{{Infobox political party

| name              = Partai Demokrasi Indonesia
| native_name       = Partai Demokrasi Indonesia
| logo              = Logo of Indonesian Democratic Party.svg
| logo_size         = 200px
| logo_alt          = Logo of the political party, consisting of a bull (Indonesia: Banteng) inside of a red pentagon.
| colorcode         = red
| abbreviation      = PDI

| chairperson =

Lihat daftar

| secretary_general =

Lihat daftar
| founded           = 11 Januari 1973ย (1973-01-11)
| dissolved         = 10 Januari 2003ย (2003-01-10)

| merger =

| successor         = {{ubl| [[Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan|PDI-P] |[[1][2]}}
| headquarters      = Jakarta, Indonesia
| student_wing      = 
| youth_wing        = 
| womens_wing       = 
| membership_year   = 
| membership        = 
| ideology          = Pancasila
Marhaenisme
Soekarnoisme
Sosialisme demokratis
Nasionalisme Indonesia
Progresivisme (mulai tahun 1990 dan seterusnya)
Faksi:
Murbaisme[3]
Anti-Komunisme | position = Kiri Tengah
Minoritas:
Sayap kiri | country = Indonesia | blank1_title = Nomor surat suara (1977โ€“97) | blank1 = 3

}}

Partai Demokrasi Indonesia (PDI) adalah sebuah partai politik di Indonesia yang ada dari tahun 1973 hingga 2003. Partai ini merupakan salah satu dari dua partai politik legal di Indonesia selama rezim Orde Baru Presiden Soeharto, yang lainnya adalah Partai Persatuan Pembangunan. Partai ini didirikan sebagai hasil penggabungan beberapa partai nasionalis dan Kristen yang dipaksakan oleh pemerintah.

Latar belakang

sunting

Partai Demokrasi Indonesia (PDI) merupakan hasil penggabungan dari beberapa partai yaitu Partai Nasional Indonesia (PNI), Partai Kristen Indonesia, Partai Katolik, Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia dan Partai Musyawarah Rakyat Banyak.[4] Dalam tubuh PDI, massa terbesar adalah berasal dari PNI, partai yang didirikan oleh Soekarno dengan basis massa di Jawa Timur dan Jawa Tengah. IPKI adalah partai yang sangat anti-PKI pada zaman Orde Lama dalam hal ini posisinya adalah berseberangan dengan Partai Murba yang dibubarkan oleh Keputusan Presiden pada tanggal 21 September 1965. PDI mempunyai komitmen ideologi Pancasila sebagai prinsip dasar perjuangannya. Pada awal berdirinya, pada tahun 1973, PDI dipimpin oleh Mohammad Isnaeni.

Perkembangan

sunting

Dengan berkembangya semangat rehabilitasi nama Soekarno yang merupakan "Proklamator dan juga pencetus Pancasila" maka pada masa kepemimpinan Soerjadi pada tahun 1986 mulailah diadakan pendekatan terhadap keluarga Sukarno yaitu Megawati Soekarnoputri dan juga Guruh Soekarnoputra untuk bergabung dalam PDI. Dalam pemilu 1987 PDI mendapatkan sambutan positif baik dari kaum Sukarnois (PNI) dan terutama juga golongan pemilih muda pemula.

Perpecahan

sunting
Democratic Party

Dalam Kongres Luar Biasa PDI yang diselenggarakan di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya 2-6 Desember 1993, Megawati terpilih dengan suara terbanyak (meraih 256 dari 305 suara cabang) sebagai Ketua Umum PDI mengalahkan Budi Hardjono. Namun, pemerintahan Soeharto tidak puas dengan terpilihnya Mega sebagai Ketua Umum PDI. Mega pun didongkel dalam Kongres PDI di Medan pada tahun 1996, yang memilih Soerjadi sebagai Ketua Umum PDI.

Pada tanggal 27 Juli 1996, Peristiwa 27 Juli, kelompok Soerjadi melakukan perebutan kantor DPP PDI dari pendukung Megawati, sehingga pada pemilu 1997 pemilih PDI menjadi kecil karena sebagian besar massanya berpindah pada Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang lebih dikenal sebagai "Mega Bintang".

itu.[5][1][6]

Referensi

sunting
  1. ^ a b Ananta, Aris; Arifin, Evi Nurvidya; Suryadinata, Leo (2005). Emerging Democracy in Indonesia (dalam bahasa Inggris). Singapore: Institute of Southeast Asian Studies. hlm.ย 26. ISBNย 981-230-323-5.
  2. ^ Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Partai2
  3. ^ Isnaeni, Hendri F. (2024-12-22). "Misi Murba dalam PDI". Historia.ID. Diakses tanggal 2026-03-10.
  4. ^ Madjowa, Verrianto (Januari 2015). Pemilu Gorontalo 1955-2014 (PDF). Depok: Banana & Perludem. hlm.ย 2. ISBNย 978-979-1079-47-1. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ^ Setiawan, Bambang; Bestian, Nainggolan, ed. (2004). Partai-Partai Politik Indonesia: Ideologi dan Program 2004โ€“2009. Jakarta: Kompas. hlm.ย 213. ISBNย 979-709-121-X.
  6. ^ "Partai Penegak Demokrasi Indonesia". Pikiran Rakyat. 19 Februari 2004. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-11-23. Diakses tanggal 2007-10-28.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Sutiman Bambang Sumitro

as bioreductor and capping agent" (2020, disitasi 136 kali) "Effects of native human zona pellucida glycoproteins 3 and 4 on acrosome reaction and zona

Bahasa Cia-Cia

2009-08-06 [1] "Indonesian tribe to use Korean alphabet". Diarsipkan dari asli tanggal 2009-08-12. Diakses tanggal 2009-08-12. (LEAD) Indonesian tribe picks

Armang raksasa

(Muraenidae) as natural predators of the lionfish Pterois miles in its native biogeographical range". Environmental Biology of Fishes. 100 (6): 745โ€“748

Suku Palembang

Wong Palembang or the Palembang people are the indigenous or ethnic group native to Palembang]code: id is deprecated Sosial Budaya Kota Palembang Dari Turun

Bahasa Betawi

Perkembangannya (Inggris) Uli Kozok, University of Hawai'i at Mฤnoa (2016) Indonesian Native Speakersโ€“Myth and Reality (Inggris) Tadmor, Uri (2013) On the Origin

Freeport-McMoRan

mine with interviews with Freeport employees and eyewitness accounts of native suffering Diarsipkan 2006-03-26 di Wayback Machine. NY Times report, December

Meliau, Sanggau

Asia & Pacific Oceania, Mรผnchen 2003, s. 1245-1257, ISBN 3-598-21545-2. "Native states (zelfbesturen) in Dutch Borneo, 1900". Diarsipkan dari asli tanggal

Daftar wilayah berdasarkan etnis di Indonesia

containing An Account of the Government, Laws, Customs, and Manners of the Native Inhabitants, With A Description of the Natural Productions, And A Relation