Max Born
Portrait ca 1930s
Lahir(1882-12-11)11 Desember 1882
Breslau, kerajaan Jerman
Meninggal5 Januari 1970(1970-01-05) (umur 87)
Göttingen, Jerman Barat
MakamStadtfriedhof, Göttingen
KewarganegaraanJerman, Inggris
AlmamaterUniversitas Göttingen
Dikenal atasSiklus Born–Haber
Persamaan Born–Landé
Suami/istri
Hedwig Ehrenberg
(m. 1913)
Anak3, termasuk Gustav Victor Rudolf Born
PenghargaanNobel Prize in Physics (1954)
Fellow of the Royal Society (1939)
Karier ilmiah
BidangFisika teori
InstitusiUniversitas Frankfurt
Universitas Göttingen
Universitas Edinburgh
Universitas Cambridge
DisertasiUntersuchungen über die Stabilität der elastischen Linie in Ebene und Raum unter verschiedenen Grenzbedingungen ("Investigations on the stability of the elastic line in plane and space under different boundary conditions") (1906)
Pembimbing akademik
Mahasiswa doktoral
Mahasiswa ternama lain
Tanda tangan

Max Born dilahirkan pada tanggal 11 Desember 1882, di Breslau, Jerman (kini Wroclaw, Polandia). Born belajar fisika di Universitas Breslau, Heidelberg, dan Zürich. Pada tahun 1909, ia mulai bekerja sebagai dosen di Georg-August-Universitaet Goettingen dan mengakhiri pekerjaannya ini pada tahun 1912. Born kemudian menjadi dosen di Universitas Chicago. Pada tahun 1915, ia kembali ke Jerman tetapi harus masuk Militer Jerman. Pada 1919, ia menjadi guru besar di Universitas Goethe Frankfurt, dan kemudian profesor di Göttingen pada tahun 1921. Selama masa inilah Born merumukan penafsiran peluang fungsi kepadatan dalam persamaan mekanika kuantum yang dirumuskan oleh Erwin Schrödinger. Gagasannya menggantikan teori kuantum yang asli; kini, persamaan matematika Born dimanfaatkan.

Pada 1933, Born meninggalkan Jerman untuk menghindari meningkatnya anti-Semitisme dan menerima posisi dosen di University of Cambridge. Dari 1936 sampai 1953, ia adalah guru besar Filsafat Alam di Universitas Edinburgh di Skotlandia. Selama masa ini, kerja Born berfokus pada elektrodinamika nonlinear. Pada 1953, Born pensiun dan kembali ke Jerman di Bad Pyrmont, dekat Gottingen. Ia menjadi warga negara Inggris dan anggota Royal Society di London pada 1939.

Pada 1954, Born menerima Penghargaan Nobel Fisika untuk karyanya pada fungsi kepadatan peluang dan studinya pada fungsi gelombang. Selain memenangkan Penghargaan Nobel, Born dianugerahi Stokes Medal dari Universitas Cambridge dan Hughes Medal (1950).

Ia menerbitkan sejumlah karya termasuk, The Restless Universe, Einstein’s Theory of Relativity (1924), dan Natural Philosophy of Cause and Chance.

Born meninggal di Göttingen, Jerman pada 5 Januari 1970.

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Max Verstappen

mijn moeder. Ik zit gewoon altijd tussen de Nederlanders. [Max has a Belgian mother, was born in Hasselt, lives in Bree and travels with a Belgian passport

Werner Heisenberg

dasawarsa-dasawarsa berikutnya, termasuk Niels Henrik David Bohr, Wolfgang Ernst Pauli, Max Born, dan Enrico Fermi. Satu dari perhatian utamanya ialah menyusun masalah

Cahaya

banyak ilmuwan, termasuk Werner Heisenberg, Niels Bohr, Erwin Schrödinger, Max Born, John von Neumann, Paul Dirac, Wolfgang Pauli, David Hilbert, Roy J. Glauber

Wolfgang Pauli

Pauli menghabiskan satu tahun di Universitas Göttingen sebagai asisten Max Born, dan tahun berikutnya di Institut Fisika Teoretis di Copenhagen, yang kemudian

Siklus Born–Haber

Siklus Born–Haber adalah suatu pendekatan yang digunakan untuk menganalisis energi reaksi. Pendekatan ini dinamai dari dua ilmuwan Jerman Max Born dan Fritz

Max Abraham

meninggal pada 16 November 1922 di Munich, Jerman. Setelah kematiannya, Max Born dan Max von Laue menulis tentangnya di sebuah berita kematian: Dia mencintai

Pascual Jordan

teori kuantum, selain aplikasi matematisnya yang lain. Bersama dengan Max Born dan Werner Heisenberg, Jordan merupakan penulis rangkaian makalah yang

Max Fried

Max Dorian Fried (/ˈfriːd/; lahir 18 Januari 1994) adalah seorang pelempar bisbol profesional Amerika yang bermain untuk New York Yankees di Major League