
Keintiman fisik merupakan bentuk sensualitas atau sentuhan. Ia adalah suatu tindakan atau reaksi, sebuah ungkapan perasaan (termasuk persahabatan erat, cinta platonis, cinta romantis, atau ketertarikan seksual), yang terjadi antara individu. Contoh keintiman fisik mencakup bergandengan tangan, berpelukan, berciuman, membelai, serta aktivitas seksual.[1] Keintiman fisik kerap mampu menyampaikan makna atau maksud sesungguhnya dari suatu interaksi dengan cara yang tidak dapat dilakukan oleh tutur kata pendamping. Keintiman fisik dapat terjadi antara siapa pun, namun karena sering kali digunakan untuk menyampaikan perasaan positif dan intim, bentuk keintiman ini paling lazim muncul di antara individu yang telah memiliki hubungan sebelumnya, baik hubungan keluarga, platonis, maupun romantis, dengan hubungan romantis umumnya memperlihatkan tingkat keintiman fisik yang lebih tinggi.
Berbagai bentuk sentuhan romantis telah dicatat, termasuk bergandengan tangan, berpelukan, berciuman, saling memeluk tubuh (cuddling), serta membelai dan memberikan pijatan. Kasih sayang fisik menunjukkan korelasi yang sangat kuat dengan kualitas hubungan secara keseluruhan dan kepuasan terhadap pasangan.[2]
Referensi
sunting- ^ Cf. [1] Diarsipkan 2007-11-18 di Wayback Machine.
- ^ Guéguen, Nicolas; Fischer-Lokou, Jacques (February 2003). "Another Evaluation of Touch and Helping Behavior". Psychological Reports. 92 (1): 62–64. doi:10.2466/pr0.2003.92.1.62. ISSN 0033-2941. PMID 12674258. S2CID 30706840.