Pemberontakan Brunei (bahasa Inggris: Brunei Revolt, Brunei Rebellion) pecah pada tanggal 8 Desember 1962 dan dipimpin oleh Yassin Affandi dan pemberontak bersenjatanya. Pemberontak memulai serangan terhadap kota minyak Seria, mengincar instalasi minyak Shell dan menyerang pos polisi dan fasilitas pemerintahan di sekitar protektorat. Pemberontakan ini dianggap sebagai salah satu tahap awal Konfrontasi Indonesia-Malaysia.

Referensi

sunting
  • Pocock, Tom (1973). Fighting General – The Public and Private Campaigns of General Sir Walter Walker (Edisi First). London: Collins. ISBN 978-0-00-211295-6.
  • Paul, James; Spirit, Martin (2008). "Index of the Borneo–Malay Peninsula Confrontation". Britains-SmallWars.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-02-04. Diakses tanggal 1 August 2012.


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Konfrontasi Indonesia–Malaysia

Juni 1959. Pemberontakan Sarawak dimulai setelah Pemberontakan Brunei pada tahun 1962, dan SCO berperang bersama para pemberontak Brunei dan pasukan

Brunei Darussalam

Brunei, dengan nama resmi Brunei Darusalam, adalah sebuah negara berdaulat di Asia Tenggara yang terletak di pantai utara pulau Kalimantan. Negara ini

Partai Rakyat Brunei

Pada tanggal 8 Desember 1962 pemberontakan bersenjata oleh PRB sekarang dikenal sebagai Pemberontakan Brunei pecah di Brunei, daerah perbatasan Kalimantan

Omar Ali Saifuddien III dari Brunei

Tahun 1957, Radio Brunei mulai mengudara. Tahun 1959, menandatangani Perlembagaan Bertulis bagi Negeri Brunei, Syarikat Minyak Shell Brunei Sendirian Berhad

Pemberontakan Komunis di Sarawak

Malaysia yang baru dibentuk. Pemberontakan tersebut disertai dengan Pemberontakan Brunei 1962, yang dilakukan oleh Partai Rakyat Brunei dalam menentang pembentukan

Perjanjian Malaysia

negosiasi, Sultan Brunei menginginkan agar ia diakui sebagai sultan senior se-federasi dan apa yang terjadi selama Pemberontakan Brunei. Brunei tetap menjadi

Abdul Momin dari Brunei

agar wilayah-wilayah Brunei termasuk Limbang tidak diserahkan kepada kuasa-kuasa asing. Wafat 1885 dalam usia lebih 100 tahun. Sultan-Sultan Brunei l b s

A. M. Azahari

Rakyat Brunei yang berupaya untuk mengurangi kekuasaan Sultan Omar Ali Saifuddin III demi sebuah monarki konstitusional saat Pemberontakan Brunei pada 1962