Nistatin
Data klinis
Nama dagangCazetin, Kandistatin, Mycostatin, Nymiko, Nystop, lainnya[1]
AHFS/Drugs.commonograph
MedlinePlusa682758
Kategori
kehamilan
  • A vaginal, C oral
Rute
pemberian
topikal, vaginal, oral (tetapi tidak diabsorbsi)
Kelas obatAntijamur poliena[1]
Kode ATC
Status hukum
Status hukum
  • โ„ž (Hanya resep)
Data farmakokinetika
Bioavailabilitas0% oral
MetabolismeTidak ada (tidak diabsorbsi)
Waktu paruh eliminasiTergantung lama di saluran pencernaan
EkskresiFeses (100%)
Pengenal
  • (1S,3R,4R,7R,9R,11R,15S,16R,17R,18S,19E,21E, 25E,27E,29E,31E,33R,35S,36R,37S)-33-[(3-amino-3,

    6-dideoksi-ฮฒ-L-mannopiranosil)oksi]-1, 3,4,7,9,11,17,37-oktahidroksi-15, 16,18-trimetil-13-okso-14, 39-dioksabisiklo[33.3.1]nonatriakonta-19,

    21,25,27,29,31-hexaena-36-asam karboksilat
Nomor CAS
PubChem CID
DrugBank
ChemSpider
UNII
KEGG
ChEBI
ChEMBL
NIAID ChemDB
CompTox Dashboard (EPA)
ECHA InfoCard100.014.317 Sunting di Wikidata
Data sifat kimia dan fisik
RumusC47H75NO17
Massa molar926,09 g/mol
Model 3D (JSmol)
Titik leleh44โ€“46ย ยฐC (111โ€“115ย ยฐF)
  • CC1C=CC=CCCC=CC=CC=CC=CC(CC2C(C(CC(O2)(CC(C(CCC(CC(CC(CC(=O)OC(C(C1O)C)C)O)O)O)O)O)O)O)C(=O)O)OC3C(C(C(C(O3)C)O)N)O
  • InChI=1S/C47H75NO17/c1-27-17-15-13-11-9-7-5-6-8-10-12-14-16-18-34(64-46-44(58)41(48)43(57)30(4)63-46)24-38-40(45(59)60)37(54)26-47(61,65-38)25-36(53)35(52)20-19-31(49)21-32(50)22-33(51)23-39(55)62-29(3)28(2)42(27)56/h5-6,8,10-18,27-38,40-44,46,49-54,56-58,61H,7,9,19-26,48H2,1-4H3,(H,59,60)/b6-5+,10-8+,13-11+,14-12+,17-15+,18-16+/t27-,28-,29-,30+,31+,32+,33+,34-,35+,36+,37-,38-,40+,41-,42+,43+,44-,46-,47+/m0/s1ย N
  • Key:VQOXZBDYSJBXMA-NQTDYLQESA-Nย N
ย โ˜’NcheckYย (what is this?)ย ย (verify)

Nistatin, dengan nama dagang Mycostatin dan lainnya, adalah obat antijamur.[1] Obat ini digunakan untuk mengobati infeksi Candida pada kulit seperti ruam setelah penggunaan popok, sariawan, kandidiasis esofagus, dan infeksi jamur pada vagina.[1] Obat ini juga dapat digunakan untuk mencegah kandidiasis pada pasien yang berisiko tinggi.[1] Nistatin dapat diberikan dengan diteteskan di mulut, diminum, diberikan di vagina, atau dioleskan ke kulit.[1]

Efek samping yang umum terjadi pada kulit antara lain rasa terbakar, gatal, dan ruam.[1] Efek samping yang umum terjadi ketika diminum antara lain muntah dan diare.[1] Penggunaan selama kehamilan melalui vagina secara klinis aman, sementara untuk rute pemberian lain belum diteliti lebih lanjut.[1] Nistatin bekerja dengan cara merusak membran sel jamur.[1]

Nistatin ditemukan pada tahun 1950 oleh Rachel Fuller Brown dan Elizabeth Lee Hazen.[2] Nistatin merupakan antijamur kelas makrolida poliena pertama.[3] Obat ini terdapat dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia.[4] Nistatin tersedia dalam bentuk generik.[1] Harga sediaan krim di negara berkembang adalah sekitar US$ 0,70 per 30 gram.[5] Di Amerika Serikat biaya pengobatan dengan obat ini kurang dari US$ 25.[6] Nistatin diisolasi dari bakteri Streptomyces noursei.[2] Pada tahun 2016, nistatin adalah obet paling diresepkan ke-217 di Amerika Serikat dengan lebih dari 2 juta resep.[7]

Indikasi

sunting

Nistatin diindikasikan untuk pengobatan terhadap infeksi Candida di kulit, vagina, mulut, dan esofagus. Nistatin tidak dapat digunakan untuk infeksi pada kuku atau kulit yang terhiperkeratinasi.[8]

Ketika diberikan secara parenteral, efektivitas nistatin akan berkurang karena adanya plasma darah yang dapat berikatan dengan nistatin.[9]

Nistatin oral sering digunakan sebagai pencegahan pada pasien yang berisiko terkena infeksi jamur, seperti pasien AIDS dengan jumlah CD4+ rendah dan pasien yang sedang menerima kemoterapi. Nistatin sempat diteliti untuk digunakan pada pasien setelah menjalani transplantasi hati. Namun, flukonazol lebih efektif dibandingkan dengan nistatin untuk mencegah terjadinya infeksi yang menyebabkan kematian.[10] Nistatin efektif untuk mengobati kandidasis oral pada lansia yang memakai gigi palsu.[11]

Nistatin juga digunakan pada bayi yang memiliki berat badan sangat rendah (kurang dari 1500 gram) untuk mencegah infeksi jamur invasif, walau flukonazol menjadi pilihan utama. Dari hasil uji klinis, terbukti nistatin dapat mengurangi kemungkinan bayi prematur tersebut terkena infeksi jamur invasif dan juga dapat mengurangi kejadian kematian.[12]

Saat ini masih belum terdapat sediaan nistatin liposom. Dalam uji in vitro, nistatin liposom memiliki efektivitas yang lebih baik dibandingkan amfoterisin B dan menunjukkan efektivitas terhadap beberapa jenis jamur yang resisten terhadap amfoterisin B.[13] Selain itu, nistatin liposom tidak memiliki nefrotoksisitas yang lebih parah dibandingkan dengan amfoterisin B.[13]

Efek samping

sunting

Rasa pahit dan mual merupakan efek samping yang sering terjadi.[8]

Sediaan dalam suspensi oral memiliki efek sampinreantara lain:[14]

  1. Diare
  2. Nyeri perut
  3. Takikardia, bronkospasme, pembengkakan wajah, nyeri otot (jarang terjadi)

Baik sediaan suspensi oral maupun topikal dapat menyebabkan:

  1. Reaksi hipersensitivitas, termasuk sindrom Stevens-Johnson dalam beberapa kasus[15]
  2. Ruam, gatal, terbakar dan pustulosis eksantematosa generalisata akut [16]

Mekanisme kerja

sunting

Seperti amfoterisin B dan natamisin, nistatin adalah ionofor.[17] Nistatin dapat berikatan dengan ergosterol, komponen utama membran sel jamur. Hasil ikatan tersebut dapat membentuk pori-pori di membran yang menyebabkan kebocoran K+ sehingga dapat menyebabkan kematian jamur.[18]

Referensi

sunting
  1. ^ a b c d e f g h i j k "Nystatin". American Society of Health-System Pharmacists. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-02-03. Diakses tanggal 2016-01-27.
  2. ^ a b Espinel-Ingroff, Ana Victoria (2013). Medical Mycology in the United States a Historical Analysis (1894-1996). Dordrecht: Springer Netherlands. hlm.ย 62. ISBNย 9789401703116. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-02-02.
  3. ^ Gupte, M.; Kulkarni, P.; Ganguli, B. N. (January 2002). "Antifungal Antibiotics". Appl Microbiol Biotechnol. 58 (1): 46โ€“57. doi:10.1007/s002530100822. PMIDย 11831475.
  4. ^ "WHO Model List of Essential Medicines (19th List)" (PDF). World Health Organization. April 2015. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 13 December 2016. Diakses tanggal 8 December 2016.
  5. ^ "Nystatin". International Drug Price Indicator Guide. Diakses tanggal 2016-01-27.
  6. ^ Hamilton, Richart (2015). Tarascon Pocket Pharmacopoeia 2015 Deluxe Lab-Coat Edition. Jones & Bartlett Learning. hlm.ย 180. ISBNย 9781284057560.
  7. ^ "The Top 300 of 2019". clincalc.com. Diakses tanggal 22 December 2018.
  8. ^ a b Hilal-Dandan, Randa; Knollmann, Bjorn; Brunton, Laurence (2017-12-05). Goodman & Gilman's the pharmacological basis of therapeutics. Brunton, Laurence L.,, Knollmann, Bjรถrn C.,, Hilal-Dandan, Randa (Edisi Thirteenth). [New York]. ISBNย 9781259584732. OCLCย 994570810. Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  9. ^ D., SATOSKAR, R. S.. REGE, NIRMALA N.. BHANDARKAR, S. (2015). PHARMACOLOGY AND PHARMACOTHERAPEUTICS. [S.l.]: ELSEVIER INDIA. ISBNย 978-8131243619. OCLCย 978526697. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  10. ^ "Nystatin prophylaxis and treatment in severely immunodepressed patients". The Cochrane Database of Systematic Reviews (9): CD002033. September 2014. doi:10.1002/14651858.CD002033.pub2. PMIDย 25188770.
  11. ^ Lyu, Xin; Zhao, Chen; Yan, Zhi-Min; Hua, Hong (2016). "Efficacy of nystatin for the treatment of oral candidiasis: a systematic review and meta-analysis". Drug Design, Development and Therapy. 10: 1161โ€“1171.
  12. ^ Pappas, PG; Kauffman CA; Andes D (2009). "Clinical practice guidelines for the management of candidiasis: 2009 update by the Infectious Diseases Society of America". Clin Infect Dis. 48 (5): 503โ€“35. doi:10.1086/596757. PMIDย 19191635. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-10-21. ;
  13. ^ a b Dismukes, WE; etย al. (2003). Clinical Mycology. Oxford University Press. hlm.ย 50โ€“53.
  14. ^ "Micromedex Detailed Drug Information". Diarsipkan dari asli tanggal 2013-12-21. Diakses tanggal Apr 1, 2014.
  15. ^ "FDA approved package insert" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2014-04-21.
  16. ^ "[Acute generalized exanthematous pustulosis, induced by nystatin]". Der Hautarzt; Zeitschrift Fur Dermatologie, Venerologie, und Verwandte Gebiete (dalam bahasa German). 49 (6): 492โ€“5. June 1998. doi:10.1007/s001050050776. PMIDย 9675578. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  17. ^ P., Rang, H. (2015-01-21). Rang and Dale's pharmacology. Dale, M. Maureen,, Flower, R. J. (Rod J.), 1945-, Henderson, G. (Graeme) (Edisi Eighth). [United Kingdom]. ISBNย 9780702053627. OCLCย 903083639. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  18. ^ Hammond, S.M. (1977). Biological activity of polyene antibiotics. Vol.ย 14. hlm.ย 105โ€“79. doi:10.1016/S0079-6468(08)70148-6. ISBNย 9780720406450. PMIDย 345355.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan

hipoklorit Natrium tiosulfat Neostigmin Nevirapin Nifedipin Nikardipin Nistatin Nitrogliserin Nitrogen oksida Norepinefrin Noretisteron Oksigen Oksimetazolin

Antijamur poliena

mengganggu banyak fungsi seluler yang dilakukan ergosterol. Amfoterisin B, nistatin, dan natamisin adalah contoh antijamur poliena. Mereka adalah subkelompok

Poliena

Poliena berikut digunakan sebagai antimikotik untuk manusia: amfoterisin B, nistatin, kandisidin, pimarisin, metil partrisin, dan trikomisin. Beberapa poliena

Otomikosis

Terapi antijamur spesifik terdiri dari: Nistatin yang menghambat sintesis sterol pada membran sitoplasma. Nistatin yang diberikan dapat berupa krim, ointment

Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia

Streptomisin Amfoterisin B Klotrimazol Flukonazol Flusitosin Griseofulvin Nistatin Kalium iodida Asiklovir Abakavir (ABC) Lamivudin (3TC) Stavudin (d4T) Tenofovir

Tetes telinga

mengandung triamsinolon asetonida, neomisin dan gramisidin (antibiotik), serta nistatin (antijamur) Tetes telinga yang mengandung neomisin dan gramisidin (antibiotik)

Triamsinolon asetonida

hidung. Obat ini tersedia sebagai obat generik. Bila dikombinasikan dengan nistatin, obat ini digunakan untuk mengobati infeksi kulit yang disertai rasa tidak

Rachel Fuller Brown

Related artists (en) Elizabeth Lee Hazen Karya kreatif Karya terkenal Nistatin Penghargaan (1994) ย National Inventors Hall of Fame (1975) ย Chemical Pioneer