📑 Table of Contents
Patung "Kwan Im menggendong anak" yang terbuat dari porselen, diyakini merupakan "Maria Kannon" atau patung Bunda Maria dan bayi Yesus yang digunakan oleh kaum Kakure Kirishitan.

Kakure Kirishitan (้š ใ‚Œใ‚ญใƒชใ‚ทใ‚ฟใƒณ, Bahasa Jepang untuk "Kristen tersembunyi") adalah nama yang diberikan untuk orang Jepang pemeluk agama Kristen yang hidup bersembunyi karena tekanan yang diberikan oleh pemerintahan Tokugawa (1603-1867). Mereka hidup dengan mengisolasi diri dari dunia luar selama berabad-abad karena takut akan ancaman hukuman yang diberikan oleh pemerintah Tokugawa kepada mereka. Putusnya hubungan dengan dunia luar membuat mereka mengembangkan sendiri ritual keagamaan mereka. Bahkan selama masa persembunyian tersebut, ajaran agama Kristen tersebut pun mengalami sinkretisasi dengan ajaran-ajaran Buddha dan Shinto.

Ketika masa Restorasi, (tepatnya tahun 1873) pemerintahan Meiji memutuskan untuk menghapuskan larangan terhadap agama-agama asing seperti Kristen Protestan dan Katolik. Pada saat itulah para penganut Kakure Kirishitan keluar dari persembunyian mereka. Sebagian besar dari mereka langsung bergabung dengan agama Katolik, dan dengan demikian meninggalkan ritual ala Kakure Kirishitan sebelumnya. Namun, masih ada sebagian kecil penganut Kirishitan yang memilih untuk mempertahankan bentuk Kakure Kirishitan. Bahkan hingga sekarang.

Lihat juga

sunting

Referensi

sunting

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Kekristenan di Jepang

Kekristenan di Jepang masuk melalui jalur perdagangan pada abad ke-19. Orang Jepang tertarik dengan pengetahuan dan teknologi dari Barat, sehingga semakin

Filipina

banyak yang bermigrasi ke Filipina, terutama bagi pemeluk agama Kristen (Kirishitan) yang melarikan diri dari penganiayaan oleh Shogun Tokugawa Ieyasu. Basis

Tokugawa Ieyasu

asing, dan Kristen dilarang mempraktikkan agama mereka. Akibatnya, banyak Kirishitan (Kristiani awal Jepang) melarikan diri baik ke Portugis Macau maupun Spanyol

Sejarah Jepang

Serikat Yesuit, Ordo Dominikan, dan misionaris Fransiskan. Lihat pula: Kirishitan Dari tahun 1568 hingga 1600 di Jepang disebut zaman Azuchi-Momoyama. Jepang

Fransiskus Xaverius

Diakses tanggal 10 March 2022. Downes, Patrick (5 July 2001). "Kakure Kirishitan". Catholic Education Resource Center (dalam bahasa Inggris (Britania))

Toyotomi Hideyoshi

berhasil diterapkan sepenuhnya. Hideyoshi sudah sejak awal menyadari bahaya Kirishitan (sebutan pada zaman itu untuk agama Kristen) dan mengetahui rencana terselubung

Amakusa Shirล

is deprecated ) (lahir 1621? โ€“ meninggal 12 April 1638) adalah remaja Kirishitan, salah seorang pemimpin Pemberontakan Shimabara pada zaman Edo di Jepang

Umat Kristen

seorang tรญn ฤ‘แป“ Cฦก ฤ‘แป‘c giรกocode: vi is deprecated . Di Jepang, istilah kirishitan (tertulis dalam dokumen periode Edo ๅ‰ๅˆฉๆ”ฏไธนcode: ja is deprecated , ๅˆ‡ๆ”ฏไธนcode: