Urasil
Nama kimia Pirimidina-2,4(1H,3H)-diona
Nama lain -
Formula kimia C4H4N2O2
Massa molekul 112.09 g/mol
Titik lebur 335 °C
Nomor CAS 66-22-8
SMILES O=C(N1)NC=CC1=O
Struktur kimia urasil

Urasil merupakan satu dari dua basa N pirimidina yang dijumpai pada RNA. Urasil hampir tidak terdapat pada DNA. Sebagaimana timina (5-metilurasil), urasil dapat berikatan dengan adenina melalui dua ikatan hidrogen.

Meski urasil bukan penyusun DNA, deoksiuridina trifosfat (dUTP) -- suatu nukleotida urasil—bersama-sama dengan enzim urasil-N-glikosilase (UNG) dapat diikutsertakan dalam PCR sebagai suatu cara pencegahan kontaminasi pindah-silang, yang penting dalam assay diagnostik klinis.

Beberapa alasan dikemukakan untuk menjelaskan tidak digunakannya urasil sebagai basa N pada DNA:

  1. Kebutuhan RNA sangat tinggi sehingga dipilih senyawa yang lebih sederhana (urasil lebih sederhana daripada timina) dan lebih cepat dibuat.
  2. Degradasi sitosina (suatu basa N lain) dapat menghasilkan urasil, sehingga mutasi sitosin ke urasil bisa tidak terdeteksi dan kode genetik menjadi rusak. Dengan dipakainya timina, terjadinya mutasi pada sitosina dapat diperiksa oleh enzim-enzim pada proses replikasi DNA dan mutasi dikoreksi.
  3. Metilasi (penambahan metil pada urasil, i.e. pembentukan timina) melindungi DNA dari enzim nuklease yang dihasilkan virus. Enzim ini mengenali dan memotong polinukleotida seperti DNA. Banyak nuklease yang tidak mampu mengenali basa DNA yang termetilasi sehingga serangan virus tidak efektif.
  4. Gugus metil bersifat hidrofobik (sukar larut di air), tidak seperti bagian DNA lainnya, sehingga basa dengan metil berada di bagian dalam molekul. Akibatnya, timina hanya berpasangan dengan adenina. Urasil, karena lebih bebas, mampu berpasangan dengan gugus lain, bahkan dengan urasil lain dan perpasangan basa DNA menjadi kacau dan organisme dapat menjadi tidak normal. Pada RNA, keberadaan urasil tidak membahayakan karena umumnya RNA berada pada keadaan berkas tunggal (single-stranded).

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Transkripsi (genetik)

berubah hanyalah basa nitrogen timina di DNA yang pada RNA digantikan oleh urasil. Transkripsi berlangsung di dalam inti sel atau di dalam matriks mitokondria

Pirimidina

merupakan derivat pirimidin yaitu: sitosina (= cytosine) (C), timina (T), dan urasil (U). Sistem cincin pirimidina banyak dijumpai dalam alam sebagai senyawa

Asam ribonukleat

(menggunakan huruf G, U, A, dan C untuk menunjukkan basa nitrogen guanin, urasil, adenin, dan sitosin (bahasa Inggris: cytosinecode: en is deprecated ))

Urutan asam nukleat

penyusunnya: adenin (A), sitosin (C), guanin (G), timin (T) untuk DNA, dan urasil (U) menggantikan timin pada RNA. Urutan inilah yang menyimpan informasi

Asam deoksiribonukleat

lainnya, urasil (U), biasanya menggantikan timina pada RNA. Perbedaan urasil dengan timina terletak pada ketiadaan gugus metil pada cincin urasil. Selain

Biokimia

Basa nitrogen yang paling umum adalah adenin, sitosin, guanin, timin, dan urasil. Basa nitrogen dari setiap unting asam nukleat akan membentuk ikatan hidrogen

Basa nukleotida

utamanya adalah sitosina, guanina, adenina (DNA dan RNA), timina (DNA) dan urasil (RNA), secara berurutan disingkat C, G, A, T, dan U. Dalam genetika, basa

Asam nukleat

pada RNA maupun DNA, sedangkan timina dapat ditemukan hanya pada DNA dan urasil dapat ditemukan hanya pada RNA. Asam nukleat merupakan biomolekul yang sangat