Ular Dharmawangsa
Ular Dharmawangsa (pelangi), Xenopeltis unicolor
dari Kampus IPB Darmaga, Bogor
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Subordo:
Superfamili:
Famili:
Genus:
Spesies:
X.ย unicolor
Nama binomial
Xenopeltis unicolor
Sinonim
  • Xenopeltis unicolor Reinwardt in Boie 1827: 564
  • Xenopeltis concolor Reinwardt in Boie 1827: 564
  • Xenopeltis leucocephala Reinwardt in Boie 1827: 564
  • Tortrix xenopeltis Schlegel 1837
  • Xenopeltis unicolor โ€” Boulenger 1893: 168
  • Xenopeltis unicolor โ€” Smith 1943
  • Xenopeltis unicolor โ€” Zhao & Adler 1993: 220
  • Cryptophidion annamense Wallach & Jones 1992
  • Xenopeltis unicolor โ€” Manthey & Grossmann 1997: 436
  • Xenopeltis unicolor โ€” Cox et al. 1998: 16
  • Xenopeltis unicolor โ€” McDiarmid, Campbell & Tourรฉ 1999: 159
  • Xenopeltis unicolor โ€” Sang et al. 2009

Sumber: The Reptile Database[2]


Ular Dharmawangsa atau Ular pelangi adalah sejenis ular yang termasuk anggota famili Xenopeltidae. Ular ini diberi nama demikian karena lapisan transparan pada sisiknya membiaskan warna-warni pelangi dari cahaya matahari. Dalam bahasa Inggris ia disebut dengan nama sunbeam snake atau iridescent earth snake. Sementara nama ilmiahnya adalah Xenopeltis unicolor, merujuk pada keistimewaan sisik-sisiknya (xeno: aneh, ajaib; peltis: perisai).[3]

Pemerian

sunting

Sisi atas tubuh (dorsal, punggung) berwarna cokelat atau abu-abu kehitaman, merata (unicolor: berwarna seragam) dan berkilauan apabila terkena cahaya. Sisik-sisik dorsal dalam 15 deret. Deret terbawah berwarna putih, beberapa deret berikutnya seperti warna punggung umumnya tetapi dengan tepian berwarna putih. Sisi bawah tubuh (ventral) putih.[4]

Ular muda dengan kepala dan leher yang berwarna putih, kecuali moncongnya yang kecoklatan.[4] Warna putih ini berangsur-angsur menghilang bersama dengan bertambah besarnya sang ular.

Perisai (sisik-sisik besar) di atas ubun-ubun kepala berbentuk mirip belah ketupat. Tidak seperti kebanyakan ular, perisai parietal (pelipis) kanan dan kiri tidak bersinggungan; melainkan terpisah oleh adanya perlekatan perisai frontal (dahi, di antara kedua mata) dengan perisai oksipital tengah yang berukuran besar.[4] Keempat perisai itu berukuran hampir sama besar, dan bersama-sama membentuk bangun belah ketupat yang lebih besar lagi.

Panjang tubuh maksimum lebih sedikit dari satu meter,[3][4] kebanyakan sekitar 80 cm.[5] Ekornya pendek, sekitar sepersepuluh panjang tubuh atau kurang.[3] Sisik-sisik ventral 173-196 buah, perisai anal (yang menutupi anus) sepasang, dan sisik-sisik subkaudal (di bawah ekor) 24-31 pasang.

Bio-ekologi

sunting

Ular pelangi menghuni daerah lembap dan berawa-rawa di sekitar pantai, sungai, persawahan, dan daerah berhutan;[3] di dataran rendah hingga pegunungan di ketinggian sekitar 1.300 m dpl.[5] Tidak jarang pula ditemukan di sekitar pemukiman, terutama di daerah terbuka dan berumput-rumput yang meliar. Ular ini sering bersembunyi di bawah kayu busuk, bebatuan, tumpukan serasah, atau menggali lubang dalam lumpur, tidak jauh dari air.[5]

Mangsanya terutama terdiri dari kodok, kadal, jenis-jenis ular yang lain,[3] dan mungkin pula burung yang tinggal di atas tanah.[5] Tweedie (1983) menyebutkan bahwa ular pelangi yang dipelihara dalam kandang juga mau memangsa tikus.[4] Ular ini aktif di siang dan malam hari,[5] meski karena pemalu jarang terlihat di siang hari.

Berkembang biak dengan bertelur (ovipar), ular pelangi setiap kalinya mengeluarkan hingga 17 butir telur.[5]

Penyebaran

sunting

Ular ini termasuk yang umum ditemukan, dan menyebar luas mulai dari India, Tiongkok, Burma, Kamboja, Laos, Vietnam, Thailand, Semenanjung Malaya, Singapura, hingga ke Filipina.[2]

Di Indonesia, ular pelangi ditemukan di pulau-pulau Sumatra, Simeulue, Nias, Kep. Mentawai, Kep. Riau, Jawa, Kalimantan hingga Sulawesi.[2][5]

Catatan lain-lain

sunting

Ular pelangi termasuk golongan ular yang tidak berbahaya.[5] Ular ini tidak berbisa dan biasanya tidak mau menggigit ketika ditangkap.[4] Tatkala baru terpegang, ular pelangi kerap menggetarkan ekornya kuat-kuat.[4] Ular ini juga mengeluarkan cairan berbau memualkan seperti bau bawang putih yang keras untuk mengusir musuhnya.

Ular ini mudah jinak dan relatif gampang dipelihara. Dalam tangkaran, ular pelangi dapat mencapai usia lebih dari 13 tahun.[5]

Mengingat kulitnya yang relatif tebal dan bermutu baik, ular pelangi termasuk salah satu di antara sasaran para pemburu dan pedagang kulit ular. Sayang sekali, belum ada informasi yang memadai mengenai keadaan populasinya di alam.

Kerabat dekat

sunting

Kerabat dekat dari ular ini adalah Xenopeltis hainanensis yang terdapat di Hainan, Cina.

Catatan kaki

sunting
  1. ^ Boie, F. 1827. "Bemerkungen รผber Merrem's Versuch eines Systems der Amphibien, 1. Lieferung: Ophidier". Isis von Oken v. 20: 564. Jena :Expedition der Isis [1820-1848].
  2. ^ a b c The Reptile Database: Xenopeltis unicolor REINWARDT, 1827
  3. ^ a b c d e Stuebing, R.B. & R.F. Inger. 1999. A Field Guide to The Snakes of Borneo: 69-71. Kota Kinabalu: Natural History Publications (Borneo). ISBN 983-812-031-6
  4. ^ a b c d e f g Tweedie, M.W.F. 1983. The Snakes of Malaya: 30-1. Singapore: The Singapore National Printers.
  5. ^ a b c d e f g h i David, P and G. Vogel. 1996. The Snakes of Sumatra. An annotated checklist and key with natural history.: 38-9. Frankfurt: Edition Chimaira. ISBN 3-930612-08-9

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Lampropeltis

Field Guide Kingsnake eating a garter snake Daftar Semua Jenis Ular Gurun (Dengan Gambar Eksklusif) King Snake Care Sheet Wikimedia Commons memiliki media

Ular belang-bata

dari marga Cemophora. Nama umumnya dalam bahasa Inggris adalah Scarlet snake atau red-banded racer. Dinamai demikian karena warna tubuhnya yang mudah

Ular harimau

mendeskripsikan sebagai Notechis ater) atau dalam bahasa Inggris disebut tiger snake, adalah spesies ular berbisa mematikan yang endemik di Australia bagian

John Lee Hooker

lagunya yang paling terkenal termasuk "Boogie Chillen'" (1948), "Crawling King Snake" (1949), "Dimples" (1956), "Boom Boom" (1962), dan "One Bourbon, One Scotch

Mamba hitam

Gรผnther pada tahun 1864, ular ini adalah ular berbisa terpanjang kedua setelah king kobra; spesimen dewasa umumnya memiliki panjang melebihi 2ย m (6ย ft 7ย in)

Ular-pohon cokelat

Interior. Diakses tanggal 2008-09-11. Invasive Species: Animals - Brown Tree Snake Diarsipkan 2014-01-12 di Wayback Machine., National Agricultural Library

Makerel

Gempylidae Black snake mackerel Nealotus tripes Blacksail snake mackerel Thyrsitoides marleyi Snake mackerel Gempylus serpens Violet snake mackerel Nesiarchus

Zootopia 2

Footage Reaction: Disney Heads To The Marsh With Ke Huy Quan As Gary The Snake (D23)". Slashfilm. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal August 10, 2024