Pembuktian matematika adalah sebuah demonstrasi argumen untuk menunjukkan asumsi-asumsi dalam suatu pernyataan matematika menghasilkan konklusi dengan logika yang runut, dengan bantuan argumen penalaran deduktif. Argumen tersebut boleh menggunakan pernyataan lain, seperti teorema, tetapi, suatu pembuktian matematika bisa disusun hanya dengan beberapa asumsi mendasar atau asli yang disebut sebagai aksioma,[1][2] bersama dengan aturan inferensi yang diterima. Pembuktian matematika adalah contoh dari penalaran deduktif menyeluruh untuk memberikan kepastian logis, hal ini perlu dibedakan dengan argumen empiris atau penalaran induktif yang tidak menyeluruh untuk memberikan "ekspektasi yang masuk akal". Dalam pembuktian matematika, suatu pernyataan berlaku dan benar dalam banyak kasus tidak dapat menjadi bukti yang cukup. Suatu pernyataan berlaku apabila pernyataan tersebut berlaku dan benar untuk semua kasus. Suatu proposisi yang belum dapat dibuktikan, tetapi melalui serangkaian penalaran dipercaya sebagai suatu kebenaran disebut dengan konjektur, atau disebut juga dengan hipotesis apabila digunakan secara terus menerus untuk kajian matematis lebih dalam.

Pembukitan menggunakan logika yang diekspresikan dalam simbol matematika, bersama dengan bahasa alami yang biasanya menerima beberapa ambiguitas. Dalam kebanyakan literatur matematika, bukti ditulis dalam bentuk logika informal yang ketat. Pembuktian formal murni, yang ditulis sepenuhnya dalam bahasa simbolis tanpa melibatkan bahasa alami, dipertimbangkan dalam teori pembuktian. Perbedaan antara bukti formal dan informal telah menyebabkan perkembangan penelitian tentang praktik matematika kini dan di masa lalu, kuasi-empirisme dalam matematika, dan apa yang disebut matematika populer, tradisi lisan dalam komunitas matematika arus utama atau dalam budaya lain. Filsafat matematika berkaitan dengan peran bahasa dan logika dalam pembuktian, dan matematika sebagai bahasa.

Jenis pembuktikan

sunting

Terdapat sejumlah cara untuk membuktikan sebuah pernyataan pada:

  • Induksi: Orang membuktikan teorema itu benar di suatu kejadian tertentu dan kemudian membuktikan kejadian selanjutnya juga benar.
  • Pembuktian kontradiksi: Seseorang menunjukkan bahwa jika beberapa pernyataan salah, sebuah kontradiksi logika terjadi, karena itu pernyataan harus benar.
  • Pembuktian langsung: Seseorang membuktikan suatu implikasi (A โ†’ B) dengan asumsi pada hipotesis A itu benar dan kemudian membuktikan kesimpulan B itu benar.
  • Transposisi: Seseorang membuktikan sebuah implikasi (A โ†’ B) dengan asumsi pada kesimpulan B salah atau kemudian menentukan hipotesis itu juga salah.

Akhir bukti

sunting

Terkadang, singkatan "Q.E.D." ditulis untuk menandakan akhir bukti. QED adalah singkatan dari "Quod Erat Demonstrandum", kata Latin untuk "itulah yang ditunjukkan". Cara lain adalah dengan menggunakan persegi atau segitiga, seperti โ–ก atau โˆŽ, yang dikenal sebagai "batu nisan" atau "halmos" yang diambil dari eponim Paul Halmos. Sering kali, kalimat "yang telah diperlihatkan" disebutkan secara verbal ketika menuliskan "QED", "โ–ก", atau "โˆŽ" saat presentasi oral. Unicode memberikan karakter "akhir pembuktian", U+220E โˆŽ akhir pembuktian (atau nilai desimalnya: 8718).

Daftar pembuktian

sunting

Sistem koordinasi

sunting

Aturan penghitungan diferensial

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Cupillari, Antonella (2005). The nuts and bolts of proofs (Edisi 3rd ed). Amsterdam Boston: Elsevier Academic Press. ISBNย 978-0-12-088509-1.
  2. ^ Gossett, Eric (2009). Discrete mathematics with proof (Edisi 2nd ed). Hoboken (N.J.): Wiley. ISBNย 978-0-470-45793-1.


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Burkard Polster

bahasa Inggris). Springer. 2003. ISBNย 0-387-95513-5. Q.E.D.: Beauty in Mathematical Proof [Q.E.D: Keindahan dalam Pembuktian Matematika] (dalam bahasa Inggris)

Heliosentrisme Copernicus

C. K. (2007). Cultural foundations of mathematics: the nature of mathematical proof and the transmission of the calculus from India to Europe in the 16th

Pembuktian tanpa kalimat

"Proof without Words". MathWorld. Dikunjungi pada 20 Juni 2008. Dunham 1994, hlm.ย 121 Nelsen 1997, hlm.ย 3 Benson, Donald (1999). The Moment of Proofย :

Terompet Jibril

Ref menduplikasi bawaan (link) Havil, Julian (2007). Nonplussed!: mathematical proof of implausible ideas. Princeton University Press. ISBNย 978-0-691-12056-0

AMS-LaTeX

koleksi kelas dan paket dokumen LaTeX yang dikembangkan oleh American Mathematical Society (AMS). Pengembangan dari mereka telah menambahkan pengaturan

Teorema Pythagoras

of Mathematical Problems (dalam bahasa Inggris). American Mathematical Soc. ISBNย 978-0-8218-7267-3. Benson, Donald C. (2000). The Moment of Proof: Mathematical

Tetrafobia

Heptakaidekafobia (ketakutan akan angka 17) Havil, Julian (2007). Nonplussed: Mathematical Proof of Implausible Ideas (Hardcover). Princeton University Press. hlm

Konjektur abc

doi:10.1007/s40879-015-0066-0. Castelvecchi, Davide (9 April 2020). "Mathematical proof that rocked number theory will be published". Nature. 580 (7802):