Kuiji
Potret Jion Daishi (Kuiji),[1] warna di sutra, di Yakushi-ji (Pusaka Nasional Jepang)
Kehidupan pribadi
Lahir
Yuchi (marga) Hongdao (gelar)

632
Meninggal682 (usia 50)
Orang tua
  • Yuchi Jingzong (ayah)
  • Pei (marga ibu) (ibu)
Kehidupan religius
AgamaBuddhisme
MazhabYogācāra Asia Timur
Posisi senior
GuruXuanzang
Kuiji
Nama Tionghoa
Hanzi tradisional: 窺基
Hanzi sederhana: 窥基
Nama Jepang
Kanji: 窺基
Kana: きき
Nama Korea
Hangul: 규기
Hanja: 窺基

Kuiji (窺基; Kuījī; 632–682), juga dikenal sebagai Ji (Hanzi: ),[2] seorang ahli Yogācāra, adalah seorang biksu Tiongkok dan murid berpengaruh dari Xuanzang.[3] Nama anumertanya adalah Ci'en Dashi (慈恩大師; 'Master Ci'en'), Guru Besar Biara Cien, yang mengambil nama dari Kuil Daci'en, yang terletak di Chang'an, ibukota utama Dinasti Tang. Pagoda Angsa Liar Raksasa dibangun di Kuil Daci'en pada 652. Menurut biografi, ia dikirim ke biro penerjemahan kekaisaran yang dikepalai oleh Xuanzang, kala ia kemudian mempelajari Sanskerta, Abhidharma, dan Yogācāra.[4]

Catatan

sunting
  1. ^ De Visser, Marinus Willem (1935). Ancient Buddhism in Japan. E. J. Brill. hlm. 442.
  2. ^ "中国历史上排名第二的高僧究竟叫什么名字?" (dalam bahasa Chinese). The Paper. 20 December 2015. Diakses tanggal 20 December 2015. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  3. ^ Lusthaus, Dan (undated). Quick Overview of the Faxiang School (法相宗). Source: [1] (accessed: December 12, 2007)
  4. ^ Buswell, Robert Jr; Lopez, Donald S. Jr., ed. (2013). Princeton Dictionary of Buddhism. Princeton, NJ: Princeton University Press. hlm. 291. ISBN 9780691157863.

Referensi

sunting
  • Shih, Heng-Ching & Lusthaus, Dan. (2006) A Comprehensive Commentary on the Heart Sutra (Prajnaparamita-hyrdaya-sutra). Numata Center for Buddhist Translation & Research.
  • Lusthaus, Dan (undated). Quick Overview of the Faxiang School (法相宗). Source: [2] (accessed: December 12, 2007)
  • Katsura, Shoryu (2014). The Theory of Apoha in Kuiji’s "Cheng weishi lun Shuji" (Katsura, Shoryu). In Lin, Chen-kuo , Radich, Michael (eds), A Distant Mirror - Articulating Indic Ideas in Sixth and Seventh Century Chinese Buddhism, Hamburg Buddhist Studies vol. 3, Hamburg University Press. pp. 101–120


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Metteyya

beberapa guru Asia Timur yang memuja Maitreya, seperti Xuanzang (abad ke-7), Kuiji, Wonhyo, dan Yijing, memiliki tekad untuk terlahir kembali di sana setelah

Yogacara Asia Timur

Huiguang, Paramārtha, Jingying Huiyuan, Zhiyan, Xuanzang dan murid-muridnya, Kuiji, Woncheuk dan Dōshō. Aliran kesadaran Asia Timur secara tradisional dipandang