Paing atau Pahing adalah nama hari dalam sepasar atau juga disebut dengan nama pancawara, minggu yang terdiri dari lima hari dan dipakai dalam budaya Jawa dan Bali. Hari pasaran Paing berkaitan dengan warna merah dan letak posisi di Selatan.[1] Dalam tradisi Jawa, Pahing sering dikaitkan dengan energi kuat, tegas, dan bersemangat. Hari ini dianggap membawa watak dinamis, cocok untuk memulai usaha, berdagang, atau aktivitas yang membutuhkan keberanian dan keputusan cepat. Secara spiritual, Pahing dianggap memiliki getaran yang memperkuat niat dan ketekunan seseorang. Dalam beberapa primbon, Pahing juga dihubungkan dengan rezeki dan aktivitas ekonomi karena karakternya yang aktif dan produktif. Bagi masyarakat Jawa, makna hari Pahing tetap hidup dalam tradisi, penanggalan, dan pemilihan waktu baik.[2]

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Kanjeng Pangeran Haryo Tjokroningrat, Kitab Primbon Betaljemur Adammakna, Penerbit CV Buana Raya,2017.
  2. ^ "Urutan Pasaran Jawa yang Benar dan Wataknya". detik.com. Diakses tanggal 22 Nov 2025.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Wuku

Sinta: dari hari Minggu pahing sampai Sabtu Pon. Sehingga rentang 30 wuku meliputi waktu 210 hari. Sinta - Batara Yama (Ahad Pahing - Sabtu Pon) Landep -

Pasar Pahing, Sleman

Pasar Pahing, Sleman adalah salah satu pasar tradisional yang masih mempertahankan sistem penamaan berdasarkan hari pasaran Jawa, yaitu Pahing. Pasar ini

Pancawara

ini merupakan siklus lima hari dalam kalender Jawa, terdiri dari: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Pancawara juga sering disebut sebagai hari pasaran

Mangkunegara X

Pura. Upacara penobatan KGPAA. Mangkunegara X dilaksanakan pada hari Sabtu Pahing, tanggal 12 Maret 2022 di Pendapa Ageng Pura Mangkunegaran. Penobatan dilakukan

Mangkunegara I

lawan sekitar 600 prajurit tewas. Peristiwa ini terjadi pada hari Kamis Pahing tanggal 17 Sura tahun Wawu 1681 atau 23 Oktober 1755. Dalam pertempuran

Kalender Jawa

saptawara) dan siklus pekan pancawara yang terdiri dari lima hari pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Pada tahun 1633 Masehi (1555 Saka), Sultan Agung dari

Radjiman Wedyodiningrat

1950 hingga 1952. Dokter Radjiman Wedyodiningrat lahir pada hari Kamis Pahing, tanggal 21 April 1879 di kampung Lempuyangan, Jogjakarta. Dokter Radjiman

Pace, Nganjuk

menghubungkan Kediri dengan Nganjuk Kota. Pusat ekonomi Pace adalah Pasar Pahing di Desa Pacekulon. Geografi Pace berupa dataran rendah yang didominasi persawahan