Museum Dullah
PetaKoordinat: 7°33′51.18473″S 110°48′38.76340″E / 7.5642179806°S 110.8107676111°E / -7.5642179806; 110.8107676111
Didirikan1981
LokasiJalan Cipto Mangunkusumo No. 15 Sriwedari, Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah.
Koordinat7°33′51″S 110°48′39″E / 7.56421798°S 110.81076761°E / -7.56421798; 110.81076761
JenisMuseum Lukisan
Koleksi penting700 Lukisan karya Dullah
KoleksiLukisan
Ukuran koleksi920 lukisan
Karyawan2
Akses transportasi umumBandar Udara Adi Sumarmo (12,5 km), Stasiun Solo Balapan (2,3 km), Stasiun Solo Jebres (4,2 km), atau Terminal Tirtonadi (2,3 km)

Museum Dullah adalah sebuah museum yang berada di Jalan Dr. Sutomo, Sriwedari, Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah.[1] Fungsi khusus dari pendirian museum ini untuk mengoleksi karya-karya Dullah. Peresmian museum Dullah dilakukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Fuad Hassan, pada tanggal 1 Agustus 1988. Selain karya pribadi, juga terdapat koleksi dari seniman Indonesia lainnya. Jumlah pengunjung yang diizinkan masuk mulai dibatasi sejak Dullah wafat pada tahun 1996. Sebagian besar koleksi museum berupa karya seni rupa dan seni lukis. Lukisan Dullah bercap mulai tahun 1939 sampai tahun 1993. Museum terbagi menjadi 12 ruangan. Masing-masing ruangan memiliki tema yang berbeda-beda. Ruangan utama berisi patung Dullah dengan posisi duduk sambil menyilangkan kakinya. Lokasinya tepat berada di titik koordinat 7°33’53.3” Lintang Selatan dan 110°48’38.6” Bujur Timur. Museum dapat dicapai dari arah Bandar Udara Adi Sumarmo (12,5 km), Stasiun Solo Balapan (2,3 km), Stasiun Solo Jebres (4,2 km), atau Terminal Tirtonadi (2,3 km).[2]

Pendiri

sunting

Museum Dullah didirikan oleh Dullah. Ia adalah salah seorang seniman maestro di Indonesia dan seorang perupa. Dullah lahir pada tanggal 19 September 1919. Karya-karya seni rupa yang dibuatnya mewakili sejarah pertempuran selama perang kemerdekaan Indonesia melawan Belanda. Bersama dengan para seniman muda, ia melakukan eksibisi pada 1949. Karya-karyanya dipamerkan di Legermuseum yang ada di Belanda. Buku berjudul Karya dalam Peperangan dan Revolusi menjadi alat dokumentasinya di tahun 1978. Dullah merupakan pendiri Himpunan Budaja Surakarta pada tahun 1950. Ia juga menjadi seniman resmi untuk Presiden Indonesia, Soekarno. Koleksi karya seninya dikumpulkan untuk dipublikasi.[3]

Referensi

sunting
  1. ^ "DAFTAR MUSEUM KEBUDAYAAN PER KEC. Laweyan". Pusdatin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Diakses tanggal 30 Mei 2025. ;
  2. ^ Rusmiyati, dkk. (2018). Katalog Museum Indonesia Jilid I (PDF). Jakarta: Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman. hlm. 404. ISBN 978-979-8250-66-8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ^ "Museum Dullah". asosiasimuseumindonesia.org. Diakses tanggal 9 Juli 2021.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Dullah

Dullah (17 September 1919 – 1 Januari 1996) adalah salah satu pelukis aliran realisme ternama Indonesia. Ia adalah salah satu pelukis dan kurator seni

Daftar pencurian koleksi museum di Indonesia

dicuri dari museum Istana Siak. November Lukisan Musafir oleh Raden Saleh dan Kakek Paras Membawa Tongkat oleh Dullah dicuri dari Museum Dullah Solo. Sejumlah

Lambang negara Indonesia

Pancasila. Pada tanggal 20 Maret 1950 Soekarno memerintahkan pelukis istana, Dullah, melukis kembali rancangan tersebut; setelah sebelumnya diperbaiki antara

Dullah (disambiguasi)

Selatan Dullah Suweileh, musisi jazz Indonesia Museum Dullah, museum di Indonesia Pulau Dullah Selatan, kecamatan di Kota Tual Pulau Dullah Utara, kecamatan

Daftar museum di Indonesia

Berikut adalah daftar museum di Indonesia. Beberapa daftar dibuat berdasarkan daftar anggota Asosiasi Museum Indonesia dan data master warisan budaya benda

Daftar museum di Jawa Tengah

Berikut adalah daftar museum di Provinsi Jawa Tengah berdasarkan data dari Asosiasi Museum Indonesia dan Kemendagri. Daftar museum ini diurutkan berdasarkan

Museum dan Galeri Seni Rudana

lukisan: Affandi (almarhum), Basuki Abdullah (almarhum), Soepono (almarhum), Dullah, Fadjar Sidik, Abas Alibasah, Srihadi Soedarsono, Roedyat, Kartika Affandi

Museum Istana Kepresidenan Yogyakarta

sangat tinggi seperti lukisan karya Basuki Abdullah, Soedjojono, Affandi, Dullah, dan masih banyak lagi. Setiap ruangan pada Gedung Agung memiliki fungsinya