Microsoft Azure
PengembangMicrosoft
Rilis awalOktoberย 27, 2008; 17 tahun laluย (2008-10-27)[1]
Templat:Kotak info perangkat lunak/simple
Sistem operasiLinux, Microsoft Windows, macOS, iOS, Android
JenisKomputasi awan
LisensiPerangkat lunak kongsi untuk Platform, Lisensi MIT untuk Client SDKs
Situs webazure.microsoft.com

Microsoft Azure adalah platform komputasi awan (bahasa Inggris: cloud computing) milik Microsoft, perusahaan asal Amerika Serikat. Microsoft Azure memungkinkan pengguna untuk membangun, mengelola, dan menyebarkan perangkat lunak pada jaringan global yang masif menggunakan Tools Favorite dan Frameworks.[2] Microsoft Azure menyediakan software as a service (SAaS), platform as a service (PAaS), dan infrastructure as a service (IAaS) dan mendukung banyak bahasa pemrograman, alat, dan kerangka kerja yang berbeda, termasuk perangkat lunak dari Microsoft dan perangkat lunak pihak ketiga khusus.

Azure diumumkan pada Oktober 2008 dengan kode nama "Red Dog Project",[3] dan dirilis pada 1 Februari 2008, sebagai "Windows Azure" sebelum berganti nama menjadi "Microsoft Azure" pada 25 Maret 2013. Saat ini, Microsoft mendaftar lebih dari 500 layanan yang tersedia pada Azure.

Komputasi

sunting

Komputasi merupakan bagian dari teknologi Windows Azure yang berguna dalam proses komputasi, baik secara foreground maupun pekerjaan di latar belakang.[4] Berikut ini adalah teknologi yang berjalan pada aplikasi.

Mesin Virtual

sunting

Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk membuat sebuah mesin virtual Windows dan Linux yang dapat dijalankan dalam hitungan detik. Dengan dukungan dari Linux, Windows Server, SQL Server, Oracle, IBM, dan SAP, aplikasi ini dapat memberikan virtualisasi yang fleksibel untuk berbagai solusi komputasi pengembangan dan pengujian, menjalankan aplikasi, dan memperluas pusat data. Ini merupakan salah satu kebebasan perangkat lunak sumber terbuka yang dikonfigurasi sesuai kebutuhan.[5]

Layanan aplikasi

sunting

Layanan ini dapat dengan cepat membuat aplikasi awan untuk peramban dan seluler. Selain itu, fitur ini dapat dengan cepat membangun aplikasi peramban, seluler, dan API yang kuat menggunakan .NET, .NET Core, Java, Ruby, Node.js, PHP, Python, dan Docker. Aplikasi ini terbuat dari ekosistem aplikasi prebuilt, API, dan konektor dari Azure Marketplace. Pengguna dapat memperbarui proyek mereka dengan mudah dengan CI/CD terintegrasi dengan Layanan Tim Visual Studio, Bitbucket, Docker Hub, dan GitHub.[6]

Aplikasi peramban

sunting

Memungkinkan pengguna dapat membuat dan menerapkan aplikasi web penting dengan cepat dalam skala besar. Teknologi ini mendukung platform Windows dan Linux, Built-in autoscale dan load balancing, Ketersediaan tinggi dengan patch otomatis, pengerahan berkelanjutan dengan Git, Team Foundation Server, GitHub, dan DevOps. Selain itu, teknologi ini juga mendukung WordPress, Umbraco, Joomla, dan Drupal.[7]

Fungsi

sunting

Teknologi ini memungkinkan mempercepat pengembangan dengan pengalaman komputasi event-driven tanpa peladen, dan dapat menskalakan permintaan hanya dengan membayar sumber daya yang dikonsumsi.[8]

Cloud Service

sunting

Pengguna dapat membuat aplikasi awan dan API yang sangat tersedia dan dapat ditingkatkan jangkauannya. Layanan awan dari aplikasi ini, dapat mendukung banyak bahasa pemrograman seperti Java, Node.js, PHP, Python, .NET, dan Ruby.[9]

Aplikasi seluler

sunting

Fitur Aplikasi seluler ini, dapat memungkinkan pengguna membuat aplikasinya sendiri di platform iOS, Android, dan Windows. Fitur ini juga memungkinkan untuk membuat aplikasi lintas-platform dan native untuk perangkat iOS, Android, Windows, atau Mac. Selain itu, fitur ini dapat menyimpan data aplikasi di awan atau di perangkat pengguna, memverifikasi pengguna, mengirim pemberitahuan dorong, dan menambahkan logika back-end kustom dengan bahasa pemrograman C# atau Node.js.[10]

AI dan Pemelajaran mesin

sunting

Microsoft Azure memiliki beberapa alat kecerdasan buatan yang dapat membantu pengguna dalam berbagai aktivitas yang sedang dilaksanakan.

Azure Batch AI

sunting

Azure Batch AI memungkinkan pengguna membuat sebuah model AI atau kecerdasan buatan secara paralel dan sesuai skalanya, dan dapat berfungsi mengurangi beban kerja. Layanan ini menggunakan mesin virtual, kontainer, dan menghubungkan penyimpanan bersama dan mengonfigurasi SSK untuk dapat terhubung dengan aplikasi. Batch AI Training menyediakan model pemrograman yang fleksibel dan SDK sehingga dapat dengan mudah mengintegrasikan alur dan alur kerja pengguna secara sendiri. Batch AI bekerja dengan semua keluarga Microsoft Azure VM, termasuk GPU NVIDIA terbaru yang terhubung dengan InfiniBand, hal Ini memungkinkan pengguna untuk mengukur sumber daya komputasi untuk apa pun yang dibutuhkan model dan data pelatihan.[11]

Layanan Azure Bot

sunting

Layanan Azure Bot memungkinkan pengguna membuat, menyambungkan, menerapkan, dan mengelola bot untuk berinteraksi secara alami dengan pengguna di situs web, aplikasi, Cortana, Microsoft Teams, Skype, Slack, Facebook Messenger, dan lainnya.[12]

Computer Vision

sunting

Fitur ini mengembalikan informasi tentang konten visual yang ditemukan di sebuah gambar, menggunakan sebuah pemberian tag, model khusus domain, dan deskripsi dalam empat bahasa untuk mengidentifikasi konten dan beri label dengan sendiri. Pengaturan dewasa pada aplikasi ini, dapat memungkinkan pengguna untuk membantu mendeteksi sebuah potensi konten dewasa, dengan identifikasi jenis gambar dan skema warna dalam gambar. Selain itu, fitur ini dapat mendeteksi teks dalam gambar menggunakan pengenalan karakter optik (OCR) dan mengekstrak kata yang dikenal ke dalam aliran karakter yang dapat dibaca mesin, dengan itu, dapat menghemat beberapa waktu dan upaya dalam mengambil foto teks. Sebagai tambahan, alat ini memungkinkan mendeteksi dan mengekstrak teks tulisan tangan dari catatan, surat, esai, papan tulis, formulir, dan sumber lainnya. Mengurangi ketidakakuratan kertas dengan mengambil foto dari catatan tulisan tangan. OCR tulisan tangan bekerja dengan berbagai permukaan dan latar belakang, seperti kertas putih, catatan kuning, dan papan tulis. Fitur yang unik adalah alat ini dapat mengenali lebih dari 200.000 selebritas dari bisnis, politik, olahraga, dan hiburan, serta 9.000 tempat terkenal buatan manusia dan alam dari seluruh dunia.[13]

Emotion

sunting

Emosi menggunakan API yang memungkinkan mengambil ekspresi wajah dalam gambar sebagai masukan, dan mengembalikan hasil di seluruh serangkaian emosi untuk setiap wajah dalam gambar, serta kotak pembatas untuk wajah. Jika seorang pengguna telah mengaktifkan sebuah API Pengenalan Wajah, mereka dapat mengirimkan persegi panjang wajah sebagai masukan opsional. Emosi yang terdeteksi adalah kemarahan, penghinaan, rasa jijik, ketakutan, kebahagiaan, netral, sedih, dan kejutan. Emosi ini dapat dipahami secara lintas budaya dan universal yang dikomunikasikan dengan ekspresi wajah tertentu.[14]

Kemitraan penelitian

sunting

Microsoft mempunyai kemitraan yang menjual produk-produknya. Pada Agustus 2018, Toyota Tsusho memulai kemitraan dengan Microsoft untuk membuat alat budidaya ikan menggunakan rangkaian aplikasi Microsoft Azure untuk teknologi IoT yang terkait dengan pengelolaan air. Dikembangkan sebagian oleh para peneliti dari Universitas Kindai, mekanisme pompa air menggunakan kecerdasan buatan untuk menghitung jumlah ikan di ban berjalan, menganalisis jumlah ikan, dan menyimpulkan efektivitas aliran air dari data yang diberikan ikan. Program komputer tertentu yang digunakan dalam proses ini termasuk dalam platform Azure Machine Learning dan Azure IoT Hub.[15]

Keamanan

sunting

Pada Juli 2023, Senator AS Ron Wyden menyerukan Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA), pengadilan, dan Federal Trade Commission untuk meminta pertanggungjawaban Microsoft atas apa yang disebutnya sebagai "praktik keamanan siber yang lalai." Hal ini terjadi setelah dugaan serangan siber yang dilakukan oleh peretas Tiongkok, yang mengeksploitasi sebuah kerentanan di perangkat lunak Microsoft untuk menyusupi sistem email pemerintah AS.[16] Demikian pula, Amit Yoran, CEO dari firma keamanan siber Tenable, Inc., mengecam Microsoft atas apa yang disebutnya sebagai tindakan yang "sangat tidak bertanggung jawab", dan menuduh perusahaan tersebut memupuk "budaya kebingungan yang beracun."[17]

Tokoh penting

sunting
  • Dave Cutler, Pengembang utama, Microsoft Azure[18]
  • Mark Russinovich, CTO, Microsoft Azure[19]
  • Scott Guthrie, Wakil Presiden Eksekutif grup Cloud dan AI di Microsoft
  • Jason Zander, Wakil Presiden Eksekutif, Microsoft Azure[20]
  • Julia White, Wakil Presiden Perusahaan, Microsoft Azure[21]

Referensi

sunting
  1. ^ Srivastava, Amitabh (Oktober 27, 2008). "Introducing Windows Azure". msdn.com. Diarsipkan dari asli tanggal Mei 14, 2010. Diakses tanggal April 3, 2021.
  2. ^ "Definisi Microsoft Azure". Diakses tanggal Oktober 19, 2018.
  3. ^ "Kode Nama Red Dog". Diakses tanggal Oktober 19, 2018.
  4. ^ "Compute". Diakses tanggal Oktober 27, 2018.
  5. ^ "Virtual Machines". Diakses tanggal Oktober 27, 2018.
  6. ^ "App services". Diakses tanggal Oktober 27, 2018.
  7. ^ "Web Apps". Diakses tanggal Oktober 27, 2018.
  8. ^ "Functions". Diakses tanggal Oktober 27, 2018.
  9. ^ "Cloud Services". Diakses tanggal Oktober 27, 2018.
  10. ^ "Mobile Apps". Diakses tanggal Oktober 27, 2018.
  11. ^ "Azure Batch AI". Diakses tanggal Oktober 27, 2018.
  12. ^ "Azure Bot Service". Diakses tanggal Oktober 27, 2018.
  13. ^ "Computer Vision". Diakses tanggal Oktober 27, 2018.
  14. ^ "Emotion". Diakses tanggal Oktober 27, 2018.
  15. ^ "Google goes bilingual, Facebook fleshes out translation and TensorFlow is dope - And, Microsoft is assisting fish farmers in Japan". The Register. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 2, 2018. Diakses tanggal September 2, 2018.
  16. ^ Starks, Tim (Agustus 3, 2023). "Analysis | Congressional Scrutiny of Microsoft Hack Intensifies". Washington Post (dalam bahasa American English). ISSNย 0190-8286. Diakses tanggal September 18, 2023.
  17. ^ Goodin, Dan (Agustus 2, 2023). "Microsoft Faces Harsh Criticism for "Grossly Irresponsible" Security Practices". Ars Technica (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 12, 2023. Diakses tanggal September 18, 2023.
  18. ^ "The engineer's engineer: Computer industry luminaries salute Dave Cutler's five-decade-long quest for quality". Stories (dalam bahasa American English). April 15, 2016. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 8, 2020. Diakses tanggal November 19, 2020.
  19. ^ "Mark Russinovich - Blog - Microsoft Azure". azure.microsoft.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Desember 14, 2018. Diakses tanggal Juni 7, 2018.
  20. ^ "Jason Zander - Blog - Microsoft Azure". azure.microsoft.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Juli 1, 2017. Diakses tanggal November 4, 2017.
  21. ^ "Julia White - Blog - Microsoft Azure". azure.microsoft.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Februari 6, 2019. Diakses tanggal Oktober 30, 2018.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Komputasi awan

Big Data Microsoft Azure menyediakan kapasitas data yang besar. Kapasitas ini didukung oleh Apache Hadoop. Aplikasi Mobile Microsoft Azure memberikan

Microsoft

jabatan lain di Microsoft selain menjadi penasihat perusahaan pada proyek-proyek utama. Azure Services Platform, tanda masuknya Microsoft ke pasar komputasi

Windows Server 2022

sangat tervirtualisasi Dirancang untuk platform Microsoft Azure "Windows Server release information". Microsoft Docs (dalam bahasa American English). Diakses

Microsoft Flight Simulator (permainan video 2020)

dari teknologi Microsoft Azure . Beberapa pemain menerima Versi alpha sebagai bagian dari program insider game. Pada 13 Juli 2020 , Microsoft membuka pemesanan

Xbox

dan Google, sebagai pesaing utama mereka. Spencer menjelaskan bahwa Microsoft Azure adalah bagian utama dari rencana mereka ke depan, yang mendukung layanan

Basis data awan

Services, Inc. Diakses tanggal 2016-07-07. "SAP Solutions | Microsoft Azure". azure.microsoft.com. Diakses tanggal 2016-07-07. "SAP HANA Enterprise Cloud"

Google Cloud Platform

Google Cloud Platform. Mirip dengan penawaran oleh Amazon Web Services, Microsoft Azure, dan IBM, serangkaian program Google Cloud Certified tersedia di Google

LinkedIn

tanggal September 20, 2019. Diakses tanggal September 19, 2019. "LinkedIn's Azure move is less about scale and more about the speed of innovation" (dalam