Medium Eva Carriรจre yang difoto pada tahun 1912; tampak cahaya muncul di antara kedua tangannya.

Mediumisme adalah praktik yang diklaim sebagai perantara komunikasi antara roh atau arwah orang mati dengan manusia yang masih hidup. Pelakunya dikenal dengan istilah "medium" atau "medium roh". Terdapat berbagai metode dalam praktik ini, mulai dari pemanggilan arwah melalui meja (sรฉance tables), kondisi trans, hingga penggunaan papan Ouija. Praktik ini erat kaitannya dengan aliran spiritualisme dan spiritisme, serta memiliki kemiripan dengan konsep channeling dalam gerakan Zaman Baru.

Keyakinan terhadap kemampuan psikis ini cukup tersebar luas di masyarakat,[1] meskipun belum ada bukti empiris yang mendukung keberadaannya. Selama lebih dari seratus tahun, para peneliti ilmiah telah berupaya menguji keabsahan klaim-klaim mediumisme, namun secara konsisten gagal membuktikannya. Pada tahun 2005, eksperimen yang dilakukan oleh British Psychological Society kembali menegaskan bahwa subjek uji yang mengeklaim diri sebagai medium tidak menunjukkan adanya kemampuan mediumistik sama sekali.[2]

Referensi

sunting
  1. ^ "Why do a quarter of people across the world believe humans have psychic abilities?" (dalam bahasa Inggris). 2019-02-27. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-05-12. Diakses tanggal 2020-09-23.
  2. ^ O'Keeffe, Ciaran (May 2005). "Testing Alleged Mediumship: Methods and Results". British Journal of Psychology. 96 (2): 165โ€“179. doi:10.1348/000712605X36361. ISSNย 0007-1269. PMIDย 15969829.

Bacaan lebih lanjut

sunting

Pranala luar

sunting