Motu proprio (Bahasa Latin untuk "berdasarkan keinginannya sendiri") adalah sebuah dokumen yang dikeluarkan oleh Sri Paus atas dasar prakarsanya sendiri dan secara pribadi ditandatangani oleh dirinya.[1] Dokumen ini bisa ditujukan kepada seluruh Gereja, sebagian diantaranya, atau kepada beberapa individu.[1]

Motu proprio pertama dikeluarkan oleh Paus Innosensius VIII pada tahun 1484. Hal ini terus menjadi bentuk yang umum dari dokumen yang menjawab permintaan suatu pihak, terutama ketika mendirikan institusi, membuat perubahan kecil pada hukum atau prosedur, dan ketika menganugerahkan suatu hadiah kepada orang atau institusi tertentu.[2]

Contoh-contoh penting

sunting

Penggunaan lain istilah "motu proprio"

sunting

Lebih umumnya, kata Bahasa Latin ini digunakan untuk mengindikasikan "dari persetujuannya sendiri" dan oleh karenanya mirip dengan istilah "sua sponte". Kata ini sangat jarang digunakan dalam opini hukum di Amerika Serikat: istilah yang lebih dikenal "sua sponte" lebih duka dipakai.

Referensi

sunting
  1. ^ a b Oxford Dictionary of the Christian Church (Oxford University Press 2005 ISBN 978-0-19-280290-3), s.v. motu proprio
  2. ^ Catholic Encyclopedia, s.v. Motu Proprio

Pranala luar

sunting


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Kitab Hukum Kanonik 1983

Paulus VI mengeluarkan norma untuk menerapkan instruksi tersebut melalui motu proprio Ecclesiae Sanctae. Pontificia Commissio Codici iuris canonici recognoscendo

Yang Mulia (sebutan kehormatan)

(2 June 1957). Cleri Sanctitati. https://www.vatican.va/content/pius-xii/la/motu_proprio/documents/hf_p-xii_motu-proprio_19570602_cleri-sanctitati.html

Puasa dan pantang dalam Gereja Katolik

Apostolik Konstitusi Apostolik Kanon Kondordat Dekret Dekretal Ensiklik Motu proprio Ordinansi Brevet kepausan Bulla kepausan Penitensial Hukum Positif Reskrip

Mysterii Paschalis

Mysterii Paschalis adalah sebuah surat apostolik yang dikeluarkan secara motu proprio (artinya "kehendaknya sendiri") oleh Paus Paulus VI pada 14 Februari

Misa Novus Ordo

Romanum yang digunakan untuk perayaan misa tersebut. Oleh karenanya, dalam motu proprio-nya Summorum Pontificum tertanggal 7 Juli 2007, Paus Benediktus XVI merujuk

Pontificalis Domus

Indonesia: Rumah Tangga Kepausancode: id is deprecated ) adalah dokumen motu proprio yang dikeluarkan oleh Paus Paulus VI pada tanggal 28 Maret 1968, pada

Ad Tuendam Fidem

surat apostolik dari Paus Yohanes Paulus II yang dikeluarkan sebagai Motu proprio pada tanggal 15 Juli 1998. Surat apostolik ini melakukan beberapa perubahan

Summorum Pontificum

sebuah surat apostolik dari Paus Benediktus XVI, dikeluarkan sebagai "motu proprio" (yaitu dengan inisiatifnya sendiri). Dokumen ini memperinci aturan-aturan