📑 Table of Contents
diagram pasangan basa guanina-sitosina
Pasangan basa guanina dan sitosina yang terhubung dengan tiga ikatan hidrogen
diagram pasangan basa adenina-timina
Pasangan basa adenina dan timina yang terhubung dengan dua ikatan hidrogen

Dalam biologi molekuler, dua nukleotida dalam DNA atau RNA yang saling komplementer dan terhubung oleh ikatan hidrogen disebut pasangan basa (bahasa Inggris: base pair, disingkat bp atau pb).

Dalam pasangan basa Watson-Crick, adenina (A) membentuk pasangan basa dengan timina (T), sementara guanina (G) dengan sitosina (C) dalam DNA. Pada RNA, timina (T) digantikan oleh urasil (U).

Pasangan basa juga merupakan mekanisme dasar bagi kodon pada mRNA untuk dikenali oleh tRNA pada saat translasi dalam pembentukan protein.

Lihat pula

sunting

Daftar pustaka

sunting
  • Watson JD, Baker TA, Bell SP, Gann A, Levine M, Losick R. (2004). Molecular Biology of the Gene. 5th ed. Pearson Benjamin Cummings: CSHL Press. See esp. ch. 6 and 9.

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Basa nukleotida

Basa nukleotida (atau nukleobasa) merujuk pada bagian pada DNA dan RNA yang dapat terlibat dalam pemasangan basa (lihat pula pasangan basa), utamanya adalah

Asam deoksiribonukleat

hidrogen. Pasangan ini, yang disebut pasangan basa Watson-Crick, membantu mempertahankan struktur DNA. Untaian DNA dengan lebih banyak pasangan G-C lebih

Asam

menerima pasangan elektron pada orbital kosongnya yang paling rendah (LUMO) dari orbital terisi yang tertinggi (HOMO) dari suatu basa. Jadi, HOMO dari basa dan

Basa

Basa dapat dibagi menjadi basa kuat dan basa lemah. Kekuatan basa sangat bergantung pada kemampuan basa tersebut melepaskan ion OH dalam larutan dan konsentrasi

Kromosom

000 pasangan basa pada bakteri endosimbiotik Candidatus Hodgkinia cicadicola dan Candidatus Tremblaya princeps, hingga lebih dari 14.000.000 pasangan basa

Teori asam–basa Brønsted–Lowry

ini adalah bahwa ketika suatu asam dan basa bereaksi satu sama lain, asam akan membentuk basa konjugatnya, dan basa membentuk asam konjugatnya melalui pertukaran

Koronavirus

heliks simetris. Jumlah genom koronavirus berkisar antara 27–34 kilo pasangan basa, terbesar di antara virus RNA yang diketahui. Nama koronavirus berasal

Bahasa Sunda

bahasa acak Bahasa Sunda (Endonim: Basa Sunda, Aksara Sunda: ᮘᮞ ᮞᮥᮔ᮪ᮓ, Abjad Pegon: باسا سوندا, pengucapan dalam IPA: [basa sʊnda]) adalah sebuah bahasa dari