D adalah huruf ke-empat dalam alfabet Latin. Dalam bahasa Indonesia disebut de (dibaca หˆde), sedangkan dalam bahasa Melayu disebut di (dibaca หˆdiห). Dalam bahasa Latin dan bahasa Indonesia, huruf ini melambangkan fonem /d/, yeowtr rongga-gigi bersuara.

Sejarah

sunting
Hieroglif Mesir
"pintu"ย โ†’
Proto-Semitik
diggย โ†’
Fenisia
dalethย โ†’
Yunani Kuno
deltaย โ†’
Yunani Modern
deltaย โ†’
Etruria
Dย โ†’
Latin Kuno
Dย โ†’
Latin Modern
D
O31

Huruf Semit Dรขlet kemungkinan besar berkembang dari logogram yang bermakna "ikan" atau "pintu". Terdapat berbagai hieroglif Mesir yang mungkin mengilhaminya. Dalam bahasa Semit, Yunani Kuno, dan Latin, huruf ini melambangkan konsonan /d/; dalam huruf Etruska pula huruf ini seolah-olah tidak diperlukan, tetapi masih dilestarikan (lihat huruf B). Huruf Yunani yang setara dengannya adalah: ฮ” (besar) atau ฮด (kecil) (Delta).

Bentuk huruf kecil "d", yang terdiri dari satu lekukan dan satu garis vertikal yang tinggi, berkembang dari perubahan bervariasi pada bentuk huruf besar "D". Dalam penulisan pada zaman dahulu adalah suatu kelaziman untuk memulai lekukan pada kiri garis vertikal, sehingga menghasilkan suatu serif di atas lekukan itu. Serif ini disambung manakala bagian lain huruf ini dikurangi, menghasilkan suatu tangkai bersudut dan lengkungan. Kemudian tangkai bersudut ini berubah menjadi tangkai vertikal.

Penggunaan

sunting

Dalam kebanyakan bahasa yang memakai alfabet Latin, huruf d melambangkan bunyi /d/, tetapi dalam alfabet bahasa Vietnam, huruf ini dibaca /z/ di utara dan /j/ (seperti "y" dalam "ya") di selatan.

Dalam bahasa Jerman, huruf d berbunyi /d/ (konsonan letup rongga-gigi bersuara), tetapi berubah menjadi /t/ (konsonan letup rongga-gigi tak bersuara) jika di akhir kata.

Dalam bahasa Fiji, huruf ini melambangkan konsonan hambat pranasal /nd/.

Dalam beberapa bahasa yang mana konsonan hambat tak bersuara tanpa hembusan berlawanan dengan konsonan hambat tak bersuara berhembusan, d melambangkan /t/ tanpa hembusan, sementara t juga berbunyi /tสฐ/ berhembusan. Contoh-contoh bahasa berkenaan meliputi bahasa Islandia, Bahasa Gaelik Skotlandia, bahasa Navajo, dan alih aksara pinyin untuk bahasa Mandarin.

Dalam angka Romawi, D memiliki nilai 500, berasal dari setengah โ†€ (bernilai 1000; tetapi di kemudian hari, M dipakai sebagai lambang 1000), sehingga D berarti 500 (angka) atau tahun 500.

Kode komputasi

sunting
Titik kode Huruf besar
D
Huruf kecil
d
Unicode U+0044 U+0064
ASCII Desimal 68 100
Biner 01000100 01100100
EBCDIC 196 132

Referensi

sunting

Lihat pula

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Bahasa Inggris

(lemah). Konsonan hambat fortis seperti /p tสƒ s/ diucapkan dengan otot yang lebih tegang dan hembusan napas yang lebih kuat daripada konsonan lenis seperti

Hambatan

tak ada penghambatan demikian dan sehingga menggaung. Semua hambatan adalah konsonan, tetapi sonoran meliputi konsonan dan juga vokal. Hambatan dapat dibagi

Konsonan

udara yang melewati mulut dihambat pada tempat-tempat artikulasi. Dalam Alfabet Latin, terdapat 21 huruf yang mewakili konsonan, iaitu B, C / TJ, D, F,

Penghembusan

atau, dalam kasus prapenghembusan, penutupan konsonan hambat tertentu. Dalam bahasa Inggris, konsonan-konsonan berhembus adalah alofon dalam edaran komplementer

Konsonan letup bibir-gigi bersuara

sepenuhnya dalam saluran suara. Sebagai konsonan oral, aliran udara dihambat sepenuhnya, sehingga merupakan konsonan letup. Daerah artikulasi adalah bibir-gigi

Konsonan sengau

dan delimitasi transkripsi. Dalam ilmu fonetik, konsonan sengau atau konsonan nasal adalah konsonan hentian yang dihasilkan dengan lelangit lembut diturunkan

Konsonan letup celah-suara

Konsonan letup celah-suara atau hentian glotal atau hambat glotal (bahasa Inggris: glottal stopcode: en is deprecated ) atau hamzah adalah jenis dari suara

Konsonan letup rongga-gigi bersuara

sepenuhnya dalam saluran suara. Sebagai konsonan oral, aliran udara dihambat sepenuhnya, sehingga merupakan konsonan letup. Daerah artikulasi adalah rongga-gigi