Kuadran Mare Tyrrhenum
Peta kuadran Mare Tyrrhenum berdasarkan data Mars Orbiter Laser Altimeter (MOLA). Ketinggian tertinggi ditampilkan dengan warna merah, sedangkan ketinggian terendah ditampilkan dengan warna biru.
Koordinat15ยฐ00โ€ฒS 247ยฐ30โ€ฒW๏ปฟ / ๏ปฟ15ยฐS 247.5ยฐW๏ปฟ / -15; -247.5
Gambar dari Kuadran Mare Tyrrhenum (MC-22). Sebagian besar wilayah ini berisi dataran tinggi yang sangat berupa kawah. Bagian tengah berisi Tyrrhena Patera dan dataran bergunung terkait Hesperia Planum.

Kuadran Mare Tyrrhenum adalah salah satu dari 30 peta kuadran Mars yang digunakan oleh Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melalui Program Riset Astrogeologi. Kuadran ini dikenal pula sebagai MC-22 (Mars Chart-22).[1] Wilayah ini mencakup bagian dari daerah Tyrrhena Terra, Hesperia Planum, dan Terra Cimmeria. Kuadran Mare Tyrrhenum meliputi wilayah antara bujur barat 225ยฐ hingga 270ยฐ dan lintang selatan 0ยฐ hingga 30ยฐ di Mars. Giovanni Schiaparelli menamai wilayah ini berdasarkan Laut Tirenia di Bumi, yang terletak di antara Italia dan Sisilia. Setelah gambar dari wahana antariksa menunjukkan bahwa wilayah tersebut merupakan dataran tua yang dipenuhi kawah, dan bukan laut, nama wilayah ini kemudian diubah menjadi Mare Tyrrhena. Di dalamnya terdapat Tyrrhenus Mons, sebuah gunung berapi besar yang termasuk salah satu gunung berapi tertua dan diduga sebagai gunung paling kompleks di Mars.[2][3] Kawah terbesar di Mare Tyrrhenum adalah Herschel. Fitur penting lainnya di wilayah ini meliputi Licus Vallis dan Ausonia Montes.[4]

Fossa di Mars

sunting

Dalam terminologi geografis Mars, cekungan panjang dan sempit disebut fossa (jamak: fossae). Struktur ini terbentuk ketika kerak planet mengalami peregangan hingga retak. Peregangan tersebut dapat disebabkan oleh beban besar dari gunung berapi di sekitarnya. Fossae dan kawah lubang (pit crater) umum dijumpai di dekat sistem gunung berapi Tharsis dan Elysium.[5]

Suatu cekungan sering kali memiliki dua patahan dengan bagian tengah yang turun ke bawah, sehingga menghasilkan tebing curam di kedua sisi; struktur semacam ini disebut graben.[6] Di Bumi, Danau George di negara bagian New York bagian utara merupakan contoh danau yang terletak di dalam graben.[7][8]

Penelitian menunjukkan bahwa di Mars, patahan dapat mencapai kedalaman hingga sekitar 5 km. Selain itu, retakan atau patahan tersebut kadang melebar, membentuk rongga berukuran besar. Ketika material runtuh ke dalam rongga ini, terbentuklah kawah lubang atau rangkaian kawah lubang. Tidak seperti kawah tumbukan, kawah lubang tidak memiliki tepi terangkat atau material lontaran (ejecta). Di Mars, kawah lubang individual dapat saling terhubung membentuk rantai, bahkan berkembang menjadi cekungan memanjang yang terkadang memiliki tepi berlekuk. Beberapa hipotesis lain mengenai pembentukan fossae dan kawah lubang juga diajukan. Terdapat bukti bahwa fitur-fitur ini berasosiasi dengan intrusi magma berbentuk dike. Magma dapat bergerak di bawah permukaan, memecahkan batuan dan melelehkan es. Proses tersebut dapat menyebabkan terbentuknya retakan di permukaan. Kawah lubang jarang ditemukan di Bumi. Namun, lubang runtuhan (sinkhole), yang terjadi ketika tanah amblas ke dalam rongga, memiliki kemiripan morfologis, meskipun di Bumi proses ini biasanya disebabkan oleh pelarutan batu kapur.[9][10]

Tyrrhenus Mons memiliki sejumlah fossae dan kawah lubang yang menonjol, yang dapat diamati dengan jelas pada citra resolusi tinggi yang diambil oleh instrumen HiRISE. Pengetahuan mengenai lokasi dan mekanisme pembentukan fossae dan kawah lubang dianggap penting untuk rencana kolonisasi Mars di masa depan, karena struktur ini berpotensi menjadi tempat penyimpanan air.[11]

Kawah

sunting
  • Auki
  • Briault
  • Herschel
  • Kinkora
  • Mรผller
  • Robert Sharp
  • Resen

Fitur hidrotermal di Auki

sunting
Peta topografi yang menunjukkan lokasi kawah Auki dan fitur-fitur terdekat lainnya. Warna menunjukkan ketinggian.

Kawah Auki memperlihatkan jaringan punggungan yang dianggap sebagai bukti proses hidrotermal yang terjadi setelah peristiwa tumbukan. Tumbukan meteorit memecahkan batuan dan menghasilkan panas dalam jumlah besar. Di Mars, panas ini dapat mencairkan es, sehingga air yang terbentuk mengalir melalui retakan yang dihasilkan oleh tumbukan. Air tersebut kemudian mengendapkan mineral, yang menjadi lebih terlihat ketika material di sekitarnya mengalami erosi. Endapan mineral ini umumnya lebih tahan terhadap erosi. Para peneliti memperkirakan bahwa efek hidrotermal semacam ini umum terjadi di Mars.[12] Keberadaan punggungan di dalam dan di sekitar pusat Kawah Auki mendukung interpretasi tersebut. Analisis menggunakan instrumen pada Mars Reconnaissance Orbiter mengidentifikasi mineral seperti smektit, silika, zeolit, serpentin, karbonat, dan klorit, yang juga umum dijumpai pada sistem hidrotermal akibat tumbukan di Bumi.[13][14][15][16][17] Bukti tambahan mengenai sistem hidrotermal pascatumbukan di Mars juga ditemukan di kawah-kawah lain oleh berbagai peneliti.[18][19][20]

Saluran

sunting

Terdapat banyak temuan geomorfologis di Mars yang diinterpretasikan sebagai indikasi adanya aliran fluida pada masa lalu di lembah dan saluran permukaan. Citra saluran berkelok telah didokumentasikan sejak awal 1970-an melalui pengamatan wahana pengorbit Mariner 9.[21][22][23][24] Istilah vallis (jamak: valles), yang berasal dari bahasa Latin dan berarti lembah, digunakan dalam geologi planet untuk menamai fitur permukaan di planet lain, termasuk struktur di Mars yang ditafsirkan sebagai lembah purba. Pengamatan dari misi Viking Orbiter menghasilkan data tambahan mengenai gagasan air di Mars, keberadaan lembah-lembah besar di berbagai wilayah Mars. Citra yang diperoleh menunjukkan adanya struktur yang menyerupai hasil erosi berskala besar, seperti lembah dalam, alur pada batuan dasar, dan saluran memanjang yang membentang hingga ribuan kilometer.[25][26][27] Beberapa valles di Mars, antara lain Mangala Vallis, Athabasca Valles, Granicus Vallis, dan Tinjar Valles, memiliki keterkaitan morfologis dengan struktur graben. Sementara itu, sejumlah saluran aliran besar bermula dari daerah rendah yang dipenuhi material tidak teratur, yang dikenal sebagai medan kacau (chaos terrain). Salah satu model pembentukan yang diajukan menyatakan bahwa fluida kemungkinan tersimpan di bawah lapisan beku tebal (cryosphere) dan kemudian dilepaskan ketika lapisan tersebut mengalami rekahan akibat aktivitas patahan.[23][28]

Jaringan punggungan linear

sunting

Jaringan punggungan linear ditemukan di berbagai lokasi di Mars, baik di dalam maupun di sekitar kawah.[29] Punggungan ini umumnya tampak sebagai segmen lurus yang saling berpotongan membentuk pola menyerupai kisi. Panjangnya dapat mencapai ratusan meter, dengan tinggi puluhan meter dan lebar beberapa meter. Diperkirakan bahwa tumbukan menciptakan retakan di permukaan, yang kemudian menjadi jalur aliran fluida. Fluida tersebut mengendapkan dan merekatkan material, sehingga membentuk struktur yang lebih keras. Seiring waktu, material di sekitarnya tererosi dan menyisakan punggungan yang menonjol. Karena punggungan ini sering ditemukan di lokasi yang mengandung lempung, formasi tersebut dapat menjadi penanda keberadaan mineral lempung, yang pembentukannya memerlukan air. Kehadiran air di lingkungan ini berpotensi mendukung kehidupan di masa lalu. Selain itu, lempung dapat berperan dalam melestarikan fosil atau jejak kehidupan purba.[30][31][32]

Bukit pasir

sunting

Gumuk pasir ditemukan di banyak wilayah di Mars. Keberadaan gumuk pasir menunjukkan bahwa planet ini memiliki atmosfer dan angin, karena pembentukan gumuk pasir memerlukan proses aeolian. Sebagian besar gumuk pasir di Mars berwarna gelap akibat pelapukan batuan vulkanik basal.[3][33] Pasir hitam serupa juga ditemukan di Bumi, misalnya di Hawaii dan beberapa pulau tropis di Samudra Pasifik.[34] Pasir umum ditemukan di Mars karena usia permukaan yang sudah tua telah mengalami proses pelapukan dalam jangka waktu yang panjang. Pengamatan menunjukkan bahwa gumuk pasir di Mars dapat berpindah sejauh beberapa meter.[35][36] Pergerakan ini terjadi ketika pasir naik di sisi yang menghadap angin (windward side) dan kemudian meluncur turun di sisi bawah angin (leeward side atau slip face), menyebabkan gumuk pasir bergeser searah angin.[37] Pada pembesaran citra, beberapa gumuk pasir di Mars memperlihatkan riak-riak kecil di permukaannya, yang terbentuk akibat butiran pasir yang berguling dan memantul di sisi yang menghadap angin.[38]

Referensi

sunting
  1. ^ Davies, M.E.; Batson, R.M.; Wu, S.S.C. โ€œGeodesy and Cartographyโ€ in Kieffer, H.H.; Jakosky, B.M.; Snyder, C.W.; Matthews, M.S., Eds. Mars. University of Arizona Press: Tucson, 1992.
  2. ^ Hartmann, W. 2003. A Traveler's Guide to Mars. Workman Publishing. NY NY.
  3. ^ a b Carr, M. H. (2006). The surface of Mars. Cambridge planetary science series. Cambridgeย ; New York: Cambridge University Press. ISBNย 978-0-521-87201-0.
  4. ^ "MARS โ€“ Mare Tyrrhenum". planetarynames.wr.usgs.gov. Diakses tanggal 2025-12-30.
  5. ^ Skinner, J., L. Skinner, and J. Kargel. 2007. Re-assessment of Hydrovolcanism-based Resurfacing within the Galaxias Fossae Region of Mars. Lunar and Planetary Science XXXVIII (2007)
  6. ^ "HiRISE | Craters and Pit Crater Chains in Chryse Planitia (PSP_008641_2105)". hirise.lpl.arizona.edu. Diakses tanggal 2025-12-30.
  7. ^ "Lake George Formation | Lake George Association". lakegeorgeassociation.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-12-30.
  8. ^ Lรฆrdal, Tine; Talbot, Michael R (2002-11-15). "Basin neotectonics of Lakes Edward and George, East African Rift". Palaeogeography, Palaeoclimatology, Palaeoecology. 187 (3): 213โ€“232. doi:10.1016/S0031-0182(02)00478-9. ISSNย 0031-0182.
  9. ^ Wyrick, Danielle; Ferrill, David A.; Morris, Alan P.; Colton, Shannon L.; Sims, Darrell W. (2004-06). "Distribution, morphology, and origins of Martian pit crater chains". Journal of Geophysical Research: Planets. 109 (E6). doi:10.1029/2004je002240. ISSNย 0148-0227.
  10. ^ "Mars Global Surveyor MOC2-620 Release". www.msss.com. Diakses tanggal 2025-12-30.
  11. ^ Ferrill, David A.; Wyrick, Danielle Y.; Morris, Alan P.; Sims, Darrell W.; Franklin, Nathan M. (2004). <4:dfsapc>2.0.co;2 "Dilational fault slip and pit chain formation on Mars". GSA Today. 14 (10): 4. doi:10.1130/1052-5173(2004)014<4:dfsapc>2.0.co;2. ISSNย 1052-5173.
  12. ^ Osinski, Gordon R.; Tornabene, Livio L.; Banerjee, Neil R.; Cockell, Charles S.; Flemming, Roberta; Izawa, Matthew R.M.; McCutcheon, Jenine; Parnell, John; Preston, Louisa J. (2013-06). "Impact-generated hydrothermal systems on Earth and Mars". Icarus. 224 (2): 347โ€“363. doi:10.1016/j.icarus.2012.08.030. ISSNย 0019-1035.
  13. ^ Carrozzo, F.G.; Di Achille, G.; Salese, F.; Altieri, F.; Bellucci, G. (2017-01). "Geology and mineralogy of the Auki Crater, Tyrrhena Terra, Mars: A possible post impact-induced hydrothermal system". Icarus. 281: 228โ€“239. doi:10.1016/j.icarus.2016.09.001. ISSNย 0019-1035.
  14. ^ Loizeau, D.; Carter, J.; Bouley, S.; Mangold, N.; Poulet, F.; Bibring, J.-P.; Costard, F.; Langevin, Y.; Gondet, B. (2012-05). "Characterization of hydrated silicate-bearing outcrops in Tyrrhena Terra, Mars: Implications to the alteration history of Mars". Icarus. 219 (1): 476โ€“497. doi:10.1016/j.icarus.2012.03.017. ISSNย 0019-1035.
  15. ^ NAUMOV, MIKHAIL V. (2005-07-14). "Principal features of impactโ€generated hydrothermal circulation systems: mineralogical and geochemical evidence". Geofluids. 5 (3): 165โ€“184. doi:10.1111/j.1468-8123.2005.00092.x. ISSNย 1468-8115.
  16. ^ Ehlmann, Bethany L.; Mustard, John F.; Clark, Roger N.; Swayze, Gregg A.; Murchie, Scott L. (2011-08). "Evidence for Low-Grade Metamorphism, Hydrothermal Alteration, and Diagenesis on Mars from Phyllosilicate Mineral Assemblages". Clays and Clay Minerals. 59 (4): 359โ€“377. doi:10.1346/ccmn.2011.0590402. ISSNย 0009-8604.
  17. ^ Schwenzer, Susanne P.; Kring, David A. (2013-09). "Alteration minerals in impact-generated hydrothermal systems โ€“ Exploring host rock variability". Icarus. 226 (1): 487โ€“496. doi:10.1016/j.icarus.2013.06.003. ISSNย 0019-1035.
  18. ^ Marzo, Giuseppe A.; Davila, Alfonso F.; Tornabene, Livio L.; Dohm, James M.; Fairรฉn, Alberto G.; Gross, Christoph; Kneissl, Thomas; Bishop, Janice L.; Roush, Ted L. (2010-08). "Evidence for Hesperian impact-induced hydrothermalism on Mars". Icarus. 208 (2): 667โ€“683. doi:10.1016/j.icarus.2010.03.013. ISSNย 0019-1035.
  19. ^ Mangold, N., Carter, J., Poulet, F., Dehouck, E., Ansan, V., dan Loizeau, D. (2012). Hydrothermal Alteration in a Late Hesperian Impact Crater on Mars. Makalah pada Konferensi Ilmu Bulan dan Planet ke-43 (Lunar and Planetary Science Conference).
  20. ^ Tornabene, L. L., Osinski, G. R., dan McEwen, A. S. (2012). Parautochthonous Megabreccias and Possible Evidence of Impact-Induced Hydrothermal Alteration in Holden Crater, Mars. Makalah pada Konferensi Ilmu Bulan dan Planet ke-43 (Lunar and Planetary Science Conference).
  21. ^ Baker, V. R. (1982-01-01). "The channels of Mars" (dalam bahasa Inggris).
  22. ^ Baker, V. R.; Strom, R. G.; Gulick, V. C.; Kargel, J. S.; Komatsu, G.; Kale, V. S. (1991-08). "Ancient oceans, ice sheets and the hydrological cycle on Mars". Nature. 352 (6336): 589โ€“594. doi:10.1038/352589a0. ISSNย 0028-0836.
  23. ^ a b Carr, Michael H. (1979-06-10). "Formation of Martian flood features by release of water from confined aquifers". Journal of Geophysical Research: Solid Earth. 84 (B6): 2995โ€“3007. doi:10.1029/jb084ib06p02995. ISSNย 0148-0227.
  24. ^ Komar, Paul D. (1979-01). "Comparisons of the hydraulics of water flows in Martian outflow channels with flows of similar scale on earth". Icarus. 37 (1): 156โ€“181. doi:10.1016/0019-1035(79)90123-4. ISSNย 0019-1035.
  25. ^ Hugh H. Kieffer (1992). Mars. University of Arizona Press. ISBNย 978-0-8165-1257-7. Diakses tanggal 7 March 2011.
  26. ^ Goddis, Lisa (2000-10-31). "Mars: Uncovering the Secrets of the Red Planet". Eos, Transactions American Geophysical Union. 81 (44): 518โ€“518. doi:10.1029/00eo00372. ISSNย 0096-3941.
  27. ^ The atlas of the solar system. Internet Archive. Londonย : Artists House in association with the Royal Astronomical Society. 1990. ISBNย 978-0-86134-125-2. Pemeliharaan CS1: Lain-lain (link) Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)
  28. ^ Hanna, Jeffrey C.; Phillips, Roger J. (2006-03). "Tectonic pressurization of aquifers in the formation of Mangala and Athabasca Valles, Mars". Journal of Geophysical Research: Planets. 111 (E3). doi:10.1029/2005je002546. ISSNย 0148-0227.
  29. ^ Head, James W.; Mustard, John F. (2006-10). "Breccia dikes and craterโ€related faults in impact craters on Mars: Erosion and exposure on the floor of a crater 75 km in diameter at the dichotomy boundary". Meteoritics & Planetary Science. 41 (10): 1675โ€“1690. doi:10.1111/j.1945-5100.2006.tb00444.x. ISSNย 1086-9379.
  30. ^ Mangold, N.; Poulet, F.; Mustard, J. F.; Bibring, J.โ€P.; Gondet, B.; Langevin, Y.; Ansan, V.; Masson, Ph.; Fassett, C. (2007-08). "Mineralogy of the Nili Fossae region with OMEGA/Mars Express data: 2. Aqueous alteration of the crust". Journal of Geophysical Research: Planets (dalam bahasa Inggris). 112 (E8). doi:10.1029/2006JE002835. ISSNย 0148-0227.
  31. ^ Mustard, J. F.; Poulet, F.; Head, J. W.; Mangold, N.; Bibring, J.โ€P.; Pelkey, S. M.; Fassett, C. I.; Langevin, Y.; Neukum, G. (2007-08). "Mineralogy of the Nili Fossae region with OMEGA/Mars Express data: 1. Ancient impact melt in the Isidis Basin and implications for the transition from the Noachian to Hesperian". Journal of Geophysical Research: Planets. 112 (E8). doi:10.1029/2006je002834. ISSNย 0148-0227.
  32. ^ Mustard, J. F.; Ehlmann, B. L.; Murchie, S. L.; Poulet, F.; Mangold, N.; Head, J. W.; Bibring, J.โ€P.; Roach, L. H. (2009-02). "Composition, Morphology, and Stratigraphy of Noachian Crust around the Isidis basin". Journal of Geophysical Research: Planets (dalam bahasa Inggris). 114 (E2). doi:10.1029/2009JE003349. ISSNย 0148-0227.
  33. ^ "HiRISE | Dunes and Inverted Craters in Arabia Terra (ESP_016459_1830)". hirise.lpl.arizona.edu. Diakses tanggal 2025-12-30.
  34. ^ "Sand Dunes - Phenomena of the Wind - DesertUSA". www.desertusa.com. Diakses tanggal 2025-12-30.
  35. ^ "The Flowing Sands of Mars". 9 May 2012.
  36. ^ NASA Jet Propulsion Laboratory (2015-12-15), Curiosity Rover Report (Dec. 15, 2015): First Visit to Martian Dunes, diakses tanggal 2025-12-30
  37. ^ Namowitz, Samuel N. (1965). Earth Science: The World We Live in (dalam bahasa Inggris). Van Nostrand.
  38. ^ "NASA Rover's Sand-Dune Studies Yield Surprise". NASA Jet Propulsion Laboratory (JPL) (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-12-30.