Paing atau Pahing adalah nama hari dalam sepasar atau juga disebut dengan nama pancawara, minggu yang terdiri dari lima hari dan dipakai dalam budaya Jawa dan Bali. Hari pasaran Paing berkaitan dengan warna merah dan letak posisi di Selatan.[1] Dalam tradisi Jawa, Pahing sering dikaitkan dengan energi kuat, tegas, dan bersemangat. Hari ini dianggap membawa watak dinamis, cocok untuk memulai usaha, berdagang, atau aktivitas yang membutuhkan keberanian dan keputusan cepat. Secara spiritual, Pahing dianggap memiliki getaran yang memperkuat niat dan ketekunan seseorang. Dalam beberapa primbon, Pahing juga dihubungkan dengan rezeki dan aktivitas ekonomi karena karakternya yang aktif dan produktif. Bagi masyarakat Jawa, makna hari Pahing tetap hidup dalam tradisi, penanggalan, dan pemilihan waktu baik.[2]

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Kanjeng Pangeran Haryo Tjokroningrat, Kitab Primbon Betaljemur Adammakna, Penerbit CV Buana Raya,2017.
  2. ^ "Urutan Pasaran Jawa yang Benar dan Wataknya". detik.com. Diakses tanggal 22 Nov 2025.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Paing Takhon

Paing Takhon (bahasa Burma: แ€•แ€ญแ€ฏแ€„แ€บแ€แ€ถแ€แ€ฝแ€”แ€บcode: my is deprecated ; nama lahir Sit Ko Paing (แ€…แ€…แ€บแ€€แ€ญแ€ฏแ€•แ€ญแ€ฏแ€„แ€บ); lahir 17 September 1996) adalah seorang peraga

Aek Paing, Rantau Utara, Labuhanbatu

Aek Paing merupakan salah satu kelurahan yang ada di kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, provinsi Sumatera Utara, Indonesia. (Indonesia) Keputusan

Paing Phyo Thu

Paing Phyo Thu (bahasa Burma: แ€•แ€ญแ€ฏแ€„แ€บแ€–แ€ผแ€ญแ€ฏแ€ธแ€žแ€ฏcode: my is deprecated ; lahir 5 April 1990) adalah seorang dokter magang dan pemeran film Burma pemenang Myanmar

Pancawara

ke-21 dan awal alaf ke-3) adalah hari Senin-Paing, dan mempunyai bobot/neptu angka 13, karena Senin = 4 + Paing = 9. Angka semacam ini biasanya dipakai untuk

Anyelir (tumbuhan)

spesies (Dianthus repens) di kawasan Arktik Amerika Utara. Spesies yang paing terkenalnya yaitu Anyelir merah (Dianthus caryophyllus) Dianthus acantholimonoides

Karolus Wiryoguno

Wiryoguno lahir di Bangkalan pada tahun 1809 dengan nama kecil Paing atau Raden Paing, putra ke 3 dari Pangeran Cokrokusumo (R. Abdurrasid), cucu dari

Suku Dayak Maanyan

biasanya digoreng atau dimasak kuah serta disajikan bersama sayuran rebus. Paing (Bangamat) berupa kelelawar besar (Pteropus vampyrus), khususnya jenis pemakan

Daftar masakan Indonesia

manggala Dami Juhu kujang Juhu singkah uei Juhu taya Kalumpe Karu'ang Lemang Paing Sambal lucung Sambal kandas sarai Sulur keladi katuk telur Terong mapui