Stasiun Angke
KAI Commuter
C08

Bagian depan Stasiun Angke, 2025.
Lokasi
Koordinat6°8′38″S 106°48′12″E / 6.14389°S 106.80333°E / -6.14389; 106.80333
Ketinggian+3 m
Operator
Otoritas transportasiDirektorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda
Letak
Jumlah peron2 (satu peron sisi dan satu peron pulau yang sama-sama tinggi)
Jumlah jalur3 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
LayananCommuter Line Cikarang
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Informasi lain
Kode stasiun
KlasifikasiII[2]
Sejarah
Dibuka2 Januari 1899; 127 tahun lalu (1899-01-02)[3]
Elektrifikasi1987
Nama sebelumnyaAngkee
Perusahaan awalStaatsspoorwegen
Operasi layanan
Stasiun sebelumnya Stasiun berikutnya
Kampung Bandan
searah jarum jam
Commuter Line Cikarang
Full-racket
Cikarang—Kampung Bandan—Cikarang via Pasar Senen—Manggarai
Duri
berlawanan arah jarum jam
Terminus Commuter Line Cikarang
Half-racket
Angke—Cikarang via Manggarai
Duri
menuju Cikarang
Kampung Bandan
Terminus
Commuter Line Cikarang
Half-racket
Kampung Bandan—Cikarang via Manggarai
Fasilitas dan teknis
FasilitasPemesanan langsung di loket Toilet Musala Isi baterai Galeri ATM Wi-Fi Pengering payung/payung gratis 
Jenis persinyalan
  • Elektrik
Lokasi pada peta
Peta
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Angke (AK) adalah stasiun kereta api kelas II yang terletak di antara perbatasan Kelurahan Jembatan Lima dan Angke, Tambora, Jakarta Barat. Stasiun yang terletak pada ketinggian +3 m ini hanya melayani perjalanan KRL Commuter Line saja dengan jarak 3,3 km arah timur laut dari Kampung Bandan.

Sebelum 23 Juli 2013, stasiun ini dilayani KRL Yellow Line (Ekonomi dan Commuter Line) dan perjalanan kereta api lokal yang menuju ke Stasiun Rangkasbitung maupun ke Stasiun Merak, diantaranya KA Langsam, Banten Ekspres, dan Patas Merak. Untuk mengatasi kepadatan penumpang kereta api lokal di stasiun Tanah Abang, sejak 23 Juli 2013 semua perjalanan KRL Commuter Line dan Ekonomi tidak berhenti dan melintas langsung. [4][5] Dengan dihapusnya layanan KA Lokal yang bersinggungan dengan Commuter Line Rangkasbitung dan Commuter Line Lingkar per tanggal 1 April 2017, stasiun ini kembali melayani KRL Commuter Line.

Sejarah

sunting

Stasiun ini diresmikan oleh Staatsspoorwegen (SS) pada 2 Januari 1899, bersamaan dengan pengoperasian jalur KA Batavia—Rangkasbitung.[6][7]

Peta rute Stasiun Batavia Zuid-Stasiun Angke melalui Jalan Pasar Asemka sebelum diputus.
Peta rute Stasiun Batavia Zuid—Stasiun Angke melalui Jalan Pasar Asemka sebelum diputus.

Pada awalnya, jalur dari Stasiun Batavia Zuid yang menuju ke Angke via Jalan Pasar Asemka. Saat dibuat jalur baru dari Angke yang memutar melewati daerah Kota Intan dan Kampung Bandan, jalur dari Stasiun Batavia Zuid hingga Jalan Pasar Asemka ini pun diputus (hanya diputus saja). Kemudian, sempat didirikan sebuah stasiun di Jalan Pasar Asemka ini yang diberi nama Stasiun Pasar Pagi, stasiun ini digunakan sebagai titik pemberangkatan awal dari kereta api penumpang yang menuju ke Stasiun Tangerang.

Stasiun beserta jalur ini dibongkar pada suatu waktu, lalu bekas lokasinya sudah mejadi Pasar Asemka dan flyover Jalan Asemka Raya. Masih terdapat peninggalan dari jalur ini yang tersisa dan masih dapat dilihat, yaitu 2 buah bekas fondasi jembatan rel dari Kali Krukut yang terletak di bawah flyover Jalan Asemka Raya.

Sisa fondasi jembatan bekas jalur dari Stasiun Pasar Pagi (Asemka).
Sisa fondasi jembatan bekas jalur dari Stasiun Pasar Pagi (Asemka).
Sisa fondasi jembatan kedua bekas jalur dari Stasiun Pasar Pagi (Asemka).
Sisa fondasi jembatan kedua bekas jalur dari Stasiun Pasar Pagi (Asemka).

Pada era 1970-an, emplasemen stasiun ini diperkirakan memiliki banyak jalur serta memiliki sebuah rel cabang. Kala itu, jalur 2 dan 3 merupakan sepur lurus yang digunakan untuk lalu-lalang kereta sedangkan jalur 1 dan 4 merupakan sepur belok. Diperkirakan pula terdapat 2 buah lokasi sepur simpan yang digunakan untuk tempat menyimpan atau stabling rangkaian gerbong barang. Sepur simpan yang pertama posisinya berada di sebelah jalur 4, dengan 2 buah jalur buntu atau sepur badug. Dan untuk sepur simpan yang kedua berada di pojok kiri emplasemen stasiun dari arah Stasiun Duri, dengan 3 buah rel buntu atau sepur badug. Stasiun ini juga memiliki 2 buah rel cabang, yang pertama mengarah ke sebuah gudang, dan yang kedua kemungkinan mengarah ke sebuah pabrik sabun dari arah Stasiun Kampung Bandan. Belum diketahui secara pasti kapan percabangan serta sepur simpan di emplasemen stasiun ini dibongkar, hingga sama sekali tidak ada bekas yang tersisa.

Pada tahun 1987, petak ManggaraiKampung Bandan via Tanah Abang dielektrifikasi. Kala itu, jalur di stasiun ini yang dielektrifikasi pun hanya jalur 2 dan 3 saja. Sedangkan jalur 1 tidak dielektrifikasi dengan alasan untuk melestarikan bangunan kanopi stasiun, sedangkan jalur 4 tidak dielektrifikasi, karena jalur tersebut tidak digunakan untuk aktivitas naik dan turun penumpang.

Hingga akhir era 1990-an, stasiun ini menggunakan sebuah kanopi. Namun, kanopi ini hanya menampung jalur 1 saja. Kanopi ini pun kemudian dicopot dan dipindahkan ke Stasiun Parung Panjang.[8]

Saat ini stasiun ini hanya memiliki 3 jalur saja, dengan jalur 2 dan 3 sebagai sepur lurus, serta jalur 1 sebagai sepur belok. Bangunan stasiun ini juga berukuran besar, kerana lantai atas dari bangunan stasiun ini digunakan sebagai pasar dan pertokoan.

Bangunan dan tata letak

sunting

C08

P
Lantai peron
Jalur 3 ← (Duri)      Commuter Line Cikarang menuju Cikarang (via Manggarai)
Peron pulau, pintu terbuka di sebelah kiri
Jalur 2      Commuter Line Cikarang menuju Kampung Bandan (Kampung Bandan) →
Jalur 1 ← (Duri)      Commuter Line Cikarang dari dan tujuan Cikarang/Bekasi/Tambun/Manggarai
Peron sisi, pintu terbuka di sebelah kiri/kanan
G Bangunan utama stasiun

Layanan kereta api

sunting
Nama kereta api Relasi perjalanan Keterangan
Commuter Line Cikarang (half racket) Angke Cikarang
Bekasi
Tambun (sebagian jadwal)
Via Tanah AbangManggarai
Commuter Line Cikarang (full racket) Cikarang
Bekasi
Tambun (sebagian jadwal)
Kampung Bandan Perjalanan searah jarum jam via Pasar Senen
Perjalanan berlawanan arah jarum jam via Manggarai

Insiden

sunting

Pada tanggal 6 Desember 2015, terjadi kecelakaan antara KRL Commuter Line Jatinegara—Bogor dengan sebuah MetroMini dengan trayek B80 jurusan Jembatan Lima—Kalideres. Sebanyak 18 orang tewas dan 6 orang mengalami luka-luka.

Galeri

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. ^ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken.
  4. ^ Media, Kompas Cyber (2013-07-23). "Rencananya Stasiun Tanah Abang Khusus untuk KRL, Stasiun Angke Non-KRL". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2024-05-27.
  5. ^ BeritaSatu.com. "Mulai Besok, KRL Commuter Tidak Berhenti di Stasiun Angke". beritasatu.com. Diakses tanggal 2024-05-27.
  6. ^ Staatsspoorwegen (1921–1932). Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. ^ "Haltestempels Nederlands Indië: SS-WL". Studiegroep Zuid-West Pacific. Diakses tanggal 15 Oktober 2017.
  8. ^ Ballegoijen, Michiel van. Spoorwegstations Op Java. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Duri
menuju Merak
Merak–Tanah Abang–Kampung Bandan
Kampung Bandan–Tanah Abang
Kampung Bandan
Sisi bawah
Terminus

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Commuter Line Cikarang

Commuter Indonesia (KAI Commuter) yang menghubungkan Stasiun Cikarang dengan Stasiun Angke dan Stasiun Kampung Bandan. Pada peta perjalanan Commuter Line

Stasiun Kampung Bandan

perjalanan di Stasiun Angke, KRL Bekasi-Jakarta Kota mengakhiri perjalanan di Stasiun Kemayoran, dan KRL Jatinegara-Bogor dialihkan ke Stasiun Manggarai,

Commuter Line Rangkasbitung

api lokal Langsam, dan kereta api ekonomi Kalimaya dalam melayani koridor Angke–Tanah Abang–Merak. Layanan kereta api komuter ini merupakan salah satu angkutan

Jalan Pangeran Tubagus Angke (Jakarta)

Terdapat satu stasiun, yakni: Stasiun Angke Pangeran Tubagus Angke Trengginas, Satrio Sarwo (2022-06-13). "Tabrak Pembatas Jalan Tubagus Angke, Pesepeda Motor

Stasiun Bekasi Timur

Cikarang–Angke dengan rangkaian KRL seri SFC120-V dari arah berlawanan dengan taksi Green SM di perlintasan sebidang di timur stasiun. Halaman parkir Stasiun Bekasi

Muara Angke

Muara Angke (6°6′21″LS, 106°46′29.8″BT) adalah pelabuhan kapal ikan atau nelayan di Jakarta. Ditandai dengan dioperasikannya penunjang kebutuhan nelayan

Kecelakaan KRL Commuter Line Angke 2015

melintasi Jalan Pangeran Tubagus Angke dari arah Jembatan Lima menuju Kalideres sebelum perlintasan kereta api dekat Stasiun Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta

Jalur kereta api Anyer Kidul–Kampung Bandan

memutar ke kiri menuju Stasiun Angke. Beberapa stasiun baru yang ditambahkan pada masa setelah kolonial Hindia Belanda adalah Stasiun Pondok Ranji, Tigaraksa