Konsonan emfatis adalah sekelompok jenis konsonan pada rumpun bahasa Semit yang merupakan konsonan hambat dan awalnya beroposisi dengan konsonan yang bersuara dan tak bersuara. Dalam bahasa Arab, konsonan-konsonan ini biasanya direalisasikan sebagai konsonan yang telah terfaringalisasi.


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Fonologi bahasa Arab

terletak berdekatan dengan: konsonan dwibibir (/m/, /b/ dan /f/), konsonan koronal murni (non emfatis) dengan pengecualian konsonan /r/, yakni /θ/, /ð/, /n/

Faringalisasi

terkenal adalah faringalisasi dalam bahasa Arab yang dikenal sebagai konsonan emfatis. Konsonan ini dalam bahasa Arab mencakup fonem yang dilambangkan dengan

Aksara Brahmi

Abjad Aram tidak mengenal konsonan berhembus Brahmi (kh, th, dll.), sedangkan aksara Brahmi tidak mengenal konsonan emfatis Aram (q, ṭ, ṣ), dan hal ini

The

dilafalkan sebagai /ðə/ simak (dengan konsonan geser gigi bersuara /ð/ diikuti sebuah pepet) ketika diikuti sebuah bunyi konsonan, dan sebagai /ðiː/ simak (homofon

Bahasa Mesir

Afroasia adalah morfologinya yang inflektif, introflektif, serangkaian konsonan emfatis, sistem tiga vokal /a i u/, akhiran feminin nominal *-at, nominal m-

Bahasa Amhara

yang diambil dari Aksara Geʽez. Konsonan sembur yang terdapat pada bahasa Amhara diperkirakan berasal dari konsonan emfatis dari bahasa Proto-Semit yang

Bahasa Ibrani Alkitab

konsonan emfatis yang fonetik artikuloris pastinya masih diperdebatkan, fonem emfatis tersebut kemungkinan merupakan konsonan sembur ataupun konsonan

Alfabet Yunani

ganda dari waw juga diserap sebagai konsonan untuk [w] (Ϝ, digama). Selain itu, huruf Fenisia untuk konsonan emfatis /ħ/ (het) diserap dalam dua fungsi