Kabupaten Lahat
Transkripsi bahasa daerah
 • Abjad Jawiلاهت
 • Surat Uluꤾꥁꤳ꥓
Bukit Serelo Lahat
Bukit Serelo Lahat
Lambang resmi Kabupaten Lahat
Motto: 
Seganti setungguan
(Bahasa Besemah) Suka membantu dan rela berkorban
Peta
Peta
Kabupaten Lahat di Sumatra
Kabupaten Lahat
Kabupaten Lahat
Peta
Kabupaten Lahat di Indonesia
Kabupaten Lahat
Kabupaten Lahat
Kabupaten Lahat (Indonesia)
Koordinat: 3°47′11″S 103°32′34″E / 3.78639°S 103.54278°E / -3.78639; 103.54278
Negara Indonesia
ProvinsiSumatera Selatan
Dasar hukumUU No. 22 Tahun 1948
UU No. 22 Tahun 1999
Hari jadiMei 20, 1869; 156 tahun lalu (1869-05-20)
Ibu kotaLahat
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kecamatan: 24
  • Desa: 380[1]
Pemerintahan
 • BupatiBursah Zarnubi
 • Wakil BupatiWidia Ningsih
 • Sekretaris DaerahChandra
 • Ketua DPRDFitrizal Homizi
Luas
 • Total4.333 km2 (1,673 sq mi)
Populasi
 (2024)[2]
 • Total448.141
 • Kepadatan100/km2 (270/sq mi)
Demografi
 • Agama
  • 99,14% Islam
  • 0,12% Buddha
  • 0,01% Hindu[2]
 • BahasaIndonesia, Basemah
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode BPS
1604 Suntingan nilai di Wikidata
Kode area telepon+62 731
Pelat kendaraanBG xxxx E**
Kode Kemendagri16.04 Suntingan nilai di Wikidata
DAURp 566.788.216.000,00
Flora resmiNangka
Fauna resmiLebah madu
Situs webwww.lahatkab.go.id


Lahat (Jawi: لاهت; Surat Ulu: ꤾꥁꤳ꥓) adalah kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan, Indonesia. Ibu kotanya adalah Kecamatan Lahat. Kabupaten Lahat terdiri dari 7 kecamatan induk yaitu Lahat, Kikim, Kota Agung, Jarai, Tanjung Sakti, Pulau Pinang, dan Merapi. Namun pasca pemekaran, jumlah Kecamatan di Kabupaten Lahat bertambah menjadi 24 kecamatan. Jumlah penduduk Lahat pada akhir 2024 sebanyak 448.141 jiwa.[2][3]

Kabupaten ini mengalami beberapa pemekaran wilayah yaitu pemekaran Kota Pagar Alam pada tahun 2001 dan Kabupaten Empat Lawang pada tahun 2007. Akibat pemekaran ini, Kecamatan Tanjung Sakti Pumi dan Tanjung Sakti Pumu terpisah dari wilayah lain di Lahat oleh Kota Pagar Alam. Di wilayah kabupaten ini juga terdapat kawasan konservasi Suaka Margasatwa Isau-Isau.[4]

Geografi

sunting
Air terjun Sambar Nyawa

Batas Wilayah

sunting
Utara Kabupaten Muara Enim dan kabupaten Musi Rawas
Timur Kabupaten Muara Enim
Selatan Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kota Pagar Alam
Barat Kabupaten Empat Lawang

Sejarah

sunting

Sekitar tahun 1830 pada masa kesultanan Palembang di Kabupaten Lahat telah ada marga, marga-marga ini terbentuk dari sumbai-sumbai dan suku-suku yang ada pada waktu itu seperti Lematang, Besemah, Lintang, Gumai, Col dan Kikim. Marga merupakan pemerintahan bagi sumbai-sumbai dan suku-suku. Marga inilah merupakan cikal bakal adanya Pemerintah di Kabupaten Lahat.

Pada masa Inggris berkuasa di Indonesia, marga tetap ada. Dan, pada masa kekuasaan Belanda sesuai dengan kepentingannya pada waktu itu, pemerintahan di Kabupaten Lahat dibagi dalam afdeling (Keresidenan) dan onder afdelling (kewedanan). Dari 7 afdelling yang terdapat di Sumatera Selatan, di Kabupaten Lahat terdapat 2 (dua) afdelling yaitu afdelling Tebing Tinggi dengan 5 (lima) daerah onder afdelling, dan afdelling Lematang Ulu, Lematang Ilir, Kikim serta Besemah dengan 4 onder afdelling. Dengan kata lain, (waktu itu) di Kabupaten Lahat terdapat 2 keresidenan. Pada tanggal 20 Mei 1869 afdelling Lematang Ulu, Lematang Ilir, serta Besemah beribu kota di Lahat dipimpin oleh PP Ducloux, dan posisi marga sebagai bagian dari afdelling. Tanggal 20 Mei akhirnya ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Lahat sesuai dengan Keputusan Gebernur Kepala Daerah Tingkat I Sumatera Selatan No. 008/SK/1998 tanggal 6 Januari 1988.

Masuknya tentara Jepang pada tahun 1942, afdelling yang dibentuk oleh Pemerintah Belanda diubah namanya menjadi sidokan. Sidokan ini dipimpin oleh orang pribumi atas penunjukkan pemerintah militer Jepang dengan nama Gunco dan Fuku Gunco. Kekalahan Jepang pada tentara sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945 dan bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, maka Kabupaten Lahat merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan berdasarkan UU No. 22 Tahun 1948, Keppres No. 141 Tahun 1950, PP Pengganti UU No. 3 Tahun 1950 tanggal 14 Agustus 1950. Kabupaten Lahat dipimpin oleh R. Sukarta Marta Atmajaya, kemudian diganti oleh Surya Winata dan Amaludin dan dengan PP No. 1959 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II dalam Tingkat I provinsi Sumatera Selatan,sehingga Kabupaten Lahat resmi sebagai Daerah Tingkat II hingga sekarang, dan diperkuat dengan UU No. 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah dan diubah dengan UU No. 32 Tahun 2004 menjadi Kabupaten Lahat.

Bukit Serelo

Bukit Serelo terletak di Desa Perangai Kabupaten Lahat, Bukit Serelo merupakan landmark Kabupaten Lahat. Bukit Serelo disebut juga dengan julukkan Gunung Jempol karena bentuknya yang mirip dengan jempol tangan manusia.[5] Pemandangan disekitar sangat memesona, aliran Sungai Lematang seakan-akan mengelilingi bukit ini. Bukit Serelo bagian dari gugusan Bukit Barisan yang merupakan barisan bukit terpanjang di Pulau Sumatra.

Pemerintahan

sunting

Kepala daerah

sunting
Bupati Lahat
No. Potret Bupati Mulai menjabat Akhir menjabat Partai Politik / Fraksi Wakil Bupati Periode Ref.
18 Bursah Zarnubi 20 Februari 2025 Petahana Demokrat Widia Ningsih 19
(2024)

Dewan Perwakilan

sunting

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Lahat dalam tiga periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014–2019[6] 2019–2024[7] 2024–2029
PKB 3 Kenaikan 4 Kenaikan 5
Gerindra 4 Kenaikan 6 Penurunan 5
PDI-P 6 Penurunan 4 Kenaikan 5
Golkar 5 Steady 5 Penurunan 4
NasDem 4 Penurunan 2 Kenaikan 4
PKS 1 Steady 1 Penurunan 0
Hanura 3 Penurunan 2 Penurunan 1
PAN 3 Steady 3 Kenaikan 4
PBB 3 Penurunan 1 Steady 1
Demokrat 4 Kenaikan 6 Kenaikan 8
Perindo (baru) 2 Penurunan 1
PPP 3 Kenaikan 4 Penurunan 2
PKPI 1 Penurunan 0
Jumlah Anggota 40 Steady 40 Steady 40
Jumlah Partai 12 Steady 12 Penurunan 11

Wilayah administrasi

sunting

Kabupaten Lahat memiliki 24 kecamatan, 18 kelurahan dan 360 desa (dari total 236 kecamatan, 386 kelurahan dan 2.853 desa di seluruh Sumatera Selatan). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya sebesar 427.320 jiwa dengan luas wilayahnya 5.311,74 km² dan sebaran penduduk 80 jiwa/km².[8][9]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Lahat, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Status Daftar
Desa/Kelurahan
16.04.21 Gumay Talang 15 Desa
16.04.25 Gumay Ulu 10 Desa
16.04.06 Jarai 21 Desa
16.04.19 Kikim Barat 19 Desa
16.04.16 Kikim Selatan 18 Desa
16.04.18 Kikim Tengah 9 Desa
16.04.17 Kikim Timur 32 Desa
16.04.07 Kota Agung 22 Desa
16.04.10 Lahat 17 13 Desa
Kelurahan
16.04.31 Lahat Selatan 10 Desa
16.04.09 Merapi Barat 19 Desa
16.04.26 Merapi Selatan 9 Desa
16.04.23 Merapi Timur 1 13 Desa
Kelurahan
16.04.28 Muarapayang 7 Desa
16.04.30 Mulak Sebingkai 10 Desa
16.04.15 Mulak Ulu 16 Desa
16.04.22 Pagar Gunung 20 Desa
16.04.12 Pajar Bulan 20 Desa
16.04.20 Pseksu 11 Desa
16.04.08 Pulau Pinang 10 Desa
16.04.29 Sukamerindu 10 Desa
16.04.01 Tanjung Sakti Pumu 14 Desa
16.04.24 Tanjung Sakti Pumi 18 Desa
16.04.27 Tanjung Tebat 14 Desa
TOTAL 18 360


Pariwisata

sunting
Patung megalitik di jalan dari desa Pulauping ke desa Tinggihari (foto diambil pada tahun 1933).

Sekolah Gajah Perangai

sunting

Sekolah Gajah ini terletak di Desa Perangai Kabupaten Lahat, lokasinya di kaki Bukit Serelo. Gajah-gajah tersebut dilatih supaya jinak dan dapat membantu pekerjaan manusia seperti mengankut barang-barang dan kayu. Tempat ini merupakan salah satu penangkaran gajah di Indonesia.

Sumber air panas Tanjung Sakti

sunting

Bila anda singgah di Kecamatan Tanjung Sakti, maka jangan lewatkan untuk mengunjungi lokasi ini. Sumber Air Panas Tanjung Sakti dapat ditempuh dari Ibu kota Kecamatan sekitar 10 menit perjalanan menggunakan kendaraan roda 2 atau roda 4. Karena letaknya berada dekat dengan pusat keramaian Kecamatan Tanjung Sakti.

Air terjun Lawang Agung

sunting

Salah satu potensi wisata yang berada di Kecamatan Mulak ulu ini layak untuk dikembangkan untuk menambah pendapatan daerah dengan lokasi yang tidak terlalu jauh dari jalan utama, lokasi Air Terjun Lawang Agung dapat dicapai dengan menggunakan mobil. Kondisi jalan menuju lokasi sekitar 500 m, dengan kondisi jalannya menurun dan berbatu-batu kecil.

Pada saat perjalanan ke lokasi melewati sekolah SD dan kebun kopi. Di sekitar lokasi, terdapat jembatan gantung. Aktivitas yang dapat dilakukan dilokasi ini adalah berenang, mancing dan jala ikan.

Dengan melengkapi fasilitas dan sarana umum seperti lahan parkir dan perbaikan kondisi jalan menuju lokasi, diharapkan dapat meningkatkan sumber pendapatan daerah dan penduduk sekitar.[10]

Referensi

sunting
  1. ^ Kecamatan dan Jumlah Desa, www.lahatkab.go.id, diakses 16 September 2025
  2. ^ a b c "Kabupaten Lahata Dalam Angka 2025" (PDF). lahatkab.bps.go.id. hlm. 51, 107. Diakses tanggal 16 September 2025.
  3. ^ "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2024" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-08-05. Diakses tanggal 23 Februari 2025.
  4. ^ "Suaka Margasatwa Isau Isau". balaiksdasumsel.org. Diakses tanggal 2026-01-10.
  5. ^ "Jelajah Keindahan Alam Di Wisata Bukit Serelo Lahat - NativeIndonesia.com". www.nativeindonesia.com. 2020-09-21. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-06-01. Diakses tanggal 2023-05-16.
  6. ^ Perolehan Kursi DPRD Lahat 2014-2019
  7. ^ Perolehan Kursi DPRD Lahat 2019-2024
  8. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019.
  9. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020.
  10. ^ "Air Terjun Lawang Agung". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-31. Diakses tanggal 5 Februari 2013.

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Widia Ningsih

Bupati Lahat pada 20 Februari 2025 mendampingi Bursah Zarnubi selaku Bupati Lahat setelah memenangkan pemilihan umum Bupati Lahat 2024. Pada Pilbup Lahat 2024

Sumatera Selatan

Paleolitikum di dasar sungai Saling dan sungai Kikim di Desa Bunga Mas, Kabupaten Lahat dan Tujuh puluh delapan kerangka yang berasal dari 3.000–14.000 tahun yang

Cik Ujang

pernah menjabat sebagai Bupati Lahat periode 2018–2023. Cik Ujang pernah menjabat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Lahat 2 periode yakni 2009–2014 dan 2014–2018

Lokomotif BB203

peningkatan jalan rel pada lintas yang akan dilalui KA Babaranjang. Balai Yasa Lahat sudah melakukan ancang-ancang untuk melakukan modifikasi BB203 menjadi CC201

Lahat, Lahat

Lahat adalah kecamatan yang juga merupakan ibu kota Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, Indonesia. Saat ini direncanakan akan dibentuk kecamatan baru yaitu

Sewu Dino

dilakukan. Pada hari ke-999, Sugik berkunjung sebentar untuk menggali liang lahat di depan gubuk, membuat Erna berpikir bahwa keluarga Atmodjo berencana untuk

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Lahat

Lahat (disingkat DPRD Lahat) adalah lembaga legislatif unikameral yang menjadi mitra kerja Pemerintah Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. DPRD Lahat memiliki

Lokomotif CC201

rehabilitasi dan perbaikan dari Lokomotif BB203 yang diprakarsai oleh Balai Yasa Lahat. Yang membedakan lokomotif CC201 dan BB203 hanya susunan gandarnya, bogie