Mata Menge
Mata Menge di Flores
Mata Menge
Letak di peta Flores
LokasiFlores, Indonesia
WilayahCekungan So'a
Jenissitus terbuka
Sejarah
PeriodeAwal Pleistosen Tengah
Catatan situs
Tanggalย ekskavasi1991-1992,[1] 1994,[1] 2004-2006,[2] 2014[3]
ArkeologTheodor Verhoeven, Mike Morwood

Mata Menge adalah sebuah situs paleoantropologi Pleistosen Tengah yang terletak di Formasi Ola Bula di Cekungan So'a di Pulau Flores, Indonesia. Artefak litik dan fosil hominini ditemukan di lokasi tersebut. Tingkat peradaban artefak batu Mata Menge digambarkan masih "sederhana".[4]

Penggalian

sunting

Pada tahun 1970, Theodor Verhoeven dan Johannes Maringer adalah yang pertama mengaitkan fosil Stegodon florensis dengan artefak litik, menghubungkan mereka bersama sebagai bukti kolonisasi hominini awal di Flores, suatu pencapaian yang membutuhkan penyeberangan laut terbuka.[1]

Penggalian tahun 1994 menghasilkan 45 elemen litik, yang sebagian besar terdiri dari basal dan cert (batuan silika), dengan beberapa diklasifikasikan sebagai artefak.[1] Peninggalan fosil Stegodon florensis, Hooijeromys nusatenggara, buaya dan moluska air tawar juga ditemukan.[1] Penggalian tahun 1994 menghasilkan penetapan tarikhnya sekitar 730.000 Sebelum Kini.[1]

Penggalian tahun 2004-2006 menghasilkan peninggalan 487 artefak litik.[4]

Fosil hominini

sunting
Perbandingan tengkorak beberapa spesies genus Homo (Homo habilis, Homo erectus, Homo floresiensis, dan Homo naledi)

Pada Oktober 2014, peninggalan fosil dari hominini awal ditemukan di situs tersebut.[5] Sebuah rahang bawah dan enam gigi ditemukan.[5] Fosil-fosil hominini tersebut milik setidaknya tiga individu yang berbeda.[5] Fosil hominini tersebut ditetapkan berasal dari sekitar 700.000 Sebelum Kini,[3] membuat fosil Mata Menge merupakan fosil hominini tertua yang ditemukan di Pulau Flores sampai sejauh ini.[5] Fosil di Mata Menge kemungkinan berasal dari hominini yang diakibatkan oleh efek dwarfisme pulau yang bekerja pada Homo erectus.[5]

Empat puluh tujuh artefak litik ditemukan di lapisan yang mengandung fosil hominini.[3] Fosil Stegodon florensis, Hooijeromys nusatenggaraย [nl], komodo, dan buaya juga ditemukan di lapisan yang terkait dengan peninggalan fosil hominini.[3]

Perbandingan dengan Homo floresiensis

sunting

Fosil hominini di Mata Menge, khususnya rahang bawah, adalah lebih kecil daripada yang dimiliki Homo floresiensis.[5] Ukuran dan bentuk gigi fosil-fosil Mata Menge mirip dengan yang dimiliki H. floresiensis, tetapi fosil Mata Menge lebih primitif.[5] Artefak litik di Mata Menge juga menunjukkan kesamaan budaya dengan yang ditemukan di Liang Bua.[4][5][3] Kemiripan dalam artefak litik dan peninggalan fosil hominini menunjukkan bahwa para hominini di Mata Menge kemungkinan merupakan leluhur bagi H. floresiensis.[5]

Referensi

sunting

Bibliografi

sunting
  • Brumm, Adam; Aziz, Fachroel; etย al. (Jun 1, 2006). "Early stone technology on Flores and its implications for Homo floresiensis". Nature. 441: 624โ€“8. doi:10.1038/nature04618. PMIDย 16738657.
  • Brumm, Adam; W. Moore, Mark; etย al. (September 9, 2009). "Stone technology at the Middle Pleistocene site of Mata Menge, Flores, Indonesia". Journal of Archaeological Science. 37: 451โ€“473. doi:10.1016/j.jas.2009.09.012.
  • Brumm, Adam; van den Bergh, Gerrit D.; etย al. (Jun 9, 2016). "Age and context of the oldest known hominin fossils from Flores". Nature. 534: 249โ€“253. doi:10.1038/nature17663. PMIDย 27279222.
  • Morwood, M.J.; Aziz, F.; etย al. (1997). "Stone artefacts from the 1994 excavation at Mata Menge, West Central Flores, Indonesia". Australian Archaeology. 44.
  • van den Bergh, Gerrit D.; Kaifu, Yousuke; etย al. (Jun 9, 2016). "Homo floresiensis-like fossils from the early Middle Pleistocene of Flores". Nature. 534: 245โ€“248. doi:10.1038/nature17999. PMIDย 27279221.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Kabupaten Ende

beberapa mata air yang relatif bertahan debit airnya, selain dari sumber mata air tadahan lainnya. Beberapa lokasi mata air ini antara lain: Mata Air Wolowona

Emoji wajah tertawa sampai menangis

digunakan di platform Instagram. Pada 7 Desember 2015, tim Data Twitter menge-tweet bahwa emoji yang sama paling banyak digunakan di platform Twitter

Bahasa Morori

banyak juga yang bisa berbahasa Marind. Dialek yang punah pada tahun 1997, Menge, dikenang dari penggunaan seremonial. Bahasa Morori dituturkan di Kampung

Evolusi manusia

hominin yang dianggap sebagai nenek moyang H. floresiensis ditemukan di Mata Menge, sekitar 74ย km (46 mil) dari Liang Bua. Fosil-fosil tersebut berasal dari

Kalajengking palsu

Atemnidae Kishida, 1929 Famili Cheliferidae Risso, 1827 Famili Chernetidae Menge, 1855 Famili Withiidae Chamberlin, 1931 ย Pocock, Reginald (1911). "Book-Scorpion"ย 

Daftar kecamatan dan kelurahan di Nusa Tenggara Timur

Aejeti Kazo Kapo Ndoriwoi Paderape Puutara Redorory Rendoraterua Renga Menge Rorurangga 53.08.07 Wewaria 22 Desa Aelipo Aemuri Ae Ndoko Detubela Ekoae

Bintang laut

Peters, L. E.; Mouchka M. E.; Milston-Clements, R. H.; Momoda, T. S.; Menge, B. A. (2008). "Effects of environmental stress on intertidal mussels and

Lintah

Publishing. hlm.ย 185. ISBNย 978-0-643-09927-2. Ahl-Khleif, A.; Roth, M.; Menge, C.; Heuser, J.; Baljer, G.; Herbst, W. (2011). "Tenacity of mammalian viruses