Naringenin
Nama
Nama IUPAC
(2S)-4โ€ฒ,5,7-Trihidroksiflavan-4-ona
Nama IUPAC (sistematis)
(2S)-5,7-Dihidroksi-2-(4-hidroksifenil)-2,3-dihidro-4H-1-benzopiran-4-ona
Nama lain
Naringetol; Salipurol; Salipurpol
Penanda
Model 3D (JSmol)
ChEBI
ChEMBL
ChemSpider
DrugBank
Nomor EC
KEGG
Nomor RTECS {{{value}}}
UNII
  • InChI=1S/C15H12O5/c16-9-3-1-8(2-4-9)13-7-12(19)15-11(18)5-10(17)6-14(15)20-13/h1-6,13,16-18H,7H2/t13-/m0/s1ย N
    Key:ย FTVWIRXFELQLPI-ZDUSSCGKSA-Nย N
  • O=C2c3c(O[C@H](c1ccc(O)cc1)C2)cc(O)cc3O
Sifat
C15H12O5
Massa molar 272,26ย gยทmolโˆ’1
Titik lebur 251ย ยฐC (484ย ยฐF; 524ย K)[1]
475 mg/L[butuh rujukan]
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25ย ยฐC [77ย ยฐF], 100ย kPa).
Nย verifikasiย (apa iniย checkYNย ?)
Referensi
Buah jeruk (salah satu jenis citrus)

Naringenin adalah jenis senyawa metabolit sekunder dari golongan flavonoid yang umumnya terkandung di dalam buah jeruk. Kumpulan naringenin, yang disebut sebagai poli(naringenin) memiliki warna kuning pekat,[2] sehingga senyawa ini berkontribusi dalam memberikan warna kuning pada jeruk.

Struktur kimia

sunting

Naringenin (nama IUPAC: (2S)-5,7-dihidroksi-2-(4-hidroksifenil)-2,3-dihidrokromen-4-on) memiliki struktur dasar berupa dua cincin benzena dan satu cincin heterosiklik, dengan rumus kimia C15H12O5.[3] Bentuk struktur senyawa ini dapat dikonfirmasi berdasarkan hasil analisis dari spektrofotometer UV-Vis. Ketika naringenin menyerap sinar dari spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 200-400ย nm, senyawa ini menghasilkan penyerapan maksimal pada 288ย nm,[4] sehingga pada panjang gelombang maksimal tersebut diketahui struktur khas dari senyawa naringenin.

Dua cincin benzena pada struktur naringenin memiliki ikatan ganda yang berselang-seling dengan ikatan tunggal, yang menyebabkan senyawa ini mengalami konjugasi.[5] Konjugasi disebabkan oleh adanya delokalisasi elektron pi, sehingga menghasilkan struktur resonansi yang stabil, karena lebih rendah energi.[6] Sistem konjugasi yang semakin luas pada senyawa dapat menyebabkan senyawa ini menghasilkan warna.[7] Oleh karena itu, pada buah jeruk atau buah-buahan lainnya yang mengandung kumpulan senyawa naringenin atau poli(naringenin) memiliki warna kuning, karena didalamnya terdapat banyak sistem konjugasi.

Turunan senyawa

sunting
Struktur naringin (senyawa turunan naringenin)
Jalur biosintesis fenilpropanoid

Naringin merupakan glikosida dari turunan naringenin yang diperoleh dari hasil biosintesis fenilalanina melalui jalur fenilpropanoid yang terdiri dari tujuh tahapan dan dikatalisis oleh beberapa jenis enzim.[8] Dari tujuh tahapan tersebut, naringenin dikatalisis oleh enzim uridine diphosphoglucose-flavanone-7-O-glucosyltransferase untuk menghasilkan naringin.

Aktivitas

sunting

Naringenin maupun naringin memiliki aktivitas antioksidan yang sama kuatnya.[9] Naringenin dapat menghambat aktivitas biosintesis senyawa estrogen. Tapi pada umumnya, senyawa-senyawa dari golongan flavonoid citrus seperti naringenin dan naringin memiliki aktivitas anti-inflamasi, anti-kanker, anti-bakteri, dan anti-penuaan.

Sumber Alami

sunting
Citrus dengan beragam jenis

Naringenin sebagian besar diperoleh dari genus citrus, contohnya pomelo, tomat, jeruk, dan jeruk bali, tapi juga terkandung di dalam kopi dan fenugreek.[10]

Referensi

sunting
  1. ^ Templat:HMDB
  2. ^ Latos-Brozio, Malgorzata; Masek, Anna (2021-04-23). "Novel Polymeric Biomaterial Based on Naringenin". MDPI Open Access Journals. Materials Journal. Diakses tanggal 2024-12-11.
  3. ^ "Naringenin". Pubchem. National Center for Biotechnology Information. Diakses tanggal 2024-12-12.
  4. ^ Martins Sponchiado, Rafaela; Chagas Campanharo, Sarah (2017). "STUDY OF FLAVONOIDS PRESENT IN POMELO (Citrus Maxima) BY DSC, UV-VIS, IR, 1H AND 13C NMR AND MS". ResearchGate. Drug Analytical Research. doi:10.22456/2527-2616.74097. Diakses tanggal 2024-12-11.
  5. ^ Uivarosi, Valentina; Rodica, Olar; Badea, Mihaela; Velescu, Bruno (2016). "Synthesis and characterization of a new complex of oxovanadium (IV) with naringenin, as potential insulinomimetic agent". ResearchGate. FARMACIA. Diakses tanggal 2024-12-11.
  6. ^ Farmer, Steven; Kennepohl, Dietmar; Morsch, Layne; Soderberg, Tim; Reusch, William. "Stability of Conjugated Dienes- Molecular Orbital Theory". LibreTexts Chemistry. Diakses tanggal 2024-12-11.
  7. ^ Kennepohl, Dietmar; Farmer, Steven; Soderberg, Tim; Reusch, William. "Conjugation, Color, and the Chemistry of Vision". LibreTexts Chemistry. Diakses tanggal 2024-12-12.
  8. ^ Kumar, Vineet; Guleria, Praveen (2019). "Naringin: Biosynthesis and Pharmaceutical Applications". ResearchGate. Indian Journal of Pharmaceutical Sciences. doi:10.36468/pharmaceutical-sciences.596. Diakses tanggal 2024-12-12.
  9. ^ Shilpa, VS; Shams, Rafeeya; Dash, Kshirod Kumar (2023-07-25). "Phytochemical Properties, Extraction, and Pharmacological Benefits of Naringin: A Review". National Library of Medicine. Molecules Journal. doi:10.3390/molecules28155623. Diakses tanggal 2024-12-12. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  10. ^ Duda-Madej, Anna; Stecko, Jakub; Sobieraj, Jakub (2022-11-15). "Naringenin and Its Derivativesโ€”Health-Promoting Phytobiotic against Resistant Bacteria and Fungi in Humans". National Library of Medicine. Antibiotics Journal. doi:10.3390/antibiotics11111628. Diakses tanggal 2024-12-12. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Tomat

kanker. Tomat juga memiliki kandungan antioksidan lain yakni polifenol, naringenin, dan asam klorogenat. Di samping itu, ternyata buah tomat rendah kalori

Pacar cina

pacar cina memiliki senyawa triterpen yang bersifat antimikroba, yaitu Naringenin,7,3โ€™,4',-trimetil eter yang didapat dari tahapan fraksi n-heksan. Shadily

Karuk

tradisional Asia. Analisis kimia menunjukkan daun mengandung antioksidan naringenin . Amida dari buah P. sarmentosum telah terbukti memiliki aktivitas anti

Hesperidin

untuk menghasilkan kalkon naringenin. Kalkon yang sesuai mengalami isomerisasi oleh isomerase kalkon menghasilkan (2S)-naringenin, yang dioksidasi menjadi

Isoflavona

dimulai dari asam amino fenilalanina, dan zat antara jalur tersebut yakni naringenin, secara berurutan diubah menjadi isoflavon genistein oleh dua enzim spesifik

Apigenin

untuk menutup cincin piron untuk membuat naringenin. Akhirnya, enzim sintase flavanon (FNS) mengoksidasi naringenin menjadi apigenin. Dua jenis FNS telah

Silibinin

siklisasi oleh kalkon sintase dan kalkon isomerase untuk menghasilkan naringenin. Melalui flavanon 3-hidroksilase dan flavonoid 3'-monooksigenase, taksifolin

Rutin (senyawa kimia)

dan tiga molekul malonil-KoA untuk menghasilkan naringenin kalkon, yang akhirnya diubah menjadi naringenin flavanon dengan partisipasi kalkon isomerase (CHI)