Pemfigus
SpesialisasiDermatologiย Sunting ini di Wikidata

Pemfigus adalah penyakit autoimun berupa bula (vesikel besar yang mengandung serum, pus, atau darah) kronik pada membran mukosa maupun kulit. Pada penderita pemfigus, ditemukan adanya antibodi IgG yang bersirkulasi dan terikat pada sel keratinosit sehingga menyebabkan timbulnya reaksi pemisahan sel-sel epidermidis (disebut akantolosis) hingga terbentuk bula. Pemisahan sel epidermidis tersebut terjadi karena tidak adanya kohesi antara sel-sel epidermidis.[1]

Penyebab pasti timbulnya penyakit ini belum diketahui, namun kemungkinan yang relevan adalah berkaitan dengan faktor genetik, lebih sering menyerang pasien yang sudah menderita penyakit autoimun lainnya (terutama miastenia gravis dan timoma), serta dapat dipicu karena penggunaan penisilamin dan captopril. Gejala umum yang tampak pada penderita pemfigus adalah terbentuk lesi (keadaan jaringan abnormal) pada membran mukosa, terutama mulut. Bula mudah pecah dan dapat menimbulkan erosi yang bisa meluas ke bagian laring sehingga menimbulkan sakit tenggorokan dan kesulitan makan-minum. Kelainan pada kulit yang ditimbulkan akibat pemfigus dapat bersifat lokal ataupun menyebar, terasa panas, sakit, dan biasanya terjadi pada daerah yang terkena tekanan dan lipatan paha, wajah, ketiak, kulit kepala, badan, dan umbilikus.[1]

Referensi

sunting
  1. ^ a b Ramona Dumasari Lubis (2008). "Gambaran Histopatologis Pemphigus vulgaris" (PDF). Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin, Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. .


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Biduran

disebabkan reaksi kompleks antigen-antibodi. Penyakit vesiko-bulosa, misalnya pemfigus dan dermatitis herpetiformis Duhring, sering menimbulkan urtikaria. Beberapa

Imunosupresan

sarkoidosis, penyakit klomerulosklerosis, penyakit Chron, Penyakit Behcet, pemfigus, dan kolitis ulserativa). Mengobati beberapa penyakit radang non-autoimun

Karl Schwarzschild

Perang Dunia I. Ia meninggal pada tahun berikutnya karena penyakit autoimun pemfigus, sebuah penyakit yang telah menyerangnya ketika menjadi tentara garis depan

Asam mikofenolat

autoimun dan gangguan yang dimediasi imun serupa termasuk penyakit Behรงet, pemfigus vulgaris, nefropati imunoglobulin A, vaskulitis pembuluh darah kecil, dan

Glossitis

defisiensi vitamin B, lichen planus oral, eritema multiforme, ulkus aphthous, ''Pemfigus vulgaris'', sifilis, dan lain-lain. Kadang-kadang, glositis dapat diwariskan

Hipersensitivitas

kerusakan jaringan. Beberapa tipe dari hipersensitivitas tipe II adalah: Pemfigus (IgG bereaksi dengan senyawa intraseluler di antara sel epidermal), Anemia

Deflazakort

Distrofi otot Rheumatoid Arthritis Polimialgia reumatik Sindrom nefrotik Pemfigus Poliarteritis nodosa Pioderma gangrenosum Sarkoidosis Lupus eritematosus

Lupus vulgaris

Diah (2021-10-25). "Pemeriksaan Histopatologi dan Imunofluoresen pada Pemfigus Vulgaris". Jurnal Klinik dan Riset Kesehatan. 1 (1): 41โ€“50. doi:10.11594/jk-risk