Zhuge Liang | |
|---|---|
่ซธ่ไบฎ | |
Ilustrasi Zhuge Liang | |
| Kanselir Kekaisaran Shu Han | |
| Masa jabatan 229ย โ September atau Oktober 234 | |
| Penguasa monarki | Liu Shan |
Pengganti Jabatan dihapus | |
| Masa jabatan May 221ย โ 228 | |
| Penguasa monarki | Liu Beiย / Liu Shan |
| Jenderal Kanan | |
| Masa jabatan 228ย โ 229 | |
| Penguasa monarki | Liu Shan |
| Gubernur Provinsi Yi | |
| Masa jabatan 223ย โ September or October 234 | |
| Penguasa monarki | Liu Shan |
| Kolonel-Direktur Pengawal | |
| Masa jabatan 221ย โ September or October 234 | |
| Penguasa monarki | Liu Beiย / Liu Shan |
| Wakil Ketua Sekretariat | |
| Masa jabatan 221ย โ September or October 234 | |
| Penguasa monarki | Liu Beiย / Liu Shan |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 181 Yinan, Shandong |
| Meninggal | September atau Oktober 234 (usia 53)[a][1] Dataran Wuzhang, Shaanxi |
| Makam | Gunung Dingjun, Shaanxi |
| Suami/istri | Nyonya Huang |
| Hubungan |
|
| Anak |
|
| Orang tua |
|
| Pekerjaan | Negarawan, jenderal, politikus, cedekiawan, penemu |
| Nama kehormatan | Kong Ming (ๅญๆ) |
| Nama anumerta | Marquis Zhongwu (ๅฟ ๆญฆไพฏ) |
| Gelar bangsawan | Marquis Distrik Wu (ๆญฆ้ไพฏ) |
| Nama panggilan | Naga Tidur (่ฅ้พย / ไผ้พ) |
| Zhuge Liang | |||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Hanzi tradisional: | ่ซธ่ไบฎ | ||||||||||||||||||||||||
| Hanzi sederhana: | ่ฏธ่ไบฎ | ||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||
| Courtesy name | |||||||||||||||||||||||||
| Hanzi: | ๅญๆ | ||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||
Zhuge Liang (Hanzi: ่ฏธ่ไบฎย ; Pinyin: Zhลซgฤ Liร ng) (181โ234 AD),[a] juga dikenal dengan nama kehormatan Kongming, adalah seorang politikus, ahli strategi militer, dan penemu yang hidup di Tiongkok kuno yang terkenal pada periode Tiga Kerajaan (220โ280 AD). Ia menjabat sebagai perdana menteri Shu Han dengan kaisarnya bernama Liu Bei. Ia bernama lengkap Zhuge Kongming dan nama julukan Wรฒlรณng, juga dikenal sebagai Chu-Khe-Liang atau Kong Ming di kalangan Tionghoa Indonesia. Ia mengabdi kepada Liu Bei setelah tergerak oleh keteguhan tekad dan ambisi Liu Bei untuk merestorasi dinasti Han yang saat itu mendekati keruntuhan. Walaupun saat itu Liu Bei belum memiliki satu jengkal pun tanah kekuasaan, bahkan sebelumnya Liu Bei beserta pasukannya harus terus berpindah pindah karena sering kali dikalahkan dalam berbagai pertempuran melawan Cao Cao. Namun di kemudian hari berkat sumbangsih taktik dan strategi perang Zhuge Liang, terbukti mampu membantu Liu Bei menaklukkan berbagai wilayah Tiongkok secara signifikan termasuk sebagian besarnya adalah wilayah kekuasaan Cao Cao, hingga akhirnya Liu Bei berhasil mendirikan negara Shu Han dan menjadi kaisar.
Zhuge Liang memerintah dengan paham Legalisme[2] dan Konfusianisme.[3] Ia kritis terhadap pemikiran Legalis Shang Yang,[4] dan menganjurkan kebajikan dan pendidikan sebagai prinsip menjadi seorang penguasa.[5] Ia membandingkan dirinya dengan Guan Zhong[2] yang mengembangkan pertanian dan industri Shu menjadi kekuatan regional. Dia sangat mementingkan karya Shen Buhai dan Han Fei,[3] menolak memanjakan elit lokal dan mengadopsi hukum yang ketat tetapi adil dan jelas. Untuk mengenang pemerintahannya, masyarakat setempat memelihara tempat suci untuknya selama berabad-abad.[6]
Marga Zhuge adalah marga dua aksara yang cukup langka di kalangan masyarakat Tionghoa. Pada tahun 760, saat Kaisar Suzong dari Tang hendak membangun sebuah kuil untuk menghormati Jiang Ziya, ia memerintah untuk memahat patung 10 tokoh militer Tiongkok yang terkemuka untuk mengapit patung Jiang Ziya: Zhuge Liang, Bai Qi, Han Xin, Li Jing, Li Shiji, Zhang Liang, Sima Rangju, Sun Tzu, Wu Qi dan Yue Yi.[7]
Latar belakang keluarga
suntingKeluarga besar Zhuge Liang berasal dari Kecamatan Yangdu di Kabupaten Langya, dekat wilayah moderen Yinan atau Yishui di Shandong.[8] Ada dua catatan lain tentang asal-usul leluhurnya di Wu Shu (ๅณๆธ) dan Fengsu Tongyi (้ขจไฟๅๆ).
Wu Shu mencatat bahwa nama keluarga leluhurnya sebenarnya adalah Ge (่) dan leluhurnya berasal dari Kabupaten Zhu (่ซธ็ธฃ; barat daya Zhucheng saat ini, Shandong) sebelum mereka menetap di Kabupaten Yangdu. Karena sudah ada keluarga Ge lain di Kabupaten Yangdu sebelum mereka datang, penduduk setempat menyebut pendatang baru itu sebagai Zhuge โ menggabungkan Zhu (Kabupaten) dan Ge โ untuk membedakan mereka dari keluarga Ge lainnya. Seiring berjalannya waktu, leluhur Zhuge Liang mengadopsi Zhuge sebagai nama keluarga mereka.[Sanguozhi zhu 1]
Fengsu Tongyi mencatat bahwa leluhur Zhuge Liang adalah Ge Ying (zh:่ๅฌฐ), yang melayani di bawah Chen Sheng, seorang pemimpin pemberontak yang memimpin pemberontakan Dazexiang terhadap dinasti Qin. Chen Sheng kemudian mengeksekusi Ge Ying.[9] Pada awal Dinasti Han Barat, Kaisar Wen menganggap bahwa Ge Ying dihukum mati secara tidak adil sehingga ia mengangkat cucu Ge Ying sebagai Marquis dari Daerah Zhu untuk menghormati Ge Ying. Seiring berjalannya waktu, keturunan Ge Ying mengadopsi Zhuge sebagai nama keluarga mereka dengan menggabungkan Zhu (Daerah) dan Ge.[Sanguozhi zhu 2]
Zhuge Liang memiliki seorang kakak laki-laki, Zhuge Jin,[Sanguozhi 1] seorang adik laki-laki, Zhuge Jun,[Sanguozhi 2] dan dua kakak perempuan. Kakak perempuan yang lebih tua menikah dengan Kuai Qi, seorang keponakan Kuai Yue dan Kuai Liang,[10] sementara yang lebih muda menikahi Pang Shanmin, sepupu Pang Tong.[Sanguozhi zhu 3]
Penampakan fisik
suntingPenampakan fisik Zhuge Liang hanya dicatat dalam Sanguozhi yang mencatat bahwa Zhuge Liang memiliki tinggi sebesar delapan chi (kira-kira 1.84 meter) dengan "penampilan luar biasa".[Sanguozhi 3]
Di terjemahan Moss Roberts dalam karya Kisah Tiga Negara, Zhuge Liang memiliki tampang berikut:
Kongming terlihat sangat tinggi, dengan wajah berkilau seperti batu giok dan pita sutra yang dikepang di kepalanya. Berbalut bulu burung bangau, dia memiliki aura spiritual yang luar biasa.
Teks original bahasa Tionghoa mencatat bahwa Zhuge Liang selalu digambarkan memakai sebuah guanjin (semacam topi atau jilbab) dan hechang (pakaian yang dipakai oleh pendeta Taoisme).[11]
Kehidupan awal (181-207)
sunting
Zhuge Liang pada masa kecilnya hidup sebagai anak yatim piatu. Ia dibesarkan oleh salah satu sepupu ayahnya, Zhuge Xuan. Ia menemani Zhuge Xuan ke Kabupaten Yuzhang (่ฑซ็ซ ้ก; di wilayah modern Nanchang, Jiangxi) saat Zhuge Xuan ditunjuk sebagai bupati pada pertengahan 190-an.[Sanguozhi 2] Setelah pemerintahan pusat Dinasti Han menunjuk Zhu Hao sebagai bupati baru, Zhuge Xuan membawa Zhuge Liang dan Zhuge Jun menuju ke Provinsi Jing untuk menetap bersama Liu Biao, yang merupakan sahabat lamanya.[Sanguozhi 4][1]
Setelah Zhuge Xuan wafat, Zhuge Liang pindah ke Kecamatan Deng (้ง็ธฃ) di Kabupaten Nanyang (ๅ้ฝ้ก), dan menetap di Longzhong (้ไธญ), sebuah daerah 20 li dari ibukota Provinsi Jing, Xiangyang.[Sanguozhi zhu 4] Di Longzhong, ia hidup sederhana bagaikan seorang petani dan menghabiskan waktu luangnya membaca dan berpergian. Ia sering membaca Liangfu Yin (ๆข็ถๅ),[Sanguozhi 5] sebuah lagu daerah yang terkenal di daerah kampung halamannya di Shandong. Zhuge Liang memiliki hubungan persahabatan dengan berbagai cedekiawan seperti Sima Hui, Pang Tong dan Huang Chengyan.[1] Namun, sastrawan lokal lainnya mencemoohnya ketika mereka mengetahui bahwa dia sering membandingkan dirinya dengan Guan Zhong dan Yue Yi. Hanya sedikit yaitu Cui Zhouping (ๅดๅทๅนณ), Xu Shu, Shi Tao (็ณ้) dan Meng Jian (ๅญๅปบ) yang berhubungan baik dengannya dan menyetujui bahwa Zhuge Liang bisa dibandingkan dengan Guan Zhong dan Yue Yi.[Sanguozhi 6][Sanguozhi zhu 5]
Antara akhir tahun 190an dan awal tahun 200an, Zhuge Liang sering belajar dan bepergian bersama Xu Shu, Shi Guangyuan, dan Meng Gongwei. Setiap kali dia membaca, dia hanya mengambil poin-poin penting dan melanjutkan. Sebaliknya, ketiga temannya fokus pada detail dan terkadang bahkan menghafalkannya.[Sanguozhi zhu 5] Sepanjang berada di Longzhong, dia menjalani kehidupan tanpa beban dan meluangkan waktunya untuk melakukan sesuatu. Dia sering duduk dengan tangan melingkari lutut, sesekali menghela nafas sambil berpikir keras. Ia pernah bercerita kepada ketiga temannya bahwa mereka akan menjadi administrator komando atau gubernur provinsi jika mereka bertugas di pemerintahan. Ketika ditanya apa ambisinya, dia hanya tertawa dan tidak memberikan jawaban.[Sanguozhi zhu 6]
Bertemu Liu Bei (207-208)
suntingRekomendasi Xu Shu dan Sima Hui
suntingSaat itu, Liu Bei menetap di Xinye sebagai tamu bagi Liu Biao, Gubernur Provinsi Jing. Saat itu, Liu Bei bertemu dengan Sima Hui, seorang petapa, dan berkonsultasi dengannya mengenai kondisi politik negara. Sima Hui berpesan kepada Liu Bei: "Apa cedekiawan Konfusius dan pelajar tahu mengenai situasi negara sekarang? Hanya orang yang hebat dapat mengetahuinya. Di wilayah ini terdapat dua orang hebat: Naga Tidur dan Burung Phoenix Muda". Liu Bei menanyakan siapakah kedua orang tokoh itu dan Sima Hui menjawab bahwa keduanya adalah Zhuge Liang dan Pang Tong.[Sanguozhi zhu 7] Xu Shu yang sangat dihormati Liu Bei juga merekomendasikan Zhuge Liang dengan menyatakan bahwa Zhuge Liang adalah Naga Tidur yang dimaksud Sima Hui.[Sanguozhi 7] Liu Bei meminta kepada Xu Shu untuk mengadakan pertemuan dengan Zhuge Liang tetapi Xu Shu menyarankan bahwa Liu Bei harus bertemu dengannya secara pribadi.[Sanguozhi 8]
Tiga Kunjungan Liu Bei
sunting
Sanguozhi mencatat bahwa Liu Bei mengunjungi Zhuge Liang sebanyak tiga kali[b] dan bertemunya.[Sanguozhi 9] Zizhi Tongjian mencatat bahwa tiga kunjungan tersebut terjadi pada tahun 207.[12] Chen Shou juga mencatat tiga kunjungan tersebut dalam biografi tentang Zhuge Liang yang ditambahkan ke memoar yang disusun Chen Shou.[Sanguozhi 10]
Dalam tiga pertemuan tersebut, Liu Bei dan Zhuge Liang mendiskusikan mengenai kondisi politik Dinasti Han dan Liu Bei meminta saran dari Zhuge Liang mengenai bagaimana caranya untuk mengalahkan para penguasa dan membangkitkan kembali Dinasti Han yang sekarat.[Sanguozhi 11] Zhuge Liang menjelaskan Rencana Longzhong kepada Liu Bei, di mana ia menerawang visi di mana Dinasti Han akan terbagi menjadi tiga di antara Liu Bei, Cao Cao dan Sun Quan. Menurut rencana tersebut, Liu Bei harus merebut kekuasaan Provinsi Jing (sekarang wilayah Hubei dan Hunan modern) dari Liu Biao dan Provinsi Yi (yang mencakupi wilayah Sichuan dan Chongqing) dari Liu Zhang untuk membentuk sebuah pondasi kokoh untuk membangkitkan kembali Dinasti Han di barat daya. Liu Bei kemudian harus membentuk aliansi dengan Sun Quan yang memerintah Tiongkok Timur untuk melawan Cao Cao yang menguasai wilayah utara dan ibukota Han, Luoyang dan Chang'an.[Sanguozhi 12]
Setelah pertemuan itu, Liu Bei memohon Zhuge Liang untuk bergabung kepadanya dan memintanya untuk merealisasikan rencana tersebut bersama-sama demi menegakkan kembali Dinasti Han. Zhuge Liang yang terharu kepada keikhlasan dan kemurnian hati Liu Bei yang setiap kali terus memikirkan nasib rakyat pada zaman peperangan tersebut menyatakan ketersediaannya untuk menghambakan diri kepada Liu Bei. Sejak itu, keduanya sering rapat bersama dan menjadi teman dekat, membuat Guan Yu dan Zhang Fei kecewa. Liu Bei menyadari dan menasihati kedua saudara angkatnya "Sekarang karena saya memiliki Kongming, saya merasa seperti seekor ikan yang menemukan air. Saya harap kalian berdua tidak melontarkan komentar yang tidak menyenangkan". Guan Yu dan Zhang Fei berhenti mengeluh sejak itu.[Sanguozhi 13]
Pembentukan Aliansi Sun-Liu (208-209)
suntingEvakuasi Liu Bei ke Xiakou
sunting
Pada musim gugur 208,[12] tidak lama sebelum Liu Biao wafat, Cao Cao melancarkan kampanye selatan untuk menguasai Provinsi Jing. Saat ia mencapai Xiangyang, putra bungsu Liu Biao, Liu Cong yang menggantikan ayahnya sebagai gubernur, menyerah tanpa perlawanan kepada Cao Cao. Setelah mendengarkan berita penyerahan tersebut, Liu Bei melakukan evakuasi pasukan berserta rakyat dari Fancheng menuju Xiakou yang diduduki oleh putra sulung Liu Biao, Liu Qi. Sepanjang perjalanan, pasukan Cao Cao berhasil mengejar pengungsi Liu Bei dan mengalahkannya di Pertempuran Changban. Dengan hanya beberapa pengikut, Liu Bei berhasil kabur dan selamat sampai di Xiakou. Sesampai disana, Liu Bei mengutus Zhuge Liang untuk bertemu dengan Sun Quan untuk membahas aliansi melawan Cao Cao.[12][Sanguozhi 14]
Bertemu Sun Quan
suntingSaat itu, Sun Quan berada di Chaisang (ๆดๆก; barat daya dari kota Jiujiang, Jiangxi moderen) dan mengamati secara dekat mengenai apa yang terjadi di Provinsi Jing.[Sanguozhi 15] Saat Zhuge Liang bertemu dengan Sun Quan, ia berkata:
Negara sedang mengalami kekacauan. Jenderal, Anda mengangkat tentaramu dan menguasai Jiangdong, sementara Liu Bei mengumpulkan pasukan di bagian selatan Sungai Han. Kalian berdua sedang bersiap untuk bersaing dengan Cao Cao untuk menguasai seluruh Tiongkok. Sekarang, Cao Cao telah menyelesaikan ancaman internalnya, kurang lebih sudah mengamankan wilayahnya, dan sekarang memimpin pasukannya selatan untuk menguasai Provinsi Jing. Kekaisaran gemetar karena kekuatannya. Seorang pahlawan tanpa kesempatan untuk menunjukkan kehebatannya, Liu Bei telah mundur ke sini. Saya harap Anda, Jenderal, menilai kekuatan Anda dengan cermat dan memutuskan tindakan selanjutnya. Jika Anda memutuskan untuk memimpin pasukan Anda dari wilayah Wu dan Yue untuk melawan kekuatan pusat, Anda harus cepat memutuskan hubungan [dengan Cao Cao]. Jika Anda tidak bisa melawannya, kenapa tidak Anda meletakkan senjatamu, lepaskan baju bajamu, posisikan dirimu sebagai bawahan, dan layani dia? Jendral, walaupun dari penampilanmu Anda tampak siap untuk berjanji setia pada Cao Cao, dalam hatimu kau masih menyimpan pemikiran tentang kebebasan. Jika Anda tidak bisa mengambil keputusan pada saat genting seperti itu, tidak akan ada waktu lagi sampai Anda menemui bencana![Sanguozhi 16]
Saat Sun Quan bertanya kenapa Liu Bei tidak menyerah kepada Cao Cao, Zhuge Liang menjelaskan:[Sanguozhi 17]
Tian Heng hanyalah seorang prajurit dari negara Qi, tetapi ia tetap setia kepada negaranya dan tidak menyerah. Bukankah kita seharusnya berharap lebih kepada Liu Bei, seorang keturunan keluarga kekaisaran Han? Heroisme dan bakatnya sudah dikenal sedunia. Tuan-tuan dan rakyat jelata semuanya menghormati dan mengaguminya. Seperti aliran sungai yang kembali ke laut; Seperti pergolakan dalam urusan zaman kita, inilah kehendakan Tuhan. Bagaimana dia bisa mengabaikan hal itu dan melayani Cao Cao?[13]
Sun Quan yang geram mendengarkan pernyataan Zhuge Liang kemudian menyatakan bahwa ia tidak akan membiarkan siapapun selain dirinya untuk menguasai wilayah dan rakyat Wu. Sun Quan kembali bertanya bagaimana cara Liu Bei mengalahkan Cao Cao walaupun dengan kekalahan berat di Pertempuran Changban. Zhuge Liang kembali menjawab:[Sanguozhi 18]
Pasukan Liu Bei mungkin saja kalah di Changban, tetapi sekarang banyak prajurit yang ditelantarkan pada pertempuran itu perlahan-lahan kembali ke dia, dan juga 10,000 pasukan elit marinir yang dipimpin Guan Yu, bergabung dengan pasukan bawahan Liu Qi sebesar 10,000 di Jiangxia. Pasukan Cao Cao telah berjalan jauh dan sudah lelah. Saya dengar bahwa kavaleri ringannya telah berjalan sebanyak 300 li dalam 24 jam untuk mengejar Liu Bei. Ini cocok dengan pepatah: 'bahkan sebuah panah kuat di akhir penerbangannya tidak bisa tembus sebuah kain sutra dari Lu'. Pertempuran seperti ini seharusnya dihindari menurut strategi militer yang menyatakan bahwa "ini akan menghasilkan kekalahan yang pasti untuk komandannya". Orang utara juga tidak begitu familiar dengan perang di perairan. Walaupun rakyat Provinsi Jing telah menyerah kepada Cao Cao, mereka dipaksa untuk bertekuk lutut dan tidak sepenuhnya loyal kepada Cao Cao. Sekarang, Jenderal, jika Anda mengirimkan jenderal-jenderal hebatmu untuk memimpin barisan depanmu yang luas agar dapat satukan tujuan dan bergabung dengan Liu Bei, maka kekalahan Cao Cao bisa dipastikan. Begitu kalah, Cao Cao akan terpaksa kembali ke utara, dan Provinsi Jing dan Wu akan bertahan kokoh seperti kaki tungku perunggu raksasa. Pemicu kemenangan dan kekalahan bergantung kepada Anda hari ini.[14]
Rekomendasi Zhang Zhao
suntingYuanzi karya Yuan Zhun mencatat bahwa ketika Zhuge Liang berada di Chaisang, Zhang Zhao merekomendasikan agar dia mengalihkan kesetiaan dari Liu Bei ke Sun Quan, tetapi Zhuge Liang menolak. Ketika Zhang Zhao menanyakan alasannya, Zhuge Liang berkata, "[Sun Quan] adalah pemimpin yang baik. Namun, dari apa yang saya amati tentang karakternya, dia akan memanfaatkan kemampuan saya dengan baik tetapi tidak sepenuhnya. Itu adalah kenapa aku tidak ingin mengabdi di bawahnya."[Sanguozhi zhu 8]
Pei Songzhi mencatat betapa berbedanya episode ini menggambarkan hubungan khusus dan sui generis Zhuge Liang dengan Liu Bei, dan menunjukkan bahwa kesetiaannya kepada Liu Bei begitu kuat sehingga tidak ada yang akan membuatnya beralih kesetiaan kepada Sun Quanโ bahkan jika Sun Quan dapat mewujudkannya sepenuhnya. penggunaan kemampuannya. Pei Songzhi kemudian mengutip contoh serupa tentang bagaimana Guan Yu, selama pelayanan singkatnya di bawah Cao Cao, mempertahankan kesetiaan yang tak tergoyahkan kepada Liu Bei meskipun Cao Cao memperlakukannya dengan sangat murah hati.[Sanguozhi zhu 9]
Pertempuran Chibi
sunting
Sun Quan yang awalnya tidak setuju dengan proposal aliansi dengan Liu Bei kemudian melakukan serangkaian konsultasi dengan Zhou Yu dan Lu Su yang condong pro-aliansi.[15] Sun Quan akhirnya menyetujui proposal Zhuge Liang dan mengerahkan 30,000 pasukan yang dipimpin Zhou Yu, Lu Su dan Cheng Pu untuk bergabung dengan Liu Bei dan Liu Qi untuk melawan invasi Cao Cao.[Sanguozhi 19] Sun Quan dan Liu Bei berhasil memenangkan pertempuran yang penting tersebut di Pertempuran Chibi.[12] Cao Cao kemudian mundur ke Ye (sekarang Handan, Hebei) setelah kekalahannya.[Sanguozhi 20]
Konsolidasi wilayah Provinsi Jing bagian selatan (209-211)
suntingSetelah Pertempuran Tebing Merah, Liu Bei menominasikan Liu Qi sebagai Inspektur Provinsi Jing dan mengirim pasukannya untuk menaklukkan empat kabupaten di selatan Provinsi Jing: Wuling (ๆญฆ้ต; dekat Changde, Hunan), Changsha, Guiyang (ๆก้ฝ; dekat Chenzhou, Hunan) dan Lingling (้ถ้ต; dekat Yongzhou, Hunan). Para bupati keempat kabupaten tersebut menyerah kepada Liu Bei. Setelah Liu Qi meninggal pada tahun 209, atas saran Lu Su, Sun Quan setuju untuk "meminjamkan" wilayah di Provinsi Jing kepada Liu Bei dan mencalonkannya untuk menggantikan Liu Qi sebagai Gubernur Provinsi Jing.
Setelah menjadi gubernur Provinsi Jing selatan pada tahun 209, Liu Bei menunjuk Zhuge Liang sebagai Penasihat Militer Jenderal Rumah Tangga (่ปๅธซไธญ้ๅฐ) dan menugaskannya untuk mengumpulkan pendapatan pajak dari komando Lingling, Guiyang, dan Changsha untuk pasukan militernya.[Sanguozhi 21] Selama masa ini, Zhuge Liang ditempatkan di Kabupaten Linzheng (่จ็็ธฃ; sekarang Hengyang, Hunan) di Changsha.[Sanguozhi zhu 10]
Penaklukkan Provinsi Yi (211-214)
suntingPada 211, Gubernur Provinsi Yi (mencakupi wilayah masa kini Sichuan dan Chongqing) Liu Zhang mengundang Liu Bei untuk memimpin pasukan menyerang rivalnya, Zhang Lu di Hanzhong. Saat Liu Bei pergi kesana, ia meninggalkan Provinsi Jing kepada Guan Yu dan Zhuge Liang serta perwira lainnya untuk menjaga wilayah Liu Bei.[Sanguozhi 22]
Liu Bei dikhianati oleh Liu Zhang dan rekan strategisnya, Pang Tong, dibunuh oleh pasukan Liu Zhang. Liu Bei yang marah memutuskan untuk mengambil alih Provinsi Yi dari Liu Zhang dan Zhuge Liang serta Zhang Fei, Zhao Yun dan yang lain untuk pergi mendukung Liu Bei dan sepanjang jalan, Zhang Fei, Zhao Yun, Zhuge Liang dan yang lain menduduki banyak kabupaten dan pada akhirnya bergabung dengan Liu Bei saat mengepung Chengdu, ibukota provinsi.[Sanguozhi 23]
Setelah Liu Zhang menyerah, Liu Bei menjadi Gubernur Provinsi Yi pada 214.[16] Zhuge Liang kemudian diangkat sebagai Jenderal Penasihat Militer (่ปๅธซๅฐ่ป) dan anggota staf untuk posisi Jenderal Kiri (ๅทฆๅฐ่ป), jabatan yang diambil Liu Bei secara nominal dari pemerintah Han pusat.[c] Setiap kali Liu Bei melancarkan kampanye militer, Zhuge Liang tetap berada di Chengdu dan menjaga persediaan agar persediaan tetap bercukupan dan dijaga ketat untuk kepentingan Liu Bei.[Sanguozhi 25]
Penobatan Liu Bei (214-223)
sunting
Pada akhir tahun 220, beberapa bulan setelah kematian Cao Cao, putra dan penerusnya Cao Pi merebut tahta Kaisar Xian, mengakhiri Dinasti Han Timur, dan mendirikan negara Wei dengan dirinya sebagai kaisar baru. Peristiwa ini menandai dimulainya periode Tiga Kerajaan di Tiongkok.[17] Pengikut Liu Bei meminta agar Liu Bei mendeklarasikan dirinya sebagai Kaisar untuk melawan legitimasi Cao Pi, tetapi Liu Bei sering kali menolak.[Sanguozhi 26]
Zhuge Liang menulis kepada Liu Bei untuk membujuknya:
Di masa lalu, saat Wu Han, Geng Yan dan yang lain membujuk Kaisar Guangwu untuk menduduki tahta kaisar, ia menolak sebanyak empat kali. Geng Chun kemudian berkata kepadanya: "Pata pahlawan dunia ini membutuhkan udara segar, mengharapkan apapun yang bisa diharapkan. Jika anda tidak mendengarkan pengikutmu, maka mereka akan mencari majikan lain dan tidak ada yang akan mengikutimu." Kaisar Guangwu merasa pernyataan Geng Chun sebagai pernyataan yang benar jadi ia akhirnya menerima tahta kaisar. Sekarang, keluarga Cao telah merebut tahta kaisar secara tidak sah, dan Tiongkok tidak memiliki kepala negara. Yang Mulia[d], dari keluarga kekaisaran Liu yang agung, Anda telah bangkit untuk mengatasi zaman. Tindakan yang tepat bagimu adalah mengambil posisi sebagai Kaisar. Pengikutmu akan mengikuti Yang Mulia di saat yang sangat sulit dan usaha yang besar karena mereka juga mengharapkan kesuksesan kecil, seperti apa yang dikatakan Geng Chun.[Sanguozhi 27]
Pada 221, Liu Bei akhirnya mendeklarasikan dirinya sebagai Kaisar Zhaolie dan membentuk Shu Han sebagai penerus Dinasti Han. Ia menunjuk Zhuge Liang sebagai kanselir agung (ไธ็ธ) melalui titah berikut:
Karena kemalangan keluarga kami yang bangkrut, kami telah diangkat ke jabatan yang memiliki otoritas besar. Dengan hati-hati kita mendekati upaya besar ini, tidak pernah berani menganggap enteng atau tenteram, memikirkan kebutuhan masyarakat, tetapi kita takut diri kita sendiri tidak mampu membawa kedamaian bagi mereka. Maka! Kanselir Kekaisaran Zhuge Liang akan memahami niat kami, tanpa kenal lelah memperbaiki kekurangan kami, dan membantu menyebarkan cahaya kebajikan kami, sehingga dapat menerangi seluruh Tiongkok. Tuan, karena itu Anda diperintahkan untuk melakukannya![Sanguozhi 28]
Zhuge Liang juga memegang penunjukan tambahan Lu Shangshu Shi (้ๅฐๆธไบ), Pengawas Sekretariat Kekaisaran, dan memiliki wewenang penjabat penuh kekaisaran. Setelah kematian Zhang Fei pada pertengahan tahun 221,[17] Zhuge Liang mendapat penunjukan tambahan sebagai Kolonel-Direktur Pengikut (ๅธ้ทๆ กๅฐ), yang sebelumnya dipegang oleh Zhang Fei.[Sanguozhi 29]
Penunjukkan sebagai Wali Penguasa (223)
sunting
Setelah kekalahannya di Pertempuran Xiaoting di 222,[17] Liu Bei mundur ke Kecamatan Yong'an dan menderita sakit kronis pada awal 223.[Sanguozhi 30] Ia memanggil Zhuge Liang dari Chengdu dan berkata; "Tuan, Anda 10 kali lebih hebat dibandingkan Cao Pi. Kamu tentu bisa membawa perdamaian di seluruh kekaisaran dan menyelesaikan misi hebat kita. Jika penerus saya bisa dibantu, maka bantulah dia; Jika ia ternyata bodoh, kamu boleh menentukan apa yang akan kamu lakukan."[Sanguozhi 31]
Zhuge Liang dengan air mata yang berlinang menjawab: "Saya akan melakukan apapun yang bisa saya lakukan dengan kesetiaan penuh hingga wafat". [Sanguozhi 32] Liu Bei kemudian berpesan kepada Pangeran Mahkota Liu Shan, putra dan penerusnya: "Jika kamu bekerja sama dengan Kanselir Kekaisaran Zhuge Liang, perlakukanlah dia seperti Ayahmu".[Sanguozhi 33] Liu Bei kemudian menunjuk Zhuge Liang sebagai wali Liu Shan, dan Li Yan sebagai wakil wali. Liu Bei wafat pada 10 Juni 223.[Sanguozhi 34]
Perintah terakhir Liu Bei terhadap Zhuge Liang diterjemah secara literal sebagai "kamu boleh mengambil keputusan sendiri" (ๅๅฏ่ชๅ) kedengaran ambigu. Chen Shou berkomentar bahwa Liu Bei memercayai Zhuge Liang sepenuhnya dan memperbolehkan dia untuk mengasumsi kekuasaan. Yi Zhongtian dalam "Analisis Tiga Kerajaan" menyajikan beberapa interpretasi atas pesan Liu Bei. Beberapa interpretasi menyatakan bahwa perintah ini adalah ujian kepada Zhuge Liang karena kakaknya Zhuge Jin bekerja untuk Sun Quan. Yang lain berkomentar bahwa frasa ambigu tersebut tidak berarti Zhuge Liang diizinkan naik takhta untuk dirinya sendiri, tetapi ia diizinkan, ketika situasinya menuntut, untuk menggantikan Liu Shan dengan di antara dua anak Liu Bei lainnya, yakni Liu Yong dan Liu Li.
Setelah kematian Liu Bei, Liu Shan naik takhta dan menggantikan ayahnya sebagai kaisar Shu. Setelah penobatannya, Liu Shan mengangkat Zhuge Liang sebagai Marquis Distrik Wu (ๆญฆ้ไพฏ) dan membentuk staf pribadi untuk membantunya. Kemudian, Zhuge Liang mendapat penunjukan tambahan sebagai Gubernur Provinsi Yi (็ๅท็ง). Dia secara pribadi mengawasi semua urusan negara dan mengambil keputusan terakhir dalam semua keputusan kebijakan.[Sanguozhi 35]
Ketika pemberontakan pecah di wilayah Nanzhong di Shu selatan, Zhuge Liang tidak segera mengambil tindakan militer untuk menekan pemberontakan tersebut karena menurutnya hal itu tidak pantas dilakukan mengingat kematian Liu Bei baru-baru ini. Pada akhir tahun 223, ia mengirim Deng Zhi sebagai duta besar Shu ke Wu Timur untuk berdamai dan membangun kembali aliansi WuโShu melawan Cao Wei.[18][Sanguozhi 36]
Pada masa pemerintahannya, Zhuge Liang menetapkan tujuan Shu sebagai pemulihan Dinasti Han, melanjutkan tujuan Liu Bei. Dia menunjuk sejumlah besar elit lokal sebagai pejabat tingkat rendah, meningkatkan hubungan antara birokrasi penaklukan Liu Bei, elit lokal, dan masyarakat Shu.[19]
Menolak tunduk kepada Wei (223-225)
suntingTidak lama setelah menjadi penjaga bagi Liu Shan, Zhuge Liang menerima beberapa surat dari pejabat Cao Wei, termasuk dari Hua Xin, Wang Lang, Chen Qun, Xu Zhi dan Zhuge Zhang yang meminta agar Shu menyerah dan menjadi bagian dari Dinasti Wei. Zhuge Liang mengeluarkan sebuah pesan yang bernama Zheng Yi (ๆญฃ่ญฐ; "Dorongan untuk Bertindak Perbaikan") yang bernada berikut:
Pada masa lalu, Xiang Yu tidak tidak bertindak berdasarkan kebajikan, jadi meskipun ia mendominasi Huaxia dan memiliki kekuatan untuk menjadi kaisar, ia meninggal dan direbus menjadi sup. Kejatuhannya telah menjadi kisah peringatan bagi banyak generasi. Wei tidak belajar dari contoh ini dan telah mengikuti jejaknya. Bahkan jika mereka memiliki keberuntungan untuk menghindarinya secara pribadi, malapetaka akan menimpa putra dan cucu mereka. Banyak dari mereka yang meminta saya untuk menyerah kepada Wei sudah berusia tua, mendorong kertas-kertas untuk melayani seorang penipu.
Mereka seperti Chen Chong dan Sun Song, yang menjilat Wang Mang, bahkan mendukungnya dalam perebutan tahta, namun berusaha menghindari hukuman mereka. Ketika Kaisar Guangwu membabat habis akar mereka, beberapa ribu prajuritnya yang lemah bangkit untuk menghancurkan pasukan ekspedisi Wang Mang yang berjumlah 400.000 orang di luar Kunyang. Ketika menegakkan Jalan dan menghukum orang jahat, jumlah tidaklah penting.
Begitu pula dengan Cao Cao, dengan segala kelicikan dan kekuatannya. Ia mengerahkan ratusan ribu pasukan untuk menyelamatkan Zhang He di Yanping, yang kekuatannya telah menyusut dan pilihan-pilihannya patut disesalkan. Setelah hampir tidak dapat melarikan diri, Cao Cao mempermalukan pasukannya yang gagah berani, dan menyerahkan wilayah Hanzhong kepada Liu Bei. Baru pada saat itulah Cao Cao menyadari bahwa Bejana Ilahi dari otoritas kekaisaran bukanlah sesuatu yang dapat diambil sesuka hati. Sebelum ia dapat menyelesaikan perjalanan pulang, niat jahatnya membunuhnya dari dalam. Cao Pi sangat ahli dalam kejahatan, yang ia tunjukkan dengan merebut takhta.
Andaikan mereka yang meminta penyerahanku sama fasih dan persuasifnya seperti Su Qin dan Zhang Yi, bahkan sampai memiliki kefasihan seperti Huan Dou yang dapat menipu Langit itu sendiri. Jika mereka ingin memfitnah Kaisar Tang dan mengkritisi Yu dan Hou Ji, mereka hanya akan menyia-nyiakan kemampuan mereka dengan meneteskan tinta yang tidak berguna dari kuas yang terlalu banyak digunakan. Ini adalah sesuatu yang tidak akan dilakukan oleh pria sejati atau pria Konfusianis.
Perintah Militer mengatakan: "Dengan 10.000 orang yang rela mati, Anda dapat menaklukkan dunia." Jika di masa lalu Huang Di โ seluruh pasukannya berjumlah sekitar 50.000 orang โ menguasai setiap wilayah dan menstabilkan seluruh dunia, betapa lebih hebat lagi jika dibandingkan dengan jumlah sepuluh kali lipatnya, yang memegang Jalan yang benar, berdiri di atas para penjahat ini?[Sanguozhi zhu 11]
Kampanye Selatan (225-227)
sunting
Zhuge Liang ingin memimpin pasukan Shu secara pribadi dalam kampanye selatan ke wilayah Nanzhong untuk menumpas pemberontakan yang meletus pada tahun 223, sekaligus untuk menenangkan dan mendapatkan kesetiaan suku-suku Nanman yang tinggal di sana. Wang Lian, kepala juru tulis Zhuge Liang, sangat menentang keikutsertaan atasannya dalam kampanye tersebut karena terlalu berbahaya. Ia berpendapat bahwa mengingat status penting Zhuge Liang di Shu, ia seharusnya tidak melakukan usaha berisiko seperti itu. Namun, Zhuge Liang bersikeras untuk memimpin kampanye tersebut secara pribadi karena ia khawatir tidak ada jenderal Shu yang cukup kompeten untuk menghadapi para pemberontak sendirian.[Sanguozhi 37] Penasehatnya, Ma Su, menyarankan Zhuge Liang untuk berperang mengunakan peperangan psikologis dengan memenangkan hati rakyat di Nanzhong agar tidak ada pemberontakan yang meletus pada kedepannya. Zhuge Liang menerima saran Ma Su.[18]
Pada musim semi 225, Zhuge Liang memimpin pasukan ke Nanzhong. Ia mengalahkan pemimpin pemberontak Yong Kai (้้), Gao Ding (้ซๅฎ) dan Zhu Bao (ๆฑ่ค), serta mengamankan tiga komando Jianning (ๅปบๅฏง; sekitar Qujing, Yunnan), Yuexi/Yuesui (่ถๅท; sekitar Xichang, Sichuan) dan Zangke (็ๆฏ; sekitar Guiyang atau Fuquan, Guizhou).[18] Setelah itu, Zhuge Liang mengambil perhatian ke Meng Huo, seorang kepala suku lokal yang mendukung para pemberontak. Zhuge Liang mengetahui bahwa Meng Huo adalah tokoh adat yang sangat dihormati warga pribumi serta warga Han lokal disana, jadi Zhuge Liang memutuskan hanya menangkapnya hidup-hidup dan melepaskannya setiap kali Meng Huo ditangkap. Pada penangkapan pertamanya, Zhuge Liang memperlakukan Meng Huo seperti tamu dan mengajaknya berkeliling di bentengnya. Saat melepaskannya, Zhuge Liang bertanya kepada Meng Huo mengenai pasukannya. Meng Huo menjawab, "Sebelum ini, saya tidak tahu apa-apa mengenai pasukanmu makanya saya kalah. Sekarang karena kamu membawa saya melihat pasukanmu, saya mengetahui kondisi pasukanmu dan saya yakin saya akan menang dengan mudah". Zhuge Liang ketawa, melepaskan Meng Huo dan mempersilakannya kembali berperang melawannya. Meng Huo ditangkap sebanyak tujuh kali. Pada kali ketujuh, Meng Huo menyerah kepada Zhuge Liang dan berkata kepadanya, "Tuanku, dengan Surga sebagai saksi, rakyat selatan bersumpah tidak akan memberontak kembali." Zhuge Liang kemudian menuntun pasukannya ke Danau Dian dalam kemenangan.[Sanguozhi zhu 12] Wilayah Nanzhong secara keseluruhan telah diamankan pada musim gugur 225.[Sanguozhi 38]
Sebelum menarik pasukan, Zhuge Liang berkata kepada Meng Huo dan pemimpin lokal lainnya bahwa ia hanya ingin mereka membayar upeti berupa emas, perak, sapi, kuda perang, dan lain-lain. Ia juga menunjuk penduduk setempat seperti Li Hui dan Lรผ Kai untuk bertugas sebagai administrator komando yang baru, sementara para pemimpin lokal dan kepala suku diizinkan untuk terus memerintah rakyat dan suku mereka masing-masing.[18] Setelah kampanye selatan, negara Shu menjadi lebih makmur karena wilayah Nanzhong menjadi sumber pendanaan dan pasokan yang stabil bagi militer Shu. Di bawah arahan Zhuge Liang, militer Shu juga mulai melatih tentara, menimbun senjata dan sumber daya, dll., sebagai persiapan untuk kampanye mendatang melawan musuh mereka, Wei.[Sanguozhi 39]
Ekspedisi Utara
suntingMemberikan Chu Shi Biao
sunting
Pada tahun 227, Zhuge Liang memerintahkan pasukan dari seluruh Shu untuk dimobilisasi dan berkumpul di Komando Hanzhong dalam persiapan untuk kampanye militer skala besar melawan Cao Wei. Sebelum berangkat, ia menulis sebuah memorabilia, yang disebut Chu Shi Biao ("memorial tentang alasan untuk berperang"), dan menyerahkannya kepada Liu Shan. Memorabilia tersebut, antara lain, berisi alasan Zhuge Liang untuk melakukan kampanye melawan Wei dan nasihat pribadinya kepada Liu Shan tentang masalah pemerintahan.[Sanguozhi 40] Setelah Liu Shan menyetujuinya, Zhuge Liang memerintahkan pasukan Shu untuk ditempatkan di Mianyang (ๆฒ้ฝ; sekarang Kabupaten Mian, Shaanxi).[Sanguozhi 41]
Pemberontakan Tianshui dan Pertempuran Jieting
sunting
Pada musim semi 228, Zhuge Liang memerintahkan Zhao Yun dan Deng Zhi untuk memimpin detasemen pasukan dari Lembah Ji (็ฎ่ฐท) untuk berpura-pura menyerang Kecamatan Mei (้ฟ็ธฃ; wilayah tenggara Fufeng, Shaanxi) melalui Lembah Xie (ๆ่ฐท). Zhao dan Deng diperintah untuk menghalau pasukan Wei sementara pasukan utama Zhuge Liang menyebrang untuk menyerang Gunung Qi (็ฅๅฑฑ; sebuah wilayah pegunungan di Kecamatan Li, Gansu) Sampai di Gunung Qi, pasukannya dikerahkan dalam formasi yang teratur dan diarahkan dengan perintah yang jelas dan tegas. Tiga wilayah komando yang dikuasai Wei โ Nan'an (ๅๅฎ; di sekitar Kabupaten Longxi, Gansu), Tianshui, dan Anding (ๅฎๅฎ; di sekitar Kabupaten Zhenyuan, Gansu) โ merespons invasi tersebut dengan membelot ke pihak Shu. Berita invasi Shu menggemparkan seluruh wilayah Guanzhong.[Sanguozhi 42]
Pemerintah Wei terkejut ketika mengetahui invasi Shu dan sama sekali tidak siap menghadapinya karena mereka telah menurunkan kewaspadaan terhadap Shu setelah kematian Liu Bei pada tahun 223 dan tidak mendengar kabar apa pun dari Shu sejak saat itu. Mereka bahkan lebih takut dan terkejut ketika mendengar pembelotan tiga komandan tersebut.[Sanguozhi zhu 13] Sebagai respon, Cao Rui memindahkan ibukota dari Luoyang menuju Chang'an agar dapat mengawasi pertahanan di wilayah Guanzhong dan memberi dukungan. Ia kemudian memerintah Zhang He untuk menyerang Gunung Qi[20] dan Cao Zhen untuk menyerang Zhao Yun dan Deng Zhi di Lembah Ji.[Sanguozhi 43]
Zhao Yun dan Deng Zhi dikalahkan oleh Cao Zhen, namun kekalahan mereka sudah diantisipasi oleh Zhuge Liang sebagai strategi untuk menyerang Wei dengan memberikan mereka pasukan yang lemah sementara pasukan yang kuat menyerang melewati Gunung Qi. Namun demikian, Zhao Yun mengumpulkan anak buahnya untuk berjuang keras, meminimalisir kekalahan.[Sanguozhi 43] Sementara di Gunung Qi, Zhuge Liang memerintah Ma Su untuk memimpin pasukan pelopor dan menyerang musuh. Di Jieting, Ma Su bukan hanya melawan perintah Zhuge Liang, tetapi juga salah taktik, sehingga pasukan pelopornya dikalahkan secara hebat oleh pasukan Zhang He. Zhang He juga mengambil kesempatan untuk merebut kembali Nan'an, Tianshui dan Anding untuk Wei.[Sanguozhi 44][Sanguozhi 45]

Setelah mengetahui kekalahan Shu di Lembah Ji dan Jieting, Zhuge Liang menarik kembali pasukan Shu dan mundur ke Komando Hanzhong, tempat ia memukimkan kembali ribuan keluarga yang mereka rebut di Kabupaten Xi (่ฅฟ็ธฃ; sekarang Kabupaten Li, Gansu) yang dikuasai Wei selama kampanye militer. Peristiwa ini terjadi pada akhir musim semi tahun 228.[21] Sebagai hukuman kekalahan, Zhuge Liang memerintah eksekusi Ma Su karena mengabaikan perintah dan untuk menenangkan kemarahan tentara.[Sanguozhi 46] Ia kemudian menganalisa kekalahan tersebut dan berkata kepada anak buahnya:
Pasukan kita di Gunung Qi dan Lembah Ji jika digabungkan lebih unggul dari musuh dalam jumlah, tetapi kita kalah dalam pertempuran. Ini bukan karena kita kekurangan pasukan, melainkan karena satu orang. Sekarang, kita harus mengurangi jumlah pasukan dan perwira, menanamkan disiplin yang lebih besar dalam militer, dan merenungkan kesalahan kita, agar dapat beradaptasi dan mempersiapkan diri untuk masa depan. Jika kita tidak dapat melakukan ini, itu tidak akan membantu bahkan jika kita memiliki lebih banyak pasukan! Mulai hari ini, silakan sampaikan kekhawatiran apa pun yang Anda miliki tentang Negara, dan tunjukkan kesalahan dan kekurangan saya. Dengan begitu, kita dapat lebih tegas dan mampu mengalahkan musuh serta bergerak lebih dekat menuju kemenangan dan kesuksesan.[Sanguozhi zhu 14]
Ia juga mengirimkan sebuah surat kepada Liu Shan dan mengambil tanggung jawab sepenuhnya atas kekalahan di Jieting dan Lembah Ji, mengakui kesalahannya dan gagal dalam menilai keputusan serta meminta Liu Shan untuk menghukumnya dengan penurunan tiga pangkat.[Sanguozhi 47] Liu Shan setuju dan secara simbolis menghukum Zhuge Liang dengan penurunan pangkat menjadi Jenderal Kanan (ๅณๅฐ่ป) tetapi ia masih diperbolehkan untuk mengambil tugas Kanselir Agung seperti sebelum kampanye.[Sanguozhi 48]
Pengepungan Chencang
sunting
Antara akhir musim semi dan awal musim dingin 228, Zhuge Liang menyusun kembali pasukannya, menegakkan disiplin tentara dan melatih pasukan dalam upaya mempersiapkan militer untuk kembali menyerang Wei.[Sanguozhi zhu 15] Saat itu, ia menerima berita bahwa Dong Wu telah mengalahkan Wei di Pertempuran Shiting sekitar September 228.[21] Dari ini, ia menilai bahwa situasi pertahanan Wei di Guanzhong tidak dijaga ketat karena Wei telah memobilisasi pasukan elitnya untuk menyerang Wu di timur.[Sanguozhi zhu 16]
Pada bulan Desember 228 Zhuge Liang diduga menulis surat kedua Chu Shi Biao kepada Liu Shan untuk mendesak perang melawan Wei.[Sanguozhi zhu 17] Namun, sejarawan seperti Qian Dazhao (้ขๅคงๆญ) telah meragukan keaslian Chu Shi Biao kedua dan berpendapat bahwa itu secara keliru dikaitkan dengan Zhuge Liang. Di antara perbedaan lainnya, Chu Shi Biao kedua sangat berbeda dari Chu Shi Biao pertama dalam hal nada, dan sudah menyebutkan kematian Zhao Yun ketika Sanguozhi mencatat bahwa ia meninggal pada tahun 229.[Sanguozhi 49]
Pada musim dingin tahun 228โ229, Zhuge Liang melancarkan Ekspedisi Utara kedua dan memimpin pasukan Shu keluar dari Terusan San (utara Pegunungan Qin di selatan Baoji, Shaanxi) untuk menyerang benteng Wei di Chencang (้ณๅ; timur Baoji). Sebelum kampanye, Zhuge Liang sudah tahu bahwa Chencang dijaga ketat dan sulit direbut, jadi ketika ia tiba, ia terkejut melihat bahwa benteng itu juga dijaga dengan sangat baik. Bahkan, setelah invasi Shu pertama, jenderal Wei Cao Zhen telah meramalkan bahwa Zhuge Liang akan menyerang Chencang sehingga ia menugaskan Hao Zhao, seorang jenderal Wei dengan reputasi yang garang di wilayah Guanzhong, untuk bertanggung jawab mempertahankan Chencang dan memperkuat pertahanannya.[22][Sanguozhi 50]
Zhuge Liang pertama memerintah pasukannya untuk mengepung Chencang, kemudian mengutus teman lama Hao Zhao, Jin Xiang, untuk membujuk Hao Zhao untuk menyerah. Hao Zhao menolak rayuan tersebut dua kali.[Sanguozhi zhu 18] Walaupun hanya memiliki 1,000 tentara, Hao Zhao tetap tegar menangkal serangan Zhuge Liang. Selama 20 hari, Zhuge Liang menggunakan serangkaian taktik untuk menjatuhkan Hao Zhao seperti tangga pengepungan, pendobrak, menara pengepungan, dan terowongan bawah tanah, tetapi seluruh taktik tersebut ditangkis oleh pasukan Hao Zhao.[Sanguozhi zhu 19] Akhirnya, setelah mendengar bahwa Cao Zhen telah memerintah Zhang He dan Fei Yao untuk membantu Hao Zhao dan bala bantuan Wei sudah mendekat, Zhuge Liang memerintah pasukannya untuk mundur dan kembali ke markas.[Sanguozhi zhu 20] Namun ini hanya sebuah upaya untuk memancing pasukan Wei keluar, di mana Wang Shuang, seorang perwira Wei yang haus akan pencapaian, termakan pancingan tersebut dan mengejar pasukan Shu yang mundur menuju ke Qinling. Wang Shuang dibunuh oleh pasukan Zhuge Liang setelah disergap.[Sanguozhi 51]
Pertempuran Jianwei
sunting
Pada musim semi tahun 229, Zhuge Liang melancarkan Ekspedisi Utara ketiga dan memerintahkan Chen Shi untuk memimpin pasukan Shu menyerang wilayah Wudu (ๆญฆ้ฝ; di sekitar Kabupaten Cheng, Gansu saat ini) dan Yinping (้ฐๅนณ; Kabupaten Wen, Gansu saat ini) yang dikuasai Wei. Jenderal Wei, Guo Huai, memimpin pasukannya untuk melawan Chen Shi. Ia mundur ketika mendengar bahwa Zhuge Liang telah memimpin pasukan Shu ke Jianwei (ๅปบๅจ; di Longnan, Gansu saat ini). Pasukan Shu kemudian menaklukkan wilayah Wudu dan Yinping.[Sanguozhi 52][21]
Sekembalinya Zhuge Liang dari kampanye, Liu Shan mengeluarkan dekrit kekaisaran untuk memberikan ucapan selamat kepada Zhuge Liang atas keberhasilannya mengalahkan Wang Shuang dalam Ekspedisi Utara Kedua dan merebut wilayah Wudu dan Yinping dalam Ekspedisi Utara Ketiga. Ia juga mengangkat Zhuge Liang kembali ke posisi Kanselir Kekaisaran.[Sanguozhi 53]
Penobatan Sun Quan menjadi Kaisar
suntingPada Mei 229,[21] penguasa negara sekutu Shu, Sun Quan dari Dong Wu, mendeklarasikan dirinya sebagai kaisar dan menetapkannya setara terhadap kaisar Wei dan Shu. Saat berita tersebut sampai di pemerintahan pusat Shu, banyak pejabat menjadi geram dan meminta agar Shu memutus hubungan dengan Wu karena Sun Quan tidak berhak untuk menyatakan dirinya setara.[Sanguozhi zhu 21] Zhuge Liang mengerti bahwa Sun Quan sendiri kekurangan legitimasi,[e] tetapi ia juga menganggap bahwa bersekutu dengan Wu adalah bagian penting dalam kelangsungan negara Shu dan kepentingan Shu untuk jangka panjang karena Shu bisa menekan Wei dari barat dan Wu menekan Wei dari timur. Ia memutuskan untuk tidak mengkritik Sun Quan dan menetapkan bahwa aliansi Shu-Wu harus tetap berjalan,[Sanguozhi zhu 22] dan mengutus Chen Zhen dalam sebuah misi diplomatik ke Wu untuk mengakui keabsahan klaim Sun Quan dan memberikan ucapan selamat.[Sanguozhi zhu 23]
Kampanye Ziwu
suntingPada Agustus 230,[21] Cao Zhen memimpin pasukan dari Chang'an untuk menyerang Shu dari Lembah Ziwu (ๅญๅ่ฐท) dan saat yang sama wali penguasa Wei Sima Yi atas perintah Cao Rui memimpin armada sungai Wei dari Provinsi Jing untuk bergabung dengan Cao Zhen melalui Sungai Han. Direncanakan bahwa Cao Zhen dan Sima Yi berkumpul di Nanzheng (ๅ้ญ็ธฃ; di wilayah modern Hanzhong, Shaanxi). Pasukan Wei lain juga diperkirakan bergabung untuk menyerang dari Lembah Xie (ๆ่ฐท) atau Komanderi Wuwei.[Sanguozhi 54]
Zhuge Liang setelah menerima berita pergerakan pasukan ini kemudian memerintah Li Yan untuk memimpin 20,000 pasukan ke Komanderi Hanzhong untuk menghalau invasi Wei, di mana Li Yan dengan enggan menerimanya setelah beberapa kali dibujuk.[Sanguozhi 55] Saat Xiahou Ba memimpin pasukan utama ekspedisi ini di Lintasan Ziwu (ๅญๅ้) yang berjarak 330ย km, warga setempat melaporkannya kepada pasukan Shu. Xiahou Ba secara tipis berhasil mundur setelah bala bantuan dari pasukan utama.[Sanguozhi zhu 24]
Zhuge Liang juga mempersilakan Wei Yan untuk menyerang musuh dari belakang di Yangxi (้ฝ่ฐฟ; barat daya wilayah modern Wushan County, Gansu) untuk membujuk orang Qiang untuk bergabung dengan Shu Han melawan Wei. Wei Yan mengalahkan pasukan Wei pimpinan Guo Huai dan Fei Yao.[Sanguozhi 56] Setelah peristiwa-peristiwa tersebut, konflik berubah menjadi kebuntuan berkepanjangan dengan sedikit pertempuran kecil. Setelah lebih dari sebulan kemajuan yang lambat dan kekhawatiran akan kerugian besar serta pemborosan sumber daya, semakin banyak pejabat Wei yang mengirimkan peringatan untuk mengakhiri kampanye. Situasi semakin diperparah oleh topografi yang sulit dan hujan lebat yang terus-menerus berlangsung lebih dari 30 hari. Cao Rui memutuskan untuk membatalkan kampanye dan memanggil kembali para perwira pada bulan Oktober 230.[21][Sanguozhi 57]
Pertempuran Gunung Qi
sunting

]
Pada 230,[23] Zhuge Liang kembali melancarkan kampanye militer melawan Wei melalui Gunung Qi (็ฅๅฑฑ; sebuah wilayah pegunungan di Kecamatan Li, Gansu) sekali lagi. Ia menciptakan gerobak tangan untuk membawa persediaan makanan ke medan perang.[Sanguozhi 58] Pasukan Shu kemudian menyerang Komanderi Tianshui dan mengepung Gunung Qi yang dijaga ketat oleh perwira Wei Jia Si (่ณๅฃ) dan Wei Ping (้ญๅนณ).[Jin Shu 1] Di Gunung Qi, ia juga mengajak Kebineng, seorang kepala suku barbar Xianbei untuk mendukung Shu dalam pertempuran melawan Wei. Kebineng kemudian menyerang Komanderi Beidi (ๅๅฐ้ก; sekitar Shaanxi tengah masa kini) untuk menggalang dukungan dari penduduk setempat.[Sanguozhi zhu 25]
Saat itu, Marsekal Agung Cao Zhen sedang sakit kronis dan tidak bisa memimpin pasukan. Kaisar Cao Rui mengerahkan Sima Yi menuju ke Chang'an untuk mengawasi kesiapan pertahanan Wei di wilayah Guanzhong melawan invasi Shu. Setelah membuat persiapan, Sima Yi bersama Zhang He, Fei Yao, Dai Ling (ๆด้ต) dan Guo Huai yang menjadi bawahannya memimpin pasukan Wei menuju ke Yumi (้้บ็ธฃ; sebelah timur Kecamatan Qianyang, Shaanxi) dan bersiaga disana.[Jin Shu 2] Ia kemudian meninggalkan Fei Yao dan Dai Ling dengan 4,000 tentara untuk menjaga Kecamatan Shanggui (ไธ้ฝ็ธฃ; sekarang Tianshui, Gansu) dan memimpin pasukan sisa untuk membantu Jia Si dan Wei Ping.[Sanguozhi zhu 26]
Ketika Zhuge Liang mengetahui kedatangan pasukan Wei, ia membagi pasukannya menjadi dua kelompok โ satu kelompok tetap di Gunung Qi sementara ia memimpin kelompok lainnya untuk menyerang Kabupaten Shanggui. Ia mengalahkan Guo Huai, Fei Yao, dan Dai Ling dalam pertempuran dan memerintahkan pasukannya untuk memanen di Kabupaten Shanggui. Sebagai tanggapan, Sima Yi berbalik dari Gunung Qi, menuju Kabupaten Shanggui, dan tiba dalam dua hari. Saat itu, Zhuge Liang dan pasukannya telah selesai memanen gandum dan bersiap untuk berangkat.[Jin Shu 3] Zhuge Liang bertemu Sima Yi di Hanyang (ๆผข้ฝ) di sebelah timur Kabupaten Shanggui, tetapi mereka tidak terlibat dalam pertempuran: Zhuge Liang memerintahkan pasukannya untuk memanfaatkan medan dan mengambil posisi bertahan; Sima Yi memerintahkan pasukannya untuk membentuk formasi, sementara Niu Jin dikirim untuk memimpin detasemen kavaleri ringan ke Gunung Qi. Kebuntuan berakhir ketika Zhuge Liang dan pasukan Shu mundur ke Lucheng (้นตๅ), menguasai perbukitan di utara dan selatan, dan menggunakan sungai sebagai penghalang alami.[Sanguozhi zhu 27][Jin Shu 4]
Meskipun bawahannya berulang kali mendesaknya untuk menyerang musuh, Sima Yi ragu-ragu setelah melihat susunan kamp Shu di perbukitan. Namun, ia akhirnya mengalah ketika Jia Si dan Wei Ping mengejeknya dan mengatakan ia akan menjadi bahan tertawaan jika menolak menyerang.[Sanguozhi zhu 28] Sima Yi kemudian mengerahkan Zhang He untuk menyerang ke perkemahan militer Shu dari selatan yang dijaga oleh Wang Ping sementara Sima Yi memimpin pasukan untuk menyerang Lucheng secara langsung.[Sanguozhi zhu 29] Menanggapi hal ini, Zhuge Liang mengerahkan Wei Yan, Wu Ban, dan Gao Xiang untuk memimpin pasukan menghadap musuh diluar Lucheng. Zhuge Liang menang dan pasukan Wei kehilangan 3,000 pasukan dan persediaan yang banyak.[Sanguozhi zhu 30]
Meskipun memenangkan pertempuran, Zhuge Liang tidak bisa menggunakan momentum kemenangan untuk melanjutkan serangan ke Wei karena persediaan makanan yang semakin sedikit dan pergerakan persediaan yang lambat karena Li Yan yang bertanggung jawab atas logistik makanan secara keliru menyatakan bahwa Kaisar Liu Shan memerintah Zhuge Liang untuk mundur. Kitab Jin mencatat bahwa saat Zhuge Liang dan pasukannya mundur pada malam hari, Sima Yi memimpin pasukan untuk mengejarnya dan membunuh 10,000 pasukan Zhuge Liang.[Jin Shu 5] Catatan ini diragukan oleh beberapa sejarawan[Jin Shu 6][24] dan tidak dimasukan ke catatan sejarah abad ke-11 Zizhi Tongjian.
Apapun alasannya, menurut Sanguozhi dan Zizhi Tongjian, Zhuge Liang terpaksa mundur karena persediaan makanan yang terbatas, bukan karena kekalahan militer.[Sanguozhi 59][25] Saat ia mundur, Zhang He memimpin pasukan dan mengejarnya. Zhang He gugur akibat serangan sergapan Zhuge Liang.[Sanguozhi 59]
Dataran Wuzhang
sunting
Pada musim semi 234, Zhuge Liang kembali memimpin pasukan sebanyak 100,000 keluar dari Lembah Xie (ๆ่ฐท) dan berkemah di Dataran Wuzhang di tepi selatan Sungai Wei dekat Kecamatan Mei (้ฟ็ธฃ; sekarang sebelah selatan Kabupaten Fufeng, Shaanxi) dengan tujuan menduduki Chang'an. Selain menggunakan kuda yang mengalir untuk mengangkut pasokan makanan ke garis depan, ia menerapkan kebijakan tuntian dengan memerintahkan pasukannya untuk bercocok tanam bersama warga sipil di tepi selatan Sungai Wei. Ia juga melarang pasukannya mengambil hasil panen warga sipil.[Sanguozhi 60]
Pada awal kedatangan Shu ke daerah ini, Zhuge Liang sudah jatuh sakit dan berita ini sampai ke Sima Yi. Sebelum mulai perang terbuka, Zhuge Liang mengirimkan surat kepada kaisar Wu, Sun Quan, meminta untuk menyerang Wei dengan harapan Wei akan kekurangan pasukan ketika melawan Shu di Wuzhang nanti. Kerajaan Wu memenuhi permintaan tersebut tetapi tidak dengan sepenuh hati dikarenakan hanya untuk menghargai aliansi Wu-Shu. Sun Quan mengerahkan 100,000 pasukan Wu untuk menyerang Hefei namun dikalahkan oleh Man Chong. Tapi bagaimanapun perang di Wuzhang harus tetap dimulai.
Zhuge Liang kemudian mengumumkan perang terbuka melawan Wei. Sebagai tanggapan, Wei mengerahkan Sima Yi dan sebanyak 20,000 tentara bala bantuan menuju ke Dataran Wuzhang untuk menangkal musuh. Walaupun sakit, Zhuge Liang tetap memimpin pasukan. Setelah beberapa penyerangan[Jin Shu 7] dan serangan malam ke kemah Shu,[Jin Shu 8] Sima Yi diperintahkan oleh Kaisar Cao Rui untuk hanya bertahan dan tidak menyerang pasukan Shu. Pertempuran kemudian mencapai sebuah kebuntuan. Zhuge Liang beberapa kali berupaya untuk memancing Sima Yi agar ia keluar. Bahkan, Zhuge Liang mengoloknya dengan memberikan pakaian wanita kepada Sima Yi. Sima Yi yang sangat geram meminta izin kepada Cao Rui untuk menyerang Zhuge Liang tetapi Cao Rui menolak dan mengutus Xin Pi sebagai perwakilannya agar Sima Yi tetap menjalankan titah kaisar. Zhuge Liang menilai bahwa Sima Yi hanya berpura-pura marah karena ia ingin menunjukkan kepada pasukannya bahwa ia siap memimpin mereka bertempur dan ia tidak akan gampang terpancing oleh ejekkan Zhuge Liang.[Jin Shu 9][Sanguozhi zhu 31]
Saat kebuntuan tersebut, Zhuge Liang mengirim surat kepada Sima Yi dan kembali mengoloknya untuk keluar bertempur. Saat seorang pengirim surat itu memberikannya kepada Sima Yi, Sima Yi bertanya kepada pengirim surat mengenai kehidupan sehari-hari Zhuge Liang. Utusan tersebut menjawab kepadanya bahwa Zhuge Liang hanya memakan tiga sampai empat sheng gandum setiap hari dan dia mengatur hampir segalanya secara rinci, kecuali masalah-masalah sepele seperti hukuman untuk pelanggaran-pelanggaran kecil. Mendengar ini, Sima Yi berkata, "Bagaimana mungkin Zhuge Kongming bisa bertahan lama? Dia akan segera meninggal."[Jin Shu 10][Sanguozhi zhu 32]
Kematian
sunting
Kebuntuan perang di Dataran Wuzhang berlangsung selama 100 hari.[Sanguozhi 61] Sewaktu di antara 11 September sampai 10 Oktober 234,[a] Zhuge Liang sakit kronis dan meninggal di kamp militer. Saat itu, Zhuge Liang berusia 54 tahun (menurut penghitungan usia Asia Timur) saat ia meninggal dunia.
Jin Yangqiu (ๆ้ฝ็ง) dari Sun Sheng mencatat kisah berikut ini:
Sebuah meteorit merah menyala jatuh dari langit sepanjang arah timur laut ke barat daya menuju perkemahan (Zhuge) Liang, memantul dari tanah dan mendarat lagi tiga kali, mengembang ukurannya ketika memantul dan menyusut ukurannya saat mendarat. (Zhuge) Liang meninggal tidak lama kemudian.[Sanguozhi zhu 33]
Kitab Wei (้ญๆธ) dan HanโJin Chunqiu (ๆผขๆๆฅ็ง) memberikan catatan yang berbeda tentang tempat Zhuge Liang meninggal. Kitab Wei mencatat bahwa Zhuge Liang muntah darah karena frustrasi ketika pasukannya kehabisan persediaan selama kebuntuan, dan ia memerintahkan pasukannya untuk membakar perkemahan mereka dan mundur ke sebuah lembah. Di sana, ia jatuh sakit dan meninggal.[Sanguozhi zhu 34] Yang terakhir mencatat bahwa ia meninggal di kediaman keluarga Guo tertentu.[Sanguozhi zhu 35] Dalam anotasinya pada biografi Zhuge Liang, Pei Songzhi menunjukkan bahwa catatan Wei Shu dan HanโJin Chunqiu salah, dan bahwa Zhuge Liang sebenarnya tewas di kamp di Dataran Wuzhang. Ia juga membantah catatan Wei Shu sebagai berikut:
"Berdasarkan situasi (di Pertempuran Dataran Wuzhang), tidak jelas pihak mana yang menang dan mana yang kalah. (Wei Shu) melebih-lebihkan ketika mengatakan bahwa (Zhuge) Liang muntah darah. Mengingat kecerdasan Kongming, mungkinkah ia muntah darah karena Zhongda?[f] Pernyataan berlebihan ini berawal dari sebuah catatan yang ditulis oleh Kaisar Yuan dari Jin yang mengatakan '(Zhuge) Liang kalah dalam pertempuran dan muntah darah'. Alasan mengapa ('Wei Shu') mengatakan bahwa Zhuge Liang meninggal di sebuah lembah adalah karena pasukan Shu baru mengumumkan kematian Zhuge Liang setelah mereka memasuki lembah tersebut.[Sanguozhi zhu 36]
Ketika Sima Yi mendengarkan berita dari penduduk setempat bahwa Zhuge Liang telah meninggal dunia karena sakit dan pasukan Shu telah membakar kemah mereka dan mundur, Sima Yi memimpin pasukannya untuk mengejar pasukan Shu yang baru kehilangan panglima mereka. Komando pasukan diberikan kepada Jiang Wei. Jiang Wei memerintahkan untuk menutupi kematian Zhuge Liang dari Wei. Namun Sima Yi yang merasakan keganjilan akan strategi yang Shu pakai berkesimpulan kalau Zhuge Liang sudah wafat. Dengan kesimpulan tersebut, dia membuat tentara Wei makin bersemangat dan membuat Jiang Wei harus mundur kembali ke Shu Han. Pasukan Shu pimpinan Jiang Wei dan Yang Yi bersiap menghadap musuh dan memukul Sima Yi mundur dengan sebuah kereta kayu yang diduduki oleh patung Zhuge Liang seakan-akan ia masih hidup. Sima Yi terkejut dan memerintah pasukannya mundur. Jiang Wei kemudian mundur kembali ke Shu.
Setelah beberapa hari, Sima Yi mengunjungi reruntuhan benteng Shu yang hangus terbakar dan berkata "Dia ini sangat jenius!".[Sanguozhi 63] Berdasarkan pengamatan musuh yang ia hadapi, Sima Yi menyimpulkan bahwa Zhuge Liang memang sudah meninggal, melihat bagaimana tentara Shu mundur dengan sangat tidak teratur. Sima Yi kembali memerintah pasukannya untuk mengejar. Saat mencapai Chi'an (่ตคๅฒธ), Sima Yi bertanya kepada penduduk setempat mengenai Zhuge Liang dan mendengar bahwa ada pepatah: "Zhuge yang meninggal menakuti Zhongda[f] yang hidup". Mendengarkan itu, Sima Yi ketawa, "Saya bisa membaca pikiran orang yang hidup, tetapi saya tidak bisa membaca pikiran orang mati".[Sanguozhi zhu 37][Jin Shu 11] Bahkan setelah meninggal, Sima Yi memuji Zhuge Liang dan menghormatinya.
Kematian Zhuge Liang menjadi awal kemunduran bangsa Shu yang akhirnya menyerah kepada Wei pada tahun 263 AD (sekitar 30 tahun setelah Zhuge Liang wafat). Pada tahun 265 AD menteri negara Wei bernama Sima Yan (cucu dari Sima Yi) merebut kekuasaan dari keluarga Cao dan mendirikan negara Jin. Akhirnya pada tahun 280 AD Cina resmi dipersatukan di bawah Dinasti Jin yang akan berkuasa selama lebih dari 150 tahun berikutnya.
Kebesaran Zhuge Liang menyebabkannya digelari salah satu dari 6 perdana menteri terbesar dalam sejarah Tiongkok.
Penguburan dan penghargaan anumerta
suntingSebelum kematiannya, Zhuge Liang menyatakan bahwa ia ingin jasadnya dikubur secara sederhana di Gunung Dingjun dan kuburannya hanya cukup besar untuk peti matinya. Ia ingin dikubur dengan pakaian yang ia pakai saat ia wafat dan tidak mau dikubur dengan ornamen atau barang dekoratif apapun.[Sanguozhi 64] Liu Shan menerbitkan sebuah dekrit dan memuliakan Zhuge Liang, memberikan gelar kehormatan "Marquis Zhongwu" (ๅฟ ๆญฆไพฏ).[Sanguozhi 65]
Zhuge Liang pernah menulis sebuah pesan wasiat kepada Liu Shan dan berpegang teguh kepada janjinya hingga saat ia meninggal:[Sanguozhi 66]
(Saya memiliki) 800 pohon murbai dan 15 qing lahan pertanian di Chengdu, dan keluarga saya hidup bercukupan untuk makan dan berpakaian. Saat saya sedang keluar (dari Chengdu) untuk menjalankan tugas, saya tidak memakai biaya lebih. Saya hanya bergantung pada gaji saya untuk pengeluaran pribadi. Saya tidak mendirikan sebuah perusahaan sendiri untuk menambahkan pendapatan tambahan. Jika pada saya meninggal saya masih memiliki kain sutra dan uang lebih, maka saya benar benar mengecewakan Yang Mulia.[Sanguozhi 67]
Pada musim semi 263, Liu Shan memerintahkan pembangunan kuil peringatan untuk Zhuge Liang di Kabupaten Mianyang (ๆฒ้ฝ็ธฃ; sekarang Kabupaten Mian, Shaanxi).[Sanguozhi 68] Awalnya, ketika Zhuge Liang wafat pada tahun 234, banyak orang menginginkan agar pemerintah Shu membangun kuil peringatan untuk menghormatinya. Namun, setelah berdiskusi, pemerintah memutuskan untuk tidak melakukannya karena tidak sesuai dengan aturan kepatutan Konfusianisme. Dalam karyanya, Sima Guang mencatat bahwa pada masa Dinasti Han, hanya kaisar yang disembah di kuil.[26] Karena tidak ada saluran resmi untuk memuja Zhuge Liang, masyarakat pun mengadakan upacara peringatan pribadi untuk Zhuge Liang pada acara-acara khusus. Beberapa waktu kemudian, beberapa orang menyarankan pembangunan kuil peringatan untuk Zhuge Liang di Chengdu, tetapi Kaisar Shu, Liu Shan, menolak. Dua pejabat, Xi Long (็ฟ้) dan Xiang Chong, kemudian menulis surat peringatan untuk Liu Shan dan berhasil meyakinkannya untuk membangun kuil peringatan di Kabupaten Mianyang.[Sanguozhi zhu 38]
Pada musim gugur 263 saat Penaklukan Shu oleh Wei, jenderal Wei Zhong Hui melewati kuil Zhuge Liang di Mianyang di perjalanan dan memberi hormat kepada kuburan Zhuge Liang. Ia memerintah pasukannya untuk tidak bertani dan menebang pohon disekitar kuburan Zhuge Liang di Gunung Dingjun.[Sanguozhi 69]
Keluarga Zhuge Liang
sunting- Zhuge Gui
- Zhuge Jin
- Zhuge Ke
- Zhuge Zhuo
- Zhuge Song
- Zhuge Jian
- Zhuge Qiao
- Zhuge Rong
- Zhuge Ke
- Zhuge Liang
- Zhuge Qiao (adopsi)
- Zhuge Pan
- Zhuge Xian
- Zhuge Pan
- Zhuge Zhan
- Zhuge Shang
- Zhuge Jing
- Zhuge Qiao (adopsi)
- Zhuge Jun
- Zhuge Jin
- Zhuge Xuan
Zhuge Luo

Istri
suntingZhuge Liang menikah dengan Huang Yueying, putri dari Huang Chengyan, seorang sarjana penyendiri yang tinggal di selatan Sungai Han. Xiangyang Ji (่ฅ้ฝ่จ) mencatat bahwa Huang Chengyan pernah bertanya kepada Zhuge Liang, "saya dengar Anda sedang mencari seorang istri. Saya memiliki seorang putri yang jelek dengan rambut kuning dan kulit gelap, tetapi bakatnya cocok dengan Anda". Saat itu, ada pepatah di desa tersebut, "Jangan seperti Kongming saat memilih istri. Ia berakhir dengan putri jelek [Huang Chengyan]".[Sanguozhi zhu 39] Huang Yueying hanya sebuah nama budaya populer, nama aslinya tidak dicatat dalam sejarah.
Anak
sunting- Zhuge Qiao (่ซธ่ๅฌ; 199โ223), keponakan dan anak angkat Zhuge Liang. Karena awalnya Zhuge Liang tidak mempunyai anak kandung, ia mengadopsi anak kedua dari kakaknya Zhuge Jin sebagai anaknya sendiri. Zhuge Qiao mengabdi sebagai perwira militer Shu Han dan meninggal muda.[Sanguozhi 70]
- Zhuge Zhan (่ซธ่็ป; 227โ263), putra pertama Zhuge Liang yang bekerja sebagai perwira militer Shu Han dan menikahi putri Kaisar Liu Shan. Ia gugur di pertempuran pada 263 saat Invasi Wei ke Shu.[Sanguozhi 71]
- Zhuge Huai (่ซธ่ๆท), putra ketiga Zhuge Liang. Ia hanya disebutkan dalam Silsilah Keluarga Zhuge (่ซธ่ๆฐ่ญ) yang dikutip dalam terbitan tahun 1960 Kumpulan Karya Zhuge Liang (่ซธ่ไบฎ้). Pada 269 saat Dinasti Jin, Kaisar Wu memanggil seluruh keturunan pejabat terkemuka Dinasti Han (seperti Xiao He dan Cao Shen dsb) untuk diberikan gelar kehormatan untuk mereka. Saat keturunan Zhuge Liang tidak hadir, Kaisar Wu memerintah pejabat untuk mencari keturunan Zhuge Liang. Mereka menemukan Zhuge Huai di Chengdu dan membawanya ke hadapan Kaisar Wu. Zhuge Huai menolak gelar bangsawan yang diberikan oleh Kaisar Wu karena ia merasa puas dengan harta kekayaan yang dimilikinya saat itu. Kaisar Wu tersentuh mendengarkan alasan Zhuge Huai dan tidak memaksanya untuk menerima gelar kehormatan tersebut.[27]
Cucu dan cicit
sunting- Zhuge Pan (่ซธ่ๆ), putra Zhuge Qiao. Pada 253, setelah Zhuge Ke dan keluarganya (yang membentuk silsilah keluarga Zhuge Jin) dimusnahkan akibat kudeta di Dong Wu, Zhuge Pan memutuskan untuk kembali ke garis keturunan kandungnya dan pergi menetap di Dong Wu untuk meneruskan silsilah keluarga Zhuge Jin.[Sanguozhi 72]
- Zhuge Shang (่ซธ่ไบฌ), putra kedua Zhuge Zhan. Ia gugur bersama ayahnya saat Wei menginvasi Shu pada 263.[Sanguozhi 73]
Sepupu lainnya
sunting- Zhuge Dan (่ซธ่่ช; wafat 258), sepupu Zhuge Liang, bertugas di Cao Wei sebagai jenderal militer berpangkat tinggi pada pertengahan periode Tiga Kerajaan. Antara tahun 257 dan 258, ia memulai pemberontakan di Shouchun melawan Bupati Wei, Sima Zhao, tetapi akhirnya dikalahkan dan dibunuh.[Sanguozhi 74]
Di Kisah Tiga Negara
suntingDalam Kisah Tiga Negara karya Luo Guanzhong, Zhuge Liang diwatak sebagai seorang strategis yang brilian yang bisa melakukan hal fantastis yang mirip seperti sihir seperti memanggil angin atau membuat labirin batu.
Ada beberapa bagian di cerita di mana kisah nyatanya tidak bisa dibedakan dengan kisah fiksi. Secara minimal, Siasat Pengosongan Kota didasarkan pada catatan sejarah, meskipun tidak dikaitkan dengan Zhuge Liang secara historis. Bagi masyarakat Tiongkok, pertanyaan ini sebagian besar tidak relevan, karena pengetahuan Zhuge Liang dipandang sebagai dalang, yang teladannya terus mempengaruhi banyak lapisan masyarakat Tiongkok. Mereka juga berpendapat, bersama dengan The Art of War karya Sun Tzu, masih sangat mempengaruhi pemikiran strategis, militer, dan keseharian Tiongkok modern.[28]
Di karya terjemahan oleh Moss Roberts, deskripsi fisik Zhuge Liang dideskripsikan sebagai berikut:
Kongming terlihat luar biasa tingginya, dengan wajah seperti batu giok berkilauan dan pita sutra yang dianyam di sekeliling kepalanya. Dengan mengenakan jubah bangau, dia memiliki aura spiritual yang transenden.
Teks asli Tiongkok dalam novel tersebut menyebutkan bahwa Zhuge Liang mengenakan guanjin (็ถธๅทพ; sejenis topi) dan hechang (้ถดๆฐ ; jubah yang biasa dikenakan oleh penganut Tao).[11]
Pertempuran Bowang
suntingSecara historis Zhuge Liang tidak terlibat dalam pertempuran ini, namun di Kisah Tiga Negara pertempuran ini adalah sebuah perkenalan bagi pembaca terhadap sebagaimana pintarnya Zhuge Liang di bidang militer. Saat mendengarkan bahwa Cao Cao mengirimkan 100,000 pasukan dibawah komando Xiahou Dun untuk menyerang Liu Bei. Zhuge Liang memberikan siasat tetapi Zhang Fei dan Guan Yu enggan menuruti rencana Zhuge Liang. Maka Zhuge Liang meminta kepada Liu Bei untuk meminjam pedang dan stempel resminya sebagai simbol otoritas dan kemudian memerintah Guan Yu dan Zhang Fei untuk masing-masing membawa 1,000 pasukan untuk melakukan penyergapan sementara memerintah Guan Ping dan Liu Feng untuk membakar kemah musuh di Bowang. Zhao Yun diperintah untuk melawan Xiahou Dun dan mengelabuinya, sementara Liu Bei diberi perintah untuk membawa pasukan bala bantuan. Zhuge Liang juga meminta Liu Bei untuk menyiapkan jamuan makanan untuk merayakan kemenangan.
Strategi Zhuge Liang mujur dan bekerja dengan baik, Xiahou Dun menang melawan Zhao Yun tetapi ia juga dibawa Zhao Yun jauh dari pasukannya sendiri. Meskipun Yu Jin dan Li Dian memeringati Xiahou Dun untuk tidak terjebak dalam siasat musuh, Xiahou Dun dengan nada egois mengejar Zhao Yun dan Liu Bei yang tidak lama kemudian membantu Zhao Yun. Ini kemudian menyebabkan Xiahou Dun terjebak karena Zhang Fei dan Guan Yu melakukan serangan api terhadap gerbong persediaan Xiahou Dun, memaksanya mundur. Setelah pertempuran tersebut, Zhang Fei dan Guan Yu berubah sikap dan mulai menghormati Zhuge Liang secara penuh.
Misi diplomatik ke Jiangdong
suntingZhuge Liang diutus Liu Bei untuk berunding dengan Sun Quan untuk membentuk aliansi bersamanya untuk melawan Cao Cao. Ia ditemani oleh Lu Su yang pulang membawanya ke Wu. Sampai di Jiangdong, Lu Su memperkenalkan pegawai-pegawai Sun Quan kepada Zhuge Liang. Kebanyakan dari mereka mendukung untuk menyerah kepada Cao Cao dan mereka mulai berdebat dengan Zhuge Liang yang mendiamkan mereka satu persatu. Mereka yang berdebat antara lain adalah Zhang Zhao, Yu Fan, Bu Zhi, Xue Zong, Lu Ji, Yan Jun, dan Cheng Bing. Zhang Wen dan Luo Tong juga ingin berdebat tetapi mereka dihentikan oleh Huang Gai yang datang menyambutnya.[29]
Lu Su kemudian memperkenalkan Zhou Yu dan ketiganya berbincang di kediaman Zhou Yu. Zhuge Liang berkata kepada Zhou Yu bahwa ia ada rencana untuk menghentikan perang dengan Cao Cao: Kirimkanlah Qiao bersaudara. Ia juga berpura-pura tidak tahu bahwa Da Qiao adalah janda Sun Ce dan Xiao Qiao adalah istri Zhou Yu. Zhou Yu menanyakan bukti kepada Zhuge Liang dan Zhuge Liang membacakan sebuah puisi yang ditulis oleh Cao Zhi dan menjelaskan di mana bait puisi yang membuktikan hasrat nafsu Cao Cao terhadap Qiao bersaudara. Hal ini menyulut emosi Zhou Yu dan mengeraskan hasratnya untuk ganyang Cao Cao.[30]
Meminjam anak panah dengan perahu jerami
suntingZhou Yu merasa iri dengan bakat Zhuge Liang dan ia merasa bahwa Zhuge Liang akan menjadi ancaman besar bagi Sun Quan, maka ia memikirkan cara untuk membunuh Zhuge Liang agar ia tidak menahan hasrat ambisi Sun Quan. Saat ia meminta Zhuge Liang untuk membuat sebanyak 100,000 anak panah dalam 10 hari, Zhuge Liang dengan lugu berkata bahwa ia bisa membuatnya dalam 3 hari dan berjanji ia akan dihukum mati jika gagal menunaikan janji tersebut. Zhou Yu setuju dan Zhuge Liang mengambil sumpah, tetapi sebenarnya Zhou Yu sangat bahagia karena ia merasa Zhuge Liang tidak bisa menyelesaikan tugas itu dan berharap ia akan gagal.
Pada hari ketiga, Zhuge Liang dengan bantuan Lu Su menyiapkan 20 kapal yang ditutupi oleh jerami dan dilengkapi dengan manusia jerami. Pada dini hari, mereka berlayar menuju ke kamp Cao Cao pada saat kabut tebal. Ia kemudian memerintah awak kapal untuk membunyikan gendang perang dan pasukan Cao Cao menembak anak panah menuju ke kapal jerami tersebut karena mereka tidak bisa melihat posisi musuh di kabut yang tebal ini. Anak panah yang mendarat ke tutupan jerami tersebut membuat kapal mulai karam sebelah, maka Zhuge Liang memerintah awak kapal untuk berpindah sisi agar pasukan Cao Cao dapat menstabilkan kapal jerami Zhuge Liang dengan menembak sisi yang tidak tersentuh. Di dalam kapal, Zhuge Liang dan Lu Su menikmati teh mereka dan mereka berlayar kembali saat kabut mulai menghilang. Saat mereka kembali ke kamp, Zhuge Liang berhasil mengumpulkan lebih dari 100,000 anak panah, jadi Zhou Yu tidak bisa menghukumnya mati.[31]
Penilaian dan warisan
suntingReformasi hukum dan moral
suntingZhuge Liang adalah seorang penganut supremasi hukum di Shu Han. Sejarawan Yi Zhongtian mengomentari bahwa supremasi hukum dan "pemerintahan nominal oleh raja dan pemerintahan langsung oleh kanselir" adalah dua peninggalan Zhuge Liang yang "sayangnya tidak banyak orang yang mengetahuinya".[32] Setelah Liu Bei menaklukkan Provinsi Yi, Zhuge Liang bersama Fa Zheng, Liu Ba, Li Yan dan Yi Ji menulis norma hukum untuk Shu.[Sanguozhi 75]
Demi mengekang korupsi dan dekadensi yang menyertainya di kalangan bangsawan Yi setempat, Zhuge Liang menerapkan kebijakan Legalis dengan hukum yang ketat, adil, dan transparan, serta membatasi kekuasaan keluarga kaya. Zhuge Liang bersedia menghukum hakim-hakim berpangkat tinggi seperti Li Yan, rekan-rekan dekatnya sendiri seperti Ma Su, dan bahkan rela menurunkan jabatannya demi menjaga ketertiban hukum. Namun, ia juga menghindari penyalahgunaan hukuman dan menuntut kehati-hatian yang ekstrem dalam penegakan hukum. Xi Zuochi memuji kebijakan hukum Zhuge Liang, bahwa "sejak era Qin dan Han, tak ada yang setara." Bahkan hakim-hakim yang dihukum seperti Li Yan dan Liao Li sangat menghormati Zhuge Liang dan sangat yakin bahwa ia akan mempekerjakan mereka kembali setelah hukumannya cukup.[Sanguozhi 76][33]
Pendidikan dan meritokrasi
suntingZhuge Liang sangat mementingkan pendidikan, jadi ia sangat memperhatikan sistem pendidikan negara agar ia dapat mencari bakat unggul untuk bekerja dalam pemerintahan Shu Han. Ia mendirikan posisi Asisten Dorongan Pembelajaran (ๅธๆๅพไบ), yang dipegang oleh banyak kaum intelektual lokal terkemuka seperti Qiao Zhou, yang memegang jabatan ini dalam waktu yang sangat lama dan sangat berpengaruh. Chen Shou merupakan salah satu muridnya. Kemudian, Zhuge Liang mendirikan Great Education Residence (ๅคชๆๅบ), sebuah fasilitas pelatihan yang menggunakan literatur Konfusianisme sebagai buku teks. Ia juga membangun banyak "tempat tinggal buku bacaan" baik di Chengdu maupun di perkemahannya selama ekspedisi utara; fasilitas-fasilitas tersebut berfungsi sebagai tempat di mana orang-orang berbakat dapat ditemukan dan direkrut. Yao Tian, โโgubernur distrik Guanghan di bawah Shu Han, berhasil merekomendasikan banyak orang berbakat kepada pemerintah, yang disambut dengan pujian meriah dari Zhuge Liang.[34]
Zhuge Liang juga membuat mekanisme "Biro Diskusi" yang berfungsi untuk mengumpulkan semua diskusi mengenai suatu kebijakan, mendorong para hakim untuk menerima kritik dari bawahannya, dan memanfaatkan bakat seluruh pegawai untuk mencapai keputusan terbaik. Zhuge Liang menerapkan sistem promosi meritokratis, yang mempromosikan dan menilai seseorang berdasarkan prestasi dan kemampuan, alih-alih ketenaran atau latar belakang.[34]
Penemuan
suntingZhuge Liang kerap dipercayai oleh masyarakat luas sebagai penemu makanan mantou, ranjau darat dan alat transportasi otomatis yang misterius namun efisien (awalnya digunakan untuk biji-bijian) yang disebut sebagai "sapi kayu dan kuda terbang" (ๆจ็ๆต้ฆฌ), yang terkadang diidentikkan dengan gerobak dorong.
Ia juga dikenal sebagai penemu senjata Chu-Ko-Nu (่ซธ่ๅผฉ) yang memiliki kemampuan memanah semi otomatis, namun sebenarnya versi yang dibuat oleh Zhuge Liang adalah sebuah perbaikan dari panah berulang yang dipakai di zaman Negara-negara Berperang. Ada sebuah perdebatan mengenai versi yang dibuat saat zaman negara berperang mengenai pertanyaan apakah panah berulang tersebut memiliki kemampuan semi otomatis atau bisa menembak beberapa anak panah dengan waktu yang sama. Namun secara jelas, versi yang dibuat Zhuge Liang dapat menembak lebih jauh dan lebih cepat.[35]
Kutipan penting
suntingFrasa "Han dan bandit tidak berdiri bersama" (Han sederhana: ๆฑ่ดผไธไธค็ซ; Han tradisional: ๆผข่ณไธๅ ฉ็ซ; pinyin: Hร n zรฉi bรน liวng lรฌ) dari karya tulisnya Chu Shi Biao Baru sering digunakan untuk menarik garis di pasir dan menyatakan situasi di mana seseorang tidak tahan terhadap kejahatan. Kerap kali frasa ini digunakan oleh Generalissimo Chiang Kai-shek sebagai frasa favoritnya untuk menegaskan ideologi antikomunisme yang dianutnya.
Ungkapan lainnya, "penghormatan dan kehati-hatian, sampai pada titik yang menipis, tidak akan pernah berakhir sampai mati" (้ ่บฌๅฐฝ็๏ผๆญป่ๅๅทฒ; ้ ่บฌ็ก็๏ผๆญป่ๅพๅทฒ; jลซ gลng jรฌn cuรฌ, sว รฉr hรฒu yว) yang berasal dari Chu Shi Biao Baru diartikan sebagai komitmen dan kegigihan untuk mencapai hasil kerja yang maksimal.
Penyembahan Zhuge Liang
suntingAda banyak kuil dan tempat suci yang dibangun untuk mengenang Zhuge Liang. Beberapa yang paling terkenal antara lain Kuil Marquis Wu di Chengdu, dan Kuil Marquis Wu di Baidicheng.
Selain itu, Zhuge Liang juga disembah sebagai Men Shen. Ia biasanya dipasangkan dengan musuh buyutannya, Sima Yi dari Wei.
Di budaya populer
suntingKerap kali Zhuge Liang digambarkan sebagai seorang cedekiawan yang memakai baju pendeta Taoisme dan memegang kipas tangan yang terbuat dari bulu bangau.[36]
Seri televisi dan film
suntingZhuge Liang dimainkan oleh beberapa aktor berikut:
- Tang Guoqiang di Romance of the Three Kingdoms (1994)
- Takeshi Kaneshiro di Red Cliff (2008-2009)
- Wang Luoyong di The Advisors Alliance (2015)
- Mukai Osamu di Paripi Komei (2023)
Video game
suntingZhuge Liang bisa dimainkan sebagai seorang karakter di series Dynasty Warriors, Warriors Orochi, dan Kessen II. Ia juga muncul sebagai seorang karakter di Fate/Grand Order sebagai seorang karakter kelas Caster. Namanya juga disebut di permainan Civilization IV dan Civilization V karya Firaxis Games, dan Destiny of an Emperor dari Capcom
Komik
suntingDi manga dan serial anime Jepang Ya Boy Kongming!, Zhuge Liang direinkarnasi ke jaman modern dan membantu Eiko Tsukimi untuk menjadi penyanyi terkenal sebagai "ahli strateginya" dan juga bekerja paruh waktu sebagai seorang bartender di BB Lounge, menggunakan talenta militernya untuk menguncang industri musik.
Catatan kaki
sunting- ^ a b c Sanguozhi mencatat bahwa Zhuge Liang jatuh sakit dan meninggal pada bulan lunar ke-8 tahun ke-12 era Jianxing pada masa pemerintahan Liu Shan.[Sanguozhi 62] Bulan ini bertepatan dengan tanggal 11 September hingga 10 Oktober 234 dalam kalender Gregorian.
- ^ Sanguozhi memang mencatat bahwa Liu Bei mengunjunginya sebanyak tiga kali, namun tiga kali tersebut bisa juga diartikan sebagai sebuah metafora yang menggambarkan bahwa Liu Bei berkali-kali mengunjunginya. Istilah Tionghoa ไธ่ๅ๏ผๅ่ไธ bisa diartikan sebagai "sesuatu yang dilakukan berulang kali".
- ^ Liu Bei diangkat sebagai Jenderal Kiri (ๅทฆๅฐ่ป) pada 199 oleh pemerintah pusat Han setelah membantu Cao Cao dalam mengalahkan Lรผ Bu di Pertempuran Xiapi.[Sanguozhi 24]
- ^ Liu Bei saat itu sudah mengambil gelar Raja Hanzhong setelah Kampanye Hanzhong berlangsung
- ^ Shu Han memiliki legitimasi berdasarkan hubungan keluarga dengan keluarga kekaisaran Dinasti Han, sementara Cao Wei memiliki legitimasi karena Cao Cao mengendalikan pemerintahan pusat sebelum berdirinya Wei. Sun Quan, di situasi ini, tidak memiliki alasan yang kuat untuk membuktikan legitimasinya.
- ^ a b Zhongda adalah nama kehormatan Sima Yi
Referensi
suntingSanguozhi
sunting- ^ Chen and Pei & 429, 52.1231โ1242.
- ^ a b Chen and Pei & 429, 35.911: "ไบฎๆฉๅญค๏ผๅพ็ถ็็บ่ข่กๆ็ฝฒ่ฑซ็ซ ๅคชๅฎ๏ผ็ๅฐไบฎๅไบฎๅผๅไนๅฎใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.911: "ไบฎๅฐๆ้ธ็พไนๆ๏ผ่ฑ้ธไนๅจ๏ผ่บซ้ทๅ ซๅฐบ๏ผๅฎน่ฒ็ๅ๏ผๆไบบ็ฐ็ใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.911: "ๆๆผขๆๆด้ธๆฑ็ไปฃ็ใ็็ด ่่ๅท็งๅ่กจๆ่๏ผๅพไพไนใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.911: "็ๅ๏ผไบฎ่บฌ่้ด็๏ผๅฅฝ็บๆข็ถๅใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.911: "ๆฏ่ชๆฏๆผ็ฎกไปฒใๆจๆฏ ๏ผๆไบบ่ซไน่จฑไนใๆๅ้ตๅดๅทๅนณใๆฝๅทๅพๅบถๅ ็ด่ไบฎๅๅ๏ผ่ฌ็บไฟก็ถใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.912: "ๆๅ ไธปๅฑฏๆฐ้ใๅพๅบถ่ฆๅ ไธป๏ผๅ ไธปๅจไน๏ผ่ฌๅ ไธปๆฐ๏ผใ่ซธ่ๅญๆ่ ๏ผๅง้พไน๏ผๅฐ่ป่ฑ้ก่ฆไนไน๏ผใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.912: "ๅ ไธปๆฐ๏ผใๅ่ไฟฑไพใใๅบถๆฐ๏ผใๆญคไบบๅฏๅฐฑ่ฆ๏ผไธๅฏๅฑ่ดไนใๅฐ่ปๅฎๆ้ง้กงไนใใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.912: "็ฑๆฏๅ ไธป้่ฉฃไบฎ๏ผๅกไธๅพ๏ผไน่ฆใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.930
- ^ Chen and Pei & 429, 35.912: "ๅ ๅฑไบบๆฐ๏ผใๆผขๅฎคๅพ้ น๏ผ ...ๅ่ฌ่จๅฐๅฎๅบ๏ผใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.912: "ไบฎ่ ๆฐ๏ผใ่ช่ฃๅๅทฒไพ๏ผ่ฑชๅไธฆ่ตท๏ผ่ทจๅท้ฃ้ก่ ไธๅฏๅๆธใ ...่ช ๅฆๆฏ๏ผๅ้ธๆฅญๅฏๆ๏ผๆผขๅฎคๅฏ่็ฃใใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.913: "ๆผๆฏ่ไบฎๆ ๅฅฝๆฅๅฏใ้็พฝใๅผต้ฃ็ญไธๆฑ๏ผๅ ไธป่งฃไนๆฐ๏ผใๅญคไนๆๅญๆ๏ผ็ถ้ญไนๆๆฐดไนใ้ก่ซธๅๅฟๅพฉ่จใใ็พฝใ้ฃไนๆญขใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.914โ915: "ๆ้ป็ฅๆญป๏ผๅพๅบ๏ผ้็บๆฑๅคๅคชๅฎใไฟ่่กจๅ๏ผ็ฎ่ๆนๅ ฌไพๅพ๏ผ้ฃไฝฟ่ซ้ใๅ ไธปๅจๆจ่ไน๏ผ็ๅ ถ่กๅ่ก๏ผไบฎ่ๅพๅบถไธฆๅพ๏ผ็บๆนๅ ฌๆ่ฟฝ็ ด๏ผ ...ๅ ไธป่ณไบๅคๅฃ๏ผไบฎๆฐ๏ผใไบๆฅ็ฃ๏ผ่ซๅฅๅฝๆฑๆๆผๅญซๅฐ่ปใใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.915: "ๆๆฌๆ่ปๅจๆดๆก๏ผ่งๆๆๆใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.915: "ไบฎ่ชชๆฌๆฐ๏ผใๆตทๅ งๅคงไบ๏ผๅฐ่ป่ตทๅ ตๆๆๆฑๆฑ๏ผๅ่ฑซๅทไบฆๆถ่กๆผขๅ๏ผ่ๆนๆไธฆ็ญๅคฉไธใไปๆ่ๅคทๅคง้ฃ๏ผ็ฅๅทฒๅนณ็ฃ๏ผ้็ ด่ๅท๏ผๅจ้ๅๆตทใ่ฑ้็กๆ็จๆญฆ๏ผๆ ่ฑซๅท้้่ณๆญคใๅฐ่ป้ๅ่่ไน๏ผ่ฅ่ฝไปฅๅณใ่ถไน่ก่ไธญๅๆ่กก๏ผไธๅฆๆฉ่ไน็ต๏ผ่ฅไธ่ฝ็ถ๏ผไฝไธๆกๅ ตๆ็ฒ๏ผๅ้ข่ไบไน๏ผไปๅฐ่ปๅค่จๆๅพไนๅ๏ผ่ๅ งๆท็ถ่ฑซไน่จ๏ผไบๆฅ่ไธๆท๏ผ็ฆ่ณ็กๆฅ็ฃ๏ผใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.915: "ๆฌๆฐ๏ผใ่ๅฆๅ่จ๏ผๅ่ฑซๅทไฝไธ้ไบไนไน๏ผใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.915: "ๆฌๅ็ถๆฐ๏ผใๅพไธ่ฝ่ๅ จๅณไนๅฐ๏ผๅ่ฌไน่ก๏ผๅๅถๆผไบบใๅพ่จๆฑบ็ฃ๏ผ้ๅ่ฑซๅท่ซๅฏไปฅ็ถๆนๆ่ ๏ผ็ถ่ฑซๅทๆฐๆไนๅพ๏ผๅฎ่ฝๆๆญค้ฃไน๏ผใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.915: "ๆฌๅคงๆฑ๏ผๅณ้ฃๅจ็ใ็จๆฎใ้ญฏ่ ็ญๆฐด่ปไธ่ฌ๏ผ้จไบฎ่ฉฃๅ ไธป๏ผๅนทๅๆๆนๅ ฌใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.915: "ๆนๅ ฌๆๆผ่ตคๅฃ๏ผๅผ่ปๆญธ้ดใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.915โ916: "ๅ ไธป้ๆถๆฑๅ๏ผไปฅไบฎ็บ่ปๅธซไธญ้ๅฐ๏ผไฝฟ็ฃ้ถ้ตใๆก้ฝใ้ทๆฒไธ้ก๏ผ่ชฟๅ ถ่ณฆ็จ ๏ผไปฅๅ ่ปๅฏฆใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.916: "ๅปบๅฎๅๅ ญๅนด๏ผ็ๅท็งๅ็้ฃๆณๆญฃ่ฟๅ ไธป๏ผไฝฟๆๅผต้ญฏใไบฎ่้็พฝ้ฎ่ๅทใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.916: "ๅ ไธป่ช่ญ่้ๆป็๏ผไบฎ่ๅผต้ฃใ่ถ้ฒ็ญ็่กๆณๆฑ๏ผๅๅฎ้ก็ธฃ๏ผ่ๅ ไธปๅ ฑๅๆ้ฝใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 32.874: "ๆนๅ ฌ่ชๅบๆฑๅพ๏ผๅฉๅ ไธปๅๅธๆผไธ้ณ๏ผ็็ฆฝ[ๅ]ๅธใๅ ไธปๅพฉๅพๅฆปๅญ๏ผๅพๆนๅ ฌ้่จฑใ่กจๅ ไธป็บๅทฆๅฐ่ปใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.916: "ๆ้ฝๅนณ๏ผไปฅไบฎ็บ่ปๅธซๅฐ่ป๏ผ็ฝฒๅทฆๅฐ่ปๅบไบใๅ ไธปๅคๅบ๏ผไบฎๅธธ้ฎๅฎๆ้ฝ๏ผ่ถณ้ฃ่ถณๅ ตใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.916: "ไบๅๅ ญๅนด๏ผ็พฃไธๅธๅ ไธป็จฑๅฐ่๏ผๅ ไธปๆช่จฑใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.916: "ไบฎ่ชชๆฐ๏ผใๆๅณๆผขใ่ฟๅผ็ญๅๅธไธ็ฅๅณๅธไฝ๏ผไธ็ฅ่พญ่ฎ๏ผๅๅพๆธๅ๏ผ่ฟ็ด้ฒ่จๆฐ๏ผใๅคฉไธ่ฑ้ๅๅ๏ผๅๆๆๆใๅฆไธๅพ่ญฐ่ ๏ผๅฃซๅคงๅคซๅๆญธๆฑไธป๏ผ็ก็บๅพๅ ฌไนใใไธ็ฅๆ็ด่จๆทฑ่ณ๏ผ้็ถ่ซพไนใไปๆนๆฐ็ฏกๆผข๏ผๅคฉไธ็กไธป๏ผๅคง็ๅๆฐ่ๆ๏ผ็ดนไธ่่ตท๏ผไปๅณๅธไฝ๏ผไนๅ ถๅฎไนใๅฃซๅคงๅคซ้จๅคง็ไน ๅค่ฆ่ ๏ผไบฆๆฌฒๆๅฐบๅฏธไนๅๅฆ็ด่จ่ณใใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.916โ917: "ๅ ไธปๆผๆฏๅณๅธไฝ๏ผ็ญไบฎ็บไธ็ธๆฐ๏ผใๆ้ญๅฎถไธ้ ๏ผๅฅๆฟๅคง็ตฑ๏ผๅ ขๅ ขๆฅญๆฅญ๏ผไธๆขๅบทๅฏง๏ผๆ็ก็พๅง๏ผๆผๆช่ฝ็ถใๆผๆฒ๏ผไธ็ธไบฎๅ ถๆๆๆ๏ผ็กๆ ่ผๆไน้๏ผๅฉๅฎฃ้ๅ ๏ผไปฅ็ งๆๅคฉไธ๏ผๅๅ ถๅๅ๏ผใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.917: "ไบฎไปฅไธ็ธ้ๅฐๆธไบ๏ผๅ็ฏใๅผต้ฃๅๅพ๏ผ้ ๅธ้ทๆ กๅฐใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.918: "็ซ ๆญฆไธๅนดๆฅ๏ผๅ ไธปๆผๆฐธๅฎ็ ็ฏค๏ผๅฌไบฎๆผๆ้ฝ๏ผๅฑฌไปฅๅพไบใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.918: "่ฌไบฎๆฐ๏ผใๅๆๅๅๆนไธ๏ผๅฟ ่ฝๅฎๅ๏ผ็ตๅฎๅคงไบใ่ฅๅฃๅญๅฏ่ผ๏ผ่ผไน๏ผๅฆๅ ถไธๆ๏ผๅๅฏ่ชๅใใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.918: "ไบฎๆถๆณฃๆฐ๏ผใ่ฃๆข็ซญ่ก่ฑไนๅ๏ผๆๅฟ ่ฒไน็ฏ๏ผ็นผไนไปฅๆญป๏ผใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.918: "ๅ ไธปๅ็บ่ฉๅๅพไธปๆฐ๏ผใๆฑ่ไธ็ธๅพไบ๏ผไบไนๅฆ็ถใใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 32.891: "ๅ ไธป็ ็ฏค๏ผ่จๅญคๆผไธ็ธไบฎ๏ผๅฐๆธไปคๆๅด็บๅฏใ[็ซ ๆญฆไธๅนด]ๅคๅๆ็ธๅทณ๏ผๅ ไธปๆฎไบๆฐธๅฎๅฎฎ๏ผๆๅนดๅ ญๅไธใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.918: "ๅปบ่ๅ ๅนด๏ผๅฐไบฎๆญฆ้ไพฏ๏ผ้ๅบๆฒปไบใ้ ไน๏ผๅ้ ็ๅท็งใๆฟไบ็กๅทจ็ดฐ๏ผๅธๆฑบๆผไบฎใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.918: "ๅไธญ่ซธ้ก๏ผไธฆ็ๅไบ๏ผไบฎไปฅๆฐ้ญๅคงๅช๏ผๆ ๆชไพฟๅ ๅ ต๏ผไธ้ฃไฝฟ่ๅณ๏ผๅ ็ตๅ่ฆช๏ผ้็บ่ๅใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 41.1009โ1010, biography of Wang Lian: "ๆๅๆน่ซธ้กไธ่ณ๏ผ่ซธ่ไบฎๅฐ่ชๅพไน๏ผ้ฃ่ซซไปฅ็บใๆญคไธๆฏไนๅฐ๏ผ็ซ็ไน้๏ผไธๅฎไปฅไธๅไนๆ๏ผๅ้ช่่กใใไบฎๆ ฎ่ซธๅฐๆไธๅๅทฑ๏ผๆๆฌฒๅฟ ๅพ๏ผ่้ฃ่จ่ผๆ่ณ๏ผๆ ๅ็่ ไน ไนใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.919: "[ๅปบ่]ไธๅนดๆฅ๏ผไบฎ็่กๅๅพ๏ผๅ ถ็งๆๅนณใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.919: "่ป่ณๆๅบ๏ผๅไปฅๅฏ้ฅ๏ผไนๆฒปๆ่ฌๆญฆ๏ผไปฅไฟๅคง่ใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.919โ920: "[ๅปบ่]ไบๅนด๏ผ็่ซธ่ปๅ้งๆผขไธญ๏ผ่จ็ผ๏ผไธ็ๆฐ๏ผ..."
- ^ Chen and Pei & 429, 35.920: "้่ก๏ผๅฑฏไบๆฒ้ฝใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.922: "[ๅปบ่]ๅ ญๅนดๆฅ๏ผๆ่ฒ็ฑๆ่ฐท้ๅ้ฟ๏ผไฝฟ่ถ้ฒใ้ง่็บ็่ป๏ผๆ็ฎ่ฐท๏ผ้ญๅคงๅฐ่ปๆน็่่กๆไนใไบฎ่บซ็่ซธ่ปๆป็ฅๅฑฑ๏ผๆ้ฃๆด้ฝ๏ผ่ณ็ฝฐ่ ่่ไปคๆ๏ผๅๅฎใๅคฉๆฐดใๅฎๅฎไธ้กๅ้ญๆไบฎ๏ผ้ไธญ้ฟ้ใ"
- ^ a b Chen and Pei & 429, 36.949, biography of Zhao Yun: "[ๅปบ่]ไบๅนด๏ผ้จ่ซธ่ไบฎ้งๆผขไธญใๆๅนด๏ผไบฎๅบ่ป๏ผๆ่ฒ็ฑๆ่ฐท้๏ผๆน็้ฃๅคง่ก็ถไนใไบฎไปค้ฒ่้ง่ๅพๆ๏ผ่่บซๆป็ฅๅฑฑใ้ฒใ่ๅ ตๅผฑๆตๅฝ๏ผๅคฑๅฉๆผ็ฎ่ฐท๏ผ็ถๆญ่กๅบๅฎ๏ผไธ่ณๅคงๆใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 17.526, biography of Zhang He: "่ซธ่ไบฎๅบ็ฅๅฑฑใๅ ้ไฝ็น้ฒ๏ผ้ฃ็ฃ่ซธ่ป๏ผๆไบฎๅฐ้ฆฌ่ฌๆผ่กไบญใ่ฌไพ้ปๅๅฑฑ๏ผไธไธๆๅใ้็ตๅ ถๆฑฒ้๏ผๆ๏ผๅคง็ ดไนใๅๅฎใๅคฉๆฐดใๅฎๅฎ้กๅๆไบฎ๏ผ้็็ ดๅนณไนใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.922: "ไบฎไฝฟ้ฆฌ่ฌ็ฃ่ซธ่ปๅจๅ๏ผ่้ๆฐไบ่กไบญใ่ฌ้ไบฎ็ฏๅบฆ๏ผ่ๅๅคฑๅฎ๏ผๅคง็บ้ๆ็ ดใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.922: "ไบฎๆ่ฅฟ็ธฃๅ้คๅฎถ๏ผ้ไบๆผขไธญ๏ผๆฎ่ฌไปฅ่ฌ่กใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.922: "ไธ็ๆฐ๏ผใ่ฃไปฅๅผฑๆ๏ผๅจ็ซ้ๆ๏ผ่ฆช็งๆ้ไปฅๅฒไธ่ป๏ผไธ่ฝ่จ็ซ ๆๆณ๏ผ่จไบ่ๆผ๏ผ่ณๆ่กไบญ้ๅฝไน้๏ผ็ฎ่ฐทไธๆไนๅคฑ๏ผๅ็ๅจ่ฃๆไปป็กๆนใ่ฃๆไธ็ฅไบบ๏ผๆคไบๅค้๏ผๆฅ็ง่ฒฌๅธฅ๏ผ่ฃ่ทๆฏ็ถใ่ซ่ช่ฒถไธ็ญ๏ผไปฅ็ฃๅฅๅใใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.922: "ๆผๆฏไปฅไบฎ็บๅณๅฐ่ป๏ผ่กไธ็ธไบ๏ผๆ็ธฝ็ตฑๅฆๅใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 36.950, biography of Zhao Yun: "[ๅปบ่]ไธๅนดๅใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 9.281, biography of Cao Zhen: "[ๆน]็ไปฅไบฎๆฒๆผ็ฅๅฑฑ๏ผๅพๅบๅฟ ๅพ้ณๅ๏ผไนไฝฟๅฐ่ป้ๆญใ็็ๅฎ้ณๅ๏ผๆฒปๅ ถๅใๆๅนดๆฅ๏ผไบฎๆๅ้ณๅ๏ผๅทฒๆๅ่ไธ่ฝๅ ใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.924: "ๅฌ๏ผไบฎๅพฉๅบๆฃ้๏ผๅ้ณๅ๏ผๆน็ๆไน๏ผไบฎ็ณง็ก่้ใ้ญๅฐ็้็้จ่ฟฝไบฎ๏ผไบฎ่ๆฐ๏ผ็ ดไน๏ผๆฌ้ใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.924: "[ๅปบ่]ไธๅนด๏ผไบฎ้ฃ้ณๆๆปๆญฆ้ฝใ้ฐๅนณใ้ญ้ๅทๅบๅฒ้ญๆทฎ็่กๆฌฒๆๆ๏ผไบฎ่ชๅบ่ณๅปบๅจ๏ผๆทฎ้้๏ผ้ๅนณไบ้กใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.924: "่ฉ็ญไบฎๆฐ๏ผใ่กไบญไนๅฝน๏ผๅ็ฑ้ฆฌ่ฌ๏ผ่ๅๅผๆ๏ผๆทฑ่ช่ฒถๆ๏ผ้้ๅๆ๏ผ่ฝ้ ๆๅฎใๅๅนด่ๅธซ๏ผ้ฆๆฌ็้๏ผไปๆญฒ็ฐๅพ๏ผ้ญๆทฎ้่ตฐ๏ผ้้ๆฐใ็พ๏ผ่ๅพฉไบ้ก๏ผๅจ้ฎๅถๆด๏ผๅๅณ้กฏ็ถใๆนไปๅคฉไธ้จทๆพ๏ผๅ ๆกๆชๆข๏ผๅๅๅคงไปป๏ผๅนนๅไน้๏ผ่ไน่ชๆนๆ๏ผ้ๆไปฅๅ ๆๆดช็็ฃใไปๅพฉๅไธ็ธ๏ผๅๅ ถๅฟ่พญใใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 9.282, biography of Cao Zhen: "็ไปฅๅ ซๆ็ผ้ทๅฎ๏ผๅพๅญๅ้ๅๅ ฅใๅธ้ฆฌๅฎฃ็ๆณๆผขๆฐด๏ผ็ถๆๅ้ญใ่ซธ่ปๆๅพๆ่ฐท้๏ผๆๅพๆญฆๅจๅ ฅใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 40.999, biography of Li Yan: "ๅ ซๅนด๏ผ้ท้ฉ้จๅฐ่ปใไปฅๆน็ๆฌฒไธ้ๅๆผขๅท๏ผไบฎๅฝๅดๅฐไบ่ฌไบบ่ตดๆผขไธญใไบฎ่กจๅดๅญ่ฑ็บๆฑๅท้ฝ็ฃ็ฃ่ป๏ผๅ ธๅดๅพไบใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 40.1002, biography of Wei Yan: "ๅ ซๅนด๏ผไฝฟๅปถ่ฅฟๅ ฅ็พไธญ๏ผ้ญๅพๅฐ่ป่ฒป็คใ้ๅทๅบๅฒ้ญๆทฎ่ๅปถๆฐไบ้ฝ่ฐฟ๏ผๅปถๅคง็ ดๆทฎ็ญ๏ผ้ท็บๅ่ปๅธซๅพ่ฅฟๅคงๅฐ่ป๏ผๅ็ฏ๏ผ้ฒๅฐๅ้ญไพฏใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 9.282, biography of Cao Zhen: "ๆๅคง้้จไธๅ้คๆฅ๏ผๆๆฃง้ๆท็ต๏ผ่ฉ็้่ปใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.925: "[ๅปบ่]ไนๅนด๏ผไบฎๅพฉๅบ็ฅๅฑฑ๏ผไปฅๆจ็้ใ"
- ^ a b Chen and Pei & 429, 35.925: "็ณง็ก้่ป๏ผ่้ญๅฐๅผต้ไบคๆฐ๏ผๅฐๆฎบ้ใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.925: "ไบฎๆฏๆฃ็ณงไธ็นผ๏ผไฝฟๅทฑๅฟไธ็ณ๏ผๆฏไปฅๅๅ ตๅฑฏ็ฐ๏ผ็บไน ้งไนๅบใ่่ ้ๆผๆธญๆฟตๅฑ ๆฐไน้๏ผ่็พๅงๅฎๅ ต๏ผ่ป็ก็ง็ใ"Chen and Pei & 429, 35.925: "[ๅปบ่]ๅไบๅนดๆฅ๏ผไบฎๆๅคง่ก็ฑๆ่ฐทๅบ๏ผไปฅๆต้ฆฌ้๏ผๆๆญฆๅไบไธๅ๏ผ่ๅธ้ฆฌๅฎฃ็ๅฐๆผๆธญๅใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.925: "็ธๆ็พ้คๆฅใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.925: "ๅ ถๅนดๅ ซๆ๏ผไบฎ็พ็ ๏ผๅไบ่ป๏ผๆๅนดไบๅๅใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.925: "ๅ่ป้๏ผๅฎฃ็ๆก่กๅ ถ็ๅฃ่ๆ๏ผๆฐ๏ผใๅคฉไธๅฅๆไน๏ผใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.927: "ไบฎ้บๅฝ่ฌๆผขไธญๅฎ่ปๅฑฑ๏ผๅ ๅฑฑ็บๅขณ๏ผๅข่ถณๅฎนๆฃบ๏ผๆญไปฅๆๆ๏ผไธ้ ๅจ็ฉใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.927: "่ฉ็ญๆฐ๏ผใๆๅ้ซ่ณๆๆญฆ๏ผๆๅก็ฏค่ช ๏ผๅ้บ่จๅญค๏ผๅก่ผๆ่บฌ๏ผ็นผ็ต่ๅพฎ๏ผๅฟๅญ้ไบ๏ผ็ฐๆดๅ ญๅธซ๏ผ็กๆญฒไธๅพ๏ผ็ฅๆญฆ่ตซ็ถ๏ผๅจ้ฎๅ ซ่๏ผๅฐๅปบๆฎๅๆผๅญฃๆผข๏ผๅไผใๅจไนๅทจๅณใๅฆไฝไธๅผ๏ผไบ่จๅๅ ๏ผ้็พ้ๅช๏ผๆ็จๅทๆผ๏ผ่ๅฟ่ฅ่ฃใๅคซๅดๅพทๅบๅ๏ผ็ด่กๅฝ่ฌ๏ผๆไปฅๅ ๆญๅฐไพ๏ผๅ่ผไธๆฝใไปไฝฟไฝฟๆ็ฏๅทฆไธญ้ๅฐๆ็๏ผ่ดๅไธ็ธๆญฆ้ไพฏๅฐ็ถฌ๏ผ่ฌๅ็บๅฟ ๆญฆไพฏใ้ญ่ๆ้๏ผๅ่ฒๅฏตๆฆฎใๅๅผๅๅ๏ผๅๅผๅๅ๏ผใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.927: "ๅๅ๏ผๅฆๅ ถๆ่จใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.927: "ๅ๏ผไบฎ่ช่กจๅพไธปๆฐ๏ผใๆ้ฝๆๆกๅ ซ็พๆ ช๏ผ่็ฐๅไบ้ ๏ผๅญๅผ่กฃ้ฃ๏ผ่ชๆ้ค้ฅใ่ณๆผ่ฃๅจๅคไปป๏ผ็กๅฅ่ชฟๅบฆ๏ผ้จ่บซ่กฃ้ฃ๏ผๆไปฐๆผๅฎ๏ผไธๅฅๆฒป็๏ผไปฅ้ทๅฐบๅฏธใ่ฅ่ฃๆญปไนๆฅ๏ผไธไฝฟๅ งๆ้คๅธ๏ผๅคๆ่ด่ฒก๏ผไปฅ่ฒ ้ไธใใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.928: "ๆฏ่ๅ ญๅนดๆฅ๏ผ่ฉ็บไบฎ็ซๅปๆผๆฒ้ฝใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.928: "็ง๏ผ้ญ้ฎ่ฅฟๅฐ่ป้พๆๅพ่๏ผ่ณๆผขๅท๏ผ็ฅญไบฎไนๅป๏ผไปค่ปๅฃซไธๅพๆผไบฎๅขๆๅทฆๅณ่ป็งๆจตๆกใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 35.931
- ^ Chen and Pei & 429, 35.932
- ^ Chen and Pei & 429, 35.931โ932
- ^ Chen and Pei & 429, 35.932
- ^ Chen and Pei & 429, 28.769โ774, biography of Zhuge Dan
- ^ Chen and Pei & 429, 38.971, biography of Yi Ji: "[ไผ็ฑ]่่ซธ่ไบฎใๆณๆญฃใๅๅทดใๆๅดๅ ฑ้ ใ่็งใ๏ผใ่็งใไน่ฃฝ๏ผ็ฑๆญคไบไบบ็ใ"
- ^ Chen and Pei & 429, 40.1001 n. 2, biography of Li Yan: "่ซธ่ไบฎๅ่ๅนณ[i.e. Li Yan]ๅญ่ฑๆๆฐ๏ผใๅพ่ๅ็ถๅญๆฎๅไปฅ็ๆผขๅฎค๏ผๆญค็ฅๆๆ่๏ผ้ไฝไบบ็ฅไนไนใ่กจ้ฝ่ญทๅ ธๆผขไธญ๏ผๅงๅๆผๆฑ้่ ๏ผไธ่ไบบ่ญฐไนใ่ฌ่ณๅฟๆๅ๏ผ็ตๅงๅฏไฟ๏ผไฝๅไธญไนไน๏ผๆๆฅๅฟๅฑข็ต๏ผไบฆไนๅ ๅพฉ๏ผๆ้ๅ็ฆ๏ผๆ่ช็ถไนๆธไนใๅๅฏฌๆ ฐ้ฝ่ญท๏ผๅค่ฟฝๅ้ใไป้่งฃไปป๏ผๅฝขๆฅญๅคฑๆ ๏ผๅฅดๅฉข่ณๅฎข็พๆธๅไบบ๏ผๅไปฅไธญ้ๅ่ปๅฑ ๅบ๏ผๆนไนๆฐฃ้ก๏ผ็ถ็บไธๅฎถใ่ฅ้ฝ่ญทๆ่ฒ ไธๆ๏ผๅ่ๅ ฌ็ฐๆจๅฟๅพไบ่ ๏ผๅฆๅฏ่ค้๏ผ้ๅฏ่ค้ไนใ่ฉณๆๆฏๆ๏ผๆๅพ็จๅฟ๏ผ่จๆธ้ทๅ๏ผๆถๆณฃ่ๅทฒใใ"
Sanguozhi zhu
sunting- ^ Wei, Book of Wu: "ๅ ถๅ ่ๆฐ๏ผๆฌ็ ้ช่ซธ็ธฃไบบ๏ผๅพๅพ้ฝ้ฝใ้ฝ้ฝๅ ๆๅง่่ ๏ผๆไบบ่ฌไน่ซธ่๏ผๅ ไปฅ็บๆฐใ" Cited in Chen and Pei & 429, 52.1232 n. 1, biography of Zhuge Jin.
- ^ Ying, Fengsu Tongyi: "่ๅฌฐ็บ้ณๆถๅฐ่ป๏ผๆๅ่่ช ๏ผๅญๆๅธ่ฟฝ้๏ผๅฐๅ ถๅญซ่ซธ็ธฃไพฏ๏ผๅ ๅนทๆฐ็ใๆญค่ๅณๆธๆ่ชชไธๅใ" Cited in Chen and Pei & 429, 52.1232 n. 1, biography of Zhuge Jin.
- ^ Xi, Xiangyang Ji: "[้พ]ๅพทๅ ฌๅญๅฑฑๆฐ๏ผไบฆๆไปคๅ๏ผๅจถ่ซธ่ๅญๆๅฐๅงใ" Cited in Chen and Pei & 429, 37.954 n. 1, continued from previous page, biography of Pang Tong.
- ^ Xi, HanโJin Chunqiu: "ไบฎๅฎถไบๅ้ฝไน้ง็ธฃ๏ผๅจ่ฅ้ฝๅ่ฅฟไบๅ้๏ผ่ๆฐ้ไธญใ" Cited in Chen and Pei & 429, 35.911 n. 2.
- ^ a b Yu, Weilรผe: "ไบฎๅจ่ๅท๏ผไปฅๅปบๅฎๅ่ๆฝๅท็ณๅปฃๅ ใๅพๅ ็ดใๆฑๅๅญๅ ฌๅจ็ญไฟฑๆธธๅญธ๏ผไธไบบๅๆผ็ฒพ็๏ผ่ไบฎ็จ่งๅ ถๅคง็ฅใ" Cited in Chen and Pei & 429, 35.911 n. 3.
- ^ Yu, Weilรผe: "ๆฏๆจๅคๅพๅฎน๏ผๅธธๆฑ่้ทๅฏ๏ผ่่ฌไธไบบๆฐ๏ผใๅฟ่ซธไบบไป้ฒๅฏ่ณ้กๅฎๅบๅฒไนใใไธไบบๅๅ ถๆๅฟ๏ผไบฎไฝ็ฌ่ไธ่จใ" Cited in Chen and Pei & 429, 35.911 n. 3.
- ^ Xi, Xiangyang Ji: "ๅๅ่จชไธไบๆผๅธ้ฆฌๅพทๆใๅพทๆๆฐ๏ผใๅ็ไฟๅฃซ๏ผ่ฑ่ญๆๅ๏ผ่ญๆๅ่ ๅจไนไฟๅใๆญค้่ชๆไผ้พใ้ณณ้ใใๅๅ็บ่ชฐ๏ผๆฐ๏ผใ่ซธ่ๅญๆใ้พๅฃซๅ ไนใใ" Cited in Chen and Pei & 429, 35.913 n. 1.
- ^ Yuan, Yuanzi: "ๅผตๅญๅธ่ฆไบฎๆผๅญซๆฌ๏ผไบฎไธ่ฏ็ใไบบๅๅ ถๆ ๏ผๆฐ๏ผใๅญซๅฐ่ปๅฏ่ฌไบบไธป๏ผ็ถ่งๅ ถๅบฆ๏ผ่ฝ่ณขไบฎ่ไธ่ฝ็กไบฎ๏ผๅพๆฏไปฅไธ็ใใ" Cited in Chen and Pei & 429, 35.916 n. 1.
- ^ Pei Songzhi, in Chen and Pei & 429, 35.916 n. 1: "่ฃๆพไนไปฅ็บ่ขๅญๅฐผ่ๆ็ซ่ซ๏ผ็้่ซธ่ไน็บไบบ๏ผ่ณๅฆๆญค่จๅๅคฑไนๆฎ้ ใ่งไบฎๅ่ฃ็ธ้๏ผๅฏ่ฌๅธไธไธๆ๏ผ็ตๅงไปฅๅ๏ผ่ชฐ่ฝ้ไน๏ผๅฏงๆไธญ้ๆท้๏ผ็ซๆทๆไธป๏ผ่จญไฝฟๆฌ็กๅ ถ้๏ผไพฟ็ถ็ฟป็ถๅปๅฐฑไน๏ผ่็่กๅทฑ๏ผ่ฑๅ ถ็ถๅ๏ผ้็พฝ็บๆนๅ ฌๆ็ฒ๏ผ้ไน็ๅ๏ผๅฏ่ฌ่ฝ็กๅ ถ็จ็ฃ๏ผ็ถ็พฉไธ่ๆฌ๏ผๆพ่ฌๅญๆไนไธ่ฅ้ฒ้ทไน๏ผ"
- ^ Lingling Xianxian Zhuan: "ไบฎๆไฝ่จ็ใ" Cited in Chen and Pei & 429, 35.916 n. 2.
- ^ Chen Shou, Zhuge Liang ji: "ไบฎ้ไธๅ ฑๆธ๏ผไฝๆญฃ่ญฐๆฐ๏ผใๆๅจ้ ็พฝ๏ผ่ตทไธ็ฑๅพท๏ผ้่่ฏๅค๏ผ็งๅธ่ ไนๅข๏ผๅๅฐฑๆนฏ้๏ผ็บๅพๆฐธๆใ้ญไธๅฏฉ้๏ผไปๆฌกไน็ฃ๏ผๅ ่บซ็บๅนธ๏ผๆๅจๅญๅญซใ่ไบไธๅญๅไปฅ่่พไน้ฝ๏ผๆฟๅฝๆ่้ฒๆธ๏ผๆ่ฅๅดใ็ซฆ็จฑ่ฝไนๅ๏ผไบฆๅฐๅชไบๅ ็ฆ่ๅ ่ ้ช๏ผๆไธ็ฅไนๅต่ฟน่ๅบ๏ผๅฅฎ็พธๅๆธๅ๏ผๆง่ฝๅฝๆ ๅๅ้ค่ฌๆผๆ้ฝไน้ใๅคซๆ้่จๆทซ๏ผไธๅจ่กๅฏกใๅ่ณๅญๅพท๏ผไปฅๅ ถ่ญๅไนๅ๏ผ่ๆธๅ่ฌไนๅธซ๏ผๆๅผต้ๆผ้ฝๅนณ๏ผๅข็ชฎๆ ฎๆ๏ผๅ ่ฝ่ช่ซ๏ผ่พฑๅ ถ้้ณไน่ก๏ผ้ๅชๆผขไธญไนๅฐ๏ผๆทฑ็ฅ็ฅๅจไธๅฏๅฆ็ฒ๏ผๆ้ๆช่ณ๏ผๆๆฏ่ๆญปใๅญๆกๆทซ้ธ๏ผ็นผไนไปฅ็ฏกใ็ธฑไฝฟไบไธๅญๅค้่ใๅผต่ฉญ้กไน่ชช๏ผๅฅ้ฒ้ฉฉๅ ๆปๅคฉไน่พญ๏ผๆฌฒไปฅ่ชฃๆฏๅๅธ๏ผ่ซท่งฃ็ฆนใ็จท๏ผๆ่ฌๅพๅชๆ่ป็ ฉๅ็ฟฐๅขจ่ ็ฃใๅคซๅคงไบบๅๅญไนๆไธ็บไนใๅ่ป่ชกๆฐ๏ผใ่ฌไบบๅฟ ๆญป๏ผๆฉซ่กๅคฉไธใใๆ่ป่ฝ ๆฐๆดๅๆธ่ฌ๏ผๅถๅๆน๏ผๅฎๆตทๅ ง๏ผๆณไปฅๆธๅ่ฌไน่ก๏ผๆๆญฃ้่่จๆ็ฝช๏ผๅฏๅพๅนฒๆฌ่ ๅ๏ผใ" Cited in Chen and Pei & 429, 35.918โ919 n. 2.
- ^ Xi, HanโJin Chunqiu: "ไบฎ่ณๅไธญ๏ผๆๅจๆฐๆทใ่ๅญ็ฒ่ ๏ผ็บๅคทใๆผขๆๆ๏ผๅ็่ดไนใๆฃๅพ๏ผไฝฟ่งๆผ็้ฃไน้๏ผๆฐ๏ผใๆญค่ปไฝๅฆ๏ผใ็ฒๅฐๆฐ๏ผใๅ่ ไธ็ฅ่ๅฏฆ๏ผๆ ๆใไป่่ณ่ง็็้ฃ๏ผ่ฅ็ฅๅฆๆญค๏ผๅณๅฎๆๅ่ณใใไบฎ็ฌ๏ผ็ธฑไฝฟๆดๆฐ๏ผไธ็ธฑไธ็ฆฝ๏ผ่ไบฎ็ถ้ฃ็ฒใ็ฒๆญขไธๅป๏ผๆฐ๏ผใๅ ฌ๏ผๅคฉๅจไน๏ผๅไบบไธๅพฉๅ็ฃใใ้่ณๆปๆฑ ใ" Cited in Chen and Pei & 429, 35.921 n. 2.
- ^ Yu, Weilรผe: "ๅง๏ผๅๅฎถไปฅ่ไธญๆๆๅๅใๅๆฃๆญป๏ผๆธๆญฒๅฏ็ถ็ก่๏ผๆฏไปฅ็ฅ็กๅ้ ๏ผ่ๅ่ไบฎๅบ๏ผๆ้ๆๆผ๏ผ้ดๅณใ็ฅๅฑฑๅฐค็๏ผๆ ไธ้กๅๆๆไบฎใ" Cited in Chen and Pei & 429, 35.922 n. 1.
- ^ Xi, HanโJin Chunqiu: "ๆๅธไบฎๆด็ผๅ ต่ ๏ผไบฎๆฐ๏ผใๅคง่ปๅจ็ฅๅฑฑใ็ฎ่ฐท๏ผ็ๅคๆผ่ณ๏ผ่ไธ่ฝ็ ด่ณ็บ่ณๆ็ ด่ ๏ผๅๆญค็ ไธๅจๅ ตๅฐไน๏ผๅจไธไบบ่ณใไปๆฌฒๆธๅ ต็ๅฐ๏ผๆ็ฝฐๆ้๏ผๆ ก่ฎ้ไน้ๆผๅฐไพ๏ผ่ฅไธ่ฝ็ถ่ ๏ผ้ๅ ตๅคไฝ็๏ผ่ชไปๅทฒๅพ๏ผ่ซธๆๅฟ ๆ ฎๆผๅ๏ผไฝๅคๆปๅพไน้๏ผๅไบๅฏๅฎ๏ผ่ณๅฏๆญป๏ผๅๅฏ่นป่ถณ่ๅพ ็ฃใใ" Cited in Chen and Pei & 429, 35.923 n. 3.
- ^ Xi, HanโJin Chunqiu: "ๆผๆฏ่ๅพฎๅ๏ผ็็ๅฃฏ๏ผๅผๅ่ฒฌ่บฌ๏ผๅธๆๅคฑๆผๅคฉไธ๏ผๅฒๅ ต่ฌๆญฆ๏ผไปฅ็บๅพๅ๏ผๆๅฃซ็ฐก็ทด๏ผๆฐๅฟๅ ถๆ็ฃใ" Cited in Chen and Pei & 429, 35.923 n. 3.
- ^ Xi, HanโJin Chunqiu: "ไบฎ่ๅญซๆฌ็ ดๆนไผ๏ผ้ญๅ ตๆฑไธ๏ผ้ไธญ่ๅผฑใ" Cited in Chen and Pei & 429, 35.923 n. 3.
- ^ Xi, HanโJin Chunqiu: "ๅไธๆ๏ผไธ่จๆฐ๏ผใๅ ๅธๆ ฎๆผข่ณไธๅ ฉ็ซ๏ผ ... ้่ฃไนๆๆ่ฝ้่ฆฉไนใใๆผๆฏๆๆฃ้ไนๅฝนใๆญค่กจ๏ผไบฎ้ๆ็ก๏ผๅบๅผตๅผ้ป่จใ" Cited in Chen and Pei & 429, 35.923โ924 n. 3, with a comment that the quoted text does not appear in Chen Shou's Zhuge Liang ji, coming rather from Zhang Yan's "notes".
- ^ Yu, Weilรผe: "ไบฎๅ้ณๅ๏ผไฝฟๆญ้ไบบ้ณ่ฉณๆผๅๅค้่ชชไน๏ผ ...่ฉณไปฅๆญ่ชๅไบฎ๏ผไบฎๅไฝฟ่ฉณ้่ชชๆญ๏ผ่จไบบๅ ตไธๆต๏ผ็ก็บ็ฉบ่ช็ ดๆป ใ ...่ฉณไนๅปใ" Cited in Chen and Pei & 429, 3.95 n. 4.
- ^ Yu, Weilรผe: "ไบฎ่ชไปฅๆ็พๆธ่ฌ๏ผ่ๆญๅ ตๆๅ้คไบบ๏ผๅๅบฆๆฑๆๆช่ฝไพฟๅฐ๏ผไน้ฒๅ ตๆปๆญ๏ผ่ตท้ฒๆขฏ่ก่ปไปฅ่จๅใๆญๆผๆฏไปฅ็ซ็ฎญ้ๅฐๅ ถ้ฒๆขฏ๏ผๆขฏ็ถ๏ผๆขฏไธไบบ็็ๆญปใๆญๅไปฅ็นฉ้ฃ็ณ็ฃจๅฃๅ ถ่ก่ป๏ผ่ก่ปๆใไบฎไนๆด็บไบ้็พๅฐบไปฅๅฐๅไธญ๏ผไปฅๅไธธๅกซๅฃ๏ผๆฌฒ็ดๆๅ๏ผๆญๅๆผๅ ง็ฏ้็ใไบฎ่ถณ็บๅ็ช๏ผๆฌฒ่ธๅบๆผๅ่ฃ๏ผๆญๅๆผๅๅ ง็ฉฟๅฐๆฉซๆชไนใ" Cited in Chen and Pei & 429, 3.95 n. 4.
- ^ Yu, Weilรผe: "ๆๅค็ธๆปๆไบๅ้คๆฅ๏ผไบฎ็ก่จ๏ผๆ่ณ๏ผๅผ้ใ" Cited in Chen and Pei & 429, 3.95 n. 4.
- ^ Xi, HanโJin Chunqiu: "ๆฏๆญฒ๏ผๅญซๆฌ็จฑๅฐ่๏ผๅ ถ็พฃ่ฃไปฅไธฆๅฐไบๅธไพๅใ่ญฐ่ ๅธไปฅ็บไบคไนๆ ็๏ผ่ๅ้ซๅผ้ ๏ผๅฎ้กฏๆๆญฃ็พฉ๏ผ็ตๅ ถ็ๅฅฝใ" Cited in Chen and Pei & 429, 35.924 n. 1.
- ^ Xi, HanโJin Chunqiu: "ไบฎๆฐ๏ผใๆฌๆๅญ้ไนๅฟไน ็ฃ๏ผ ...ๆฌๅญไน็ฝช๏ผๆชๅฎๆไนใใ" Cited in Chen and Pei & 429, 35.924 n. 1.
- ^ Xi, HanโJin Chunqiu: "ไน้ฃ่กๅฐ้ณ้ๆ ถๆฌๆญฃ่ใ" Cited in Chen and Pei & 429, 35.925 n. 1 (continued from p. 924).
- ^ Yu, Weilรผe: "้ปๅไธญ็บๅๅฐ่ปใๅญๅไนๅฝน๏ผ้ธๅฌ็บๅ้๏ผ้ฒ่ณ่ๅขๅ๏ผๅฎ็ๅจๆฒ่ฐทไธญใ่ไบบๆ็ฅๅ ถๆฏ้ธไน๏ผๆไธๅ ตๆปไนใ้ธๆๆฐ้นฟ่ง้๏ผ่ณดๆ่ณ๏ผ็ถๅพ่งฃใ" Cited in Chen and Pei & 429, 9.272 n. 1, biography of Xiahou Yuan.
- ^ Xi, HanโJin Chunqiu: "ไบฎๅ็ฅๅฑฑ๏ผๆ้ฎฎๅ่ปปๆฏ่ฝ๏ผๆฏ่ฝ็ญ่ณๆ ๅๅฐ็ณๅไปฅๆไบฎใ" Cited in Chen and Pei & 429, 35.925 n. 1.
- ^ Xi, HanโJin Chunqiu: "ๆผๆฏ้ญๅคงๅธ้ฆฌๆน็ๆ็พ๏ผๅธ้ฆฌๅฎฃ็่ช่ๅทๅ ฅๆ๏ผ ...ไนไฝฟ่ฅฟๅฑฏ้ทๅฎ๏ผ็ฃๅผต้ใ่ฒปๆใๆด้ตใ้ญๆทฎ็ญใๅฎฃ็ไฝฟๆใ้ต็็ฒพๅ ตๅๅๅฎไธ้ฝ๏ผ้ค่กๆๅบ๏ผ่ฅฟๆ็ฅๅฑฑใ" Cited in Chen and Pei & 429, 35.925 n. 1.
- ^ Xi, HanโJin Chunqiu: "ไบฎๅๅ ต็ๆป๏ผ่ช้ๅฎฃ็ไบไธ้ฝใ้ญๆทฎใ่ฒปๆ็ญๅพผไบฎ๏ผไบฎ็ ดไน๏ผๅ ๅคง่ๅๅ ถ้บฅ๏ผ่ๅฎฃ็้ไบไธ้ฝไนๆฑ๏ผๆๅ ตไพ้ช๏ผ่ปไธๅพไบค๏ผไบฎๅผ่้ใๅฎฃ็ๅฐไบฎ่ณไบ้นตๅใ" Cited in Chen and Pei & 429, 35.925 n. 1.
- ^ Xi, HanโJin Chunqiu: "ๅผต้ๆฐ๏ผใๅฝผ้ ไพ้ๆ๏ผ่ซๆฐไธๅพ๏ผ่ฌๆๅฉๅจไธๆฐ๏ผๆฌฒไปฅ้ท่จๅถไนไนใไธ็ฅๅฑฑ็ฅๅคง่ปไปฅๅจ่ฟ๏ผไบบๆ ่ชๅบ๏ผๅฏๆญขๅฑฏๆผๆญค๏ผๅ็บๅฅๅ ต๏ผ็คบๅบๅ ถๅพ๏ผไธๅฎ้ฒๅ่ไธๆขๅช๏ผๅๅคฑๆฐๆไนใไปไบฎ็ธฃ่ป้ฃๅฐ๏ผไบฆ่กๅป็ฃใใๅฎฃ็ไธๅพ๏ผๆ ๅฐไบฎใๆฃ่ณ๏ผๅ็ปๅฑฑๆ็๏ผไธ่ฏๆฐใ่ณๆ ฉใ้ญๅนณๆธ่ซๆฐ๏ผๅ ๆฐ๏ผใๅ ฌ็่ๅฆ่๏ผๆฐๅคฉไธ็ฌไฝ๏ผใๅฎฃ็็ ไนใ่ซธๅฐๅธ่ซๆฐใ" Cited in Chen and Pei & 429, 35.925 n. 1.
- ^ Xi, HanโJin Chunqiu: "[ๅปบ่ไนๅนด]ไบๆ่พๅทณ๏ผไนไฝฟๅผต้ๆปๆ ็ถ็ฃไฝๅนณๆผๅๅ๏ผ่ชๆกไธญ้ๅไบฎใ" Cited in Chen and Pei & 429, 35.925 n. 1.
- ^ Xi, HanโJin Chunqiu: "ไบฎไฝฟ้ญๅปถใ้ซ็ฟใๅณ็ญ่ตดๆ๏ผๅคง็ ดไน๏ผ็ฒ็ฒ้ฆไธๅ็ดใ็้งไบๅ้ ใ่งๅผฉไธๅไธ็พๅผต๏ผๅฎฃ็้ไฟ็ใ" Cited in Chen and Pei & 429, 35.925โ926 n. 1.
- ^ Xi, HanโJin Chunqiu: "ไบฎ่ช่ณ๏ผๆธๆๆฐใๅฎฃ็ไบฆ่กจๅบ่ซๆฐใไฝฟ่กๅฐ่พๆฏๆ็ฏไปฅๅถไนใๅง็ถญ่ฌไบฎๆฐ๏ผใ่พไฝๆฒปไป็ฏ่ๅฐ๏ผ่ณไธๅพฉๅบ็ฃใใไบฎๆฐ๏ผใๅฝผๆฌ็กๆฐๆ ๏ผๆไปฅๅบ่ซๆฐ่ ๏ผไปฅ็คบๆญฆๆผๅ ถ่ก่ณใๅฐๅจ่ป๏ผๅๅฝๆๆไธๅ๏ผ่่ฝๅถๅพ๏ผ่ฑๅ้่่ซๆฐ้ช๏ผใ" Cited in Chen and Pei & 429, 35.926 n. 3.
- ^ Sun, Wei Shi Chunqiu: "ไบฎไฝฟ่ณ๏ผๅๅ ถๅฏข้ฃๅๅ ถไบไน็ ฉ็ฐก๏ผไธๅๆไบใไฝฟๅฐๆฐ๏ผใ่ซธ่ๅ ฌๅค่ๅคๅฏ๏ผ็ฝฐไบๅไปฅไธ๏ผ็่ฆชๆฅ็๏ผๆๅ้ฃไธ่ณๆธๅใใๅฎฃ็ๆฐ๏ผใไบฎๅฐๆญป็ฃใใ" Cited in Chen and Pei & 429, 35.926 n. 3.
- ^ Sun, Jin Yangqiu: "ๆๆ่ตค่่่ง๏ผ่ชๆฑๅ่ฅฟๅๆต๏ผๆไบไบฎ็๏ผไธๆๅ้๏ผๅพๅคง้ๅฐใไฟ่ไบฎๅใ" Cited in Chen and Pei & 429, 35.926 n. 4.
- ^ Wang, Book of Wei: "ไบฎ็ณง็กๅข็ชฎ๏ผๆๆๆญ่ก๏ผไธๅค็็้่ตฐ๏ผๅ ฅ่ฐท๏ผ้็ผ็ ๅใ" Cited in Chen and Pei & 429, 35.926 n. 4.
- ^ Xi, HanโJin Chunqiu: "ไบฎๅไบ้ญๆฐๅกขใ" Cited in Chen and Pei & 429, 35.926 n. 4.
- ^ Pei Songzhi, in Chen and Pei & 429, 35.926โ927 n. 4: "่ฃๆพไนไปฅ็บไบฎๅจๆธญๆฟต๏ผ้ญไบบ่บก่ทก๏ผๅ่ฒ ไนๅฝข๏ผๆชๅฏๆธฌ้๏ผ่ไบๆญ่ก๏ผ่ๅ ไบฎ่ชไบก่่ช่ชๅคงไนใๅคซไปฅๅญๆไน็ฅ๏ผ่ฑ็บไปฒ้ๆญ่กไน๏ผๅ่ณๅ็จๅชๅธซ๏ผ่ๆๅ ๅธ็ฎไบฆไบใไบฎ่ปๆๆญ่กใ๏ผๆญคๅๅผ่่จไปฅ็บ่จไนใๅ ถไบๅ ฅ่ฐท่ๅ๏ผ็ทฃ่ไบบๅ ฅ่ฐท็ผๅชๆ ไนใ"
- ^ Xi, HanโJin Chunqiu: "ๆฅๅ็ญๆด่ป่ๅบ๏ผ็พๅงๅฅๅๅฎฃ็๏ผๅฎฃ็่ฟฝ็ใๅง็ถญไปคๅๅๆ้ณด้ผ๏ผ่ฅๅฐๅๅฎฃ็่ ๏ผๅฎฃ็ไน้๏ผไธๆขๅชใๆผๆฏๅ็ต้ฃ่ๅป๏ผๅ ฅ่ฐท็ถๅพ็ผๅชใๅฎฃ็ไน้ไน๏ผ็พๅง็บไน่ซบๆฐ๏ผใๆญป่ซธ่่ตฐ็ไปฒ้ใใๆไปฅๅๅฎฃ็๏ผๅฎฃ็ๆฐ๏ผใๅพ่ฝๆ็๏ผไธไพฟๆๆญปไนใใ" Cited in Chen and Pei & 429, 35.927 n. 5.
- ^ Xi, Xiangyang Ji: "ไบฎๅไบก๏ผๆๅจๅๆฑ็บ็ซๅป๏ผๆ่ญฐไปฅ็ฆฎ็งฉไธ่ฝ๏ผ็พๅง้ๅ ๆ็ฏ็ง็ฅญไนๆผ้้ไธใ่จไบ่ ๆไปฅ็บๅฏ่ฝ็ซๅปๆผๆ้ฝ่ ๏ผๅพไธปไธๅพใๆญฅๅ ตๆ กๅฐ็ฟ้ใไธญๆธ้ๅๅ ็ญๅ ฑไธ่กจๆฐ๏ผใ่ฃ่ๅจไบบๆทๅฌไผฏไนๅพท๏ผ็ๆฃ ็บไนไธไผ๏ผ่ถ็ๆ่่ กไนๅ๏ผ้้ไปฅๅญๅ ถๅใ่ชๆผข่ไปฅไพ๏ผๅฐๅๅฐๅพท่ๅๅฝข็ซๅป่ ๅค็ฃใๆณไบฎๅพท็ฏ้้๏ผๅณ่ๅญฃไธ๏ผ็ๅฎคไนไธๅฃ๏ผๅฏฆๆฏไบบๆฏ่ณด๏ผ่่ธ็ๆญขๆผ็ง้๏ผๅปๅ้่่ซ็ซ๏ผไฝฟ็พๅงๅทท็ฅญ๏ผๆๅคท้็ฅ๏ผ้ๆไปฅๅญๅพทๅฟตๅ๏ผ่ฟฐ่ฟฝๅจๆ่ ไนใไป่ฅ็ก้ ๆฐๅฟ๏ผๅ็่็กๅ ธ๏ผๅปบไนไบฌๅธซ๏ผๅๅชๅฎๅป๏ผๆญค่ๆทๆไปฅๆ็ไนใ่ฃๆไปฅ็บๅฎๅ ่ฟๅ ถๅข๏ผ็ซไนๆผๆฒ้ฝ๏ผไฝฟๆ่ฆชๅฑฌไปฅๆ่ณ็ฅญ๏ผๅกๅ ถ่ฃๆ ๅๆฌฒๅฅ็ฅ ่ ๏ผ็้่ณๅปใๆทๅ ถ็ง็ฅ๏ผไปฅๅดๆญฃ็ฆฎใใๆผๆฏๅงๅพไนใ" Cited in Chen and Pei & 429, 35.928โ929 n. 1.
- ^ Xi, Xiangyang Ji: "้ปๆฟๅฝฅ่ ๏ผ้ซ็ฝ้ๅ๏ผ็บๆฒๅๅๅฃซ๏ผ่ฌ่ซธ่ๅญๆๆฐ๏ผใ่ๅๆๅฉฆ๏ผ่บซๆ้ๅฅณ๏ผ้ป้ ญ้ป่ฒ๏ผ่ๆๅ ช็ธ้ ใใๅญๆ่จฑ๏ผๅณ่ผ้ไนใๆไบบไปฅ็บ็ฌๆจ๏ผ้้็บไน่ซบๆฐ๏ผใ่ซไฝๅญๆๆๅฉฆ๏ผๆญขๅพ้ฟๆฟ้ๅฅณใใ" Cited in Chen and Pei & 429, 35.929 n. 2.
Kitab Jin
sunting- ^ Book of Jin & 648, vol. 1: "ๆๅนด๏ผ่ซธ่ไบฎๅฏๅคฉๆฐด๏ผๅๅฐ่ป่ณๅฃใ้ญๅนณๆผ็ฅๅฑฑใ"
- ^ Book of Jin & 648, vol. 1: "ไนไฝฟๅธ่ฅฟๅฑฏ้ทๅฎ๏ผ้ฝ็ฃ้ใๆขไบๅท่ซธ่ปไบ๏ผ็ตฑ่ป้จๅฐ่ปๅผต้ใๅพๅฐ่ป่ฒปๆใๅพ่่ญท่ปๆดๆทฉใ้ๅทๅบๅฒ้ญๆทฎ็ญ่จไบฎใ ...้้ฒ่ป้้บใ"
- ^ Book of Jin & 648, vol. 1: "ไบฎ่ๅคง่ปไธ่ณ๏ผไน่ชๅธฅ่กๅฐ่ไธ้ฝไน้บฅใ ...ๆผๆฏๅท็ฒๆจๅค่ตดไน๏ผไบฎๆๅกต่้ใ"
- ^ Book of Jin & 648, vol. 1: "้ฒๆฌกๆผข้ฝ๏ผ่ไบฎ็ธ้๏ผๅธๅ้ฃไปฅๅพ ไนใไฝฟๅฐ็้่ผ้จ้คไน๏ผๅ ตๆๆฅ่ไบฎ้๏ผ่ฟฝ่ณ็ฅๅฑฑใไบฎๅฑฏ้นตๅ๏ผๆๅๅไบๅฑฑ๏ผๆทๆฐด็บ้ๅใ"
- ^ Book of Jin & 648, vol. 1: "ๅธๆปๆๅ ถๅ๏ผไบฎๅฎต้๏ผ่ฟฝๆ็ ดไน๏ผไฟๆฌ่ฌ่จใ"
- ^ Book of Jin & 648, vol. 1: "็ธฑๅ ถๅพๅบ๏ผไธๅพฉๆปๅ๏ผ็ถๆฑ้ๆฐ๏ผๅฟ ๅจ้ดๆฑ๏ผไธๅจ่ฅฟไนใ"
- ^ Book of Jin & 648, vol. 1: "้ฃๅฐ่ป่ก้ตใ้ๅทๅๅฒ้ญๆทฎๅ ฑๅ้ฝ้๏ผ่ไบฎๆไบ็ฉ็ณใ่จๅ่ๆฐ๏ผไบฎไธๅพ้ฒ๏ผ้ไบไบไธๅใ"
- ^ Book of Jin & 648, vol. 1: "ๆๆ้ทๆๅขไบฎไนๅฃ๏ผๅธ็ฅๅ ถๅฟ ๆ๏ผ้ฃๅฅๅ ตๆไบฎไนๅพ๏ผๆฌไบ็พ้ค็ด๏ผ็ฒ็ๅฃๅ้ค๏ผ้่ ๅ ญ็พ้คไบบใ"
- ^ Book of Jin & 648, vol. 1: "ๆๆๅปทไปฅไบฎๅ่ป้ ๅฏ๏ผๅฉๅจๆฅๆฐ๏ผๆฏๅฝๅธๆ้๏ผไปฅๅๅ ถ่ฎใไบฎๆธๆๆฐ๏ผๅธไธๅบ๏ผๅ ้บๅธๅทพๅนๅฉฆไบบไน้ฃพใๅธๆ๏ผ่กจ่ซๆฑบๆฐ๏ผๅคฉๅญไธ่จฑ๏ผไน้ฃ้ชจ้ฏ่ฃ่กๅฐ่พๆฏๆ็ฏ็บ่ปๅธซไปฅๅถไนใ"
- ^ Book of Jin & 648, vol. 1: "ๅ ๆฏ๏ผไบฎไฝฟ่ณ๏ผๅธๅๆฐ๏ผใ่ซธ่ๅ ฌ่ตทๅฑ ไฝๅฆ๏ผ้ฃๅฏๅนพ็ฑณ๏ผใๅฐๆฐ๏ผใไธๅๅใใๆฌกๅๆฟไบ๏ผๆฐ๏ผใไบๅ็ฝฐๅทฒไธ็่ช็่ฆฝใใๅธๆข่ๅไบบๆฐ๏ผใ่ซธ่ๅญๆๅ ถ่ฝไน ไน๏ผใ"
- ^ Book of Jin & 648, vol. 1: "่ไนๅฐๅฃ็พ้คๆฅ๏ผๆไบฎ็ ๅ๏ผ่ซธๅฐ็็้่ตฐ๏ผ็พๅงๅฅๅ๏ผๅธๅบๅ ต่ฟฝไนใไบฎ้ทๅฒๆฅๅๅๆ้ณด็ท๏ผ่ฅๅฐ่ทๅธ่ ใๅธไปฅ็ชฎๅฏไธไน้ผ๏ผๆผๆฏๆฅๅ็ต้ฃ่ๅปใ็ถๆฅ๏ผไน่กๅ ถ็ๅฃ๏ผ่งๅ ถ้บไบ๏ผ็ฒๅ ถๅๆธใ็ณง็ฉ็่กใๅธๅฏฉๅ ถๅฟ ๆญป๏ผ ...่ฟฝๅฐ่ตคๅฒธ๏ผไน็ฅไบฎๆญปๅฏฉๅใๆ็พๅง็บไน่ซบๆฐ๏ผใๆญป่ซธ่่ตฐ็ไปฒ้ใใๅธ่่็ฌๆฐ๏ผใๅพไพฟๆ็๏ผไธไพฟๆๆญปๆ ไนใใ"
Referensi lain
sunting- ^ a b c de Crespigny (2007), hlm.ย 1172.
- ^ a b Dillon (1998), hlm.ย 389.
- ^ a b Guo & Guo (2008), hlm.ย 38.
- ^ Chen and Pei & 429, 35.916: "ไบฎ่ชชๆฐ๏ผใๆๅณๆผขใ่ฟๅผ็ญๅๅธไธ็ฅๅณๅธไฝ๏ผไธ็ฅ่พญ่ฎ๏ผๅๅพๆธๅ๏ผ่ฟ็ด้ฒ่จๆฐ๏ผใๅคฉไธ่ฑ้ๅๅ๏ผๅๆๆๆใๅฆไธๅพ่ญฐ่ ๏ผๅฃซๅคงๅคซๅๆญธๆฑไธป๏ผ็ก็บๅพๅ ฌไนใใไธ็ฅๆ็ด่จๆทฑ่ณ๏ผ้็ถ่ซพไนใไปๆนๆฐ็ฏกๆผข๏ผๅคฉไธ็กไธป๏ผๅคง็ๅๆฐ่ๆ๏ผ็ดนไธ่่ตท๏ผไปๅณๅธไฝ๏ผไนๅ ถๅฎไนใๅฃซๅคงๅคซ้จๅคง็ไน ๅค่ฆ่ ๏ผไบฆๆฌฒๆๅฐบๅฏธไนๅๅฆ็ด่จ่ณใใ"
- ^ (ๆ ไธบๅไน้๏ผไปฅๆไปคไธบๅ ๏ผ่ฏ็ฝไธบๅ๏ผไธๆ่ๆ๏ผๆฏ่ฐๅผไนใ) Zhuge Liang ji, vol. 3.(ๅ่ฃไนๆฟ๏ผๅ ถ็นๅคฉๅฐไน่ฑก๏ผๅคฉๅฐไน่ฑกๆ๏ผๅๅ่ฃไน้ๅ ท็ฃใๅไปฅๆฝไธไธบไป๏ผ่ฃไปฅไบไธไธบไนใไบๅฟไธๅฏไปฅไบๅ๏ผ็ๆฟไธๅฏไปฅๆ่ฃใไธไธๅฅฝ็คผ๏ผๅๆฐๆไฝฟ๏ผไธไธๅ้กบ๏ผๅๅ่ฃไน้ๅ ท็ฃใๅไปฅ็คผไฝฟ่ฃ๏ผ่ฃไปฅๅฟ ไบๅใๅ่ฐๅ ถๆฟ๏ผ่ฃ่ฐๅ ถไบใๆฟ่ ๏ผๆญฃๅไน๏ผไบ่ ๏ผๅๅไนใ) Zhuge Liang ji, vol. 3.
- ^ Auyang (2014), hlm.ย 290.
- ^ Ouyang Xiu; Song Qi, ed. (1060). "vol. 15: treatise 5 on rites and music". Xin Tang Shu ๆฐๅๆธ.
ไธๅ ๅ ๅนด๏ผๅฐๅคชๅ ฌ็บๆญฆๆ็๏ผ็ฅญๅ ธ่ๆๅฎฃ็ๆฏ๏ผไปฅๆญทไปฃ่ฏๅฐ็บๅๅฒ่ฑกๅไพใ็งฆๆญฆๅฎๅ็ฝ่ตทใๆผขๆทฎ้ฐไพฏ้ไฟกใ่ไธ็ธ่ซธ่ไบฎใๅๅฐๆธๅณๅๅฐ่กๅๅ ฌๆ้ใๅธ็ฉบ่ฑๅๅ ฌๆๅฃๅๆผๅทฆ๏ผๆผขๅคชๅญๅฐๅ ๅผต่ฏใ้ฝๅคงๅธ้ฆฌ็ฐ็ฉฐ่ดใๅณๅฐ่ปๅญซๆญฆใ้ญ่ฅฟๆฒณๅฎๅณ่ตทใ็ๆถๅๅๆจๆฏ ๅๆผๅณ๏ผไปฅ่ฏ็บ้ ใ
- ^ Knechtges (2014), hlm.ย 2329.
- ^ Shiji, vol. 48: "่ๅฌฐ่ณๆฑๅ๏ผ็ซ่ฅๅฝ็บๆฅ็ใๅฌฐๅพ่้ณ็ๅทฒ็ซ๏ผๅ ๆฎบ่ฅๅฝ๏ผ้ๅ ฑใ่ณ้ณ๏ผ้ณ็่ช ๆฎบ่ๅฌฐใ"
- ^ Xi Zuochi, Xiangyang Qijiu Ji vol. 2: "[่ฏ]ๆฌฝๅพ็ฅ็ฅบๅฉฆ๏ผๅฝ่ซธ่ๅญๆไนๅคงๅงไนใ"
- ^ a b (็ๅพท่ฆๅญๆ่บซ้ทๅ ซๅฐบ๏ผ้ขๅฆๅ ็๏ผ้ ญๆด็ถธๅทพ๏ผ่บซๆซ้ถดๆฐ ๏ผ้ฃ้ฃ็ถๆ็ฅไปไนๆฆใ) Sanguo Yanyi ch. 38.
- ^ a b c d Zizhi Tongjian (1084), vol. 65.
- ^ Kesalahan pengutipan: Tanda
<ref>tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama:0 - ^ Chen and Pei & 429, 35.915: "ไบฎๆฐ๏ผใ่ฑซๅท่ป้ๆๆผ้ท้ช๏ผไปๆฐๅฃซ้่ ๅ้็พฝๆฐด่ป็ฒพ็ฒ่ฌไบบ๏ผๅ็ฆๅๆฑๅคๆฐๅฃซไบฆไธไธ่ฌไบบใๆนๆไน่ก้ ไพ็ฒๅผ๏ผ่่ฟฝ่ฑซๅท๏ผ่ผ้จไธๆฅไธๅค่กไธ็พ้ค้๏ผๆญคๆ่ฌใๅฝๅผฉไนๆซ๏ผๅขไธ่ฝ็ฉฟ้ญฏ็ธใ่ ไนใๆ ๅ ตๆณๅฟไน๏ผๆฐใๅฟ ่นถไธๅฐ่ปใใไธๅๆนไนไบบ๏ผไธ็ฟๆฐดๆฐ๏ผๅ่ๅทไนๆฐ้ๆ่ ๏ผๅชๅ ตๅข่ณ๏ผ้ๅฟๆไนใไปๅฐ่ป่ช ่ฝๅฝ็ๅฐ็ตฑๅ ตๆธ่ฌ๏ผ่่ฑซๅทๅ่ฆๅๅ๏ผ็ ดๆ่ปๅฟ ็ฃใๆ่ป็ ด๏ผๅฟ ๅ้๏ผๅฆๆญคๅ่ใๅณไนๅขๅฝ๏ผ้ผ่ถณไนๅฝขๆ็ฃใๆๆไนๆฉ๏ผๅจๆผไปๆฅใใ"
- ^ de Crespigny (2010), hlm.ย 270.
- ^ Zizhi Tongjian (1084), vol. 67.
- ^ a b c Zizhi Tongjian (1084), vol. 69.
- ^ a b c d Zizhi Tongjian (1084), vol. 70.
- ^ J. Michael Farmer (2019). "3. Shu-Han". Dalam Dien, Albert E.; Knapp, Keith N. (ed.). Cambridge History of China. Vol.ย 2: The Six Dynasties, 220โ589. Cambridge University Press. hlm.ย 66โ78. doi:10.1017/9781139107334. ISBNย 9781139107334.
- ^ Chen and Pei & 429, 35.922: "้ญๆๅธ่ฅฟ้ฎ้ทๅฎ๏ผๅฝๅผต้ๆไบฎใ"
- ^ a b c d e f Zizhi Tongjian (1084), vol. 71.
- ^ (ๅคงๅไธญ๏ผ้ญ้ฃๅฐ่ป้ๆญ็ฏๅ้ณๅๅใ้ฉ่จ๏ผๆ่ซธ่ไบฎไพๆปใไบฎๆฌ่้ณๅๅๆก๏ผๅ่ณ๏ผๆชๅ ถๆด้ ๏ผ่็ฅๆญๅจๅ ถไธญ๏ผๅคง้ฉๆใ) Taiping Huanyu Ji vol. 30.
- ^ Zizhi Tongjian (1084), vol. 72.
- ^ (ๆๅฎฃ็็ญ็ณงไบฆ็ก) Huayangguo Zhi vol. 7.
- ^ Zizhi Tongjian 1084, vol. 72: "ๅ ญๆ๏ผไบฎไปฅ็ณง็ก้่ป"
- ^ (ๅ็งฆ้็ฌๅฃ่ไบบ่ก็ญๅ ธ็คผ,ๅกๅฐๅๅ่ฃ,ไบๆฏๅคฉๅญไนๅคๆ ๆข่ฅๅฎๅบ่ .) Song Wen Jian (ๅฎๆ้ด; Siku Quanshu edition), vol. 76 and Chuan Jia Ji (ไผ ๅฎถ้; Siku Quanshu edition), vol. 79
- ^ (ใ่ซธ่ๆฐ่ญใ๏ผๆๆณฐๅงไบๅนดๅทฑไธ๏ผ็่ฆฝ็ฒๅคชๅ ๏ผ่ฉ้ๆ ๆผขๅ่ฃๅญๅญซ่ญใๆนใ้งใๅณ็ญๅพ๏ผ็่ตด้ๅ็งฉใๅญๆไนๅพ็จไธ่ณใ่จช็ฅๅ ถ็ฌฌไธๅญๆท๏ผๅ ฌ่ปไฟ่ณ๏ผๆฌฒ็ตไนใๆท่พญๆฐ๏ผ"่ฃๅฎถๆ้ฝ๏ผๆๆกๅ ซ็พๆ ช๏ผ่็ฐๅไบ้ ๏ผ่กฃ้ฃ่ชๆ้ค้ฅใๆๅๆฌๆซ๏ผ็ก่ฃไบๅ๏ผ่ซๅพๆญธ่็ไธ๏ผๅฏฆ้่ณไนใ"ๆไธปๆ ่ๅพไนใ) Zhuge Liang ji, Gushi vol. 1.
- ^ Nojonen (2009).
- ^ Sanguo Yanyi ch. 43.
- ^ Sanguo Yanyi ch. 44.
- ^ Sanguo Yanyi ch. 46.
- ^ Yi Zhongtian (2010). Analysis of the Three Kingdoms ๅไธๅ. Vol.ย 2 (Edisi Vietnamese). Publisher of People's Public Security.
- ^ Chen Wende. Great story of Kongming Zhuge Liang. Vietnamese translation: Nguyแป n Quแปc Thรกi. Labor Publisher. 2018. Chapter 27: Agriculture and Legalism.
- ^ a b Chen Wende. Great story of Kongming Zhuge Liang. Vietnamese translation: Nguyแป n Quแปc Thรกi. Labor Publisher. 2018. Chapter 28: Talents promotion.
- ^ Needham (1994), hlm.ย 8.
- ^ "Ancient Cultivation Stories: Zhuge Liang's Cultivation Practise". ClearHarmony.net. Falun Dafa. 28 July 2005. Diakses tanggal 2 August 2023.
Bacaan lanjut
sunting- Chen Shou (1959) [280s or 290s]. Records of the Three Kingdoms. Beijing: Zhonghua Shuju.dikutip sebagai Sanguozhi



