| Biografi | |
|---|---|
| Kelahiran | 202 (Kalender Masehi Gregorius) Gangu County (dinasti Han) |
| Kematian | 3 Maret 264 Chengdu (Cao Wei) |
| Kegiatan | |
| Pekerjaan | politikus |
Jiang Wei (221โ264 M), nama kehormatan Boyue, adalah seorang jenderal dan negarawan yang terkenal pada masa Tiga Kerajaan di Tiongkok. Ia awalnya melayani negara Wei, tetapi kemudian membelot dan menjadi salah satu jenderal utama negara Shu Han. Jiang Wei dikenal karena usahanya untuk melanjutkan ambisi Zhuge Liang dalam melancarkan ekspedisi militer melawan Wei demi menyatukan kembali Tiongkok di bawah pemerintahan Shu Han. Namun, kampanye militernya yang terus-menerus dianggap sebagai salah satu penyebab utama kemunduran Shu Han.
Kehidupan Awal
suntingJiang Wei lahir di Tianshui, wilayah yang kini berada di provinsi Gansu. Ayahnya adalah seorang pejabat tingkat rendah di negara Wei yang meninggal ketika Jiang Wei masih muda. Jiang Wei dikenal sebagai seorang pemuda berbakat, menguasai seni perang, strategi militer, dan sastra klasik. Keahliannya membuatnya diangkat sebagai pejabat militer Wei di daerah asalnya.
Pada tahun 228, selama kampanye utara pertama Zhuge Liang, wilayah Tianshui mengalami gejolak akibat serangan Shu Han. Jiang Wei, yang kala itu masih menjadi perwira Wei, kehilangan kontak dengan Wei dan terpaksa menyerah kepada pasukan Shu Han. Zhuge Liang, yang terkesan dengan bakat Jiang Wei, merekrutnya sebagai bawahannya. Sejak saat itu, Jiang Wei menjadi salah satu pengikut setia Zhuge Liang.
Karier di Shu Han
suntingPelayanan di Bawah Zhuge Liang
suntingSetelah bergabung dengan Shu Han, Jiang Wei cepat mendapatkan kepercayaan Zhuge Liang. Ia turut serta dalam beberapa kampanye militer Zhuge Liang melawan Wei, termasuk Kampanye Wuzhangyuan yang terkenal. Dalam kampanye ini, Jiang Wei menunjukkan bakat strateginya, meskipun Shu Han gagal mencapai kemenangan besar.
Setelah Zhuge Liang meninggal pada tahun 234, Jiang Wei terus naik pangkat di Shu Han. Ia menjadi salah satu jenderal utama yang dipercaya untuk melanjutkan ambisi Zhuge Liang.
Ekspedisi Melawan Wei
suntingAntara tahun 247 hingga 262, Jiang Wei memimpin serangkaian kampanye militer melawan Wei. Ia melancarkan lebih dari sepuluh ekspedisi ke wilayah barat laut, termasuk di Qishan dan Didao. Meski beberapa serangannya berhasil meraih kemenangan kecil, kampanye ini secara keseluruhan tidak menghasilkan dampak signifikan bagi Shu Han. Sebaliknya, ekspedisi tersebut menguras sumber daya negara, memperlemah ekonomi, dan menyebabkan ketidakpuasan di kalangan rakyat dan pejabat Shu Han.
Konflik Internal
suntingSelain menghadapi Wei, Jiang Wei juga harus berurusan dengan konflik internal di Shu Han. Ia memiliki hubungan yang tegang dengan kanselir Dong Yun dan kemudian Huang Hao, seorang kasim yang memiliki pengaruh besar di istana Shu. Jiang Wei dianggap terlalu ambisius oleh beberapa pejabat Shu, tetapi ia tetap mendapatkan dukungan dari Kaisar Liu Shan.
Kejatuhan Shu Han dan Kematian
suntingPada tahun 263, negara Wei melancarkan invasi besar-besaran ke Shu Han. Pasukan Wei yang dipimpin oleh Deng Ai, Zhong Hui, dan Zhuge Xu berhasil menembus pertahanan Shu Han. Jiang Wei memimpin perlawanan di Hanzhong, tetapi ia tidak mampu menghentikan laju pasukan Wei. Ketika Deng Ai menyerbu Chengdu, ibu kota Shu Han, Kaisar Liu Shan memilih menyerah tanpa perlawanan berarti. Shu Han secara resmi runtuh.
Setelah kejatuhan Shu Han, Jiang Wei berpura-pura tunduk kepada Zhong Hui, seorang jenderal Wei yang tidak puas dengan pemerintahannya sendiri. Jiang Wei bersekongkol dengan Zhong Hui untuk memberontak melawan Wei, tetapi rencana tersebut gagal. Ketika pemberontakan Zhong Hui dihancurkan, Jiang Wei terbunuh dalam pertempuran.
Keluarga dan keturunan
suntingAyah Jiang Wei, Jiang Jiong (ๅงๅ), mengabdi sebagai seorang perwira militer di Komanderi Tianshui dan ia gugur ketika menumpas pemberontakan dari suku Qiang dan non-Tionghoa lainnya.[1] Di Sanguozhi, Jiang Wei kehilangan kontak dengan ibunya ketika ia membelot ke Shu.[2] Namun, catatan Zaji (้่จ) mencatat bahwa ibunya telah mengirim surat memintanya pulang ke Wei.[3] Jiang Wei membalas surat ibunya:
Satu mu tanah tidak bisa dibandingkan dengan seratus qing lahan pertanian subur. Ketika ambisi seseorang terletak jauh di depan, ia tidak akan ingin pulang.[4]
Sebuah buku silsilah yang berjudul Da Tang Chi Xiulie Shan Siyue Tianshuijun Jiang Xing Gu Pu Zong Shixi (ๅคงๅๆไฟฎ็ๅฑฑๅๅฒณๅคฉๆฐด้กๅงๅงๅค่ญ็ธฝไธ็ณป) dari Dinasti Tang mencatat bahwa Jiang Wei memiliki seorang istri bernama Nyonya Liu (ๆณๆฐ). Meskipun istri dan anaknya dibunuh bersama Jiang Wei di Pemberontakan Zhong Hui, Jiang Wei masih memiliki beberapa keturunan yang menetap di Shanggui selama beberapa generasi kedepan. Diantara lain, mereka yang merupakan keturunan Jiang Wei adalah berikut:
- Jiang Ming, keturunan Jiang Wei yang aktif pada masa Wei Utara sebagai Gubernur Provinsi Yan dan diberikan gelar Adipati Tianshui.
- Jiang Yuan, dikenal sebagai Jiang Mingzi, merupakan seorang pejabat yang aktif pada masa Dinasti Zhou Utara sebagai Gubernur Provinsi Qin dan Jing. Ia diberikan gelar Adipati Chaoyi.
- Jiang Baoyi, seorang jenderal Dinasti Tang dibawah Kaisar Gaozu dari Tang, memegang gelar Jenderal Pengawal Militer Kanan dan Adipati Kabupaten Yong'an. Ia ditangkap dalam pertempuran melawan Song Jingang dan gugur dengan gagah berani. Secara anumerta, ia dianugerahi gelar Jenderal Pengawal Kiri dan Gubernur Jenderal Youzhou.
- Jiang Ke, putra Jiang Baoyi, adalah seorang jenderal pada masa pemerintahan Kaisar Gaozong dari Tang. Ia bertugas sebagai pengawal istana dan Adipati Yong'an. Karena prestasi militernya, ia naik pangkat menjadi Kanselir Kiri, menjabat bersamaan dengan Yan Liben. Mereka dikenal sebagai "kekuatan Kanselir Kiri menyebar di seluruh gurun, sementara ketenaran Kanselir Kanan terkenal dalam ujian kekaisaran."
- Jiang Xie, putra Jiang Baoyi. Seorang pejabat pada masa Dinasti Tang, ia menjabat sebagai Pelindung Jenderal Yanran, Gubernur Xiazhou, dan Marquis Kabupaten Chengji. Ia mahir dalam kaligrafi segel.
- Jiang Xiu, putra Jiang Xie. Seorang pejabat pada masa Dinasti Tang, bertugas sebagai petugas hukum di Kantor Gubernur Prefektur Xia.
- Jiang Ang, putra Jiang Xiu. Seorang pejabat pada masa Dinasti Tang, memegang gelar Grand Master Pengadilan Pengorbanan Kekaisaran, Pelaksana Tugas Direktur Kementerian Personalia, dan Pilar Agung Negara.
- Jiang Huan, juga dikenal sebagai Jiang Angsun, adalah seorang pejabat pada masa Dinasti Tang, menjabat sebagai Prefek Qianzhou dan Direktur Junior Bengkel Kekaisaran.
Kenangan dan warisan
suntingKapal fregat Tipe 053H2G dan Tipe 053H3 diberikan kode Jiangwei I dan Jiangwei II oleh Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara. Namun, tidak diketahui apakah pemberian kode ini merupakan hal kebetulan atau NATO memberi hormat kepada Jiang Wei.
Referensi
sunting- ^ (ไปฅ็ถๅๆ็บ้กๅๆน๏ผๅผ็พใๆๅไบ๏ผ่บซ่ก้กๅฐ๏ผๆฒๆผๆฐๅ ด๏ผ่ณ็ถญๅฎไธญ้๏ผๅๆฌ้ก่ปไบใ) Sanguozhi vol. 44.
- ^ (ๆ้ฆฌ่ฌๆๆผ่กไบญ๏ผไบฎๆๅฐ่ฅฟ็ธฃๅ้คๅฎถๅ็ถญ็ญ้๏ผๆ ็ถญ้่ๆฏ็ธๅคฑใ) Sanguozhi vol. 44.
- ^ (ๅญซ็้่จๆฐ๏ผๅ๏ผๅง็ถญ่ฉฃไบฎ๏ผ่ๆฏ็ธๅคฑ๏ผๅพฉๅพๆฏๆธ๏ผไปคๆฑ็ถๆญธใ) Zaji annotation in Sanguozhi vol. 44.
- ^ (็ถญๆฐ๏ผใ่ฏ็ฐ็พ้ ๏ผไธๅจไธ็๏ผไฝๆ้ ๅฟ๏ผไธๅจ็ถๆญธไนใใ) Zaji annotation in Sanguozhi vol. 44.
- Bo Yang (1985). Modern Chinese Edition of Zizhi Tongjian (dalam bahasa Tionghoa). Vol.ย 20. Taipei: Yuan-Liou Publishing. ISBNย 9573208423.
- Chang, Qu (ca 4th century). Chronicles of Huayang (Huayang Guo Zhi).
- Chen, Shou (3rd century). Records of the Three Kingdoms (Sanguozhi).
- de Crespigny, Rafe (2007). A Biographical Dictionary of Later Han to the Three Kingdoms 23-220 AD. Leiden: Brill. ISBNย 9789004156050.
- Lu, Bi (1982). ไธๅๅฟ้่งฃ (Explanatory Commentary to the Sanguozhi) (dalam bahasa Tionghoa). Beijing: Zhonghua Book Company. ISBNย 978-7-101-01019-0.
- Luo, Guanzhong (14th century). Romance of the Three Kingdoms (Sanguo Yanyi).
- Ouyang, Xiu; Song, Qi; Fan, Zhen; Lรผ, Xiaqing; Song, Minqiu (eds.) (11th century). New Book of Tang (Xin Tang Shu).
- Pei, Songzhi (5th century). Annotated Records of the Three Kingdoms (Sanguozhi zhu).
- Sima, Guang (1084). Zizhi Tongjian.