Kalkun padang
Rentang waktu:
Miosenโ€“sekarang, 13โ€“0ย jtyl
Otis tarda
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Otidiformes

Wagler, 1830
Famili:
Otididae

Genus[1]
Sinonim
  • Gryzajidae (Brodkorb, 1967)
  • Otidae


Kalkun padang atau dalam skala internasional dikenal sebagai bustard adalah burung darat berukuran besar yang hidup terutama di daerah padang rumput yang kering dan di stepa Dunia Lama. Panjangnya berkisar antara 40 hingga 150ย cm. Burung ini membentuk keluarga Otididae (/oสŠหˆtษชdษชdiห/), sebelumnya dikenal sebagai Otidae.[2]

Kalkun padang adalah burung omnivora dan oportunistik yang memakan dedaunan, kuncup, biji, buah, vertebrata kecil, dan invertebrata.[3] ada 26 spesies burung gaudya yang saat ini dikenal.

Etimologi

sunting

Dalam bahasa inggris, burung ini dikenal dengan nama bustard. Kata "bustard" berasal dari Bahasa Prancis kuno yakni bistarda dan beberapa bahasa lainnya: abetarda (Portugis), abetarda (Galisia), avutarda (Spanyol) yang digunakan untuk menyebut bustard besar. Seorang naturalis yakni William Turner mencantumkan ejaan bahasa Inggris bustard dan bistard pada tahun 1544.[4][5]

Semua nama umum di atas berasal dari bahasa Latin avis tarda atau aves tardas yang diberikan oleh Plinius Tua,Pliny the Elder,[6][a] nama-nama ini disebutkan oleh Pierre Belon pada tahun 1555 dan Ulisse Aldrovandi pada tahun 1600.[7][8] Kata tarda berasal dari tardus dalam bahasa Latin yang berarti "lambat" dan "sengaja",[9] yang cenderung menggambarkan gaya berjalan khas spesies tersebut.[10]

Deskripsi fisik

sunting
Kalkun Padang (Kori Bustard) di Taman Nasional Etosha Namibia

Semua spesies gaudya cukup besar, dengan dua spesies terbesar yakni gaudya Kori (Ardeotis kori) dan gaudya besar (Otis tarda), sering disebut sebagai burung terbang terberat di dunia. Pada kedua spesies terbesar, jantan besar melebihi berat 20ย kg, berat rata-ratanya sekitar 13,5ย kg dan dapat mencapai panjang total 150ย cm. Spesies terkecil adalah gaudya cokelat kecil (Eupodotis humilis), yang panjangnya sekitar 40ย cm dan berat rata-rata sekitar 600 g. Di sebagian spesies gaudya jantan , jauh lebih besar daripada betina, sering kali sekitar 30% lebih panjang dan terkadang lebih dari dua kali beratnya. Mereka termasuk kelompok burung yang paling dimorfik secara seksual. Hanya di gaudya yang hidup di Asia Selatan yang memiliki dimorfisme seksual kebalikannya, dengan betina dewasa sedikit lebih besar dan lebih berat daripada jantan.[butuh rujukan]

Sayapnya memiliki 10 bulu primer dan 16-24 bulu sekunder. Ada 18-20 bulu di bagian ekornya. Bulunya sebagian besar samar.[3]

Perilaku dan ekologi

sunting

Kalkun padang adalah burung omnivora, terutama memakan biji dan invertebrata. Mereka membuat sarangnya di tanah, membuat telur dan keturunannya yang sering kali sangat rentan terhadap pemangsaan. Mereka berjalan mantap dengan kaki dan jempol kaki yang kuat, mematuk makanan saat mereka pergi. Kebanyakan lebih suka berlari atau berjalan ketimbang terbang. Mereka memiliki sayap lebar yang panjang dengan ujung sayap yang "berjari", dan pola yang mencolok saat terbang. Banyak yang memiliki tampilan kawin yang menarik, seperti menggembungkan kantung tenggorokan atau meninggikan jambul berbulu yang rumit. Betina bertelur tiga sampai lima telur berbintik-bintik gelap di tanah, dan mengerami mereka sendiri.[11]

Referensi

sunting
  1. ^ "Comparison of IOC 7.3 with other world lists". IOC World Bird List. v7.3. Diarsipkan dari asli tanggal 7 February 2018. Diakses tanggal 30 December 2017.
  2. ^ Gill, Frank; Donsker, David; Rasmussen, Pamela, ed. (2019). "Turacos, bustards, cuckoos, mesites, sandgrouse". World Bird List Version 9.2. International Ornithologists' Union. Diakses tanggal 26 June 2019.
  3. ^ a b del Hoyo, J. Elliott, A. & Sargatal, J. (editors). (1996) Handbook of the Birds of the World. Volume 3: Hoatzin to Auks. Lynx Edicions. ISBN 84-87334-20-2
  4. ^ Turner, William (1903) [1544]. Turner on birds: a short and succinct history of the principal birds noticed by Pliny and Aristotle first published by Doctor William Turner, 1544 (dalam bahasa Latin and English). Diterjemahkan oleh Evans, A.H. Cambridge: Cambridge University Press. hlm.ย xvi, 130โ€“131. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  5. ^ Turner, William (1544). Avium praecipuarum, quarum apud Plinium et Aristotelem mentio est, brevis et succincta historia (dalam bahasa Latin). Cambridge: Ioan. Gymnicus. hlm.ย 72โ€“73.
  6. ^ a b Pliny Natural History III Libri VIII-XI. The Loeb Classical Library. Diterjemahkan oleh Rachham, H. Cambridge, Massachusetts: Harvard University Press. 1967. hlm.ย 328โ€“329.
  7. ^ Belon, Pierre (1555). L'histoire de la natvre des oyseavxย : avec levrs descriptions, & naรฏfs portraicts retirez du natvrel, escrite en sept livres (dalam bahasa French). Paris: Gilles Corrozet. hlm.ย 235โ€“237. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  8. ^ Aldrovandi, Ulisse (1637) [1600]. Vlyssis Aldrovandi philosophi ac medici Bononiensis historiam naturalem in gymnasio Bononiensi profitentis, Ornithologiae (dalam bahasa Latin). Vol.ย 2. Bononiae (Bologna, Italy): Apud Nicolaum Tebaldinum. hlm.ย 85.
  9. ^ Lewis, Charlton T.; Short, Charles (1879). "tardus". A Latin Dictionary. Perseus Digital Library.
  10. ^ "Great Bustard (Otis tarda) โ€“ Information on Great Bustard". Encyclopedia of Life. Diakses tanggal 21 August 2012.
  11. ^ Archibald, George W. (1991). Forshaw, Joseph (ed.). Encyclopaedia of Animals: Birds. London: Merehurst Press. hlm.ย 98โ€“99. ISBNย 978-1-85391-186-6.

Catatan Kaki

sunting
  1. ^ "proximae iis sunt quas Hispania aves tardas appellat, Graecia ฯ‰ฯ„ฮนฮดฮฟฯ‚ damnatas in cibis; emissa enim ossibus medulla odoris taedium extemplo sequitur." [Next to these are the birds that Spain calls tardae and Greece otides, which are condemned as an article of diet, because when the marrow is drained out of their bones a disgusting smell at once follows.][6]


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Kalkun padang kori

merupakan anggota famili kalkun padang, yang semuanya termasuk kedalam ordo Otidiformes dan sebarannya terbatas di Dunia Lama. Burung ini merupakan salah satu

Burung

(mesit) Pterocliformes (gangsa-batu) Otidimorphae Musophagiformes (turako) Otidiformes (kalkun padang) Cuculiformes (kukuk) Elementaves Gruae Opisthocomiformes

Suliformes

tahun 2017 menunjukkan bahwa mereka paling dekat hubungannya dengan Otidiformes (Bustard) dan Ciconiiformes (Bangau). "Archived copy". Diarsipkan dari

Daftar tumbuhan dan satwa dilindungi di Indonesia

mendekati terancam 620 Porzana tabuensis tikusan polos berisiko rendah Ordo Otidiformes Otididae 429 Ardeotis australis kalkunpadang australia berisiko rendah

Kalkun padang besar

tarda Status konservasi Genting IUCN 22691900 Taksonomi Kelas Aves Ordo Otidiformes Famili Otididae Genus Otis Spesies Otis tarda Linnaeus, 1758 Distribusi

Kalkun-padang australia

Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Animalia Filum: Chordata Kelas: Aves Ordo: Otidiformes Famili: Otididae Genus: Ardeotis Spesies: A.ย australis Nama binomial

Daftar nama burung di Indonesia

maluku, Cacatua moluccensis (E) Kakatua putih, Cacatua alba (E) Ordo: Otidiformesย ย ย Famili: Otididae Kalkun padang adalah burung darat besar yang sebagian

Kalkun padang hitam utara

Status konservasi Risiko rendah IUCN 22691970 Taksonomi Kelas Aves Ordo Otidiformes Famili Otididae Genus Afrotis Spesies Afrotis afraoides Smith, 1831 Tata