Kalender candra atau tanggalan kamariah (bahasa Inggris: lunar calendar) adalah sistem penanggalan yang didasarkan atas perhitungan fase bulan. Setiap hari dalam penanggalan ini menandakan satu lokasi bulan dalam berevolusi terhadap bumi.

Mayoritas kalender lunar adalah kalender yang bukan murni mendasarkan perhitungan tanggalnya pada fase bulan saja, melainkan juga memperhitungkan pergantian musim yang dipengaruhi oleh peredaran bumi terhadap matahari. Kalender sejenis ini disebut sebagai kalender lunisolar. Satu dari sedikit kalender yang murni mendasarkan perhitungannya pada fase bulan adalah kalender Hijriyah dan kalender Jawa Islam. Bila jumlah hari dalam kalender solar atau lunisolar berkisar antara 354 hari sampai 384 hari pertahunnya, maka dalam kalender lunar, jumlah hari pertahunnya tetap 354 hari.

Jenis kalender candra

sunting

Kalender candra yang ada di dunia dan masih digunakan misalnya:

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Kalender Jawa

Kalender Jawa atau Penanggalan Jawa (Hanacaraka: ꦥꦤꦁꦒꦭꦤ꧀ꦗꦮ; Pegon: ڤناڠڬالان جاوا; translit. Pananggalan Jawa) adalah sistem penanggalan yang digunakan

Kalender

tahun. Kalender yang digunakan secara umum ialah kalender surya, kalender candra, kalender suryacandra, dan kalender persetujuan. Kalender candra atau kalender

Kalender Bali

Kalender Bali adalah sistem penanggalan yang digunakan oleh orang Hindu Bali di pulau Bali dan Lombok. Kalender Bali bisa dianggap unik sebab kalender

Kalender Saka

Kalender ini merupakan sebuah penanggalan syamsiah-kamariah (candra-surya) atau kalender luni-solar. Era Saka dimulai pada tahun 78 Masehi. Sebuah tahun

Kalender Sunda

digunakan dengan sistem kalender Hijriah. Sehingga sistem kalender Sunda yang ini cocok dengan sistem kalender Kala Sunda Candra, yang memiliki jumlah hari

Kalender Yunani Kuno

Yunani diduga sudah akrab dengan pembagian tahun menjadi dua belas bulan candra tetapi tidak ada bulan kabisat Embolimos atau hari yang kemudian disebutkan

Iduladha

dari tahun ke tahun. Dalam kalender Hijriah penetapan hari ialah berdasarkan fase bulan (kalender candra), sedangkan kalender Masehi berdasar fase bumi

Imlek

yang berarti "kalender candra" atau "kalender lunar". Kalender ini juga dikenal dengan sebutan lain, seperti 农历/農曆 (nónglì, "kalender pertanian"), 旧历/舊曆