Laozi (老子)
Li'er (李耳)
Laozi, digambarkan sebagai pemimpin Tao.
LahirLi Er (李耳)
skt. 570 SM
Dinasti Zhou
Meninggalskt. 470 SM
Dinasti Zhou
Erakuno filsafat
KawasanAsia Timur
AliranTaoisme
Gagasan penting
Wu wei
Lao Zi dan pengikutnya dalam lukisan Gunseondo-byeong (群仙圖屛), karya Kim Hong-do.

Lao Tzu (Tionghoa: 老子, pinyin: Lǎo Zǐ; Han Kuno: *C.rˤuʔ *[ts]əʔ (Baxter-Sagart); *ruːʔ *ʔslɯʔ (Zhengzhang)) adalah seorang ahli filsafat semi legendaris Tiongkok yang merupakan penulis dari Tao Te Ching dan juga merupakan dari pendiri Taoisme (Tionghua: 道教 atau 道家) kini. Riwayat hidupnya tidak banyak terdapat dalam catatan historis, tetapi keberadaannya terbukti dalam catatan historis Tiongkok, Shiji.

Menurut kitab Shiji,[1] Lǎo Zǐ memiliki nama asli Lier (李耳; pinyin: LĭĚr), nama sopannya Boyang (伯阳) dan nama almarhum kehormatannya Dan (聃). Terdapat segolongan sarjana mengatakan Boyang dan Dan adalah nama sopannya.[2] Lǎo Zǐ (570-470 SM),[3] dilahirkan di Provinsi Ku(苦县), Chuguo (楚国), sekarang dikenali Provinsi Henan. Ia merupakan ketua pustakawan Chuguo pada zaman dinasti Zhou, di mana pada masa jabatannya, ia banyak mendapat manfaat dengan membaca kitab-kitab serta catatan-catatan historis, sehingga ia mencapai keluasan wawasan.

Kemasyhuran Lǎo Zǐ luas tersebar sehingga kepada Kong Hu Cu. Menurut catatan Zhuangzi, Kong Hu Cu pernah berjumpa dengan Laozi untuk meminta pengajaran akan kesopanan.[1] Terdapat lukisan-lukisan berdasarkan kisah ini. Berdasarkan catatan ini, diperkirakan bahwa Kong Hu Cu berumur lebih muda kurang lebih 20 tahun daripada Lǎo Zǐ.[4] Menurut rujukan Zhuangzi,[4] Kong Hu Cu pertama kali berjumpa dengan Lǎo Zǐ pada usia 17 dan kemudian pada usia 34, dan perjumpaan ketiga kalinya di Xiangyi (相邑) serta semasa berusia 51 dan 66.

Pada waktu keruntuhan Dinasti Zhou, Lǎo Zǐ meletakkan jabatan dan meninggalkan negerinya dengan koaknya. Ketika ia tiba di Kastam Hangu (函谷关), Guan Yixi (关尹喜) memintanya meninggalkan filsafat dalam bentuk tulisan. Atas permintaan ini, ia menciptakan dua karya yang berjudul Dao dan De sebelum meninggalkan Chuguo. Kedua kitab tersebut digabungkan dan diperkenalkan sebagai Daode Jing yang berisikan 5000 huruf Tionghua dalam 81 bab.

Kata kebajikan yang dikenang Lao Zi:

Kebaikan dalam kata-kata menciptakan keyakinan, kebaikan dalam berpikir menciptakan kebesaran hati, kebaikan dalam tindakan menciptakan cinta.

Keramah-tamahan dalam perkataan menciptakan keyakinan, keramahtamahan dalam pemikiran menciptakan kedamaian, keramahtamahan dalam memberi menciptakan kasih.

Orang hebat mampu mengendalikan orang lain, tetapi lebih hebat lagi kalau dia mampu mengendalikan dirinya sendiri.

Argumen dan Legenda

sunting

Terdapat banyak legenda mengenai Lǎo Zǐ yang masih diperdebatkan, seperti:

  • Lǎo Zǐ berada dalam perut ibundanya selama 62 tahun dan dilahirkan dalam keadaan tua. Oleh karena itu digelarkan sebagai Lǎo Zǐ yang berarti Budak Tua.
  • Lǎo Zǐ berusia 200 tahun
  • Perjumpaan Kong Hu Cu dengan Lǎo Zǐ
  • Lao zi bukan bemarga lao melaikan li

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ a b "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2007-10-09. Diakses tanggal 2006-05-10.
  2. ^ http://www.chinataiwan.org/web/webportal/W5267121/Uniulq/A241589.html[pranala nonaktif permanen]
  3. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-03-06. Diakses tanggal 2006-05-10.
  4. ^ a b "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2007-09-28. Diakses tanggal 2006-05-10.

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Filsafat Tionghoa

ini antara lain Kong Zi dan Meng Zi dengan Filsafat Konfusianisme, lalu Mo Zi dengan ajarannya sendiri, kemudian Lao Zi dan Chuang Zi sebagai pendukung Taoisme

Konghucu

bahwa Konghucu adalah salah satu Nabi dan rasul dalam Islam, begitu pula Lao Zi dan beberapa filsafat terkemuka Tiongkok lainnya. Konghucu diabadikan sebagai

Taoisme

Philosophy and Religion. Los Angeles: Renaissance Books. Hal. 223-224. "Lao Tzu (Lao Zi) Scroll Paintings and Posters". Edepot.com. Diakses tanggal 15 February

Delapan Dewa (Tiongkok)

adalah: Zhong Li Quan Li Tie Guai Lü Dong Bin Zhang Guo Lao He Xian Gu Lan Cai He Han Xiang Zi Cao Guo Jiu Delapan Dewa adalah salah satu tema favorit

Peradaban Sungai Kuning

karena lahirnya tiga ahli filsafat Tiongkok, yaitu Lao Zi, Kong Fu Zi (Kong Hu Cu), dan Mengzi. Lao Zi menuliskan ajarannya dalam buku berjudul Tao Te Ching

Love Between Fairy and Devil

Xunfeng Xu Yiming sebagai Dongfang Xunfeng muda Zhao Bin sebagai Lao Yuezun Cheng Zi sebagai Die Yi Zhang Bozhi sebagai Pangeran Nan You Li Xizi sebagai

Anarkisme

(diskusi tentang legitimasi negara) digambarkan oleh filsuf Taoisme Zhuang Zi dan Lao Zi. Bersamaan dengan Stoikisme, Taoisme dikatakan memiliki "antisipasi

Ikuanisme

Jiang Taigong, Tao mulai diturunkan pada kalangan cendekiawan sampai dengan Lao Zi (Penulis Tao Te Ching), Kong Hu Cu dan terakhir adalah Mengzi. Dikatakan