Lanjan
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
KabupatenSemarang
KecamatanSumowono
Kode pos
50662
Kode Kemendagri33.22.09.2004 Suntingan nilai di Wikidata
Luas424,98 Ha
Jumlah penduduk4.280 (23 Desember 2021) jiwa
Kepadatan19 Jiwa/ Km2
Peta
PetaKoordinat: 7°14′8″S 110°18′59″E / 7.23556°S 110.31639°E / -7.23556; 110.31639

Lanjan adalah merupakan sebuah nama salah satu desa yang terletak di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang. Desa Lanjan terdiri dari 7 dusun, yaitu Dusun Lanjan, Dusun Kalibanger, Dusun Jambon, Dusun Susukan, Dusun Larangan, Dusun Tegalroto, dan Dusun Ngelo.

Sebagian besar penduduknya bermata pencaharian petani, pedagang, wiraswasta, dan peternak. Hasil pertanian yang utama adalah sayuran,kopi, tanaman keyu keras selain dari padi dan palawija.

Legenda Desa

sunting

Menurut legenda, Desa Lanjan didirikan oleh sepasang petani bernama Kyai Rusmi dan Nyai Rusmi yang berasal dari Desa Candigaron. Ada juga yang menyebut pasangan tersebut bernama Kyai Arum dan Nyai Arum maupun Kyai Abdul Madjid dan Nyai Abdul Madjid. Sepasang suami istri tersebut mempunyai rumah yang sekaligus juga sebagai bobak citak (pendiri) di daerah Candigaron.[butuh rujukan]

Kyai Rusmi mempunyai tanah di luar desa yang jaraknya cukup jauh dari rumah. Oleh karena itu mereka memutuskan untuk membawa bekal bahan makanan yang masih mentah untuk dibawa ke sawah dan kemudian dimasak di sana. Lama kelamaan mereka berpikir untuk mendirikan sebuah gubuk sebagai sarana tempat tinggal mereka. Selain itu mereka juga membawa serta lembu/sapi yang biasa digunakan untuk membajak sawah dan kemudian dibuatkan kandang di sekitar gubuk tempat tinggal mereka. Keduanya kemudian memiliki keturunan di tempat tersebut yang kemudian diberi nama Lanjan[butuh rujukan]

Nama Dusun Lanjan berasal dari kata Nglajo atau Lajo yang berarti perjalanan pulang pergi dari dan ke tempat kerja. Dalam perkembangannya, penduduk Dusun Lanjan bukan saja berasal dari anak keturunan Kyai dan Nyai Rusmi, tetapi sudah banyak pendatang dari luar daerah. Menurut cerita Bapak Taris selaku narasumber, disebutkan bahwa penduduk Lanjan berasal dari wilayah Mataram atau Yogyakarta. Mereka menyingkir ke wilayah utara karena wilayah Mataram terjadi situasi yang kurang aman dengan merajalelanya gerombolan berandal atau penjahat. Rombongan orang-orang tersebut kemudian sampai di wilayah Lanjan. Menurut cerita tersebut, pekerjaan para pendatang tersebut adalah bakul gereh atau pedagang ikan asin.[butuh rujukan]

Sebagian penduduk Lanjan adalah keturunan langsung dari Kyai Rusmi dan Nyai Rusmi. Sebagian lainnya merupakan orang-orang pendatang dari wilayah Selatan misalnya dari daerah Menoreh dan daerah Yogyakarta. Salah satu keturunan langsung Kyai Rusmi bertempat tinggal di dusun Suruhan desa Jubelan bernama Mbah Mudji Marsaid. Sementara beberapa keturunan lainnya masih menetap di dusun Lanjan.

Cerita mengenai kehebatan Kyai Rusmi dan Nyai Rusmi ini tidak saja terletak pada kepandaiannya menemukan dan membuka hutan dan dijadikan sawah, namun beliau juga memiliki daya linuwih. Seperti orang suci, konon setelah membuka sawah, mereka menancapkan sebuah incis atau sejenis tongkat yang ujungya berupa besi aji. Ketika tongkat tersebut dicabut maka keluarlah sumber air. Sumber air atau blumbang itu sedianya untuk anak cucunya dalam memenuhi kebutuhan mengairi sawah mereka di kemudian hari. Akan tetapi karena perkembangan zaman, penduduk setempat cenderung kurang merawat sumber air ini sehingga sampai saat ini dapat dikatakan sumber air tersebut tidak lagi mengalir. Menurut penutur yaitu Pak Sarbini, rusak dan surutnya sumber air ini dikarenakan ulah penduduk yang melanggar pantangan yang berlaku di blumbang ini. Pantangan tersebut antara lain dilarang mencuci alat dapur terutama sarangan dan dilarang membuang kotoran di blumbang ini.

Dusun Lanjan sendiri memiliki beberapa sumber mata air yang merupakan peninggalan dari Kyai Rusmi selaku pendiri dusun, seperti Blumbang Kali Tlumpak dan Blumbang Kali Beji. Blumbang tersebut masih terawat dengan baik serta memiliki debit air yang melimpah. Sementara itu ada juga dua blumbang lain sudah berkurang jauh debit airnya dan terlihat kotor, bahkan salah satu blumbang itu dijadikan tempat meredam kayu.

Cerita lain mengenai daya linuwih dari Mbah Kyai Rusmi adalah mengenai peralatan pertaniannya, yaitu alu dan lesung. Konon tempat untuk alu dan lesung ini kemudian bernama daerah Tumpak. Di wilayah Lanjan sendiri juga terdapat aturan yang melarang penduduk untuk memukul lesung di malam hari.

Hubungan kemasyarakatan antara penduduk Desa Lanjan dengan penduduk dusun Candi di Desa Candigaron juga memiliki kisah yang unik. Penduduk Desa Lanjan dan penduduk Dusun Candi serta penduduk Desa Candigaron dilarang menjalin hubungan pernikahan. Menurut hikayat, hal ini terjadi karena asal dari pendiri atau bobak citak wilayah Lanjan yaitu Kyai dan Nyai Rusmi berasal dari dusun Candigaron sehingga menurut keyakinan masyarakat penduduk dusun Candigaron dianggap ”lebih tua” dari penduduk dusun Lanjan.[butuh rujukan]

Kyai dan Nyai Rusmi hingga akhir hayatnya tetap tinggal di Dusun Lanjan dan dimakamkan di Bukit Manjeran yang berada di wilayah Lanjan.[butuh rujukan]


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Sumowono, Sumowono, Semarang

Desa Sumowono merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah. Luas wilayah Desa Sumowono sebesar ± 323

Sumowono, Semarang

Keseneng Lanjan Losari Mendongan Ngandikerso Piyanggang Pledokan Sumowono Trayu Kecamatan Sumowono merupakan kecamatan paling barat Kabupaten Semarang berbatasan

Duren, Sumowono, Semarang

Duren adalah sebuah desa di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Secara administratif terdapat 4 dusun di Desa Duren, yaitu

Ngadikerso, Sumowono, Semarang

Ngadikerso adalah sebuah desa di kecamatan Sumowono, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Desa Ngadikerso terdiri dari empat dusun, yaitu Dusun Ngadikerso

Bumen, Sumowono, Semarang

Bumen adalah sebuah desa di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Desa ini hanya memiliki 1 dusun, yaitu dusun Bumen. l b s

Kemawi, Sumowono, Semarang

Kemawi adalah sebuah desa di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Secara administratif, desa ini terdiri atas satu

Jubelan, Sumowono, Semarang

Jubelan adalah sebuah desa di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Desa ini dibagi menjadi 4 dusun, yaitu: Jubelan Logung Suruhan

Trayu, Sumowono, Semarang

Sebelah Barat : Desa Pledokan, Desa Kemitir Sebelah Timur : Desa Sumowono, Desa Lanjan (Indonesia) Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 050-145 Tahun 2022