📑 Table of Contents
Studio Perfini pada 1958.

Perusahaan Film Nasional Indonesia[1] (atau Pusat Film Nasional Indonesia, disingkat Perfini) adalah sebuah perusahaan produksi film pertama Indonesia yang berpusat di Jakarta.[2] Perusahaan ini didirikan oleh Usmar Ismail[3] pada tanggal 30 Maret 1950 dengan usaha patungan dengan bank nasional dua kali, satu kali yayasan di Semarang, dan satu kali dengan Kodam IX/Mulawarman.[4] Dalam pendiriannya, Usmar mendapatkan banyak bantuan dari teman-temannya, antara lain seperti Naziruddin, Max Tera, Rosihan Anwar, Basuki Resobowo, Djohan Sjafri, dan Sjawal Mochtaruddin.[1]

Sutradara-sutradaranya yang terkenal mencakup Usmar Ismail, yang menyutradarai film pertamanya Darah dan Doa (1950), dan D. Djajakusuma.[5] Pada 1966, Perfini memiliki studionya sendiri, sebuah gedung 20x30 meter yang cukup untuk menampung sejumlah set film.[6]

Pada tahun 1970, Perfini pernah bekerjasama dengan International Film Company dari Italia, membuat film Adventures in Bali.[4] Namun, pada proses dan pasca-produksi film ini bermasalah. Usmar sebagai Direktur Perfini dalam surat pembaca di majalah Ekspres, 21 Desember 1970, mengakui bahwa dalam kerjasama ini, Perfini dikecewakan oleh pihak Italia, terutama mengenai penyelesaian soal honorarium artis dan karyawan dan biaya hotel yang dibebankan kepada Perfini.[3] Selain itu, menurut perjanjian, nama Usmar sebagai sutradara akan dicantumkan dalam versi film yang diedarkan di Eropa. Namun, ketika Usmar berkunjung ke Roma untuk melihat penyelesaian film itu, namanya sama sekali tidak disebut.[4]

Tahun 1997 saat krisis moneter, Perfini berhenti beroperasi, tetapi kembali beroperasi pada tahun 2005.

Filmografi

sunting

Film

Referensi

sunting
  1. ^ a b Ridayanti, Neneng (2017-06-20). "Peranan Perfini Dalam Mengembangkan Perfilman Nasional Indonesia 1950-1970". Jurnal Sejarah Citra Lekha. 2: 19. doi:10.14710/jscl.v2i1.13610.
  2. ^ Vickers, Adrian (3 November 2005). A History of Modern Indonesia. Cambridge University Press. hlm.ย 253. ISBNย 978-0-521-83493-3. Diakses tanggal 12 January 2013.
  3. ^ a b "Kisah Tragis Akhir Hidup Bapak Film Nasional". Historia - Majalah Sejarah Populer Pertama di Indonesia. Diakses tanggal 2020-06-13.
  4. ^ a b c Ratnasari, Yuliana. "Kematian Usmar Ismail Dipicu Kekecewaan Ditipu Produser Italia". tirto.id. Diakses tanggal 2020-06-13.
  5. ^ Horison. Jajasan Indonesia. 1987. Diakses tanggal 12 January 2013.
  6. ^ American Universities Field Staff (1966). Reports Service: Southeast Asia series. hlm.ย 204. Diakses tanggal 12 January 2013.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Djadoeg Djajakoesoema

kembali ke Jakarta dan mendirikan Perusahaan Film Nasional (Perfini). Produksi pertama Perfini, Darah dan Doa, yang merupakan versi fiksi dari perjalanan

Tiga Dara

Perusahaan Film Nasional, yang lebih dikenal dengan nama Perfini. Pada awal pendirian Perfini pada tahun 1950, Ismail berkeinginan untuk โ€œtidak mempertimbangkan

Usmar Ismail

Indonesia. Pada tahun 1970, Usmar Ismail yang menjabat sebagai direktur Perfini, mengadakan kerja sama dengan perusahaan Italia untuk memproduksi film

Enam Djam di Jogja

Sutjipto dan Aedy Moward. Film ini adalah flm kedua yang diproduksi oleh PERFINI. Film ini mendulang kesuksesan besar di Indonesia dan terus ditayangkan

Perfilman Indonesia

diproduksi oleh perusahaan film milik orang Indonesia asli yang bernama Perfini (Perusahaan Film Nasional Indonesia) di mana Usmar Ismail tercatat juga

Misbach Yusa Biran

hidupnya. Tahun 1954-1956, ia bekerja di Perusahaan Film Nasional Indonesia (Perfini) pimpinan Usmar Ismail, berawal sebagai pencatat skrip, kemudian menjadi

Rosihan Anwar

Pada 1950, bersama Usmar Ismail ia mendirikan Perusahaan Film Nasional (Perfini). Dalam film pertamanya, Darah dan Doa, ia sekaligus menjadi figuran. Dilanjutkan

Tamu Agung

Bahasa yang tidak diketahui (link) Perfini, ed. (1960). 10 Tahun Perfini (dalam bahasa Indonesian). Jakarta: Perfini. hlm.ย 26. Pemeliharaan CS1: Bahasa