of Highway Bridge Superstructures". Dalam Chen, Wai-Fah; Duan, Lian (ed.). Bridge Engineering Handbook. Vol 5. Construction and Maintenance (Edisi Second). CRC Press. hlm.ย 443โ485. ISBNย 978-1-4398-5233-0. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 December 2025. Diakses tanggal 31 October 2025.
- Choudhury, Jamilur; Hasnat, Ariful (2015). "Bridge Collapses Around the World: Causes and Mechanisms" (PDF). IABSE-JSCE Joint Conference on Advances in Bridge Engineering-III. International Association for Bridge and Structural Engineering. hlm.ย 26โ34. ISBNย 9789843393135. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 25 November 2025. Diakses tanggal 4 November 2025.
- Collings, David (2000). "Composite Construction". Dalam Ryall, Michael (ed.). The Manual of Bridge Engineering. Thomas Telford. hlm.ย 407โ448. ISBNย 0727727745. Diakses tanggal 1 September 2025.
- Copelan, Joyce (2014). "Bridge Maintenance". Dalam Chen, Wai-Fah; Duan, Lian (ed.). Bridge Engineering Handbook. Vol 5. Construction and Maintenance (Edisi Second). CRC Press. hlm.ย 337โ350. ISBNย 9781439852330. Diakses tanggal 31 October 2025.
- Cruickshank, Dan (2010). Bridges: Heroic Designs that Changed the World. Harper Collins. ISBNย 9780007881086. Diakses tanggal 1 September 2025.
- Denison, Edward (2012). How to Read Bridges: A Crash Course In Engineering and Architecture. Rizzoli. ISBNย 9781408171769. Diakses tanggal 1 September 2025.
- Dikshitar, V.R.R. (1993) [1932]. The Mauryan Polity. Motilal Banarsidass. ISBNย 8120810236. Diakses tanggal 20 September 2025. Reprinted in 1993.
- Dornsife, Ralph (2014). "Bearings". Dalam Chen, Wai-Fah; Duan, Lian (ed.). Bridge Engineering Handbook. Vol 3. Substructure Design (Edisi Second). CRC Press. hlm.ย 1โ34. ISBNย 9781439852309. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 November 2025. Diakses tanggal 31 October 2025.
- Durkee, Jackson (2014). "Steel Bridge Construction". Dalam Chen, Wai-Fah; Duan, Lian (ed.). Bridge Engineering Handbook. Vol 5. Construction and Maintenance (Edisi Second). CRC Press. hlm.ย 1โ50. ISBNย 9781439852330. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 December 2025. Diakses tanggal 31 October 2025.
- Edgerton, Robert B. (2010). The Fall of the Asante Empire: The Hundred-Year War For Africa's Gold Coast. Simon and Schuster. ISBNย 9781451603736.
- Ellobody, Ehab (2014). Finite Element Analysis and Design of Steel and SteelโConcrete Composite Bridges. Butterworth-Heinemann. ISBNย 9780124172470. Diakses tanggal 1 September 2025.
- Elnashai, Amr (2000). "Seismic Response and Design". Dalam Ryall, Michael (ed.). The Manual of Bridge Engineering. Thomas Telford. hlm.ย 519โ548. ISBNย 0727727745. Diakses tanggal 1 September 2025.
- Frangopol, Dan; etย al. (2014). "Bridge Health Monitoring". Dalam Chen, Wai-Fah; Duan, Lian (ed.). Bridge Engineering Handbook. Vol 5. Construction and Maintenance (Edisi Second). CRC Press. hlm.ย 247โ268. ISBNย 9781439852330. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 December 2025. Diakses tanggal 31 October 2025.
- Fridley, Kenneth; Duan, Lian (2014). "Timber Design". Dalam Chen, Wai-Fah; Duan, Lian (ed.). Bridge Engineering Handbook. Vol 1. Fundamentals (Edisi Second). CRC Press. hlm.ย 341โ369. ISBNย 9781439852347. Diakses tanggal 31 October 2025.
- Fu, Gongkang; Devaraj, Dinesh (2014). "Bridge Management Using Pontis and Improved Concepts". Dalam Chen, Wai-Fah; Duan, Lian (ed.). Bridge Engineering Handbook. Vol 5. Construction and Maintenance (Edisi Second). CRC Press. hlm.ย 233โ245. ISBNย 9781439852330. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 December 2025. Diakses tanggal 31 October 2025.
- Gerwick, Ben (2014). "Substructures of Major Overwater Bridges". Dalam Chen, Wai-Fah; Duan, Lian (ed.). Bridge Engineering Handbook. Vol 5. Construction and Maintenance (Edisi Second). CRC Press. hlm.ย 137โ174. ISBNย 9781439852330. Diakses tanggal 31 October 2025.
- Gimsing, Niels J. (1997). Cable Supported Bridges: Concept and Design (Edisi Second). Wiley. ISBNย 9781119951872. Diakses tanggal 1 September 2025.
- Goettemoeller, Frederick (2014). "Bridge Aesthetics: Achieving Structural Art in Bridge Design". Dalam Chen, Wai-Fah; Duan, Lian (ed.). Bridge Engineering Handbook. Vol 1. Fundamentals (Edisi Second). CRC Press. hlm.ย 49โ76. ISBNย 9781439852347. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 November 2025. Diakses tanggal 31 October 2025.
- Greco, Laura (2016). Architetture Autostradali in Italia (dalam bahasa Italian). it:Gangemi Editore. ISBNย 9788849292121. Diakses tanggal 1 September 2025. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- Hewson, Nigel (2000). "Design of Prestressed Concrete Beams". Dalam Ryall, Michael (ed.). The Manual of Bridge Engineering. Thomas Telford. hlm.ย 241โ314. ISBNย 0727727745. Diakses tanggal 1 September 2025.
- Huff, T. (2022). LRFD Bridge Design: Fundamentals and Applications. CRC Press. ISBNย 9781000543377. Diakses tanggal 10 September 2025.
- Islam, Mohammed; Malek, Amir (2014). "Shallow Foundations". Dalam Chen, Wai-Fah; Duan, Lian (ed.). Bridge Engineering Handbook. Vol 3. Substructure Design (Edisi Second). CRC Press. hlm.ย 181โ238. ISBNย 9781439852309. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 November 2025. Diakses tanggal 31 October 2025.
- Jones, Vardiman; Howells, John (2000). "Suspension Bridges". Dalam Ryall, Michael (ed.). The Manual of Bridge Engineering. Thomas Telford. hlm.ย 595โ662. ISBNย 0727727745. Diakses tanggal 1 September 2025.
- Knott, Michael; Prucz, Zolan (2014). "Vesssel Collision Design of Bridges". Dalam Chen, Wai-Fah; Duan, Lian (ed.). Bridge Engineering Handbook. Vol 3. Substructure Design (Edisi Second). CRC Press. hlm.ย 89โ112. ISBNย 9781439852309. Diakses tanggal 31 October 2025.
- Krimotat, Alexander (2014). "Structural Modeling". Dalam Chen, Wai-Fah; Duan, Lian (ed.). Bridge Engineering Handbook. Vol 1. Fundamentals (Edisi Second). CRC Press. hlm.ย 253โ269. ISBNย 9781439852309. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 November 2025. Diakses tanggal 31 October 2025.
- Kulicki, John (2014). "Highway Bridge Design Specifications". Dalam Chen, Wai-Fah; Duan, Lian (ed.). Bridge Engineering Handbook. Vol 1 Fundamentals (Edisi Second). CRC Press. hlm.ย 113โ130. ISBNย 9781439852309. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 November 2025. Diakses tanggal 31 October 2025.
- Kulicki, John (2014a). "Highway Truss Bridges". Dalam Chen, Wai-Fah; Duan, Lian (ed.). Bridge Engineering Handbook. Vol 2. Superstructure Design (Edisi Second). CRC Press. hlm.ย 283โ308. ISBNย 9781439852293. Diakses tanggal 31 October 2025.
- Leonhardt, Fritz (2014). "Aesthetics: Basics". Dalam Chen, Wai-Fah; Duan, Lian (ed.). Bridge Engineering Handbook. Vol 1. Fundamentals (Edisi Second). CRC Press. hlm.ย 29โ48. ISBNย 9781439852347. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 November 2025. Diakses tanggal 31 October 2025.
- Ma, Youzhi (2014). "Deep Foundations". Dalam Chen, Wai-Fah; Duan, Lian (ed.). Bridge Engineering Handbook. Vol 3. Substructure Design (Edisi Second). CRC Press. hlm.ย 238โ278. ISBNย 9781439852309. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 November 2025. Diakses tanggal 31 October 2025.
- Mangus, Alfred (2014). "Orthotropic Steel Decks". Dalam Chen, Wai-Fah; Duan, Lian (ed.). Bridge Engineering Handbook. Vol 2. Superstructure Design (Edisi Second). CRC Press. hlm.ย 589โ646. ISBNย 9781439852293. Diakses tanggal 31 October 2025.
- Mulheron, Mike (2000). "Protection". Dalam Ryall, Michael (ed.). The Manual of Bridge Engineering. Thomas Telford. hlm.ย 805โ848. ISBNย 0727727745. Diakses tanggal 1 September 2025.
- Nath, Ram (1982). History of Mughal Architecture. Vol.ย 3. Abhinav Publications. ISBNย 8170172977. Diakses tanggal 17 September 2025.
- O'Brien, Eugene (2015). Bridge Deck Analysis (Edisi Second). CRC Press. ISBNย 9781482227239. Diakses tanggal 12 September 2025.
- Ogden, Brent; Cooper, Chelsey (2019). Highway-Rail Crossing Handbook (PDF) (Edisi 3rd). Federal Highway Administration. ISBNย 9781998295067. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 5 March 2025. Diakses tanggal 7 December 2025.
- Petroski, Henry (1994). To Engineer Is Human: The Role of Failure in Successful Design. Barnes & Noble. ISBNย 1566195020. Diakses tanggal 20 September 2025.
- Reddy, J. N. (2004). An Introduction to the Finite Element Method (Edisi Third). McGraw Hill. ISBNย 9780070607415. Diakses tanggal 10 September 2025.
- Ryall, Michael (2000). "Loads and Load Distribution". Dalam Ryall, Michael (ed.). The Manual of Bridge Engineering. Thomas Telford. hlm.ย 43โ94. ISBNย 0727727745. Diakses tanggal 1 September 2025.
- Sakowski, Eric (2014). "Highest Bridges". Dalam Chen, Wai-Fah; Duan, Lian (ed.). Handbook of International Bridge Engineering. Taylor & Francis. hlm.ย 1251โ1306. ISBNย 9781439810293. Diakses tanggal 1 September 2025.
- Scott, Richard (2001). In the Wake of Tacoma: Suspension Bridges and the Quest for Aerodynamic Stability. ASCE Press. ISBNย 0784405425. Diakses tanggal 1 September 2025.
- Schlaich, Mike (2019). "General". Dalam Schlaich, Mike (ed.). Extradosed Bridges (PDF). International Association for Bridge and Structural Engineering. hlm.ย 3โ8. ISBNย 9783857481680. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2 November 2025. Diakses tanggal 16 October 2025.
- Shi, Junfeng; etย al. (2014). "Cable-Supported Bridge Construction". Dalam Chen, Wai-Fah; Duan, Lian (ed.). Bridge Engineering Handbook. Vol 5. Construction and Maintenance (Edisi Second). CRC Press. hlm.ย 85โ112. ISBNย 9781439852330. Diakses tanggal 31 October 2025.
- Shen, John (2014). "Concrete Decks". Dalam Chen, Wai-Fah; Duan, Lian (ed.). Bridge Engineering Handbook. Vol 2. Superstructure Design (Edisi Second). CRC Press. hlm.ย 573โ588. ISBNย 9781439852293. Diakses tanggal 31 October 2025.
- Sorgenfrei, Donald; etย al. (2014). "Railroad Bridge Design Specifications". Dalam Chen, Wai-Fah; Duan, Lian (ed.). Bridge Engineering Handbook. Vol 1. Fundamentals (Edisi Second). CRC Press. hlm.ย 143โ158. ISBNย 9781439852347. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 November 2025. Diakses tanggal 31 October 2025.
- Squier, Ephraim George (1877). Peru; Incidents of Travel and Exploration in the Land of the Incas. Harper & Brothers. OCLCย 2396588. Diakses tanggal 13 September 2025.
- Svecova, Dagmar; etย al. (2014). "Application of Fiber Reinforced Polymers in Bridges". Dalam Chen, Wai-Fah; Duan, Lian (ed.). Bridge Engineering Handbook. Vol 1. Fundamentals (Edisi Second). CRC Press. hlm.ย 371โ404. ISBNย 9781439852347. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 November 2025. Diakses tanggal 31 October 2025.
- Talese, Gay (2014) [1964]. The Bridge: The Building of the VerrazanoโNarrows Bridge. Harper & Row. ISBNย 9781620409114.
- Tang, Benjamin (2014a). "Accelerated Bridge Development". Dalam Chen, Wai-Fah; Duan, Lian (ed.). Bridge Engineering Handbook. Vol 5. Construction and Maintenance (Edisi Second). CRC Press. hlm.ย 175โ206. ISBNย 9781439852330. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 December 2025. Diakses tanggal 31 October 2025.
- Tang, Man-Chung (2014). "Conceptual Design". Dalam Chen, Wai-Fah; Duan, Lian (ed.). Bridge Engineering Handbook. Vol 1. Fundamentals (Edisi Second). CRC Press. hlm.ย 1โ34. ISBNย 9781439852347. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 November 2025. Diakses tanggal 31 October 2025.
- Theryo, Teddy (2014). "Segmental Concrete Bridges". Dalam Chen, Wai-Fah; Duan, Lian (ed.). Bridge Engineering Handbook. Vol 2. Superstructure Design (Edisi Second). CRC Press. hlm.ย 91โ170. ISBNย 9781439852293. Diakses tanggal 31 October 2025.
- Troitsky, M.S. (1994). Planning and Design of Bridges. Wiley. ISBNย 0471028533. Diakses tanggal 1 September 2025.
- Troyano, L.F. (2003). Bridge Engineering: A Global Perspective. Thomas Telford. ISBNย 9780727732156. Diakses tanggal 25 October 2025.
- Tytler, I.F.B.; etย al. (1985). Vehicles and Bridging. Battlefield Weapons Systems and Technology. Brasey's Defense Publishers. ISBNย 0080283225. Diakses tanggal 13 September 2025.
- Vassie, Perry (2000). "Bridge Management". Dalam Ryall, Michael (ed.). The Manual of Bridge Engineering. Thomas Telford. hlm.ย 849โ882. ISBNย 0727727745. Diakses tanggal 1 September 2025.
- Vejrum, Tina (2014). "Cable-Stayed Bridges". Dalam Chen, Wai-Fah; Duan, Lian (ed.). Bridge Engineering Handbook. Vol 2. Superstructure Design (Edisi Second). CRC Press. hlm.ย 399โ434. ISBNย 9781439852293. Diakses tanggal 31 October 2025.
- Washer, Glenn (2014). "Nondestructive Evaluation Methods for Bridge Elements". Dalam Chen, Wai-Fah; Duan, Lian (ed.). Bridge Engineering Handbook. Vol 5. Construction and Maintenance (Edisi Second). CRC Press. hlm.ย 301โ336. ISBNย 9781439852330. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 December 2025. Diakses tanggal 31 October 2025.
- Watson, Wilbur J. (1937). Bridges in History and Legend. J. H. Jansen. OCLCย 1393531. Diakses tanggal 1 September 2025.
- Watson, Garth (1988). The Civils: The Story of the Institution of Civil Engineers. Thomas Telford. ISBNย 9780727703927. Diakses tanggal 31 October 2025.
- Wilks, Ivor (1989). Asante in the Nineteenth Century: The Structure and Evolution of a Political Order. CUP Archive. ISBNย 9780521379946. Diakses tanggal 29 December 2020 โ via Books.google.com.
- Wright, William J. (2022). "Selecting the Right Bridge Type" (PDF). Steel Bridge Design Handbook. American Institute of Steel Construction. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 October 2025. Diakses tanggal 18 September 2025.
- Yamaguchi, Eiki (2014). "Finite Element Method". Dalam Chen, Wai-Fah; Duan, Lian (ed.). Bridge Engineering Handbook. Vol 1. Fundamentals (Edisi Second). CRC Press. hlm.ย 225โ251. ISBNย 9781439852309. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 November 2025. Diakses tanggal 31 October 2025.
- Yashinsky, Mark; etย al. (2014). "Earthquake Damage to Bridges". Dalam Chen, Wai-Fah; Duan, Lian (ed.). Bridge Engineering Handbook. Vol 4. Seismic Design (Edisi Second). CRC Press. hlm.ย 53โ98. ISBNย 9781439852323. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 20 December 2025. Diakses tanggal 31 October 2025.
- Zhao, Jim; etย al. (2017). Bridge Engineering: Design, Rehabilitation, and Maintenance of Modern Highway Bridges (Edisi Fourth). McGraw Hill. ISBNย 9781259643101. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 November 2025. Diakses tanggal 16 September 2025.
Journals and websites
sunting- Ahmad, DM (2025). "A Risk-Informed BIM-LCSA Framework for Lifecycle Sustainability Optimization of Bridge Infrastructure". Buildings. 15 (16) 2853. doi:10.3390/buildings15162853.
- Bjeliฤ, Igor (2022). "Use of Building Materials During the Construction of Trajan's Bridge on the Danube". Arheologija I Prirodne Nauke. 18. Institute of Archaeology, Belgrade: 45โ58. doi:10.18485/arhe_apn.2022.18.4.
- Brooks, Wyatt; etย al. (5 August 2021). "Building Bridges Can Boost Income for the Rural Poor". Yale Insights. Yale School of Management. Diakses tanggal 20 November 2025.
- Brunning, Richard (2001). "The Somerset Levels". Current Archaeology. XV (4) (172). Current Publishing: 139โ143.
- Burgoyne, C; Scantlebury, R (2008). "Lessons Learned from the Bridge Collapse in Palau". Proceedings of the Institution of Civil Engineers - Civil Engineering. 161 (6) 700038. doi:10.1680/cien.2008.161.6.28.
- Bรผtikofer, Aline; etย al. (2024). "Building Bridges and Widening Gaps". The Review of Economics and Statistics. 106 (3). MIT Press: 681โ697. doi:10.1162/rest_a_01183.
- Cai, J.; Deng, Z. (2024). "The Spatial Impact of High Bridges on Travel Accessibility and Economic Integration in Guizhou, China". Humanities and Social Sciences Communications. 11 1565. doi:10.1057/s41599-024-04106-x.
- Cai, Ming; Liu, Yonghong (2012). "Integrated Benefit Evaluation of Pedestrian Bridge". Environmental Modeling & Assessment. 17 (3): 301โ313. Bibcode:2012EMdAs..17..301L. doi:10.1007/s10666-011-9292-0.
- Chase, Thomas; etย al. (2020). "Reasonable Alternatives for Grade-Separated Intersections" (PDF). North Carolina Department of Transportation. Diakses tanggal 7 December 2025.
- Cook, Wesley (2014). Bridge Failure Rates, Consequences, and Predictive Trends (PhD thesis). Utah State University. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 November 2025. Diakses tanggal 2 October 2025.
- Dahlberg, Justin; etย al. (2022). "Guide for Orthotropic Steel Deck Level 1 Design" (PDF). U. S. Federal Highway Administration. Diakses tanggal 10 November 2025.
- Dallard, P.; etย al. (2001). "London Millennium Bridge: Pedestrian-Induced Lateral Vibration". Journal of Bridge Engineering. 6 (6): 412โ417. doi:10.1061/(ASCE)1084-0702(2001)6:6(412).
- De Borger, Bruno; etย al. (2025). "Productivity and Wage Effects of An Exogenous Improvement in Transport Infrastructure: Accessibility and the Great Belt Bridge". Regional Science and Urban Economics. 114 104133. Bibcode:2025RSUE..11404133D. doi:10.1016/j.regsciurbeco.2025.104133.
- Delatte, Norbert (July 2001). "Lessons from Roman Cement and Concrete". Journal of Professional Issues in Engineering Education and Practice. 127 (3). American Society of Civil Engineers: 109โ115. doi:10.1061/(ASCE)1052-3928(2001)127:3(109).
- Du, Jin Sheng; Au, Francis T.K. (July 2005). "Deterministic and Reliability Analysis of Prestressed Concrete Bridge Girders: Comparison of the Chinese, Hong Kong and AASHTO LRFD Codes". Structural Safety. 27 (3): 230โ245. doi:10.1016/j.strusafe.2004.10.004.
- Dusseau, Ralph (2002). "The Evolution of Pipeline Suspension Bridges in North America Since 1952". Pipelines 2002 Beneath Our Feet: Challenges and Solutions (Proceedings). American Society of Civil Engineers. hlm.ย 1โ10. doi:10.1061/40641(2002)60. ISBNย 978-0-7844-0641-0.
- Engel, Eduardo; etย al. (2020). "When and How to Use Public-Private Partnerships in Infrastructure: Lessons from the International Experience" (PDF). National Bureau of Economic Research. doi:10.3386/w26766. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 9 December 2025. Diakses tanggal 3 December 2025.
- French, Patricia Ross (January 1993). "Living by Bridges: Philip Larkin's Resisting Subtext". South Atlantic Review. 58 (1): 85โ100. doi:10.2307/3201102. JSTORย 3201102.
- Greenfield, Patrick (23 January 2021). "How Creating Wildlife Crossings Can Help Reindeer, Bears โ and Even Crabs". The Guardian. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 January 2021. Diakses tanggal 2021-01-26.
- Gรผlkan, P. (2023). "IABSE Symposium Istanbul 2023 "Long Span Bridges" โ A Report". Structural Engineering International. 33 (3): 510โ512. doi:10.1080/10168664.2023.2224643.
- Hayward, Alan (2014). "The Construction of Railway Bridges". The International Journal for the History of Engineering & Technology. 84 (1). Taylor & Francis: 59โ87. doi:10.1179/1758120613Z.00000000037. ISSNย 1758-1214. Diakses tanggal 15 January 2026.
- Honan, David (2018). "Railroad Bridges, Viaducts, and Trestles". Trains Magazine. Diakses tanggal 2020-09-11.
- Hopper, Travis; Langlois, Anne-Marie; etย al. (November 2022). "Service Life Design Reference Guide" (PDF). Federal Highway Administration. Diakses tanggal 2 October 2025.
- Hu, Jiong; etย al. (March 2016). "Synthesis on Cost-Effectiveness of Extradosed Bridges" (PDF). Texas A&M Transportation Institute. Technical Report. Diakses tanggal 17 September 2025.
- Kashima, Satoshi; Sakamoto, Mitsushige (1998). "Construction of Akashi Kaikyo Bridge Foundation". IABSE Reports = Rapports AIPC = IVBH Reports. 79: 69โ74. doi:10.5169/seals-59833.
- Kumar, Saket; etย al. (2025). "Dynamic Response of Double Deck Cable-Stayed Bridge Subjected to Train Load on Lower Deck". Journal of Vibration Engineering & Technologies. 13 (20) 20. Bibcode:2025JVET...13...20K. doi:10.1007/s42417-024-01562-2.
- Marlow, Ben (3 September 2025). "All Aboard 'The Debt Express': China's pincer Movement on Africa". The Daily Telegraph. Diakses tanggal 11 December 2025.
- McGarvey, Emily (18 July 2023). "Ukraine War: Russia Says Crimean Bridge Partially Open to Cars Again". BBC. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 July 2023. Diakses tanggal 18 January 2026.
- Merli, Roberto; Costanza, Alessandra (2024). "Effectiveness of Physical Barriers to Prevent Suicide by Jumping from High-Risk Bridges". Preventive Medicine Reports. 42 102745. doi:10.1016/j.pmedr.2024.102745. PMCย 11077020. PMIDย 38721569.
- Newer, Rachel (23 July 2012). "World's Coolest Animal Bridges". Smithsonian. Smithsonian Institution. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 April 2021. Diakses tanggal 21 February 2019.
- Nowak, Andrzej; Iatsko, Olga (June 2018). "Are Our Bridges Safe?". The Bridge. Vol.ย 48, no.ย 2. National Academy of Engineering. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 May 2025. Diakses tanggal 17 November 2025.
- Odrobiลรกk, Prokop; etย al. (2022). "Load-Carrying Capacity of Bailey Bridge in Civil Applications". Applied Sciences. 12 (8) 3788. doi:10.3390/app12083788.
- Ou, Z.; Chen, B. (2005). "Stone Arch Bridges in Fujian, China" (PDF). Fuzhou University. Diakses tanggal 10 September 2025.
- Price, Alfred (1 December 1993). "Bridge Busting". Air Force Magazine. Air & Space Forces Association. ISSNย 0730-6784. Diakses tanggal 17 January 2026.
- Queiroz, Cesar; etย al. (2016). "Mechanisms for Financing Roads: A Review of International Practice". Inter-American Development Bank. doi:10.18235/0009351. Diakses tanggal 7 December 2025.
- Quirchmair, Martin (2022). "Track Maintenance: Sittertobel Renovation Improves Track Forces". Railway Gazette International. Diakses tanggal 21 September 2025.
- Robertson, K. A. (1988). "Pedestrian Skywalk Systems: Downtown's Great Hope or Pathways to Ruin?". Transportation Quarterly. 42 (3): 457โ484. hdl:2027/mdp.39015023846507.
- Rookhuyzen, David (2018). "Transportation Defined: Pier Caps". Arizona Department of Transportation. Diakses tanggal 20 September 2025.
- Sangree, Rachel; Shafer, Ben; etย al. (2003). "The Structural Art of the Akashi Kaikyo Bridge" (PDF). Perceptions on the Evolution of Structures. Diakses tanggal 2 October 2025.
- Schmid, John (3 August 2001). "Etching the Notes of a New European Identity". International Herald Tribune. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 July 2016. Diakses tanggal 23 September 2025.
- Shirley-Smith, Hubert; Billington, David P. "Bridge". Britannica. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 January 2020. Diakses tanggal 19 September 2025.
- Sohail, Mu; Cavill, Sue (2008). "Accountability to Prevent Corruption in Construction Projects". Journal of Construction Engineering and Management. 134 (9). American Society of Civil Engineers: 729โ738. doi:10.1061/(ASCE)0733-9364(2008)134:9(729).
- Soliz, Aryana; Pรฉrez-Lรณpez, Ruth (2022). "Footbridges: Pedestrian Infrastructure or Urban Barrier?". Current Opinion in Environmental Sustainability. 55 101161. Bibcode:2022COES...5501161S. doi:10.1016/j.cosust.2022.101161.
- Wardhana, Kumalasari; Hadipriono, Fabian (2003). "Analysis of Recent Bridge Failures in the United States". Journal of Performance of Constructed Facilities. 17 (3). American Society of Civil Engineers: 144. doi:10.1061/(ASCE)0887-3828(2003)17:3(144).
- Warren, Jess (10 June 2025). "'Wobbly' Millennium Bridge marks 25th anniversary". BBC. Diakses tanggal 6 November 2025.
- Watanabe, Eiichi (2003). "Floating Bridges: Past and Present". Structural Engineering International. 13 (2): 128โ132. doi:10.2749/101686603777964810.
- Zheng, Jielian; Wang, Jianjun (2018). "Concrete-Filled Steel Tube Arch Bridges in China". Engineering. 4 (1): 143โ155. Bibcode:2018Engin...4..143Z. doi:10.1016/j.eng.2017.12.003.
- Zhou, ZhiWu; etย al. (2021). "Environmental, Economic and Social Impact Assessment: Study of Bridges in China's Five Major Economic Regions". International Journal of Environmental Research and Public Health. 18 (1) 2021: 122. doi:10.3390/ijerph18010122. PMCย 7795641. PMIDย 33375382.
Unknown author
sunting- "2024 Monthly Traffic and Percent of E-ZPass Usage" (PDF). Port Authority of New York and New Jersey. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 18 November 2025. Diakses tanggal 12 September 2025. Document states 50,241,454 eastbound vehicles in 2024.
- "A Small Bridge, a Great Transformation for the People of Tocantins, Northern Brazil". World Bank. May 28, 2024. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 December 2025. Diakses tanggal 11 December 2025.
- AASHTO LRFD Bridge Design Specifications. American Association of State Highway Transportation Officials. 2024. ISBNย 9781560518280. Diakses tanggal 2 November 2025.
- "Aqueduct". The Concise Oxford Dictionary. Oxford University Press. 2001. hlm.ย 66. ISBNย 0198604386. Diakses tanggal 27 December 2022.
- "Bratislava UFO Classed One of the Craziest Places". Travel to Slovakia. Ministry of Tourism and Sports of the Slovak Republic. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 August 2016. Diakses tanggal 17 September 2025.
- "Bridge Failure". United Nations Office for Disaster Risk Reduction. 2025. Diakses tanggal 2 October 2025.
- "Bridge Lighting". Code of Federal Regulations. US National Archives. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 February 2025. Diakses tanggal 12 November 2025.
- "Causeway". Merriam-Webster Dictionary. Merriam-Webster. 12 September 2025. Diakses tanggal 16 September 2025.
- "Causeway". Oxford English Dictionary. Oxford University Press. Diakses tanggal 14 November 2025.
- "Close Support Bridging". British Army. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-11-26. Diakses tanggal 2012-08-07.
- "CSA S6:19, Canadian Highway Bridge Design Code". CSA Group. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 October 2025. Diakses tanggal 17 September 2025.
- "Design Elements". European Central Bank. 15 November 2024.
- "Dom Luรญs I Bridge". Structurae. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 December 2025. Diakses tanggal 18 January 2026.
- Engineering: Issues Challenges and Opportunities. United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization. 2010. ISBNย 9789231041563. Diakses tanggal 26 October 2025.
- "Eurocodes: Building the Future". European Commission. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 January 2021. Diakses tanggal 17 September 2025.
- "Footbridge". Merriam-Webster Dictionary. Merriam-Webster. 12 September 2025. Diakses tanggal 11 December 2025.
- Handbook on Soviet Ground Forces. Field manual FM 30-40. U.S. Department of the Army. 1975. ISBNย 9781119646310. Diakses tanggal 1 September 2025.
- "I-205 Abernethy Bridge" (PDF). Oregon Department of Transportation. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 25 November 2025. Diakses tanggal 2 October 2025.
- LRFD Guide Specifications for the Design of Pedestrian Bridges. American Association of State Highway and Transportation Officials. 2009. ISBNย 9781560514695. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 December 2025. Diakses tanggal 15 December 2025.
- "Money Talks: The New Euro Cash". BBC News. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 May 2025. Diakses tanggal 1 September 2025.
- "Northridge Earthquake Image 2816". Access to Archival Databases. US National Archives. Diakses tanggal 13 November 2025.
- "Obstruction Marking and Lighting". Federal Aviation Administration. US Department of Transportation. 16 January 2020. Diakses tanggal 16 November 2025.
- Occupational Outlook Handbook. JIST Publishing, U. S. Department of Labor. 2008. ISBNย 9781593575137. Diakses tanggal 26 October 2025.
- "Resisting the Twisting". Golden Gate Bridge, Highway and Transportation District. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 October 2025. Diakses tanggal 12 September 2025.
- "Rhaetian Railway in the Albula / Bernina Landscapes". UNESCO World Heritage Convention. UNESCO. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 March 2012. Diakses tanggal 14 September 2025.
- "SAS Maintenance Travelers". California Department of Transportation. Diarsipkan dari asli tanggal June 25, 2012. Diakses tanggal June 24, 2012.
- "Tacoma Narrows Bridge History โ Suspension Bridge Basics". Washington State Department of Transportation. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 September 2025. Diakses tanggal 18 September 2025.
- "The History of the National Council of Examiners for Engineering and Surveying" (PDF) (Edisi Third). National Council of Examiners for Engineering and Surveying. 2004. Diakses tanggal 25 October 2025.
- "TTSB Details Reasons for Nanfang'ao Bridge Collapse". Focus Taiwan. 25 November 2020. Diakses tanggal 16 September 2025.
- "Viaduct". The Concise Oxford Dictionary. Oxford University Press. 2001. hlm.ย 1596. ISBNย 0198604386. Diakses tanggal 27 December 2022.
- "Why Do Foxes, Jackals and Hyenas Cross Israel's Highway 1?". ISRAEL21c. 28 March 2016. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 5 October 2025. Diakses tanggal 19 September 2025.
- "Will Rogers Archway". Travel Oklahoma. Oklahoma Department of Tourism and Recreation. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 August 2024. Diakses tanggal 17 September 2025.