Níðhǫggr berada di akar dari Yggdrasil dalam illustrasi islandia abad ke-17.

Dalam mitologi Nordik, Níðhöggr (penyerang yang jahat, dalam Nordik lama, dan secara tradisional dilafalkan sebagaiNíðhǫggr ˈniːðˌhɔɡːz̠. Suffix dari namanya yaitu -höggr, berarti "penyerang", tetapi prefixnya tidak sejelas suffixnya. Secara khusus, panjang vokal pertama tidak ditentukan dalam sumber aslinya. Beberapa pakar lebih suka membacanya sebagai Niðhöggr (Penyerang dalam kegelapan). Niðhöggr adalah naga atau ular terbang nordik yang berada di akar dari pohon dunia yaitu Yggdrasil. Dalam sejarah peradaban viking, níð bermakna stigma soial yang melambangkan status tentang hilangnya kehormatan dan status para penjahat. Jadi, namanya mungkin merujuk pada perannya sebagai monster mengerikan dalam aksinya mengunyah mayat penduduk Náströnd.

Ortografi

sunting

Dalam ortografi Nordik lama standar, namanya dieja Níðhǫggr, tetapi huruf ǫ sering diganti dengan bahasa Islandia Modern ö karena alasan keakraban atau kemanfaatan teknis.

Bentuk bahasa Islandia Modern Níðhöggur juga kadang-kadang dapat ditemui dengan karakter khusus. Bentuk bahasa Denmark yaitu Nidhug dan Nidhøg juga dapat ditemui, atau Nidhogg dalam bahasa Norwegia dan Nidhögg dalam bahasa Swedia.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Daftar makhluk mitologis

Nereid Nisse Nix Nixie Nue Nukekubi Nuckelavee Nymph Dryad Naiad Oread Níðhöggr Ogopogo Ogre Oni Opinicus Orc Oread Orochi Orthrus Ouroboros Ovinnik Panther

Ratatoskr

menambah-nambahkan kata-katanya sendiri saat menyampaikan pesan antara elang dan Nidhoggr. Beberapa sarjana percaya bahwa Ratatoskr mungkin memiliki ambisi yang

Yggdrasil

juga beberapa makhluk yang hidup di Yggdrasil, salah satunya adalah naga Níðhöggr, elang "tak bertuan", Dáinn, Dvalinn, Duneyrr, dan Duraþrór. Para ahli