Mohammad Roem
Roem pada tahun 1947
Wakil Perdana Menteri Indonesia ke-10
Masa jabatan
24 Maret 1956ย โ€“ 9 Januari 1957
Menjabat bersama Idham Chalid
PresidenSoekarno
Perdana MenteriAli Sastroamidjojo
Sebelum
Pendahulu
Djanu Ismadi
Harsono Tjokroaminoto
Menteri Luar Negeri Indonesia ke-5
Masa jabatan
6 September 1950ย โ€“ 27 April 1951
PresidenSoekarno
Perdana MenteriMohammad Natsir
Sebelum
Pendahulu
Agus Salim
Sebelum
Menteri Dalam Negeri Indonesia ke-4
Masa jabatan
2 Oktober 1946ย โ€“ 3 Juli 1947
PresidenSoekarno
Perdana MenteriSutan Sjahrir
Sebelum
Pendahulu
Sudarsono
Pengganti
Wondoamiseno
Sebelum
Masa jabatan
11 November 1947ย โ€“ 29 Januari 1948
PresidenSoekarno
Perdana MenteriAmir Syarifuddin
Masa jabatan
3 April 1952ย โ€“ 30 Juli 1953
PresidenSoekarno
Perdana MenteriWilopo
Informasi pribadi
Lahir(1908-05-16)16 Mei 1908
Parakan, Temanggung, Keresidenan Kedu, Hindia Belanda
Meninggal24 September 1983(1983-09-24) (umurย 75)
Jakarta, Indonesia
Partai politikMasyumi (1945โ€“1960)
HubunganAhmad Dahlan Ranuwihardjo (keponakan)
Dhanny Dahlan (cucu)
AlmamaterRechts Hogeschool (Mr.)
Profesi
  • Politikus
  • diplomat
Sunting kotak info
Sunting kotak infoย โ€ข Lย โ€ข B
Bantuan penggunaan templat ini

Mohamad Roem (bahasa Arab: ู…ุญู…ุฏ ุฑูˆู…, translit.ย Muhammad Rลซm; 16 Mei 1908ย โ€“ย 24 September 1983) adalah seorang diplomat dan salah satu pemimpin Indonesia di perang kemerdekaan Indonesia. Selama masa kepemimpinan presiden Soekarno, ia menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri, Menteri Luar Negeri, dan kemudian Mendagri.

Dia paling terkenal untuk mengambil bagian dalam Perjanjian Roem-Roijen selama revolusi Indonesia.

Awal kehidupan

sunting

Roem lahir di Klewogan, Parakan, Temanggung, Jawa Tengah, Hindia Belanda, pada tanggal 16 Mei 1908. Ayahnya adalah Dulkarnaen Djojosasmito, dan ibunya adalah Siti Tarbijah.[1] Dia pindah ke Pekalongan karena Parakan dilanda wabah penyakit menular seperti kolera, wabah, dan influenza.[2] Pada tahun 1915, ia belajar di Volksschool dan dua tahun kemudian melanjutkan ke Hollandse Inlandsche Sekolah sampai 1924.[3][4] Pada tahun 1924, ia menerima beasiswa untuk belajar di "School tot Opleiding van Indische Artsen" - STOVIA (Sekolah Pendidikan untuk Dokter Pribumi) setelah mengikuti ujian pemerintah.[4] Tiga tahun kemudian, ia menyelesaikan ujian tahap pendahuluan dan dipindahkan ke Algemene Middelbare Sekolah, dan lulus pada tahun 1930.[5] Setelah mengikuti tes masuk Kedokteran Perguruan tinggi, dan ditolak, ia berpindah ke hukum, memasuki Rechtshoogeschool te Batavia (Sekolah Tinggi Hukum di Jakarta) pada tahun 1932 dan memperoleh gelar Meester in de Rechten pada tahun 1939.[6]

Karier

sunting

Selama Kebangkitan Nasional Indonesia, ia aktif di beberapa organisasi seperti Obligasi Jong Islamieten pada tahun 1924 dan Sarekat Islam pada tahun 1925. Selama Revolusi, ia adalah seorang anggota delegasi Indonesia di Perundingan Linggarjati (1946) dan Perjanjian Renville (1948). Pada tahun 1949, ia juga pemimpin delegasi di Perjanjian Roem-Roijen, yang membahas batas Indonesia, dan ditandatangani pada tanggal 7 Mei 1949.

Sebagai pejabat negara, ia menjabat sebagai Menteri dalam negeri di Kabinet Sjahrir III, menteri luar negeri selama Kabinet Natsir, menteri dalam negeri selama Kabinet Wilopo, dan wakil perdana menteri semakin selama Kabinet Ali Sastroamidjojo II.

Kematian

sunting

Roem meninggal pada 24 September 1983 akibat dari gangguan paru-paru, dengan meninggalkan seorang istri dan dua anak.

Kehidupan pribadi

sunting

Roem menikahi Markisah Dahlia pada tahun 1932. Mereka memiliki dua anak, laki-laki, Roemoso, lahir pada tahun 1933 dan seorang gadis, Rumeisa, lahir pada tahun 1939.

Jabatan

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Insaniwati 2002, hlm.ย 1.
  2. ^ Insaniwati 2002, hlm.ย 4.
  3. ^ Insaniwati 2002, hlm.ย 7.
  4. ^ a b Kahin 1984, hlm.ย 135.
  5. ^ Insaniwati 2002, hlm.ย 8.
  6. ^ Insaniwati 2002, hlm.ย 9.

Kepustakaan

sunting
  • Insaniwati, Iin Nur (2002). Novita, Ita Dian (ed.). Mohamad Roem: Karier Politik dan Perjuangannya, 1924โ€“1968. Magelang: IndonesiaTera. ISBNย 978-979-9375-51-3.
  • Kahin, George McT. (April 1984). In Memoriam: Mohamad Roem (1908โ€“1983). Vol.ย 37. Ithaca, New York: Cornell Modern Indonesia Project. hlm.ย 135โ€“138.
  • Madinier, Rรฉmy (2015). Islam and Politics in Indonesia: The Masyumi Party between Democracy and Integralism. Diterjemahkan oleh Desmond, Jeremy. Singapore: NUS Press. ISBNย 978-9971-69-843-0.
  • Ricklefs, M.C. (2008) [1981], A History of Modern Indonesia Since c. 1200 (Edisi 4th), Palgrave MacMillan, ISBNย 978-0-230-54686-8

Pranala luar

sunting
Jabatan politik
Didahului oleh:
Djanu Ismadi
Wakil Perdana Menteri Indonesia
1956โ€“1957
Menjabat bersama dengan: Idham Chalid
Diteruskanย oleh:
Johannes Leimena
Didahului oleh:
Harsono Tjokroaminoto
Diteruskanย oleh:
Hardi
Didahului oleh:
Sudarsono
Menteri Dalam Negeri Indonesia
1946โ€“1947
Diteruskanย oleh:
Wondoamiseno
Didahului oleh:
Wondoamiseno
Menteri Dalam Negeri Indonesia
1947โ€“1948
Diteruskanย oleh:
Soekiman Wirjosandjojo
Didahului oleh:
Iskak Tjokrodisurjo
Menteri Dalam Negeri Indonesia
1952โ€“1953
Diteruskanย oleh:
Hazairin
Didahului oleh:
Muhammad Hatta
Menteri Luar Negeri Indonesia
1950โ€“1951
Diteruskanย oleh:
Achmad Soebardjo


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Mohammad Hatta

Drs. Mohammad Hatta (nรฉ: Mohammad Athar; 12 Agustus 1902ย โ€“ย 14 Maret 1980) atau juga dikenal dengan sapaan Bung Hatta adalah seorang negarawan, konseptor

Perjanjian Roem-Roijen

Perjanjian Roem-Roijen (juga dieja Rum-Royen) adalah perjanjian yang dibuat antara pihak Republik Indonesia dan Belanda pada tanggal 7 Mei 1949 di Hotel

Mohammad Roem (politikus)

H. Mohammad Roem, S.H., M.Si. (lahir 8 Mei 1950) adalah politikus Indonesia. Ia adalah Ketua DPRD Sulawesi Selatan 2 periode yakni 2008โ€”2009, 2009โ€”2014

Hamengkubuwana IX

Ia dipulangkan ke rumah ayahnya sekitar tahun 1918โ€“1919. Monfries serta Roem dkk. menuliskan bahwa penyebab pemulangan ini adalah retaknya hubungan antara

Universitas Islam Indonesia

(STI) oleh tokoh-tokoh politik pada masa itu, termasuk Mohammad Hatta, Mohammad Natsir, Mohamad Roem, Wahid Hasyim, dan Abdul Kahar Mudzakkir. STI berkembang

Daftar Wakil Menteri Dalam Negeri Indonesia

1947 Wondoamiseno Amir Syarifuddin II 11 November 1947 29 Januari 1948 Mohammad Roem Jabatan ditiadakan dari Kabinet Hatta I hingga Kabinet Kerja 4 John

Rohana Muthalib

Negeri Mohammad Roem pada 1952 dan menjabat selama empat tahun sampai 1956. Ia menjadi wali kota wanita kedua yang ditunjuk selama masa Roem setelah

Andi Arifuddin Mattotorang

Jabatan politik Didahului oleh: Drs. H. Andi Bintang Makkulau Bupati Sinjai 1983โ€“1993 Diteruskanย oleh: H. Mohammad Roem, S.H. M.S