| Tabrakan kereta api Bekasi Timur 2026 | ||||
|---|---|---|---|---|
Foto kiri menunjukkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL PLB 5568A yang mengalami tabrakan Foto kanan menunjukkan mobil taksi yang tertabrak oleh PLB 5181. | ||||
![]() Lokasi tabrakan antara lokomotif Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line | ||||
| Perincian | ||||
| Tanggal | 27 April 2026 | |||
| Waktu | ||||
| Letak | Stasiun Bekasi Timur km 28+920 lintas Jakarta Kota–Manggarai–Jatinegara–Cikampek | |||
| Koordinat | 06°14′48.144″S 107°01′03.632″E / 6.24670667°S 107.01767556°E | |||
| Negara | Indonesia | |||
| Jalur | Jakarta Kota–Cikampek | |||
| Operator | Kereta Api Indonesia KAI Commuter | |||
| Jenis kecelakaan |
| |||
| Penyebab | Masih dalam penyelidikan | |||
| Statistik | ||||
| Kereta api |
| |||
| Kendaraan | 1 unit taksi | |||
| Meninggal dunia | 16[3] | |||
| Luka-luka | 90[4] | |||
| Kerusakan |
| |||
Tabrakan kereta api Bekasi Timur 2026 merupakan serangkaian peristiwa tabrakan kereta api yang terjadi pada 27 April 2026 sekitar pukul 20.40[1] dan 20.57 WIB[2] di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat.[5][6] Kecelakaan utama dalam peristiwa ini melibatkan kereta api Argo Bromo Anggrek (PLB 4B) relasi Gambir–Surabaya Pasarturi yang menabrak bagian belakang sebuah rangkaian KRL Commuter Line Lin Lingkar Cikarang (PLB 5568A) relasi Kampung Bandan–Cikarang yang sedang berhenti di jalur 1. Sebelumnya, terjadi pula tabrakan antara KRL Lin Lingkar Cikarang (KA 5181) dari arah Cikarang dengan sebuah mobil taksi listrik asal Vietnam yang mengalami mogok di tengah rel.[7][8]
Kecelakaan ini menyebabkan sedikitnya 16 orang meninggal dunia dan 90 orang lainnya mengalami luka-luka,[3][4] serta mengganggu operasional perjalanan kereta api di lintas Bekasi–Cikarang.[9]
Latar belakang
suntingJalur kereta api Jatinegara–Cikampek merupakan salah satu jalur kereta api tersibuk di Pulau Jawa. Segmen jalur kereta api antara Jatinegara hingga Cikarang digunakan bersamaan oleh kereta api antarkota, kereta api komuter, dan kereta api barang. Berdasarkan Grafik Perjalanan Kereta Api Tahun 2025, segmen antara Bekasi dan Tambun dilalui oleh 320 perjalanan kereta api reguler tiap harinya, terdiri dari 136 kereta api antarkota, 160 KRL Commuter Line, dan 24 kereta api barang.[10]
Segmen dari Jatinegara hingga Bekasi berupa jalur dwiganda, dengan dua jalur digunakan sebagai kereta api antarkota dan barang sementara dua jalur lainnya digunakan untuk KRL Commuter Line. Sementara itu, segmen antara Bekasi dan Cikarang masih berupa jalur ganda, di mana kereta api antarkota, komuter, dan barang melalui jalur yang sama.[11][12] Sistem persinyalan antara Jatinegara hingga Cikarang juga telah ditingkatkan menjadi persinyalan blok otomatis.[13]
Kereta api Argo Bromo Anggrek merupakan layanan kereta api antarkota dengan relasi Gambir–Surabaya Pasarturi yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia. Pada segmen Jatinegara hingga Cikarang, layanan Argo Bromo Anggrek beririsan dengan layanan KRL Commuter Line Lin Lingkar Cikarang yang dioperasikan oleh KAI Commuter.
Kronologi
suntingPada 27 April 2026 sekitar pukul 20.40 WIB,[14] Taksi Green SM dilaporkan mengalami hubungan pendek arus listrik[15] dan berhenti di perlintasan sebidang tidak resmi di Jalan Ampera, Bekasi Timur yang berjarak 300 meter dari Stasiun Bekasi Timur.[16][17] Kendaraan tersebut lalu tertabrak oleh KRL Commuter Line Lin Lingkar Cikarang (PLB 5181) relasi Cikarang–Angke dengan sarana CLI-125 (SFC120-V).[8] Hal ini menyebabkan kedua jalur tidak dapat dilalui oleh KRL Commuter Line dari arah berlawanan.
Pada pukul 20.50 WIB, PLB 5568A dengan relasi Kampung Bandan–Cikarang via Pasar Senen, berhenti normal untuk aktivitas naik dan turun penumpang di jalur 1 Stasiun Bekasi Timur. Namun, karena insiden sebelumnya pada arah berlawanan, KRL tersebut ditahan di Bekasi Timur.[18][1] PLB 5568A yang melayani dengan sarana Tokyo Metro seri 6000 yang terdiri dari 10 kereta.[19]
Sekitar tujuh menit kemudian, pukul 20.57, kereta api Argo Bromo Anggrek (PLB 4B) relasi Gambir–Surabaya Pasarturi datang dari arah barat Stasiun Bekasi Timur. Berdasarkan penuturan masinis Argo Bromo Anggrek, ia menyebut bahwa "[sinyal di] Bekasi-nya hijau" dan menganggap "sinyalnya ada yang error."[20] Kereta api tersebut kemudian menabrak bagian belakang KRL PLB 5568A yang sedang berhenti.[2]
Evakuasi dan pemulihan jalur
sunting
Setelah terjadinya tabrakan, peron Stasiun Bekasi Timur dipenuhi oleh penumpang KRL dan Argo Bromo Anggrek yang keluar dari rangkaian, serta warga yang menerobos masuk. KAI kemudian melakukan evakuasi kepada 240 penumpang Argo Bromo Anggrek yang semuanya dalam kondisi selamat.[21] Petugas dan relawan juga melakukan sterilisasi area stasiun dari warga yang tidak berkepentingan.[22]
Evakuasi korban yang masih terjebak di dalam kereta dilakukan oleh beberapa pihak. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menerjunkan 14 personel dari tim Basarnas Special Group (BSG).[23] Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerjunkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Palang Merah Indonesia, dan Dinas Pemadam Kebakaran untuk membantu evakuasi.[24] Proses evakuasi juga dibantu instansi lainnya, seperti Pemkot Bekasi, TNI, Polri, dan tenaga kesehatan.[25]



Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati, termasuk dengan mempertahankan lokomotif Argo Bromo Anggrek di tempat karena memiliki risiko tinggi terhadap korban yang masih terjebak.[26] Korban luka-luka dilarikan ke RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat. Sementara itu, korban meninggal dunia dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk diidentifikasi.[27] Pada keesokan harinya sekitar pukul 08.10 WIB,[28] Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyebut operasi penyelamatan korban resmi ditutup setelah dilakukan selama kurang dari 12 jam.[29]
Setelah seluruh korban berhasil dievakuasi, baru dilakukan proses pemulihan supaya jalur kereta api dan stasiun dapat digunakan kembali. Proses ini diawali dengan ditariknya lokomotif CC 206 13 86 milik Argo Bromo Anggrek dari lokasi kejadian pada 28 April pukul 08.15 WIB.[30][27] Evakuasi bangkai KRL dimulai dengan mengangkat bogie KRL menuju gerbong datar menggunakan crane.[31] Pada 29 April pukul 02.00 WIB, jalur hulu yang menjadi lokasi kejadian dibuka untuk kereta api antarkota.[32] Pukul 14.00, KRL Commuter Line kembali melayani lintas Bekasi—Cikarang, termasuk Stasiun Bekasi Timur.[33]
Dampak
suntingKorban
suntingBerdasarkan data pada 28 April, kecelakaan ini menyebabkan 88 korban luka dan 15 korban meninggal dunia.[34][35] Basarnas menyebutkan bahwa seluruh korban tewas merupakan perempuan dewasa.[36] Sebanyak 15 korban luka diizinkan pulang pada hari yang sama karena dapat dilakukan rawat jalan.[37] Sopir taksi yang terlibat dalam kecelakaan di perlintasan sebidang dilaporkan selamat dan diperiksa oleh Polres Metro Bekasi.[15]
Pada 29 April, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyebut korban meninggal dunia bertambah satu orang, sehingga total terdapat 16 korban meninggal dunia. Sementara itu, masih terdapat dua korban yang dirawat di ICU dan 22 lainnya menjalani rawat inap di RSUD Kota Bekasi.[3][38] Pada hari yang sama, KAI menerbitkan siaran pers yang menyebut jumlah korban luka ialah sebanyak 90 orang.[4]
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, memastikan bahwa masinis Argo Bromo Anggrek selamat.[39] Pada waktu yang terpisah, Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, juga menyebut bahwa masinis dari kedua kereta api yang bertabrakan dalam kondisi selamat. Meskipun demikian, sejumlah awak kereta api dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka-luka.[40]
Kerusakan sarana dan prasarana
sunting

Akibat dari kecelakaan ini, sarana kereta api dan mobil taksi yang terlibat mengalami kerusakan. KRL Tokyo Metro seri 6000 mengalami kerusakan parah pada kereta terakhir. Lokomotif CC206 dari Argo Bromo Anggrek menembus masuk ke dalam sebagian kereta tersebut.[41] Taksi Green SM dengan nomor CT11271 mengalami ringsek di bagian pintu depan kiri.[42]
Segera setelah kecelakaan, listrik aliran atas antara Cibitung dan Bekasi Timur dimatikan untuk keperluan evakuasi.[43] Pada 28 April, Lin Lingkar Cikarang hanya melayani perjalanan dengan tujuan akhir Bekasi, sementara perjalanan untuk lintas Bekasi hingga Cikarang dibatalkan. KAI Commuter bekerja sama dengan Transjakarta untuk menyediakan empat unit bus dek rendah (lowdeck) sebagai armada antarjemput dari Stasiun Bekasi Timur ke Stasiun Bekasi.[44]
Layanan kereta api antarkota yang dioperasikan KAI juga turut terdampak. Jalur hulu antara Bekasi hingga Tambun yang menjadi lokasi tabrakan tertutup akibat proses evakuasi korban dan bangkai kereta selama 29 jam. Jalur hilir juga sempat tidak dapat dilalui pada saat kejadian, tetapi dibuka pada dini hari keesokan harinya pukul 01.30 WIB.[45] Meskipun demikian, KAI tetap membatalkan sebagian perjalanan kereta api antarkota, dengan rincian 19 perjalanan pada 27-28 April dan 24 perjalanan pada 29 April.[46][47]
Investigasi
suntingPenyebab pasti kecelakaan masih dalam investigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), KAI, pihak kepolisian, dan instansi terkait.[48][49]
Tanggapan
suntingPresiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan duka cita atas timbulnya korban jiwa akibat tabrakan kereta api ini. Prabowo juga menjenguk beberapa korban yang dirawat RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid pada 28 April 2026.[50] Melalui Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Sufmi Dasco Ahmad, Prabowo juga berencana menyetujui dana bantuan presiden untuk membangun jalan layang di Bekasi untuk mencegah kecelakaan ini terulang kembali.[51]
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memastikan investigasi yang dilakukan oleh KNKT akan dilakukan secara transparan.[52] AHY juga menyoroti tentang banyaknya perlintasan sebidang di Indonesia. Ia menegaskan tentang pentingnya pembangunan jalan layang dan penghapusan sebidang.[53]
Menanggapi kecelakaan ini, pada 28 April 2026, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, mengusulkan kereta khusus wanita dipindahkan ke tengah rangkaian dan penumpang laki-laki diarahkan ke kereta paling depan dan belakang rangkaian. Pernyataan ini kemudian mengundang tanggapan dari beberapa pihak. AHY menekankan fokus pada perbaikan sistem perkeretaapian dan "bukan perempuan dan lakinya."[54] Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyebut bahwa "tingkat keselamatan tidak membedakan gender perempuan dan laki-laki."[55] Pakar Kajian Budaya dan Media Universitas Muhammadiyah Surabaya, Radius Setiyawan, menyebut penyelesaian masalah keselamatan transportasi tidak dapat semata-mata hanya dengan memindahkan posisi kereta.[56] Pada 30 April, Arifah Fauzi menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya tersebut.[57]
Jasa Raharja menyiapkan santunan senilai Rp90 juta bagi korban meninggal dunia, terdiri dari santunan pokok senilai Rp50juta dan santunan dari Jasaraharja Putera yang bekerja sama dengan KAI senilai Rp40 juta. Selain itu, Jasa Raharja juga menjamin biaya perawatan korban luka hingga Rp20 juta. Jasaraharja Putera juga menambahkan jaminan perawatan korban luka hingga Rp30 juta.[58]
Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menyoroti perlunya percepatan dalam penyelesaian pembangunan jalur dwiganda dari Manggarai hingga Cikarang. Ketua Forum Perkeretaapian MTI, Deddy Herlambang menyebut, “Kalau ada anggaran, tentu jalur bisa dipisahkan sehingga tidak ada bottleneck atau gangguan operasional.”[59] Sementara itu, Anggota Dewan Penasihat MTI, Djoko Setijowarno, menekankan perlunya sinergi semua pihak untuk menuntaskan masalah keselamatan di perlintasan sebidang.[60]
Pada 30 April pagi, sejumlah penumpang KRL Commuter Line meletakkan buket bunga di dalam Stasiun Bekasi Timur sebagai bentuk belasungkawa kepada korban kecelakaan. Pihak stasiun kemudian menyediakan meja di bangunan stasiun bagi penumpang yang ingin meletakkan bunga pada hari itu.[61] Pada malam harinya, diselenggarakan doa bersama di pelataran Stasiun Bekasi Timur yang dihadiri oleh Wakil Walikota Bekasi, warga, dan relawan.[62]
Lihat pula
sunting- Tabrakan KRL Commuter Line Juanda 2015 – serudukan yang melibatkan dua KRL Commuter Line di Stasiun Juanda
- Tabrakan kereta api Petarukan 2010 – serudukan antara Argo Bromo Anggrek dan Senja Utama Semarang di Stasiun Petarukan
Referensi
sunting- ^ a b c "Saya pikir saya meninggal' – Apa penyebab kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, dan bagaimana agar tragedi tidak terulang?". BBC Indonesia. 28 April 2026. Diakses tanggal 28 April 2026.
- ^ a b c Warsono, Adi (2026-04-28). "Cerita Saksi soal Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur". Tempo. Diakses tanggal 2026-04-28.
- ^ a b c Syarifudin, Taufiq (2026-04-29). "Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi Bertambah Jadi 16 Orang". detiknews. Diakses tanggal 2026-04-29.
- ^ a b c @KAI121 (April 29, 2026). "Pemulihan Layanan Berhasil Dilakukan dan Penanganan Korban Tetap Dioptimalkan" (Tweet) – via X. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- ^ Hayat, Wiji Nur. "Breaking! KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 2026-04-27.
- ^ BeritaSatu.com. "KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi, KAI: Fokus Evakuasi". beritasatu.com. Diakses tanggal 2026-04-27.
- ^ Pradana, Rio Sandy (2026-04-27). "BREAKING: Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur". Bisnis.com. Diakses tanggal 2026-04-27.
- ^ a b Seprianto (2026-04-27). "BREAKING NEWS: KA 4 Tabrak Kereta di Stasiun Bekasi Usai Insiden Perlintasan". RRI. Diakses tanggal 2026-04-28.
- ^ Anggrainy, Firda Cynthia. "KA Jarak Jauh Tabrakan dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur". detiknews. Diakses tanggal 2026-04-27.
- ^ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. hlm. 1700. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27. Diakses tanggal 2025-04-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
- ^ Prasetio, Ido; Rifai, Andri Irfan (2020-09-30). "Railway Planning Double-Double Track (Case Study of Bekasi Station km 26 + 652 - Jatinegara Station km 12 + 050". IJTI (International Journal of Transportation and Infrastructure). 4 (1): 12–21. doi:10.29138/ijti.v4i1.1161. ISSN 2597-4769.
- ^ Shofyan, Abu (2025-15-15). "Masuk PSN DDT, Anne Purba Beberkan Dua Fungsi Utama Stasiun Bekasi". iNews. Diakses tanggal 2026-04-27.
- ^ Laporan Investigasi Kecelakaan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tabrakan Antara Mobil Daihatsu Sigra B 1778 FZI dengan KA 69F Argo Parahyangan di Perlintasan Sebidang JPL Nomor 101 KM 36+431, Jalan Bosi, Desa Wanasari, Kabupaten Wanasari, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat (PDF). Jakarta: Komite Nasional Keselamatan Transportasi. 2021. hlm. 15. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ "KRL dan KA Bromo Anggrek tabrakan di Stasiun Bekasi Timur". BBC News Indonesia. 2026-04-27. Diakses tanggal 2026-04-28.
- ^ a b Septioyudho, Hanang. "Korsleting Taksi Picu Tabrakan KRL di Bekasi, Sopir Diamankan". tirto.id. Diakses tanggal 2026-04-28.
- ^ Irwinsyah, Fachrul. "Cerita Warga Saksikan Taksi Tertabrak KRL yang Jadi Pemicu KA Argo Bromo vs KRL". kumparan. Diakses tanggal 2026-04-28.
- ^ "Kronologi KA Argo Bromo dan KRL Tabrakan di Bekasi, Bermula Tabrak Taksi". Kompas. 27 April 2026. Diakses tanggal 27 April 2026.
- ^ "Begini Kronologi Lengkap Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur". Kontan. 27 April 2026. Diakses tanggal 27 April 2026.
- ^ "Kisah Endang Kuswati Terjepit 10 Jam di Reruntuhan KRL Bekasi, Telepon Keluarga Sambil Menangis". Tribunsumsel.com. Diakses tanggal 2026-04-28.
- ^ "Misteri Sinyal Eror Kecelakaan KRL Bekasi, Petugas KAI: Kecepatan 110!". Berita Manado. 2026-04-28. Diakses tanggal 2026-04-28.
- ^ Satriyo, Fajar. "KAI: 240 penumpang Argo Bromo Anggrek selamat dievakuasi - ANTARA News Kalimantan Barat". Antara News. Diakses tanggal 2026-04-28.
- ^ "Kesaksian Tim SAR: Korban Histeris di Tengah Himpitan Baja, 5 Korban Terjepit di Atas Gerbong". Tribunjabar.id. Diakses tanggal 2026-04-28.
- ^ Purnama, Basuki Eka. "Kecelakaan KRL di Stasiun Bekasi Timur Basarnas Terjunkan Tim Khusus Evakuasi Korban Terhimpit". mediaindonesia.com. Diakses tanggal 2026-04-28.
- ^ Budi, Mulia. "Rano Karno soal Kecelakaan Kereta: Saya Perintahkan Jakarta Bantu Bekasi". detiknews. Diakses tanggal 2026-04-28.
- ^ Siahaan, Olo. "Pemkot Bekasi Kerahkan Seluruh Sumber Daya Bantu Evakuasi Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo - Limit News". Limit News. Diakses tanggal 2026-04-28.
- ^ Kurniawan, Febryan Kevin Candra (2026-04-28). "Basarnas Ungkap Alasan Lokomotif KA Argo Bromo Tak Langsung Ditarik Saat Evakuasi Korban". Kompas.com. Diakses tanggal 2026-04-28.
- ^ a b "Evakuasi korban tabrakan kereta KRL dan Argo Bromo". BBC News Indonesia. 2026-04-28. Diakses tanggal 2026-04-28.
- ^ Putri, Febry Mustika. "Update Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: Evakuasi Rangkaian Kereta Selesai, Korban Jiwa 7 Orang - Radar Depok". Update Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: Evakuasi Rangkaian Kereta Selesai, Korban Jiwa 7 Orang - Radar Depok. Diakses tanggal 2026-04-28.
- ^ Wisesa, Yosafat Diva Bayu (2026-04-28). "Semua Korban KRL Bekasi Berhasil Dievakuasi, Basarnas Resmi Tutup Operasi". IDN Times. Diakses tanggal 2026-04-28.
- ^ "Detik-Detik Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dilepas dari Rangkaian KRL". CNN Indonesia. Diakses tanggal 2026-04-28.
- ^ Utama, Pradita. "Evakuasi KRL Ringsek di Bekasi Ditarget Tuntas Hari Ini". detiknews. Diakses tanggal 2026-04-28.
- ^ Romadoni, Ahmad. "KA vs KRL di St Bekasi Timur: Dua Jalur Rel Sudah Bisa Dilalui Kereta Jarak Jauh". kumparan. Diakses tanggal 2026-04-29.
- ^ @CommuterLine (April 29, 2026). "🚨KAI Commuter Update🚨 Mulai pukul 14.00 WIB (29 April 2026), seluruh Perjalanan Commuter Line lintas Cikarang sudah dilayani normal kembali dari Stasiun Cikarang/Tambun/Bekasi" (Tweet) – via X.
- ^ Dwi Bowo Raharjo; Lilis Varwati (28 April 2026). "Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka". Suara. Diakses tanggal 28 April 2026.
- ^ "Daftar Nama 15 Korban Meninggal dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi". detik.com. Diakses tanggal 2026-04-28.
- ^ "Seluruh Korban Tewas Kecelakaan Kereta Bekasi Perempuan Dewasa". CNN Indonesia. 2026-04-28. Diakses tanggal 2026-04-28.
- ^ "Daftar Nama 86 Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur". nasional. Diakses tanggal 2026-04-28.
- ^ Syarifudin, Taufiq. "Update Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur: 16 Tewas, 22 Dirawat di RSUD". detikjabar. Diakses tanggal 2026-04-29.
- ^ "Siapa Masinis KA Argo Bromo Anggrek? Begini Kondisinya Pasca Tabrakan di Stasiun Bekasi Timur". suara.com. Diakses tanggal 2026-04-28.
- ^ M, Whisnu. "14 Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi Perempuan". https://www.metrotvnews.com. Diakses tanggal 2026-04-28.
- ^ "FOTO: Kerusakan Parah Gerbong KRL Commuterline Usai Ditabrak Argo Bromo Anggrek". merdeka.com. 2026-04-28. Diakses tanggal 2026-04-28.
- ^ Mawardi, Isal. "Penampakan Bangkai Taksi Tertemper yang Jadi Pemicu Tabrakan Kereta Bekasi". detiknews. Diakses tanggal 2026-04-28.
- ^ Hayat, Wiji Nur. "Aliran Listrik Jalur Bekasi Timur-Cibitung Dimatikan Imbas Tabrakan KA". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 2026-04-28.
- ^ Irwinsyah, Fachrul. "KRL Lintas Cikarang Berangkat Awal dari Stasiun Bekasi, KAI Siapkan Shuttle Bus". kumparan. Diakses tanggal 2026-04-28.
- ^ Yefta Christopherus Asia, Sanjaya (2026-04-28). "7 Perjalanan Kereta di Daop 6 Terlambat dan Dibatalkan Usai Argo Bromo Tabrak KRL, Berikut Daftarnya". Kompas.com. Diakses tanggal 2026-04-28.
- ^ "Daftar 19 Perjalanan Kereta yang Dibatalkan Imbas Kecelakaan di Bekasi". CNN Indonesia. Diakses tanggal 2026-04-28.
- ^ Pusparisa, Yosepha Debrina Ratih (2026-04-29). "24 Perjalanan Kereta Api Jarak Jauh Dibatalkan". Kompas.id. Diakses tanggal 2026-04-29.
- ^ Afriandita, Zahfa Putri (2026-04-28). "Penyebab Pasti Kecelakaan KRL Bekasi, Dirut KAI: Tunggu Investigasi KNKT". RRI. Diakses tanggal 2026-04-27.
- ^ AsatuNews.co.id (2026-04-27). "KAI Selidiki Penyebab Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi". AsatuNews.co.id. Diakses tanggal 2026-04-27.
- ^ "Presiden Prabowo Jenguk Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi". Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. 2026-04-28. Diakses tanggal 2026-04-28.
- ^ Alnina, Dian Rahma Fika (2026-04-28). "Prabowo Setujui Dana Banpres untuk Bangun Flyover di Bekasi". Tempo. Diakses tanggal 2026-04-28.
- ^ Rizky, Martyasari. "Penyebab Tabrakan Kereta Bekasi, AHY Pastikan KNKT Transparan". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 2026-04-28.
- ^ BeritaSatu.com. "AHY Dorong Percepatan Flyover Usai Kecelakaan Bekasi, Lintasan Sebidang Dihapus Bertahap". beritasatu.com. Diakses tanggal 2026-04-28.
- ^ "Usul Menteri PPPA Usai Tragedi Kereta Bekasi: Gerbong Ujung Buat Laki". CNN Indonesia. Diakses tanggal 2026-04-29.
- ^ Hayat, Wiji Nur. "Ada Usulan Gerbong KRL Wanita Pindah ke Tengah, Ini Penegasan Bos KAI". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 2026-04-29.
- ^ "Pakar Sebut Usulan Menteri PPPA soal Pemindahan Gerbong Perempuan Tak Sentuh Akar Masalah". www.jawapos.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-04-29.
- ^ Alnina, Dian Fahma Fika (2026-04-30). "Menteri PPPA Minta Maaf atas Polemik Usulan Penempatan Gerbong Wanita". Tempo. Diakses tanggal 2026-04-30.
- ^ Rahmana, Aulia Ivanka (2026-04-28). "Jasa Raharja Siapkan Santunan hingga Rp 90 Juta Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Timur". kontan.co.id. Diakses tanggal 2026-04-28.
- ^ "MTI Dorong Pembangunan Double-double Track Dipercepat". Tempo. 2026-04-28. Diakses tanggal 2026-04-28.
- ^ Suharsana Aji Sasra J., C. (2026-04-28). "MTI: Kecelakaan di Bekasi momen perkuat keselamatan perlintasan kereta". Antara News. Diakses tanggal 2026-04-28.
- ^ de Saojao, Joanito. "Rangkaian Bunga Duka Cita untuk Korban Tabrakan KA di Stasiun Bekasi Timur". beritasatu.com. Diakses tanggal 2026-04-30.
- ^ Rapika, Nurpina Aulia (2026-04-30). "Tabur Bunga dan Doa di Stasiun Bekasi Timur, Kenang Korban Kecelakaan Maut KRL". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2026-04-30.
