Moluska
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Subkerajaan: Eumetazoa
Klad: ParaHoxozoa
Klad: Bilateria
Klad: Nephrozoa
(tanpa takson): Protostomia
(tanpa takson): Spiralia
Superfilum: Lophotrochozoa
Filum: Mollusca
Linnaeus, 1758
Kelas

Caudofoveata
Aplacophora
Polyplacophora
Monoplacophora
Bivalvia (kerang-kerangan)
Scaphopoda
Gastropoda (siput-siputan)
Cephalopoda (gurita, cumi-cumi, dan sotong)
Rostroconchia
Helcionelloida
† ?Bellerophontida

Diversitas
85.000 spesies hidup yang diketahui.[1]

Moluska (Mollusca, dari bahasa Latin: molluscus = lunak) merupakan hewan triploblastik selomata yang bertubuh lunak. Ke dalamnya termasuk semua hewan lunak dengan maupun tanpa cangkang, seperti berbagai jenis siput, kiton, kerang-kerangan, serta cumi-cumi dan kerabatnya.

Moluska merupakan filum terbesar kedua dalam kerajaan binatang setelah filum Arthropoda. Saat ini diperkirakan ada 75 ribu jenis, ditambah 35 ribu jenis dalam bentuk fosil. Moluska hidup di laut, air tawar, payau, dan darat. Dari palung benua di laut sampai pegunungan yang tinggi, bahkan mudah saja ditemukan di sekitar rumah kita.

Moluska dipelajari dalam cabang zoologi yang disebut malakologi (malacology).[2]

Ciri tubuh

sunting

Tubuh tidak bersegmen. Simetri bilateral. Tubuhnya terdiri dari "kaki" muskular, dengan kepala yang berkembang beragam menurut kelasnya. Kaki dipakai dalam beradaptasi untuk bertahan di substrat, menggali dan membor substrat, berenang atau melakukan pergerakan.

Ukuran dan bentuk tubuh

sunting

Ukuran dan bentuk tubuh moluska sangat bervariasi. Misalnya, siput yang panjangnya hanya beberapa milimeter dengan bentuk bulat telur. Namun, ada juga cumi-cumi raksasa dengan bentuk torpedo bersayap yang panjangnya lebih dari 18m.

Struktur dan fungsi tubuh

sunting

Tubuh hewan ini terdiri dari tiga bagian utama, yaitu kaki, badan, dan mantel.

Sistem saraf moluska terdiri dari cincin saraf yang memiliki esofagus dengan serabut saraf yang menyebar. Sistem pencernaannya lengkap, terdiri dari mulut, esofagus, lambung, usus, dan anus.

Anatomi moluska relatif mirip dengan vertebrata. Hal ini menyebabkan banyak ahli memperkirakan bahwa vertebrata dan moluska masih memiliki kedekatan hubungan evolusi. Hal ini diperkuat pula dengan kenyataan bahwa moluska, terutama Cephalopoda, memiliki otak yang berkembang baik dan beberapa di antaranya terbukti memiliki kemampuan mengingat yang kuat.Inilah ciri-ciri moluska.

Referensi

sunting
  1. ^ Chapman, A.D. (2009). Numbers of Living Species in Australia and the World, 2nd edition. Australian Biological Resources Study, Canberra. Retrieved 12 January 2010. ISBN 978-0-642-56860-1 (printed); ISBN 978-0-642-56861-8 (online).
  2. ^ Little, L., Fowler, H.W., Coulson, J., and Onions, C.T., ed. (1964). "Malacology". Shorter Oxford English Dictionary. Oxford University press. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link)

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Kupang (moluska)

fasciata) adalah hewan laut semacam kerang kecil. Disebut juga kerang putih, moluska ini hidup di lumpur estuaria di wilayah intertidal bagian atas. Dilaporkan

Kedaung (moluska)

/ˈmʌsəl/) adalah nama umum yang digunakan untuk anggota beberapa famili moluska kerang, dari habitat air asin dan air tawar. Kelompok-kelompok ini memiliki

Tambelo

internasional sebagai wood-boring shipworm (cacing pengerek kayu), adalah moluska yang hidup di batang bakau yang membusuk. Walaupun dianggap cacing dan

Ngimin

atau secara lokal dikenal dengan nama ngimin atau tiram duri adalah genus moluska bivalvia yang juga merupakan satu-satunya genus dalam famili Spondylidae

Keong lola

Rochia nilotica, nama umum keong lola, adalah spesies siput laut, moluska gastropoda laut dalam keluarga Tegulidae . Spesies laut ini tersebar luas di

Kerang mata tujuh

Inggris: abalonecode: en is deprecated ) ialah suatu spesies kerang-kerangan (moluska) dari famili Haliotidae dan genus Haliotis. Ia dikenal pula sebagai ormer

Mutiara

keras yang diproduksi di dalam jaringan lunak (khususnya mantel) dari moluska hidup. Sama seperti cangkang-nya, mutiara terdiri dari kalsium karbonat

Korion

dikembangkan oleh sel-sel folikel saat sel telur berada di ovarium. Beberapa moluska juga memiliki korion sebagai bagian dari telurnya. Misalnya, telur gurita